Unlimited Project Works

19 September, 2018

Campione v2 3-1

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Bagian 1

Malam halusinasi aneh telah berlalu, dan keesokan paginya telah tiba.

Pergi ke sekolah pada waktu yang biasa, Mariya Yuri mengemasi ponselnya dengan kulit aluminium.

Itu diberikan padanya semalam dari Amakasu untuk tujuan kontak darurat. Saat telepon mulai bergetar dalam mode senyap, hal itu terjadi pada siang hari.

Tampilan panggilan tidak mengungkapkan nama si pemanggil.

Karena telepon yang diserahkan adalah merek baru, Yuri belum memasukkan informasi apapun ke dalamnya. Meskipun dia tahu itu nomor telepon Amakasu, dia tidak terbiasa dengan cara mengoperasikannya.

"Eh? Apa yang harus aku lakukan?"

Yuri ragu sesaat saat layar menunjukkan nomor Amakasu.

Mungkin itu semacam kejadian mendesak. Yuri kebetulan berada di luar gedung sekolah dan sedang berjalan di halaman tengah. Dia menerima telepon di tempat yang tidak bisa dilihat orang.

Karena ini adalah pertama kalinya dia menggunakan flip open phone, butuh sedikit usaha.

"Hei, hei... Saya Mariya!"

Setelah mengakhiri pertarungannya dengan telepon, Yuri mengangkatnya dengan nada panik.

'Ini Amakasu. Bagaimana perasaan Anda di sana? Apa Anda membuat bento untuknya seperti yang disarankan kemarin?'

"Tentu, tentu saja tidak! Tolong jangan bercanda!"

'Ini bukan candaan. Permintaan hari ini untuk Yuri-san adalah menggunakan berbagai metode untuk mendekatinya. Ayo kita buat rapat strategi sungguhan nanti.'

"Ah? Amakasu-san!?"

Panggilan berakhir.

Apa yang harus dilakukan seseorang untuk mendekati Kusanagi Godou? Yuri merasa itu keputusan yang sulit. Tadi malam, dia merasa sangat tertekan karena menerima misi sulit ini.

"—Maaf, Mariya-senpai, mungkinkah itu ... sebuah ponsel?"

Yuri berpaling untuk melihat yang menyapanya, dan melihat Kusanagi Shizuka berdiri di sana.

Adik perempuan dari subjek minat saat ini, selain menjadi murid kelas tiga SMP yang merupakan junior Yuri di klub upacara minum teh. Pertemuan kebetulan ini membuat Yuri agak kaget.

"Apa, apa yang terjadi? Semua orang telah bilang bahwa senpai tidak punya ponsel sampai sekarang? Bukankah kamu bilang kamu tidak berminat?"

Shizuka sangat terkejut.

Selama kegiatan klub, setiap kali ada yang bertanya tentang nomor ponsel atau alamat emailnya, jawaban negatif Yuri selalu "karena aku tidak merasa aku punya kebutuhan khusus..."

"Sebuah alasan yang muncul belakangan ini. Dan juga jauh lebih enak untuk tetap berhubungan satu sama lain ..."

Merasa bahwa alasan enaknya agak menyedihkan, Yuri merasa tertekan saat menjawab.

Di tempat seperti itu dia tidak memiliki alasan yang jelas untuk menggunakan telepon berfitur lengkap. Sebenarnya dia benar-benar buta huruf dan tidak mengerti jaringan dengan baik. Yuri menyesali jawabannya saat dia berbicara.

"Eh? Menghubungi satu sama lain? Dengan siapa kamu harus tetap berhubungan?"

"Maaf, tolong jangan tanya lebih jauh karena itu adalah sesuatu yang tidak bisa aku jawab secara rinci. Maafkan aku."

Meskipun dia berbicara dengan seseorang yang lebih muda darinya, Yuri menundukkan kepala dengan penuh keseriusan.

Identitasnya sebagai Hime-Miko dan juga keberadaan Komite Kompilasi Sejarah adalah rahasia mutlak. Akan lebih baik jika dia bisa mengatasi hal ini tanpa masalah.

"Mungkinkah itu ... orang lain ingin merahasiakannya?"

"Tidak, sama sekali tidak. Tapi, ponsel cukup sulit untuk digunakan, bukan? Kendati semua orang tampaknya menggunakannya dengan sangat mudah, aku sungguh tidak dapat mengerti—"

Menanggapi jawaban jujur ​​dan terus terang, Shizuka mendadak merasa menyesal dan menundukkan kepalanya.

"Maaf, Mariya-senpai. Karena kamu merasa sangat terganggu karena Onii-chan—"

"Eh? Masalah ini dan Kusanagi-san—kakakmu—sama sekali tidak berhubungan—Tapi sekali lagi, ada apa?"

Kakak—Tidak dapat mengerti mengapa Shizuka meminta maaf atas nama Godou, Yuri berkedip.

"Namun, mungkinkah ada alasan lain? Bukankah alasan yang paling mungkin yakni kebutuhan mendadak untuk sebuah ponsel adalah untuk tetap berhubungan dengan seorang pacar setiap saat ... Sedangkan untuk Mariya-senpai, calon yang paling dekat adalah ... Onii-chan bodohku, bukan?"

Yuri berpikir bahwa Shizuka adalah anak yang agak pandai.

Dia adalah seorang gadis dengan akal sehat dan telah mengambil semua pengetahuan klub dengan cepat.

Yuri mencoba menyangkal dengan panik.

"Bukan, bukan itu alasannya. Ini karena bekerja, aku membutuhkan ponsel untuk pekerjaanku!"

"Tapi pekerjaan paruh waktu Mariya-senpai adalah jadi miko. Aku belum pernah mendengar soal miko kuil yang harus dihubungi untuk keadaan darurat. Kalaupun kamu menyangkalnya, aku tahu kamu berbohong, tapi aku mengerti! Ini semua kesalahan Onii-chan bodohku!"

Shizuka dengan marah memarahi kakaknya dengan intensitas tinggi.

Sigh, sebagai Hime-Miko, segala macam keadaan darurat telah muncul sejak Campione supranatural muncul di sisinya... Yuri merasa sangat murung sehingga dia tidak bisa mengungkapkan hal-hal seperti itu dengan jujur.

"Mulai dari liburan musim semi yang lalu, sudah sangat mencurigakan. Sering menginap semalam! Dan tiba-tiba menjadi begitu dekat dengan Erica-san dan Yuri-senpai juga!"

"Ini bukan karena Kusanagi-san, tolong jangan marah..."

"Mariya-senpai baru saja bilang bahwa itu tidak ada hubungannya dengan Onii-chan—tapi bukankah itu terkait dengan Onii-chan sekarang?"

Sungguh, Shizuka sangat pintar dan mengambil apa yang diungkapkan dengan ceroboh.

Wajahnya yang imut mungkin menyarankan hal lain, tapi dia sangat kompetitif dalam semangat. Lebih jauh lagi, dia juga jauh lebih baik dengan kata-kata, dan Yuri merasa memiliki kelemahan mutlak dalam mencoba berdebat dengan lawan ini.

"Aku mengerti, Onii-chan sepertinya juga membawa ponsel belakangan ini, dan sedang berbicara dengan seseorang semalam. Karena dia harus bersembunyi di kamarnya untuk menerima telepon diam-diam, aku menduga orang itu adalah Erica-san."

"Eh? Jadi begitu?"

Yuri dengan polos mempercayai spekulasi Shizuka.

Penelepon Godou sebenarnya adalah pemuda Italia, sama sekali tidak berhubungan dengan cinta dan nafsu, tapi tidak mungkin keduanya tahu hal itu.

"Rupanya, sekolah belum cukup, dan mereka masih harus berbicara sangat intim dengan menelepon di rumah—jika Mariya-senpai tidak punya ponsel, akan sangat sulit untuk bersaing..."

"Eh, eh? Apa ada kemajuan ke tahap ini—!"

Berita ini mengejutkan Yuri.

Dia merasa sangat prihatin dengan pemikiran bahwa Erica dan Godou sedang melakukan sesuatu bersama di luar sekolah.

Tetapi, apa yang sangat dibutuhkan kewaspadaan adalah hubungan kotor antara berbeda gender di luar sekolah, bukan?

Yuri merasa malu dengan pengalaman dangkalnya dengan cara dunia.

(Tidak, belum terlambat untuk memulai sekarang. Untuk memperbaiki kekuranganku sendiri ... untuk mencapai hubungan yang lebih dekat dengan Kusanagi-san daripada yang dimiliki E-Erica-san!)

Yuri berbisik pada dirinya sendiri, dan bersumpah pada hatinya untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Kendati atas permintaan orang lain, jika dia menyetujuinya, dia akan memberikan yang terbaik!

"Shizuka-san, aku punya permintaan."

"Ya, ya."

Yuri tiba-tiba mengangkat kepalanya, dan berkata serius.

Merasakan semangatnya, Shizuka yang marah mulai tenang.

"Maukah kamu mengajari aku cara menggunakan ponselku? Padahal aku sudah tahu bagaimana cara mengangkat dan memanggil telepon, tapi aku tidak tahu apa-apa selain itu."

"Oh, oh, aku tidak keberatan."

Seakan hancur dalam semangat, Shizuka menjawab dalam keadaan panik.

Tanpa menyadari kekuatannya yang mendominasi kapanpun dia menghadapi orang lain dengan sikapnya yang tegas dan serius, Yuri merasa itu agak aneh tapi mengangguk.

"Sebenarnya kakakmu—Kusanagi-san—pernah memberitahuku nomor teleponnya, tapi aku tidak yakin bagaimana cara menggunakan daftar kontak di telepon."

"Mariya-senpai, kamu tidak keberatan memberikan nomormu ke Onii-chan, kan..."

"Juga, aku punya permintaan lain, maukah kamu memberitahuku bagaimana cara mendekati anak laki-laki?"

"Eh!?"

Untuk syok Shizuka, Yuri menjadi lebih bersemangat saat dia berbicara.

"Aku perlu menjalin hubungan yang lebih dekat dengan kakakmu. Ini bukan cuma untukku, tapi untuk orang lain di sekitarku juga, dan untuk masa depan kakakmu. Tapi, mengapa ini perlu, aku sama sekali tidak memahaminya."

"Tapi, tapi, Mariya-senpai, aku juga tidak punya petunjuk..."

"Meski aku tidak bisa menjelaskannya dengan baik, tapi waktu tidak bisa disia-siakan lagi. Aku sungguh membutuhkan seseorang yang bisa menjadi guruku... aku pikir jika itu adalah Shizuka-san yang cerdas, kamu pasti bisa menjadi panutan yang baik untukku. Tolong, pinjamkan kekuatanmu."

Khawatir tidak ada gunanya, yang terbaik adalah melakukan tindakan pertama-Yuri sangat menundukkan kepalanya.

"Oooh? Kamu benar-benar meminta bantuanku? Tapi yang pasti, Mariya-senpai jauh lebih baik dari pada Erica ... Ah ah, siapa sangka bahwa kamu akan tertarik pada seseorang seperti Onii-chan..."

Yuri terus menunduk dengan tulus saat Shizuka mengoceh.

Segera setelah itu, Shizuka mendesah dalam-dalam.

"...Mariya-senpai, soal Onii-chan bodohku, memangnya itu benar?"

"Ya, itu benar."

Yuri telah salah mengerti pertanyaan 'itu sungguh cinta' Shizuka sebagai 'apa kamu benar-benar harus memperbaiki hubungan,' tapi keduanya tidak memperhatikannya.

"An, jawaban segera ... Nah, jika sudah sampai pada hal ini, aku kira satu atau dua saran bisa diberikan... Sedikit saja..."

Shizuka berbicara dengan sangat pelan.

Mendengar respons seperti itu, mata Yuri seperti lampu berkedip, dan dia tersenyum alami.

"Sangat dihargai! Rasanya cahaya terang sudah keluar dari kegelapan total!"

"Tolong, tolong jangan tampilkan senyuman cerah seperti itu ... Itu hanya sedikit dukungan."

"Ya? Apa? Shizuka-san?"

"Tidak ada. Ah, benar, Mariya-senpai, apakah kamu punya alamat email Onii-chan-ku? "

Yuri menunjukkan ekspresi bingung atas pernyataan Shizuka soal sebuah istilah yang tidak dia kenal.

"Alamat email? Apa itu?"

"Kamu benar-benar tidak tahu apa itu eh. Kalau begitu, aku punya ide bagus, tanyakan saja langsung di kelas — biar si idiot Onii-chan menderita konsekuensinya."

Shizuka tertawa "hoho" dengan jahat dan menyarankan.

Karena tidak dapat memahami maksudnya, Yuri merasa terganggu. Namun, tidak mudah menemukan seseorang untuk memberi nasehat, jadi Yuri memutuskan untuk mengikutinya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar