Unlimited Project Works

25 September, 2018

Campione v2 6-2

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Bagian 2

Sama seperti Erica Blandelli membawa Liliana Kranjcar ke tujuannya.

Kusanagi Godou dan Mariya Yuri berada di pintu fasilitas rekreasi umum.

Saat itu pukul setengah sembilan di malam hari.

Semua staf dan pengguna sudah pergi lebih awal. Agaknya karena badai mendadak yang menyerupai topan, mereka semua langsung tergesa-gesa.

—Menjaga Yuri dalam pelukannya, Godou berlari ke sini seolah-olah dia tengah terbang.

Mengetahui batasnya sudah dekat, ia kebetulan berada di atas tempat penampungan ini, dan terjatuh bak orang penderita cacat saat ia masuk.

"Kusanagi-san!? Ada apa!"

"...Maaf, Mariya. Biarkan aku tetap seperti ini sejenak. Hal ini selalu terjadi setelah menggunakan [Burung Pemangsa]. Karena menggunakannya sangat lama, bagian ini menjadi sangat menyakitkan..."

Dengan berbisik, Godou menekan dadanya dengan tangannya.

[Burung Pemangsa] Verethragna bisa memberi kecepatan Godou manusia super dan tubuh yang ringan. Harga untuk melakukannya adalah kondisi saat ini. Rasa sakit yang hebat di jantung tergantung pada lamanya pemakaian.

Tak ada sihir yang bisa meringankan rasa sakit ini. Saat Godou dipenuhi keringat dingin, tak ada yang bisa dia lakukan kecuali bertahan.

"Santai saja. Sekarang aku akan menggunakan sihir untuk menghilangkan rasa sakit."

"Tidak, itu tidak akan berhasil... Tapi aku akan baik-baik saja."

Godou menolak perhatian yang langka.

Akan tetapi, Yuri tidak mengindahkannya, dan memulai perawatannya sendiri. Menempatkan telapak tangannya di dada Godou, Yuri membelai Godou dengan lembut.

Melalui telapak tangannya, kehangatan lembut ditransmisikan. Dalam situasi normal mungkin akan menenangkan rasa sakit yang paling hebat. Sayangnya, tubuh Campione bukanlah tubuh yang normal.

Entah musuh atau teman, semua sihir yang diaplikasikan secara langsung akan ditolak.

Ini karena daya tahan mereka yang kuat terhadap sihir dan guna-guna.

"...Tidak berpengaruh? Bagaimana ini bisa terjadi!?"

Yuri terkejut mengetahui tidak adanya efek dari sihirnya.

Godou mengalami rasa sakit dan tersenyum kecil. Sebenarnya dia sudah terlalu kesakitan untuk melakukan itu, tapi memaksakan dirinya untuk memamerkan pada Yuri.

"Pikirkan kembali, bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya? Dalam keadaan normal, tubuh kita tahan terhadap efek sihir. Tpai, satu-satunya pengecualian adalah saat sihir dimasukkan langsung ke dalam tubuh..."

"Benar juga!"

Terakhir kali adalah pertempuran melawan Athena. Waktu ketika Godou menerima sihir [Pengajaran] Erica dari mulutnya secara langsung, dan mendapatkan pengetahuan tentang sang dewi. Yuri merasa sangat marah melihat adegan itu.

"Kupikir saat kamu dan Erica-san melakukan itu... Kontak intim yang tak tahu malu, itu hanya alasan... M-maaf sekali!"

"Mungkinkah kamu selalu berpikir begitu... –Aw, ini sangat sakit!!"

Sensasi yang menyakitkan yang menyerang jantungnya bagaikan ditusuk dengan jarum.

Saat Yuri melihat wajah Godou dengan cemas, dia terus membelai area di sekitar dada Godou.

"Kamu tidak perlu melakukan itu, Mariya. Bagaimanapun, semua itu tidak berhasil."

"Bahkan tanpa sihir, masih akan ada efeknya. Jangan bicara seperti kamu tahu segalanya. Untuk menggunakan kekuatan berbahaya semacam itu... terkadang kamu sering lepas kendali."

Meski mengatakan itu, gerakan tangan Yuri sangat lembut.


Rasa sakit benar-benar mereda. Kehangatan dari telapak tangannya terasa sangat nyaman.

"Dulu, ibuku selalu melakukan ini dimana aku terluka. Meskipun dia adalah orang normal yang tidak tahu mantra sama sekali, rasa sakitnya selalu surut secara bertahap. Jadi aku tahu itu akan berhasil untuk Kusanagi-san."

"Ah ah, ya. Mungkin memang begitu..."

Tapi tentu saja, rasa sakit di jantungnya masih ada.

Namun, jika dibandingkan dengan rasa sakit terus-menerus barusan, dia merasa lebih mudah bertahan. Akhirnya Godou sedikit merilekskan tubuhnya... lalu, memerhatikan.

Tanpa memerhatikan kapan, dia mulai melakukan kontak intim dengan Yuri.

Mereka berdua memakai pakaian yang basah kuyup karena hujan—Godou mengenakan seragam sekolahnya, sementara Yuri mengenakan pakaian miko. Setelah menyerap sejumlah air, kain menempel erat ke kulit, dan kehangatan tubuh yang tak kenal ampun.

Namun, bagian dalam kontak tubuh terasa hangat.

Tidak seperti Erica, Yuri tidak menggunakan parfum atau semacamnya. Tapi dengan bersandar begitu erat, aroma manis melayang.

Gawat, Godou merasa malu dari lubuk hatinya.

"Umm, umm Mariya, maukah kamu mundur sedikit? Aku pikir aku jauh lebih baik sekarang."

"T-Tidak Kusanagi-san. Jika masih ada efeknya, maka akan lebih baik mempertahankan ini. Apalagi, jika kita melakukan ini, tubuh kita bisa merasakan kehangatan... Umm, kita berdua bisa..."

Yuri juga sepertinya menyadari hal yang sama, dan mereka saling menghindari tatapan masing-masing.

Bagian pakaian putih miko tidak menutupi—wajah berubah menjadi merah secerah daun musim gugur. Itu imajinasi? Tapi kehangatan tubuh juga terasa tengah naik.

—Sepuluh menit kemudian.

Sebagian besar rasa sakit telah hilang. Namun, masih sulit untuk menggerakkan anggota badan.

Setelah mengalami periode tertentu rasa sakit yang hebat, tubuh menjadi tidak berdaya dan tidak bisa bergerak sementara. Ini adalah harga menggunakan bentuk [Burung Pemangsa].

Tapi, karena telah memperoleh kecepatan yang tak tertandingi sebagai balasannya, barangkali hal itu tidak dapat dibantu.

Mungkin karena minimnya percakapan, Godou berusaha sekuat tenaga memikirkan hal lain.

Dalam puluhan menit bersandar dekat satu sama lain tanpa sepatah kata pun, rasanya seperti disiksa atau diinterogasi. Setidaknya, jika ada sesuatu yang bisa dibicarakan...

"P-pokoknya, soal kakek tua itu. Mariya pernah menyebutkannya, kan? Otoritas rampasan yang memungkinkan manipulasi mayat. Yang itu, dewa apa namanya?"

"...Osiris. Dewa Mesir kuno untuk kesuburan pertanian, dan dewa yang memerintah dunia bawah."

"...Dewa panen dan juga dunia bawah? Mengapa aku merasa pernah mendengar orang ini sebelumnya?"

Dewi Athena adalah dewa gelap dunia bawah dan juga dewi ibu bumi yang hebat.

Lalu bukankah sama persis dengan pertempuran yang berakhir sebulan yang lalu? Godou merasa ragu.

"Mungkin ini seperti dugaan Kusanagi-san. Dewa kesuburan, yang bisa mengubah bumi menjadi petak tanaman hijau subur, berubah menjadi dewa dunia bawah saat musim dingin atau malam tiba. Layaknya Athena, ada dua sisi untuk Osiris. Namun, dia adalah dewa dan bukan dewi ibu bumi."

Dewi ibu di Mesir bernama Isis. Dewi dunia yang juga istri Osiris.

Dibunuh oleh salah satu adik laki-laki dari dewa padang pasir, mayat Osiris robek dan dilempar ke Sungai Nil. Orang yang mengumpulkan bagian-bagian itu adalah istrinya, Isis.

Bagian-bagian tubuh dijahit kembali oleh Dewa Anubis, dan dihidupkan kembali.

Dengan demikian dibangkitkan, Osiris menjadi raja dunia bawah, menilai orang mati berdasarkan dosa yang dilakukan selama hidup mereka—

"Dan artinya, versi bahasa Mesir dari Yamaraja? Karena itulah Voban bisa membuat orang-orang yang dia bunuh merangkak keluar dari kuburan mereka menjadi zombie atau mumi dan mengikatnya ke dunia yang hidup."

"D-deskripsi itu sedikit kasar, tapi mengkategorikannya dengan cara itu seharusnya benar."

Usai mendengarkan mitos yang diceritakan oleh Yuri, Godou melihat ke tangan kanannya.

...Masih belum bagus.

Pedang emas pembunuh dewa. Masih belum pasti apakah kekuatan bentuk [Pendekar] itu bisa digunakan.

"Bisakah kamu ceritakan lebih banyak tentang Osiris? Aku ingin mengumpulkan lebih banyak informasi sebagai persiapan untuk [Pendekar]. "

"Aku sungguh menyesal. Aku tidak tahu detailnya lagi... Tapi, Marquis Voban bukanlah dewa, kan? Jadi, aku tidak berpikir bahwa kekuatan untuk menyegel dewa dapat digunakan?"

Yuri bertanya-tanya, heran.

Awalnya Godou berpikiran sama, tapi menggelengkan kepalanya.

"Pedang [Pendekar] bisa menghancurkan otoritas Campione. Jika otoritas Osiris disegel, maka Voban takkan bisa memanipulasi orang mati sebagai bonekanya. Orang itu juga akan melemah, dan orang-orang itu bisa kembali ke kuburan mereka... Ah, tapi mungkin yang sulit ditangani adalah [Serigala]? Jika dia mengambil bentuk mengerikan itu, aku kehabisan pilihan."

Dalam duel melawan Salvatore Doni, Godou telah menemukan secara tidak sengaja.

Namun, memikirkan pertempuran sebelumnya, Godou merasa tertekan.

Bentuk yang mampu berduel dengan avatar serigala raksasa Voban itu adalah [Babi Hutan]. Tapi, jika monster semacam itu bertempur di tengah kota, siapa yang tahu berapa korban yang tidak bersalah?

"Dari dewa macam apa yang otoritas [serigala] itu dirampas? Dewa pertama yang kakek tua dikalahkan... Bahkan Mariya pun tidak tahu, kan?"

"Ya, maaf, aku tidak bisa membantu. Bahkan aku kaget dengan [Serigala] itu—"

Mendadak, Yuri berhenti bicara.

Menatap ke ruang kosong, berbisik dengan suara pelan.

"Bak matahari yang memiliki cahaya terkuat... Hewan yang menelan dan mencerna itu... Pasti tak mungkin memiliki atribut kegelapan... Jika memang begitu, keberadaan dewa yang membawa malam kekal jadinya..."

"Mariya apa yang terjadi denganmu?"

Melihat tindakannya agak aneh, Godou berteriak.

Namun, Yuri tetap tidak merespon. Jika tangannya bisa bergerak, Godou pasti akan menggoyangkannya di bahu.

"Dewa yang bisa melahap cahaya, itu pasti menyiratkan adanya cahaya yang sama di dalam dirinya... Namun, ini belum cukup... Serigala adalah simbol bumi dan tanaman hijau... Bukan hanya dewa bumi tapi juga cahaya—Kusanagi-san!"

Mata Yuri kembali sadar.

Meraih tubuh tak bergerak Godou, Yuri berkata.

"Mengerti! Aku mengerti! Dewa pertama yang Voban lawan—identitas dewa yang dirampas otoritas serigala, aku melihatnya!"

Mariya memiliki kekuatan kedudukan tertinggi dalam penerawangan roh.

Godou memikirkan fakta ini. Sangat mungkin, saat menyaksikan penggunaan otoritas Voban, rahasia itu bocor.

"Sungguh menakjubkan, Mariya. Jadi, dewa mana itu? Nama? Kamu tahu mitosnya?"

"Seperti dewa Osiris, dia juga dewa bumi dan tanaman hijau. Tidak, bukan di bumi, lebih tepatnya bahwa dia adalah dewa kelahiran. Kegelapan dan bumi adalah sinonim. Dunia didominasi oleh kegelapan—yang katanya tanah adalah eksistensi yang menggabungkan kegelapan dengan bumi bersama-sama. Namun, dia terbuat dari cahaya yang lahir dari kegelapan dan bumi!"

"He? Jadi siapa namanya? Apa itu dewa yang seharusnya aku ketahui?"

"Nama tertuanya disebut cahaya. Dewa tikus dan serigala. Kedewataan emas dan perak!"

Sampai sini, bahu Yuri merosot.

Seolah-olah dia mengetahui kata-katanya terlalu terpotong-potong.

"Aku benar-benar minta maaf, meskipun sangat jelas dalam benakku, aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata mudah dimengerti. Sama untuk namanya, awalnya ada di ujung lidahku..."

Dengan kata lain, apa yang dirasakannya tidak dapat divisualisasikan dengan mudah ke bahasa yang mudah dimengerti.

Melihat Yuri yang membungkukkan kepalanya, Godou mengerti.

Sama seperti keajaiban matematis yang tidak bisa menjelaskan bagaimana sebuah formula dapat dipecahkan dengan naluri, Yuri yang memahami sifat sejati dewa dengan pandangan langsung tidak dapat menyampaikan informasi tersebut kepada manusia dengan kata-kata.

Apa yang harus dilakukan? Akhirnya dia menemukan cara untuk membantu, tapi tidak ada artinya.

"Maaf, Kusanagi-san. Walau kamu telah melakukan banyak hal untukku, aku sama sekali tidak dapat membantu... Meskipun aku memiliki kekuatan ini, tapi itu tidak membantu pada momen kritis begini..."

Yuri sepertinya akan menangis, dan menundukkan kepalanya.

Dia pasti merasa sangat malu dengan situasi saat ini.

Situasi ini sebenarnya bukan sesuatu yang harus dikhawatirkannya. Jika tubuhnya bisa bergerak bebas, Godou benar-benar ingin menepuk bahunya dan membelai kepalanya untuk menghiburnya.

Setidaknya katakan sesuatu. Godou tidak menunjukkan tanda-tanda keputusasaan, dan berkata dengan jelas.

"Jangan terlalu memikirkannya. Saat tubuhku pulih, ayo cari Erica. Jika itu dia, maka petunjuk saat ini seharusnya cukup untuk mengetahui dewa mana itu. Jadi, jangan putus asa."

"Baik... Sebagai mage, Erica-san harusnya berada di atas tingkat pertama—tunggu sebentar, sihir?"

Yuri mengangguk saat ia memperbarui semangatnya.

Lalu dia merasa bingung.

"Jadi seperti yang disebutkan, Kusanagi-san dan Erica-san menggunakan itu... m-menggunakan mulut, umm, untuk mengirimkan pengetahuan, bukan? Sampai sekarang, kamu sudah berkali-kali melakukannya, kan?"

"Eh, ummm, uh, pada saat dibutuhkan, ya, beberapa kali..."

Apa yang sedang terjadi, apa arti bahaya ini?

Godou entah mengapa merasakan pertanda bahaya besar, dan tanpa sadar berusaha mundur.

Namun, tubuhnya tak bisa bergerak. Dia masih belum bisa mengumpulkan kekuatan — jika ini berlanjut mungkin sangat berbahaya.

"Kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama saat ini?"

Ekspresi dingin Yuri mungkin bukan karena hujan, kan?

Seperti wajah yasha, tidak diragukan lagi, senyuman yang menyegarkan namun tanpa ceria telah muncul.

"Tidak, tidak mungkin. Tolong jangan! Aku pasti tidak ingin melakukan itu!"

"Apa kamu bohong? Kalau kamu bohong, aku akan membencimu."

"Tolong jangan membenciku! Aku tidak bohong! Aku bersumpah demi Tuhan itu benar!"

"...Begitu? Biasanya aku akan secara otomatis menganggap Kusanagi-san adalah orang yang tidak berdaya yang bisa berbohong dengan wajah lurus, tapi hari ini aku akan mempercayai kata-katamu."

"Ah, ah ah. Makasih..."

Wajah cantik Yuri kembali ke kelembutannya yang biasa.

Melihat itu, Godou merasa lega dari lubuk hatinya — entah mengapa, dia merasa diselamatkan!

Kras!

Pada saat itu, suara guntur bergemuruh ribut.

Kras! Kras!

Guntur terus berlanjut. Rasanya sudah dekat, dan suaranya sangat keras.

Angin juga bertiup kencang dan kuat.

Pepohonan yang ditanam di depan fasilitas rekreasi umum bergetar hebat karena angin, dan jendela-jendela bangunan terus berdetak kencang.

Sampai saat ini, atap di atas Godou dan Yuri tidak membiarkan masuk angin atau hujan. Namun, tetes hujan tiba-tiba ditiup angin kencang.

Ada benda seperti sampah yang berkelok-kelok di langit.

Godou dan Yuri mengeluarkan teriakan kaget. Terbang di atas badai di udara malam adalah atap terbang dari gubuk sementara dari suatu tempat.

Melihat dengan teliti, ada juga benda seperti rambu dan potongan kayu yang ditiup angin kencang.

"Ah, angin menjadi lebih kuat?"

"Mungkin dipanggil oleh Voban tua itu. Kakek tua itu, apa dia ingin Tokyo dikuburkan oleh topan musim?"

Tidak seperti sebelumnya, semua sungai kini memiliki teknik anti-banjir yang dirancang dengan baik.

Hampir tak ada kemungkinan banjir dari sungai Tokyo di Arakawa, Edogawa, dan Nakagawa. Namun, dalam badai seperti ini, tidak membuatnya menjadi kurang berbahaya.

Sangat mudah untuk membayangkan bahwa banyak korban akan muncul, dan akan ada bencana besar.

"Kita harus bertemu dengan Erica secepat mungkin. Akan jadi masalah jika kita tidak menghentikan kakek tua itu lagi."

"Tapi, dimana dia sekarang? Mudah-mudahan dia aman..."

Yuri berbicara pelan, khawatir.

Ini juga yang Godou khawatirkan, tapi dia tidak bisa memaksa dirinya untuk mengatakan sesuatu yang menghibur.

—Apa ini terus berlanjut? Kegelisahan perlahan mengikis hati mereka, dan keduanya mulai berdiam diri.

Setelah sekitar lima menit, Yuri tiba-tiba berbicara.

"Kusanagi-san... Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu."

"A-apa?"

Yuri memiliki ekspresi yang pasti-terlihat sangat manis.

Karena tersipu malu, itu adalah ekspresi paling manis yang pernah ditunjukkannya. Godou merasakan suara keras detak jantungnya sendiri.

"Sebenarnya, aku juga bisa menggunakan sihir [Wahyu]... sihi untuk mengirimkan kepada orang lain apa yang kuketahui dari pengindraan rohku."

"Eh!? Ma-mariya, kenapa kamu tidak bilang begitu dari tadi? Ini seharusnya menjadi solusi terakhir!"

Perlahan, Yuri bergeser ke arah tubuh Godou. Dia menghindari melakukan kontak mata dengan Godou. Meski begitu, rasa malunya malah membuat lehernya merah, sementara dia bergerak perlahan ke arah Godou.

Rambutnya menutupi wajah Godou. Hidungnya diserbu oleh keharuman manis, Godou benar-benar ingin cepat kabur.

Namun, dia tak bisa. Tubuh masih belum bisa bergerak. Situasi tanpa harapan

"Jika tidak mulut, mulut ke mulut, maka itu tidak bekerja pada Kusanagi-san—kan?"

"Benar, tapi kenapa? Umm, Mariya? Kamu tidak perlu sampai begitu!"

"Aku juga sama. Kalau bisa, aku juga tidak mau melakukan ini... Tapi akan sangat serius jika ini tidak dilakukan... Jika Erica-san tidak bisa ditemukan maka aku harus siap melakukan ini... Jangan biarkan pikiranmu mengembara ke tempat yang aneh. Mari aku jelaskan sebelumnya bahwa aku tidak melakukan ini karena aku mengagumi Kusanagi-san. Tidak seperti itu, sama sekali tidak. Sebagai miko, jika ada kebutuhan dan tidak ada pilihan lain, baru setelah itu akan dilakukan...!"

Yuri akhirnya menatap langsung Godou.

Mata lembap.

Tubuhnya bergidik, tidak mampu menahan rasa malu dan tingkah lakunya yang berani.

Perlahan mendekat adalah bibir yang akomodatif.

Berbeda dengan Erica yang berani dan tak terkendali, hal itu membawa ketidakbiasaan dan rasa malu, ciuman yang kaku.

—Phoebus.

Seolah kebetulan, kata ini muncul di benak Godou.

Mantra dari bibir Yuri terdengar. Namun, level ini pun belum cukup. Memahami kebijaksanaan dewa, pengetahuan misterius, nama dewa dan sifatnya — semuanya belum cukup.

"K-Kusanagi-san. Tolong, demi aku—Bukalah hatimu padaku... Hati pasti menjadi satu. Jika hati kita tidak bersatu, kamu dan aku, maka tak ada gunanya. Aku juga—aku juga akan mencoba yang terbaik!"

Yuri menekan berat badannya dan mengambil inisiatif dari atas.

Sambil memegangi wajah Godou di antara kedua tangannya, dia menekan bibirnya dengan kuat. Gerakan yang canggung tapi kuat sepertinya menunjukkan tekadnya.

—Namun, ini hanya sekejap saja.

Segera, Yuri kehilangan kekuatan. Dia membuka mulutnya dengan tenang dan menutupi bibir Godou dengan lembut.

"Tolong rasakan... tolong rasakan sosok dewa dari dalam hatiku, bentuk dan sifat dewa yang kulihat... Biarkan semua yang kulihat—benar-benar kirimkan padamu."

Tubuh yang hangat dan bibir yang lembut.

Saat dia menunjukkan wajah yang sepertinya nyaris menangis karena malu, tubuhnya gemetar karena gugup, tapi Yuri tidak berniat berhenti.

Sepuluh detik, dua puluh detik. Seiring berjalannya waktu, tidak ada tanda-tanda bibirnya melepaskannya.

Merasa tercekik, Godou mencoba mencari udara dan mengendurkan bibirnya sedikit.

Pada saat itu, Yuri menggunakan gerakan yang lebih intens lagi untuk menekan bibirnya kembali ke bibir Godou yang terpisah dengan pelan. Seperti kerang yang dipasang rapat. Ciuman yang lebih dalam lagi dari sebelumnya.

Keduanya saling bertukar air liur, saling terjerat, saling mencair.

Bahkan pada saat ini, ada rasa puas dan kesatuan tubuh yang tak terlukiskan. Keberadaan masing-masing terasa lebih dekat dari apapun atau orang lain, dan memiliki perasaan hangat.

Rasa iba yang intens menyerang Godou. Mungkin Yuri berada dalam keadaan yang sama.

Sementara bibir mereka saling menempel, mereka saling menatap dengan penuh semangat — pada saat itu juga.

Akhirnya itu datang. Kesan kuat mengalir kuat ke dalam benak Godou.

—Hewan kecil yang gelisah dalam kegelapan, ini adalah tikus.

—Tikus, serigala, beruang, rusa dan babi hutan liar. Selain itu, ada banyak hewan buas. Ratu hewan buas. Hukum di atas hutan, dewi ibu bumi yang memerintah kegelapan.

—Dari dewi ibu lahir seekor tikus yang menjadi serigala, dan akhirnya mengambil bentuk pemuda.

Dia tampan bak cahaya terang. Namun, dia masih seseorang yang lahir dari kegelapan. Sifat aslinya adalah kegelapan dan kesendirian. Dia adalah mentari yang lahir dari kegelapan. Dewa yang membawa cahaya dan bencana.

Dia bernama Phoebus. Dengan kata lain, ringan. Nama dewa ganteng yang bisa memanggil tikus dan serigala.

"Aku tahu, Mariya... sekarang aku benar-benar memahami bentuk sebenarnya dari [Serigala]."

"Kusanagi-san..."

Dengan tenang meninggalkan bibir Yuri, Godou segera berkata.

Mantra mengalir dengan cepat ke dalam tubuhnya, dan dia bisa merasakan dengan jelas kekuatan yang menghuni tangan kanannya. Tubuh Godou menjadi wadah bagi [Pendekar] Verethragna, dan ini membuktikan bahwa bentuk pedang emas telah dibentuk.

Namun, ini masih belum cukup!

Lebih banyak senjata dibutuhkan untuk melawan pria tua itu.

"...Maaf. Bisakah kamu mengatakan sesuatu yang egois? Osiris—Mariya, bisakah kamu menceritakan apa yang kamu lihat tentang dewa yang lain? Untuk mengalahkan kakek tua itu, aku ingin menyiapkannya sebanyak mungkin."

"Ya. Kusanagi-san—Godou-san, tolong terima semua yang kulihat!"

Siapa tahu jika bisa menang?

Namun, percaya bahwa dia telah mendapatkan senjata ampuh, kini Godou penuh semangat juang.

Merangkul Godou erat-erat, Yuri terus menekan bibirnya ke bibir Godou. Dewa kematian dan kesuburan dengan kulit hijau — gambar permaisuri dewi ibu bumi sedang dikirim.

Pada saat yang sama, lidah Yuri perlahan menggali lebih dalam, menjilati bibir Godou.

Mungkin itu adalah insting, bagaimanapun, itu hanya bergerak di sepanjang mulut Godou yang penuh dengan godaan. Merasa gerakannya yang menggoda, Godou segera membiarkan lidahnya bergerak dan terjerat dengan lidah Yuri.

Lebih dalam, semakin intens. Menghubungkan hati bersama—!

Perasaan ini dibawa oleh arus. Saat ini, tubuh Yuri mendadak gemetar hebat dan menjadi kaku.

Tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar, sangat terkejut.

Ini belum cukup. Beri aku kekuatan yang lebih besar, beri aku lebih banyak kesan!

Merasakan pikiran itu, Godou juga menatapnya pada saat bersamaan.

Ini berlangsung selama puluhan detik. Akhirnya Yuri menurunkan matanya dengan malu-malu, dan merilekskan tubuhnya. Lalu dia menerima bibir dan lidah Godou yang sangat dalam.

Yuri dengan lembut menggunakan bibirnya untuk mengakomodasi lidah yang kasar menyerang, mengepitnya. Lidah menggeliat bolak-balik di dalam mulut, terkadang menjilat dengan lembut lagi dan lagi, sementara di lain waktu menggosok lidah lawan dengan cara yang serius.

Dengan malu-malu mengisap air liur Godou, mencampur air liur dengan air liurnya sendiri.

"Apakah dewa [Serigala] atau Osiris, keduanya adalah dewa dengan karakteristik yang sama. Dan juga, dewi bumi dan dewa tanaman hijau — pada awal zaman, dia dan dewi memiliki hubungan yang paling tidak biasa."

Sambil meninggalkan bibir Godou sesekali untuk beristirahat, Yuri berbicara dengan cepat.

Selain itu, dia tetap membiarkan bibirnya tumpang tindih dengan bibir Godou, membuat hati mereka menjadi satu, dan mengirimkan hatinya dengan leluasa.

"Dia dulunya adalah anak dewi — anak muda yang lahir dari dewi ibu bumi. Dewa rendahan dengan bentuk anak kecil. Mulai dari ini ia menjadi suaminya, menjadi kekasih, menjadi saudara kandung. Dengan demikian ia memiliki hubungan intim dengan bumi. Oleh karena itu, dewa [Serigala] adalah bumi — yang berarti dewa yang tubuhnya terlahir dalam kegelapan, tapi memiliki sifat cahaya... Apa kamu mengerti, Godou-san?"

"Ah ah, mengerti. Jika begitu, sekarang aku memiliki kekuatan untuk bertarung melawan kakek tua itu...!"

Kekuatan pertempuran bisa memanggil kemauan untuk bertarung, ini adalah karakteristik Campione.

Setelah pulih di suatu tempat karena efek penggunaan [Burung Pemangsa] Verethragna, Godou bangkit secara perlahan.

Seakan-akan menemukan sumber api, tubuhnya penuh dengan kekuatan.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar