Unlimited Project Works

19 November, 2018

Campione v3 6-5

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Bagian 5

'Hmph, hahahahahahaha. Betapa tidak bergunanya kau, Verethragna. Siapa sangka dewa kemenangan akan menemui kekalahan di tangan seorang bocah manusia yang rapuh dan lemah.'

"Tenang, Raja Melqart. Engkaulah yang tidak berguna, siapa sangka engkau akan diperalat oleh orang seperti itu."

—Ini adalah dialog yang didengar oleh kesadaran kabur Godou.

Anggota tubuhnya mengeluh kesakitan, sementara otak dan seluruh tubuhnya merasakan panas terik.

Reaksi dari [Jilid Rahasia Prometheus] yang disebutkan oleh Lucretia, kerusakan yang diterima dari Verethragna, serta serangan petir terakhir, ini mungkin merupakan penyebab penuh dari rasa sakit saat ini.

Setelah menerima begitu banyak kerusakan, dia belum mati. Aneh sekali.

'Hmph, tanpa prasyarat kepentingan yang selaras, aku tidak akan menyetujui saran orang ini. Tentu saja, jangan lupa, orang ini dan aku akan bangkit. Karena tindakannya yang kasar dan tak tahu tempatnya, suatu saat aku akan membuatnya menderita baik-baik.'

"Bangkit?"

'Apa kau lupa, dewa perang, kutukan yang ditinggalkan oleh adik lelaki dan adik ipar terkutuk Prometheus, Epimetheus dan Pandora? Ritual kelahiran gelap yang melahirkan bocah bodoh dan penyihir, ritual rahasia yang hanya berhasil ketika dewa digunakan sebagai pengorbanan! Perhatikan, kekuatan dewatamu sudah mengalir ke tubuh dan pikiran orang ini!'

"Oh, hohoho, aku paham. Jadi tujuannya adalah ini, penyihir itu. Seorang gadis yang benar-benar tidak bisa diremehkan!"

'Sungguh aneh. Tertawa setelah kekalahan? Apa otakmu sudah membusuk?'

"Engkaulah yang memalukan dirimu sendiri, raja dewata. Hanya satu kekalahan. Jika tingkan kemunduran ini tidak dapat diterima, aku hanya bisa mengatakan itu adalah masalah kemurahan hati. Sebagai kekalahan pertama dan terakhirku, rasanya seperti pengalaman yang bagus! Tentu saja, takkan ada kekalahan kedua!"

"Hoho, Verethragna-sama benar-benar, sangat membenci kegagalan."

"Oh, kau ... aku mengerti. Engkau memerhatikan kelahiran seorang bocah baru."

'Pandora, wanita yang menganugerahkan segalanya kepada mereka! Kau telah muncul sendiri!'

"Ah, raja dewata-sama, sudah lama. Selama dewa dan manusia masih ada, aku akan muncul. Karena aku adalah penyihir yang membawa semua bencana dan sedikit harapan, tak ada yang perlu dikagetkan, bukan? ...Bocah ini adalah putra baruku. Hoho, apa kesakitan? Tahanlah, rasa sakit ini adalah harga untuk membawamu ke puncak tertinggi, terimalah baik-baik!"

Suara yang manis dan penuh kasih bisa didengar di dekat telinga Godou, membelai kepalanya dengan lembut.

Siapa pemilik suara ini? Apa itu Erica?

"Maka biarkan semua orang yang hadir memberikan berkah dan kebencian mereka kepada bocah ini! Campione ketujuh — memiliki takdir raja iblis bungsu, tolong berikan mantra sakral pada bocah ini!"

'Diam, penyihir! Anakmu yang baru lahir, aku akan segera menguburnya.'

"Hoho, baiklah. Kalau begitu Kusanagi Godou, aku memberikan berkahku padamu yang telah terlahir kembali sebagai raja baru yang membunuh dewa! Engkaulah orang pertama yang merebut milikku — otoritas dewa kemenangan! Jadilah lebih kuat dari orang lain! Sampai aku akan bertarung denganmu lagi, jagalah tubuhku yang tak terkalahkan!"

Sihir penyembuhan masih belum sepenuhnya berpengaruh.

Itulah mengapa Erica Blandelli hanya bisa menyeret kaki kanannya yang kesakitan ke reruntuhan. Jelas dia akan sembuh setelah sepuluh menit, tapi dia tidak bisa menunggu.

"—Godou!"

Melihat Nuraghe sa Bastia yang telah menjadi hancur oleh pertempuran di antara para dewa, di sana berbaring seorang pemuda Jepang dalam tidur.

Erica menghela napas lega sembari melihat dia dengan sehat.

Rasa sakit yang intens dari menggunakan kekuatan dewata yang dicuri oleh [Jilid Rahasia Prometheus], ​​dikombinasikan dengan kejutan dari serangan petir penuh Verethragna, Erica tidak dapat membayangkan betapa menyakitkannya itu.

Tapi sekarang, Kusanagi Godou—

Dibungkus dengan pakaian compang-camping, tubuhnya mengalami berbagai macam luka termasuk memar, patah tulang dan luka bakar, namun—

Dia tidur nyenyak.

Wajah puas dan tidur itu tidak lagi memiliki luka. Adapun cedera lainnya, mereka semua akan pulih tepat waktu ... Vitalitas dan pemulihannya sudah melampaui manusia dan mendekati tingkat yang sama dengan dewa-dewa.

"Kamu membunuh dewa, kan, Kusanagi Godou ... Campione ketujuh lahir!"

Kaki Erica kehilangan kekuatan sembari dia bergumam sendiri dengan suara gemetar.

Menyaksikan Campione yang tidur — wajah pemuda yang menguasai takdir dunia, dan suatu hari akan menjadi [Raja] penyihir dan disembah, dia berkata:

"Kamu mungkin tidak tahu, kan? Ritual rahasia untuk dilahirkan kembali sebagai Campione, datang dari adik Prometheus, Epimetheus dan istrinya Pandora, kejadian ketika kotak berisi semua bencana dan sedikit harapan telah terbuka."

Merasa ragu untuk sesaat, Erica mengangkat kepala Godou.

Biasanya dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu, tapi ini adalah hadiah istimewa, karena untuk penghargaannya, dia sekarang adalah orang yang telah mengalahkan dewa.

"Nama "Prometheus" berarti "orang yang berpikir ke depan," dengan kata lain, orang bijak dengan pandangan ke depan. Sebaliknya, Epimetheus berarti 'orang yang berpikir sesudahnya,' dengan kata lain, orang bodoh yang hanya menyesal setelah melakukan tindakan duluan."

Erica membiarkan lututnya bertindak sebagai bantal untuk Godou berbaring, dan juga mengambil kesempatan untuk menyeka darah, keringat dan tanah dari wajah Godou dengan saputangannya.


Erica berbicara tentang masalah dewa.

"Hanya orang bodoh sepertimu yang bisa menerima anugerah Epimetheus. Orang pintar tidak akan pernah melawan dewa satu lawan satu. Seharusnya aku menjelaskan itu padamu tadi. Makanya, Campione juga dikenal sebagai anak haram 'Epimetheus'. Dengan kata lain putra si tolol, gelar yang paling pas, kau idiot tulen."

Dia harus mengambil kesempatan ini untuk memarahinya sebanyak mungkin.

Setelah itu, dia menjadi tiran yang kejam, bahkan mencelanya seperti ini akan mustahil.

... Tidak, jika hari seperti itu tiba, dia pasti akan bertanggung jawab untuk menolak, karena dia terlahir sebagai [Raja] karena Erica.

Namun-—

Ini adalah masa depan yang mustahil.

Mulai sekarang, dia akan menghadapi kehidupan konflik dan kesulitan yang tak terbayangkan.

Biarpun dia menginginkan kedamaian, tapi apakah dunia atau para penyihir, dan khususnya para dewa, tidak ada yang akan meninggalkannya.

"Baiklah, ini sudah cukup, ketika saatnya tiba aku akan menemanimu sedikit lebih lama. Aku bertanggung jawab atas kamu mendapatkan tubuh begini, dan aku agak khawatir dengan urusanmu. Tentu saja, itu juga tergantung pada apakah kamu memohon bantuanku dengan tulus atau tidak."

Erica berbicara pada dirinya sendiri.

Tentu saja dia tahu Godou tidak bisa mendengar, tapi mulai sekarang dia memiliki semacam perasaan yang sulit dipercaya, dan dia tidak ingin tinggal diam.

"Jadi, Kusanagi Godou, cepat bangun. Ksatria Agung Salib Tembaga Hitam, Erica Blandelli yang tak ada taranya sedang menunggumu bangkit, oh? Aku tidak akan memaafkanmu karena membuatku menunggu, oh?"

Namun, suara ini sangat lembut.

Tidur [Raja] tidak bisa diganggu. Tentu saja Erica tahu tidak ada gunanya melakukan ini, tapi entah bagaimana dia memiliki perasaan yang luar biasa.

Kenapa dia membuang-buang waktu melakukan hal-hal ini?

Terserah... Lagi pula, mereka hanya sekedar iseng.

Di jalan panjang kehidupan, mengambil jalan memutar kecil seharusnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keseluruhan. Jadi kelahiran [Raja] termuda, dia akan terus mengamati untuk sementara waktu.

Itu pada saat dia membuat keputusan.

Lubang berbentuk segitiga di sudut reruntuhan — pintu masuk kuil bawah tanah, Erica menatapnya dengan mata terbuka lebar.

Dinding pertahanan batu yang didirikan oleh raja dewata Fenisia telah lenyap.

Di sisi lain, muncul di langit di atas lubang adalah segumpal awan hitam, dikelilingi oleh kilatan petir, dan angin bertiup pusaran.

"Raja Melqart, kau sudah muncul?"

'Hoho, tepatnya. Kelahiran kembali bocah itu, tampaknya telah berakhir dengan damai. Aku bisa merasakan kehadiran Campione. Tubuhnya memancarkan kehadiran musuhku, prajurit kuno!'

Suara raja dewata bisa terdengar datang dari bayangan hitam.

"Jadi, raja, apakah kau akan melawan Campione baru sekarang?"

'Bodoh! Akulah raja para dewa, pendekar hebat, pemburu terkuat yang membunuh naga! Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang begitu keji terhadap bocah kecil yang baru lahir!'

Melihat Erica menghadapi bayangan hitam dengan bangga, suara Melqart mulai mengumumkan dengan keras.

'Sampaikan kata-kata ini kepadanya ketika dia bangun! Musuh pertamamu adalah dewa perang Verethragna, yang kedua adalah aku — Melqart! Segera aku akan memulihkan semua kekuatanku. Ketika saatnya tiba, gantikan tempat dewa perang itu, tombak amarahku akan diarahkan padamu! Poles pedangmu dan tunggu kedatanganku!'

Bom! Saat hembusan angin keras mulai bertiup, bayangan hitam terbang seperti kilat.

Raja Melqart meninggalkan tempat itu.

"Itu benar, memang berat, ditargetkan oleh dewa kasar itu."

Erica mengangkat bahu dan terus melihat wajah tidur Godou yang tenang.

"Tidak ada jalan lain, aku akan menjagamu untuk sementara waktu. Kamu berutang padaku, dan aku akan membuatmu melunasinya baik-baik. Meskipun kamu seorang [Raja], utang harus diselesaikan. Bersiaplah, Kusanagi Godou!"

Dan itu mengakhiri kisah awal.

Kisah pemuda yang memperoleh kekuatan karena takdirnya untuk membunuh dewa, serta perjumpaannya dengan ksatria wanita muda.

Dengan demikian berakhir satu adegan cerita. Apa yang dimulai selanjutnya, adalah kisah dari semua jenis pergulatan yang dibawa ke dunia oleh sang raja iblis dan ksatrianya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar