Unlimited Project Works

26 Oktober, 2018

Campione v5 Prolog

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Erica Blandelli adalah seorang gadis yang menonjol.

Kombinasi rambut pirang kemerahannya berkilauan bak mahkota, rupa yang memesona, volume yang membingungkan yang menunjukkan rasa keindahan nan seimbang, dan kenyataan bahwa dia masih belum sepenuhnya berkembang menarik perhatian ke mana pun dia pergi.

Dan dia adalah orang asing.

Di negara pulau terpencil ini, itu alasan yang cukup untuk menarik perhatian.

Kemudian lagi, di lingkungan di Aoyama, ada jauh lebih banyak orang asing daripada di tempat lain. Itu hanya sedikit, tapi bisa dibilang bahwa penyebab biasa pancarannya kurang efektif.

Sudah lewat pukul sepuluh malam. Dia tengah duduk di kafe terbuka di sepanjang Aoyama Doori.

Mengenakan celana kulit yang cocok dengan seragamnya, Erica tengah menunggu janjinya.

September baru saja dimulai. Bila siang, dia sudah akan memakai kacamata hitam. Sambil memamerkan tubuh model setinggi 160 sentimeter, Erica dengan santai menghabiskan waktunya.

"Aku sangat menyesal telah membuat Anda menunggu, Erica-sama."

"Kamu benar, Karen. Kesalahan seperti itu tidak seperti dirimu."

Erica dengan elegan memberinya jawaban kepada orang yang terlambat.

Karen Jankulovski.

Dia adalah maid pribadi untuk Liliana Kranjcar, rival Erica.

Tapi saat itu dia tidak mengenakan pakaian maid biasanya, tapi kamisol dan kardigan lengan pendek. Dia bisa saja pergi untuk jalan-jalan malam di kota.

"Aku ketahuan oleh Liliana-sama saat aku keluar. Dia ingin tahu ke mana aku pergi ..."

"Kurasa kamu berhasil memasukkannya ke dalam kotak?"

"Tanpa suatu halangan. Kami membicarakan Liliana-sama di sini. Anda bisa bilang membujuknya tidak lebih dari permainan anak-anak."

Para wanita yang mencela teman lama/rival dan Nyonya mereka, masing-masing, saling bertukar senyum jahat.

Kedua wanita dari Eropa dengan cantiknya menunjukkan apa yang oleh banyak orang Jepang akan lihat sebagai hubungan yang akrab. Singkatnya, mereka seperti dua orang yang dengan senang hati merencanakan penjahat.

"Kamu gadis nakal, Karen. Sangat bisa diandalkan."

"Anda menyanjungku, tapi dibandingkan dengan Anda aku masih jauh dari Anda, Erica-sama ... jadi, ini adalah barang yang dijanjikan."

Karen menaruh sekumpulan kertas fotokopi di atas meja.

Gadis yang juga dikenal sebagai [Diavolo Rosso] mengambilnya dengan anggun dan memeriksa isinya.

Itu adalah edisi terakhir dari literatur yang telah Liliana tulis sejak beberapa tahun lalu.

Isinya kisah cinta, puisi, dan pikiran sesekali. Karen diam-diam menyalinnya dan Erica membelinya dengan harga tinggi. Transaksi bisnis ini terjadi tepat setahun sekali.

"Oh Lily ... kali ini kamu menjadi lebih dari gadis yang puitis ..."

"Ohh, tapi ini karena dia mengalami musim cinta untuk pertama kali dalam hidupnya. Tidak ada yang bisa dia lakukan akan hal itu ... ohh, bukankah topik ini membuat Anda sedikit tidak nyaman, Erica-sama? Aku sangat menyesal."

Erica hanya mengangkat bahunya atas pernyataan acuh tak acuh Karen.

Itu bukan topik yang menyenangkan, tapi dia tidak tulus ​​dan tidak terlalu ceroboh untuk membiarkannya muncul di wajahnya. Dia mempertahankan sikap yang sangat elegan, menyiratkan sinisme halus.

"Aku tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan di Naples lagi. Aku hanya tidak akan menunjukkan celah lagi yang akan dimanfaatkan ... omong-omong, Karen, apa kamu benar-benar berpikir Lily memiliki kesempatan untuk memenangkan orang itu dariku? Ini bukan duel pedang, kan?"

"Itu tentu saja masalah yang tertunda, tapi, yah, aku bersamanya dalam hal ini," kata Karen, setengah mengakui poin Erica. "Apa kekurangan Liliana-sama, staf di sekelilingnya hanya harus menebus ... dan yang lebih penting, Anda sangat tidak adil dalam hal ini, Erica-sama. Entah dari kekuatan sihir dan kekuatan politik Anda yang didorong oleh tipu muslihat feminin Anda, Anda juga sangat cerdas. Tidak bisakah Anda memberi kami rintangan?"

"Apa yang kamu ingin aku lakukan soal itu? Semua itu yang menjadikanku Erica Blandelli."

Erica tersenyum tenang pada pujian dan keluhan itu.

"Ahh, tapi kalau kamu mau memujiku begitu, tolong juga memuji keberuntungan Godou untuk bertemu dengan seorang wanita seperti aku. Dia tak tahu, tapi dia benar-benar orang yang terberkati!"

"Godou-sama? ... Mungkinkah pria itu suka wanita yang akan membuatnya memanjakan mereka?"

"Aku yakin dia tidak membenci mereka, mengapa kamu bertanya?"

"Bukan apa-apa; Liliana-sama begitu proaktif, tapi tampaknya tidak meninggalkan dampak besar pada emosinya. Jadi aku pikir, daripada proaktif, wanita asertif, mungkin wanita egois yang membuatnya merusaknya ... kalau dia sudah mencapai level itu di usia mudanya, aku bisa melihatnya menjadi playboy yang cukup besar dalam waktu dekat," kata Karen dalam-dalam. Dia mungkin memikirkan bagaimana Liliana berperilaku akhir-akhir ini.

Erica tertawa dalam diam dan menunjukkan senyum kemenangan.

"Tidak peduli seberapa proaktifnya dia, jika dia bilang dia melakukannya 'sebagai seorang ksatria~~,' orang bodoh itu akan menganggapnya pada nilai nominalnya. Jika kamu menempatkan keduanya bersama-sama untuk sementara, mereka mungkin menjadi lebih baik ..."

"Ahh, maksud Anda itu soal si miko Jepang itu. Benar, kalau membicarakan miko ..."

Tiba-tiba Karen mengubah topiknya.

"'Hime-Miko' ... orang macam apa mereka? Ada juga komite apalah. Asosiasi sihir Jepang tampaknya sangat aneh."

Untuk penyihir Eropa, kesan itu wajar saja.

Erica mengangguk. Asosiasi yang gadis-gadis itu masuki adalah "Salib Tembaga Hitam" dan "Salib Perunggu Hitam."

Kedua asosiasi ini berbasis di Milan, Italia dan patut dicatat di tingkat internasional.

Setidaknya satu asosiasi ada di setiap kota besar saat ini dan sejarah, dan mereka membentuk dunia penyihir, berbeda dari masyarakat umum. Hal itu terjadi di Eropa.

Namun, Jepang memiliki beberapa asosiasi sihir.

Sebagian besar adalah sekte yang berakar dalam agama Buddha, tapi mereka tidak berkumpul di kota-kota.

Penyihir yang tinggal di kota-kota tidak menciptakan asosiasi mereka sendiri tetapi diorganisasikan dan diatur oleh kelompok yang dikendalikan negara yang disebut "Komite Kompilasi Sejarah." Dan kemudian ada Hime-Miko yang dipertanyakan.

"Ayo lihat. Yuri telah sering pergi ke Eropa, jadi ada orang yang tahu tentang dia, tapi ... kenyataannya yaitu keterlibatannya dalam kelompok yang disebut 'Hime-Miko' tidak terlalu dikenal. Kamu dengar, tampaknya 'Hime-Miko' dibina dari keluarga yang memiliki hubungan yang ramah dengan Komite Kompilasi Sejarah dan menerima pendidikan khusus untuk memanfaatkan kekuatan spiritual mereka."

Tidak banyak informasi tentang Hime-Miko. Keanggotaannya mungkin dikendalikan oleh Komite Kompilasi Sejarah.

Bahkan dengan kekuatan asosiasi seperti "Salib Tembaga Hitam", rincian seperti jumlah mereka atau kekuatan spiritual apa yang dimiliki masing-masingnya tidak jelas.

"Mungkin, trik yang melahirkan Hime-Miko baru terletak pada garis keturunan mereka. Aku yakin Komite selalu melacak keluarga-keluarga yang dengan mudah menghasilkan orang-orang dengan kekuatan spiritual yang luar biasa; Komite juga mengamati dan melindungi mereka sehingga garis darah mereka tidak mati. Selama proses itu, mereka yang memiliki kekuatan spiritual lebih besar dipilih sebagai Hime-Miko ... sesuatu seperti itu."

Lebih mudah bagi anak perempuan daripada anak laki-laki untuk memanifestasikan disposisi spiritual khusus seperti penerawangan roh.

Di Eropa, itu sama dengan mereka yang memiliki kualitas sebagai "penyihir". Intinya adalah, wanita memiliki kesempatan lebih tinggi untuk memiliki disposisi yang luar biasa.

"Maksud Anda, ada orang-orang dengan kemampuan spesial seperti Yuri Mariya tersebar di mana-mana?"

"Tampaknya tidak banyak, tapi setidaknya beberapa. Menurut informasi yang aku dapatkan, Yuri Mariya tampaknya sangat tinggi bahkan di antara Hime-Miko."

Erica tentu tidak hanya bermain-main selama tiga bulan dia di Jepang.

Walau dia tidak bisa bolos sekolah karena godaan Godou, sebagai ksatria yang melayani Campione, dia telah melihat berbagai susunan dan investigasi.

Sambil menempelkan kertas-kertas fotokopi yang dia bawa ke dalam tas, Erica berdiri.

Karen membungkuk penuh hormat dengan ekspresi tenang.

"Terima kasih selalu. Benar-benar membantuku memiliki mitra bisnis yang murah hati."

"Wajar untuk membayar harga yang pantas untuk komoditas unggulan semacam itu. Walau aku akan dengan senang hati membayar lebih banyak jika informasi penting tentang [Salib Perunggu Hitam] datang bersamanya."

"Perasaan ANda saja sudah lebih dari cukup. Aku belum mau disingkirkan sebagai pengkhianat."

Dia akan berhenti pada bahaya yang paling mungkin terjadi, ketika itu masih bisa diselesaikan sebagai kisah yang lucu. Itulah yang ingin Karen katakan.

Untuk balasannya yang masuk akal, Erica menanggapi dengan senyum bak wanita bangsawan.

Itulah tipe orang-orang yang disukai Erica untuk mempertahankan hubungan bisnis jangka panjang. Lagi pula, mereka yang tidak tahu batas mereka sendiri bisa gagal ketika orang lain tidak mengharapkannya.

Dalam hal itu, Karen adalah kaki tangan Erica yang ideal, karena dia akan mampu memasok Erica dengan informasi pribadi majikannya selama bertahun-tahun mendatang.

"Begitu rupanya. Lalu, sampai bertemu di lain waktu. Ahh, kalau kamu memiliki informasi menarik lainnya soal Lily, aku akan membayar banyak untuk itu juga."

"Dimengerti. Jika aku menemukan hal semacam itu, aku pasti akan menghubungi Anda. Selamat malam."

Disalami oleh Karen, Erica meninggalkan tempat duduknya.

Malam masih panjang. Masih banyak hal yang harus dia lakukan.

 

Pada akhirnya, hampir pukul 3 pagi ketika Erica berada di sekitar rumahnya lagi.

Tak ada asosiasi sihir yang kuat di Tokyo. Namun, ada beberapa penyihir.

Usai berpisah dengan Karen, Erica menuju ke hotel tertentu dan ikut serta dalam lelang yang diadakan di sebuah ruangan di sana. Itu adalah pertemuan rahasia di mana foci dan grimoire dijual dalam skala besar.

Beberapa barang sepertinya akan disita segera jika Komite Kompilasi Sejarah menemukan mereka.

Erica berpartisipasi karena dia berharap mendapatkan jimat langka, dan dia ingin membuat koneksi pribadi dengan penyihir yang tidak terkait dengan Komite.

Tak ada barang berharga jadi dia tidak membeli apa-apa, tetapi tujuannya yang lain berjalan dengan baik.

Ini adalah malam lain dimana dia membuat nama dan wajahnya diketahui.

Sudah tiga bulan sejak dia datang ke Jepang. Selain sebagai penyihir jenius yang berasal dari Italia, dia juga kekasih seorang Raja Iblis, seorang Campione. Saat ini, tak banyak orang 'dalam bisnis' di Tokyo yang masih tidak mengenalnya.

Setelah keluar dari taksi, Erica menapaki jalan singkat menuju mansionnya. Malam sudah larut dan tak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.

Namun demikian, Erica berhenti berjalan, merasakan kehadiran buruk.

Indra keenam ... tidak menangkapnya. Baunya tercampur dengan udara malam.

Bau samar besi menstimulasi hidungnya. Segera setelah dia merasakannya, serangan itu datang.

Memotong udara, segumpal besi datang.

Pedang.

Bilah-bilah yang melengkung lembut itu adalah pedang Jepang kuno yang halus. Namun, tak ada pegangan. Keempat pedang itu dilas bersama di alasnya.

Kelengkungan itu semakin kuat ketika ia melintasi bilah, membentuk sesuatu seperti simbol swastika. Walau tak ada yang memegang pedang aneh, itu mengambang di udara dan terus menyerangnya sambil berputar dengan kecepatan tinggi.

Erica segera melompat pergi dan menggunakan sihir untuk memanggil pedang sihirnya.

Cuore Di Leone.

Pedang sihir singa itu memiliki bilah yang ramping dan elegan serta bersinar dengan cahaya perak yang sejuk dan jernih.

Dengan itu, Erica mencoba menjatuhkan pedang yang terbang di udara. Namun, serangannya dibalas oleh swastika. Baling-baling yang berputar bagai kipas listrik menerbangkan Cuore Di Leone dari tangan pemegangnya.

Erica telah dilucuti senjatanya.

Pedang swastika menyerang langsung.

Namun, dengan senyum luar biasa menghiasi bibirnya, Erica mulai merapal.

"Arges, Steropos, Brontes. Berikan berkah petirmu pada pedangku!"

Pada saat itu, Cuore Di Leone, yang terlempar tinggi ke udara dari tangannya, melepaskan bunga api ungu.

Ada cahaya yang turun dari langit.

Pedang sihir yang memegang nama singa itu tersambar petir selagi menukik ke bawah dan menusuk swastika dari atas.

Kali ini menembus pusat, di mana empat bilah dihubungkan bersama, tanpa diledakkan.

Swastika terkena serangan. Pecahan, bilah-bilah itu jatuh ke tanah.

"Strukturnya terlalu sederhana untuk menjadi semacam golem atau gargoyle. Lalu apakah ini 'Buatan Jepang'?"

Sambil bergumam, Erica mengeluarkan saputangan.

Dengan itu, dia mengambil salah satu pecahan yang hancur dan menyimpannya. Tampaknya ada bahaya baru yang mendekatinya — apa yang diinginkannya.

Dengan semangat petualangnya yang terstimulasi, Erica berjalan di sepanjang jalan menuju rumahnya dengan lompatan ringan dalam langkahnya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar