Unlimited Project Works

07 Oktober, 2018

Arifureta v2 Cerpen Bonus 2

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com

Legenda Jepang

Dulu, dulu sekali, ada seorang putri yang dikenal sebagai Putri Kaguya. Walau kepribadiannya mungkin dipertanyakan, dia adalah wanita cantik yang tak terbantahkan. Dia memukau, rambut biru pucat, dan mata safir yang memesona. Akan tetapi yang paling penting, dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Yakni, sepasang telinga kelinci berbulu halus yang tumbuh dari kepalanya.

Di ibukota kuno Kyoto, siapa pun yang ditemukan dengan pertumbuhan aneh begitu biasanya akan dianggap sebagai target eksekusi ... tapi karena ini adalah dunia paralel, pertimbangan semacam itu tidak menjadi perhatian.

Bagaimana pun, Putri Kaguya yang cantik, yang dicintai oleh semua orang, saat ini ...

“Haaah. Pernikahan terdengar menjengkelkan. Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan makan camilan selamanya.” Bermalas-malasan, menjejali wajahnya penuh dengan roti daging, dan mengeluh soal pernikahan. Sulit untuk percaya, wanita cantik nomor satu ibukota selalu bertindak begini.

Hari ini adalah hari pangeran dari seluruh dunia telah datang untuk menikahinya. Tapi karena Putri Kaguya tidak tertarik untuk menikah, dia menugaskan masing-masing pangeran dengan tugas yang mustahil. Ketika pun mereka terkejut pada kesulitan dalam tugas yang ditetapkan di hadapan mereka, para pangeran kelahiran bangsawan ini terus berjuang demi kemurahan hati Putri Kaguya.

“Aku yang paling cocok menjadi suami Putri Kaguya!”

“Bukan, ini aku!”

“Tidak, aku!”

“A-Ayolah, teman-teman, berhenti memperebutkan aku. Selain itu, ini semua salahku karena terlalu cantik. Duh, menjadi populer memang sulit, Ehehe~”

Putri Kaguya agak menyombongkan dirinya sendiri. Lebih dari sekarang daripada sebelumnya. Sungguh memalukan wanita cantik seperti dia memiliki kepribadian yang tak berguna. Di tengah hiruk-pikuk ini, sebuah kerikil kecil berguling di seberang ruangan. Terus berguling sampai mencapai Putri Kaguya. Tiba-tiba, sebuah suara dingin terdengar di seberang ruangan. Itu milik satu-satunya pangeran yang tidak ikut dalam keributan tersebut. Seorang pria muda yang duduk di sudut ruangan sampai saat ini.

“Oi, kelinci payah. Aku akan memberimu harta berharga itu, jadi pilihlah aku.” Tidak hanya bertindak sombong, ia juga memiliki keberanian untuk memerintah Putri Kaguya. Selanjutnya, kerikil itu tampak tidak berharga. Ruangan itu terdiam sesaat sebelum penjaga menarik pedang mereka padanya karena kesombongannya.

“Hajime-dono, beraninya Anda berucap begitu dengan—” Ada dentuman keras, dan penjaga itu terdiam di tengah-tengah percekcokan. Atau lebih tepatnya, dia dibuat terdiam ketika dia kembali berputar-putar empat kali di udara, dengan kecepatan yang akan menjadikannya seperti seorang pesenam olimpik. Penjaga lainnya tampak tercengang melihat Hajime, serta melihat dia memegang senjata yang tidak dikenal dengan laras berasap.

“Diam sana. Aku membawa putri itu apa yang dia minta, jadi aku memenangkan kontes. Hanya itu saja.” Hajime menepuk bahunya dengan revolver-nya, lalu melotot mengancam pada seluruh penjaga. Dia lebih mirip yakuza ... atau bandit daripada pangeran.

“H-Huh? Aku tidak pernah meminta batu bodoh seperti itu! Maksudku, lihat, itu cuma batu tua bia—” Bang!

“Hei, kelinci payah. Jangan terlalu pelit. Itulah hartaku. Kalau kau mencoba maju sendiri, aku akan mengoyaknya.”

“Mengoyak apa?” Putri Kaguya gemetar ketakutan sambil melindungi telinga kelinci dengan paksa ke kepalanya.

“Ayolah, kerikil ini adalah harta yang kau cari, bukan?” ucap Hajime, melambaikan revolver-nya ke sekeliling dengan menakutkan. Putri Kaguya melihat sekeliling dengan putus asa, mencari bantuan, tapi ...

“Langitnya, lihat waktunya. aku sedang buru-buru. Permisi.”

“Astaga, kebetulan sekali. Aku juga memiliki masalah mendesak yang membutuhkan perhatianku segera.” Para pangeran mundur dengan tergesa-gesa. Mereka bersemangat tentang pekerjaan. Tentunya kenyataan ada senjata melambai di depan wajah mereka tidak ada hubungannya dengan keputusan mereka. Dengan air mata, Putri Kaguya melihat ke arah pasangan tua yang baik yang telah membesarkannya meminta keselamatan.

“Oh, kapan ini menjadi sangat terlambat? Istriku sayang, aku harus pergi untuk mengumpulkan kayu bakar sebelum hari gelap.”

“Astaga. Yah, aku juga harus pergi untuk mencuci pakaian sebelum terlambat.”

Orangtua Putri Kaguya memang rajin. Pada hari yang penting ini pun, mereka tidak lupa untuk melakukan tugas-tugas mereka. Biarpun anak perempuan mereka mengeluh, mereka menempatkan pekerjaan mereka terlebih dulu. Segera, ruangan itu bersih dari semua orang kecuali Putri Kaguya dan Hajime. Putri Kaguya terisak-isak karena betapa tidak populernya dia jadinya. Lantas dengan berlinang air mata, tapi dengan sedikit kegirangan, dia mengatakan hal berikut.

“A-Apakah kau amat sangat menginginkanku?” Tanggapan Hajime adalah ...

“Tidak juga!? Ketika aku memeriksa senjata ini, aku mengetahui ini berasal dari bulan. Yang kuminati adalah kampung halamanmu. Aku belum bisa masuk, tapi ini sempurna. Bila aku menjadi suamimu, maka aku bisa mendapatkan senjata mereka tanpa harus memaksakan kehendakku.”

Putri Kaguya jatuh ke dalam isakan tercekik ketika dia mendengar alasan absurd Hajime. Dia ditangkap oleh iblis. Tapi masih ada secercah harapan yang tersisa. Putri Kaguya sebenarnya berpikir untuk kembali ke rumah untuk sementara, dan dewasa ini menghubungi kampung halamannya. Bulan memiliki teknologi paling maju di dunia, jadi bila keluarganya datang, mereka pasti bisa menghadapi manusia kasar ini. Itulah mengapa bahkan ketika dia menghiburnya dengan kata-kata seperti “Maaf soal itu. Aku tidak akan mengancammu lagi, jadi tolong berhenti menangis,” hatinya tidak tergerak sama sekali. Putri Kaguya tidak semudah itu.

Beberapa hari kemudian. Seorang utusan dari bulan datang untuk membawa Putri Kaguya. Hajime mengharapkan mereka turun dari bulan menunggangi awan nimbus emas mengambang, tapi mereka turun dalam bentuk UFO berbentuk oval. Benar-benar pertemuan dekat jenis ketiga. Para warga menatap kagum, sementara mata Hajime berkilauan dengan cahaya lapar saat dia menatap teknologi bulan. Karena sesekali suka bertingkah, kelinci tidak berharga, Putri Kaguya, mulai berpikir “Orang ini mungkin tidak bisa menangani dirinya sendiri tanpa aku.” Perangkap klasik setiap pahlawan shoujo manga jatuh ke dalamnya.

Sebuah jalan yang membentang dari UFO, dan menurunkan jalanya dengan prosesi manusia kelinci tua ... Tampaknya mitos bahwa bulan dihuni oleh gadis-gadis muda yang cantik hanya itu, sebuah mitos. Tetapi pada akhir prosesi orang tua adalah seorang gadis muda. Dia memiliki rambut pirang keemasan yang indah dan mata merah yang menyihir. Pipinya hanya sedikit memerah dari mawar, serta bibir merah mudanya yang tipis memikat semua yang melihatnya. Dia tampak bagaikan boneka yang terpahat sempurna. Pakaiannya yang mengesankan membuatnya jelas bahwa dia adalah seseorang yang bereputasi tinggi. Dia, sebenarnya, seorang putri vampir yang baru saja menumpang dengan manusia kelinci karena dia ingin tahu seperti apa Bumi itu. Di tengah jalan, dia berhenti dan menatap tajam pada sesuatu tertentu.

Orang-orang mulai berbicara di antara mereka sendiri. Inkarnasi Venus sendiri telah turun ke Bumi, dan bukan cuma dia melihat salah satu orang yang berdiri di kerumunan.

“Tunggu, apakah dia melihatku?”

“Jangan bodoh, dia jelas memandangku.” Semua orang mulai berdebat. Satu pemuda mulai berjalan maju. Gaya berjalannya cepat dan percaya diri. Pemuda itu tidak lain adalah Hajime. Di belakangnya, Putri Kaguya memanggilnya.

“T-Tunggu, jangan pergi sendiri seperti itu. Aku masih perlu mempersiapkan mental ketika aku memperkenalkanmu kepada keluargaku.” Hajime mengabaikannya dan terus berjalan. Dia berhenti tepat di depan si cantik berambut pirang, bermata merah.

“Namaku Hajime, Hajime dari klan Nagumo. Bolehkah aku mendapat kehormatan mendengar nama Anda?” Di belakangnya, seseorang menggumamkan kata-kata kesal.

“Huh, dia tidak seperti itu ketika dia berbicara denganku ...” Akan tetapi, tak ada yang terlalu peduli. Sang putri vampir tersipu sedikit karena permintaannya yang sopan.

“Yue.” Itu satu-satunya kata yang dia ucapkan dengan gelisah.

“Yue? Dalam bahasa kita, itu berarti bulan. Nama yang sangat bagus. Sangat cocok untuk Anda.” Wajah Yue semakin merah. Para penonton menghembuskan napas desah secara bersamaan. Hanya Putri Kaguya yang keberatan.

“Maaf, ada apa dengan sikap itu? Jangan sampai kau lupa, kau adalah suamiKU.” Semua orang mengabaikannya. Hajime menarik napas dalam-dalam, lalu berbicara dengan jelas pemikirannya.

“Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Aku akan memberimu bahkan dunia bila kau memintanya, lantas tolong jadilah milikku.”

“Baik. Dengan senang hati.”

“Hah? Apa yang baru kudengar? Bukankah aku seharusnya menjadi heroine dalam cerita ini?”

Yue menerima pengakuannya yang agak tidak menyenangkan tanpa pertanyaan dan melompat ke pelukan Hajime. Lantas, bocah dari Bumi, Hajime, dan putri vampir, Yue, menikah. Mereka kemudian pergi untuk menaklukkan dunia, setelah itu mereka hidup bahagia selamanya. Entah kenapa, mereka juga ditemani oleh kelinci yang tidak berguna ke mana pun mereka pergi.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar