Unlimited Project Works

10 Oktober, 2018

Arifureta v2 Cerpen Bonus 3

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com

Akademi Sihir Arifureta

Matahari terbenam yang menyala menyinari sinar oranyanya ke lorong. Cahaya matahari yang menipis membuat bayangan panjang di mana-mana disentuhnya. Dalam senja suram yang membawa perasaan sedih, keamanan, dan hanya sedikit misteri, bagian dalam sekolah itu sunyi, tanpa banyak orang. Hanya suara samar anggota klub olahraga yang berlatih di luar yang masih bisa didengar.

Semua pintu kelas yang melapisi lorong ditutup. Sekolah yang damai ini sebenarnya adalah akademi sihir, yang terletak di negara tertentu di dunia paralel tertentu. Tidak seperti kebanyakan, itu tidak terbatas pada hanya bangsawan, dan membuka pintunya untuk rakyat jelata dan hewan buas juga. Selama bisa lulus ujian masuk, mereka akan diterima. Dengan demikian, sekolah ini telah menjadi akademi sihir terbesar di dunia.

Di dalam apa yang seharusnya menjadi ruang kelas kosong di sekolah besar ini adalah dua sosok. Salah seorang adalah seorang cowok dengan rambut putih serta penutup mata. Dia mencengkeram penanya erat-erat sambil melihat ke meja, butir-butir keringat mengalir di dahinya. Dia tampak sangat gugup, seperti dia menghadap hewan buas dan mencoba menemukan celah untuk lari.

“H-Hei, Sensei. Aku sudah menyelesaikan tugas yang kau berikan padaku, jadi aku boleh pulang sekarang?” Murid berambut putih, Nagumo Hajime, menjelaskan sumber stresnya bahwa dia telah menyelesaikan pelajaran tambahannya.

“Hmm, nggak. Kau belum selesai.” Meskipun dia berbicara pelan, suara sang guru memiliki kekuatan yang mengejutkan. Dan meskipun dia adalah instrukturnya, dia terlihat cukup muda untuk menjadi seorang murid. Segala sesuatu tentang dirinya, dari penampilannya hingga tindakannya, memiliki lapisan halus yang menggoda.

Kenyataannya, dia adalah vampir berusia tiga ratus tahun yang lebih tua dari kebanyakan orang dewasa. Blusnya memiliki potongan yang sangat rendah, dan matanya tampak mengundangmu di balik kacamata tipis yang dia kenakan. Lebih parah lagi, cara dia menylangkan dan membuka kakinya yang ber-stoking terlalu memikat. Efeknya semakin berlipat ganda oleh sosoknya yang sempurna, rambut pirang keemasan, dan mata merah delima.

“Bentar, kenapa belum? Aku sudah menyelesaikan tugasku, meskipun itu tidak masuk akal, jadi cepatlah biarkan aku pulang.” Hajime mendorong kertas tugasnya yang sudah selesai di depan Yue. Setiap pertanyaan sudah diisi. Akan tetapi, pertanyaan itu sendiri yang agak dipertanyakan. Sebagai contoh:

1.) Tipemu cewek macam apa?

2.) Apa pendapatmu soal wanita yang lebih tua?

3.) Apa kau percaya cinta terlarang dapat berhasil?

Pertanyaan-pertanyaan terus berlanjut. Tak satu pun tampak terkait dengan kurikulum sihir. Sudah jelas guru ini hanya tertarik untuk merayu siswa malang yang duduk di hadapannya.

“Tidak. Aku perlu memeriksa jawabanmu lebih dulu.”

“Bukankah aku satu-satunya yang bisa mengetahui apakah jawaban itu benar atau tidak? Maksudku, bukannya aku berbohong soal jawabanku.”

“Aku hanya akan memastikan ... dengan memeriksa tubuhmu.”

“Whoa, whoa, whoa, tunggu sebentar. Kendalikan dirimu, guru yang kelaparan seks.”

Yue mengangkangi Hajime dan mulai menjilatinya. Nafsunya benar-benar tak terpuaskan. Dia mengangkat roknya sedikit, jadi Hajime bisa melihat sekilas apa yang ada di baliknya. Itu, dikombinasikan dengan sensasi lembut tubuhnya yang bertumpu pada lututnya, lengan rampingnya membelai lehernya, dan aroma manisnya ... semuanya mulai membanjiri rasionalitasnya.

Beberapa detik sebelum Hajime mengundurkan diri untuk memasuki hubungan terlarang dengan gurunya, mereka terputus.

“Pahlawan telah tiba! Berhenti di sana, Yue-sensei! Aku tidak akan membiarkanmu melanggar hukum anti monopoli Nagumo Hajime!” Dengan dentuman keras, Shea Haulia, siswi lain, membuka pintu kelas dengan kekuatan yang cukup untuk memecahkannya. Hajime hendak memprotes hukum yang belum pernah dia dengar, tapi Yue mendorong kepalanya ke dadanya dan menanggapi Shea sebagai gantinya.

“Hukum dibuat untuk dilanggar.” Lantas, protes Hajime tertahan di tenggorokannya. Malahan, dia hanya menikmati sensasi tertahan di antara payudara Yue.

“Nnngh, keras kepala seperti biasa, aku mengerti! Lantas kukira aku harus melakukan banyak hal dengan cara keras! Penguatan tubuh, tenaga penuh! Aku akan membawa Hajime kembali dengan kekerasan bila harus!”

“Hmph. Bocah-bocah nakal harus dihukum. Bersiaplah untuk dibuang ke alam konselor.”

“Enak saja! Aku akan membuatmu dipecat karena berani meletakkan tangan di salah seorang muridmu!”

Sesaat keheningan tegang terjadi di antara mereka. Murid beasiswa sekolah dan penguat tubuh terkuat di kampus akan berhadapan dengan guru sihir paling terkenal di seluruh akademi. Tekanan yang diberikan oleh mereka berdua sudah cukup untuk membuat ruang kelas yang damai terasa bak neraka.

Menyadari bahwa dia harus segera melakukan sesuatu atau akan ada pertumpahan darah, Hajime melepaskan dirinya dari payudara Yue. Namun, meski dengan usahanya, Yue hanya meremas pahanya di sekitarnya dan mendorong dadanya kembali ke wajah Hajime. Hajime merasa pikirannya kosong. Dia tidak berguna dalam keadaan ini. Yue mengulurkan satu tangan, sementara Shea berubah menjadi sikap bela diri. Sepertinya pergulatan antara keduanya tak terhindarkan. Namun, sebelum mereka mulai berkelahi—

Whoosh. Serangan menyilang yang tak terhitung jumlahnya yang terbuat dari cahaya menyerang mereka berdua. Yue dan Shea langsung mengalihkan fokus mereka, siap untuk mengalahkan serangan kejutan ini dengan sihir dan tinju, tapi saat mereka mengalihkan perhatian mereka, rantai cahaya melukai kaki Hajime serta Yue. Rantai itu memisahkan keduanya. Yue terlempar ke samping, sementara Hajime dengan hati-hati dibawa ke pintu kelas.

“Hajime-kun, apa kau baik-baik saja?” Terlepas dari pelukan menarik Yue, Hajime sekali lagi menemukan dirinya diselimuti sesuatu yang lembut saat dia dibebaskan dari rantai.

Aroma manis yang berbeda masuk ke lubang hidungnya, dan ketika dia menengadah, dia melihat seorang siswi yang familier tersenyum ramah padanya. Shirasaki Kaori. Hajime membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi sekali lagi dia terganggu.

“Aahn. H-Hajime-kun, itu geli.” Kaori tersipu dan mencoba menggeliat ke posisi yang lebih nyaman.

Kalau gitu lepaskan aku, pikir Hajime, tapi rantai cahaya melilit mereka berdua dan dia menyadari Kaori tidak berniat melepaskannya. Dia tidak datang ke sini untuk menyelamatkannya, hanya untuk mencurinya dari yang lain.

“Jadi begitu. Kau punya nyali juga, Kaori. Aku akan mengirimmu ke dunia konselor juga, jadi kau sebaiknya siap berteman dengan Shea.”

“Tidakkah kau pikir seorang guru yang akan menyerang muridnya sendiri membutuhkan lebih banyak konseling daripada kami?”

“Mari kita potong obrolan sia-sia ini. Aku akan mengalahkan kalian berdua, dan kemudian mengklaim hadiahku.”

Sejumlah besar mana mulai berputar di sekitar tiga gadis tercantik di sekolah sambil saling menatap. Pilar emas, safir, dan cahaya putih naik sangat tinggi sehingga melewati langit-langit sekolah dan naik ke langit.

lantas, dengan suara gemuruh, bagian dari gedung sekolah hancur. Suara peperangan terdengar di tanah. Beberapa murid masih di sekolah menghentikan apa yang mereka lakukan untuk sesaat, tapi ketika mereka melihat warna pilar cahaya itu mereka hanya berkata, “Lagi-lagi, ya?” dan melanjutkan aktivitas klub apa pun yang mereka lakukan.

Beberapa menit serta banyak ledakan, cowok itu berhasil menghentikan trio itu dari pertempuran. Ada percikan merah terang, dan gedung sekolah dipulihkan seperti sebelumnya. Mereka yang menghadiri akademi ini sudah terbiasa dengan hal ini terjadi. Di antara banyak akademi sihir yang ada di dunia ini, ini hanyalah hari biasa bagi salah satu dari mereka.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar