Unlimited Project Works

20 November, 2018

Campione v4 4-3

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Bagian 3

"Terus, kamu tidak bisa menghubungi salah satu temanmu? Sungguh sangat aneh—!"

Hari ini, di toko buku tua yang menggantungkan tanda 'Ditutup untuk bisnis hari ini', rumah sang penyihir, Diana Milito.

Lokasi tepatnya adalah dapur Diana.

Walau terlambat makan siang, mejanya penuh dengan makanan. Mereka duduk melingkar di sekitar meja makan membahas, termasuk majikan dan pelayan, Liliana dan Karen, dan Kusanagi Godou.

"Betul. Aku ingin mencoba menghubungi kantor pusat Erica dan yang lainnya, dan menanyakan apakah mereka ada berita, maukah kamu memberiku informasi kontak mereka?"

"Jika itu yang kamu butuhkan, maka kamu harus menyerahkannya pada kami, tidak usah cemas."

Kusanagi Godou sedang berbicara dengan Diana.

Sementara itu, Liliana terus menerus menusuk seafood salad dengan garpunya, mengenakan ekspresi gelap. Hal-hal yang telah membuatnya sakit kepala telah menumpuk setinggi gunung, maka wajar saja bahwa dia tidak ingin bergabung dalam percakapan.

Pada catatan yang tidak berhubungan, saat menyiapkan makan siang, Diana berkata, misalnya, 'Sir Salvatore terkenal karena tidak tertarik pada wanita, sementara Kusanagi-sama masih muda dan mesum, kan? ... Apakah dia tertarik pada wanita yang lebih tua darinya, aku sedikit cemas!' Saat sedang gelisah dan tampaknya terganggu.

"Baiklah, Kusanagi Godou — insiden kali ini, aku menyerahkannya di tanganmu, akankah ada masalah dengan itu?"

Bagaimanapun, ia perlu mengatakan sesuatu yang baik.

Ketika Liliana menegaskan hal itu kepadanya, Campione paling muda, secara alami, menganggukkan kepalanya.

"Karena tidak ada yang tahu kemana perginya si Doni, dan satu-satunya yang tersisa adalah aku, aku harus melakukan sesuatu. Mungkin ini semacam takdir."

Dibandingkan dengan semua [Raja] lainnya yang memiliki berbagai kesalahan kepribadian, dia adalah tipe yang lebih mengerti.

Dia juga sopan dan berdedikasi, jika bukan karena percintaannya yang tidak bermoral, dia pasti akan menjadi orang yang hebat dan berpengaruh, Liliana berpikir seperti ini.

Erica — si rubah — apa yang dia pikirkan tentang cara-cara kewanitaannya?

Memutar mata. Menangis untuk tidur. Tidak, itu pasti tidak tampak seperti Erica — Atau mungkin, apakah Erica bekerja sama secara aktif dan membantu Godou? Itu adalah kemungkinan yang sangat tinggi! Menciptakan lingkungan kebobrokan bagi [Raja], menyebabkan dia terlalu memanjakan, lalu mengendalikannya untuk dirinya sendiri!

Tidak, tunggu ... Memang, dia cukup mengerikan untuk disebut setan, tapi kalau seperti itu terlalu ganas. Menjadi seorang ksatria yang bermartabat, orang harus memiliki kebanggaan untuk tidak melakukan itu.

"Omong-omong, apa ada berita tentang Doni?"

"Y-Ya, soal itu ... Mengenai hal itu, pagi ini, Sir Andrea — kepala pelayan Sir Salvatore — ada telepon dari dia. Bukankah kamu mengangkat panggilan itu, Diana?"

Ditanya tiba-tiba, Liliana membalas, bingung.

Gawat. Aku harus menyimpan pikiran-pikiran berlebihan itu dari kepalaku, ketika melakukan pembicaraan serius ini.

"Dia menelepon untuk mengonfirmasi situasi kita saat ini. Bahkan dia tidak tahu keberadaan saat ini Sir Salvatore ... Selain itu, aku baru saja mencoba meneleponnya lebih awal, tapi aku tidak bisa terhubung berapa kali pun aku mencoba."

"Situasi yang sama seperti di Sardinia ..."

Mendengar laporan Diana, Kusanagi Godou kesulitan.

Walau situasinya tidak tampak optimis, tapi dia tidak menunjukkan jejak kekhawatiran dalam ekspresinya. Mungkin orang-orang yang tidak terjangkau itu sangat cakap, terutama Salvatore Doni. Sulit membayangkan dia berada dalam bahaya, Liliana setuju dengan sudut pandang itu.

"Bolehkah aku mengajukan saran?"

Karen, yang telah mendengarkan, keluar.

Usai menyajikan makanan, dia duduk dan makan bersama dengan mereka.

"Ada terlalu banyak hal yang belum memiliki pemahaman yang jelas tentang saat ini, dan masalah mendesak saat ini belum terselesaikan. Namun — hal yang paling penting sekarang, aku yakin, adalah apa yang bisa kita lakukan agar Kusanagi-sama mengalahkan Perseus."

"Itu benar — aku harus berduel dengan pria itu ... Sejujurnya, kemungkinan bertentangan denganku."

Kusanagi Godou mendesis.

"Jika itu masalah dengan [Instruksi], di Naples, ada banyak yang terampil — aku, misalnya — penyihir yang mampu menggunakan itu, tidak perlu khawatir soal ini."

"Ah, gak. Meskipun ada masalah dengan itu, aku cemas dengan sesuatu yang lebih mengkhawatirkan!"

Diana mengatakan bahwa, dengan tampilan seseorang yang sama sekali tidak ada masalah dengan itu, dan pemuda yang panik, sang [Raja], menghindari topik tersebut.

"Orang itu, Perseus, memiliki kemampuan untuk menyegel kekuatanku, jadi meskipun aku menggunakan [Pedang], itu mungkin akan disegel juga, jika aku tahu bagaimana dia bisa melakukan itu — rahasia bagaimana dia menyegel otoritas Verethragna — maka hasilnya mungkin berbeda."

"... Seperti itulah, eh."

Diana tenggelam dalam pemikiran yang mendalam.

Sebagai seorang Ksatria Agung dan seorang penyihir, dia merasa frustrasi dan malu, tetapi Liliana juga tidak tahu apa yang telah terjadi. Tentu saja, Karen juga sama, maka mereka bersemangat menunggu masukan dari senior mereka.

"Nama Perseus juga mengandung arti 'Orang yang berasal dari Persia', dalam kenyataannya, atribut dewatanya berasal dari Timur."

"Persia? Lalu, bukankah itu sama dengan Verethragna!?"

Godou berdiri kaget.

Sepertinya dia sangat bersemangat, mungkin asal-usul tentang bagaimana kekuatan dewa perang yang tak terkalahkan tersegel.

"Hm, bagaimana aku harus mengatakannya? Persia yang direferensikan di sini, hanya mengacu pada 'timur.' Persia kuno juga Iran saat ini, dan dewa, nenek moyang awal Perseus berasal dari Irak, khususnya Babel."

Tanpa ragu, Perseus adalah pahlawan yang lahir di Mesopotamia. Namun, dalam pertempuran semalam, dia menyebut Verethragna sebagai "kawan jauh."

Liliana tampak sangat bingung, karena dia tidak tahu fakta-fakta ini.

"Untuk menyelamatkan istrinya, Andromeda, dia membunuh monster Tiamat. Legenda mengatakan bahwa itu adalah jenis monster laut kolosal atau ular laut."

Liliana mengerti arti kata-kata Diana.

Pada masa ini, rasi bintang Cetus merujuk pada monster laut, Tiamat. Rasi bintang Perseus, rasi bintang Andromeda dan rasi bintang Cassiopeia, misalnya, rasi-rasi ini dikenal sebagai rasi bintang yang mewakili musim gugur.

Namun, nama itu memiliki arti yang lebih penting.

"Nama Tiamat juga berbagi makna dari seorang dewi dari Babel. Seorang dewi hebat dari tanah yang melahirkan dewa, penguasa dunia dewata, dewi yang mengambil bentuk naga, dan juga pembawa banjir. Orang yang telah menyerangnya adalah Marduk, dewa badai, menjadi Raja para dewa."

"Apa kamu mengatakan itu ... Ketika mitos ini menyebar ke Yunani, itu menjadi mitos Perseus?"

Godou merasa seolah-olah dia tersandung pada seonggok kebenaran.

Kisah Marduk yang membunuh Tiamat telah diubah dengan mewariskan kisah ini selama berabad-abad, menjadi mitos Perseus. Karena itu, Perseus dikenal sebagai 'Orang yang datang dari Persia'.

Mitologi Yunani tidak memiliki bentuk sendiri, melainkan merupakan kombinasi dari banyak mitos yang berbeda dari berbagai tempat.

Banyak contoh yang dapat ditemukan yang menggambarkan dewa-dewa budaya lain sebagai dewa jahat atau monster dalam mitologi Yunani.

Athena dan Medusa adalah contoh yang sangat bagus untuk hal ini, dan dalam hal ini, Perseus mungkin memiliki keberuntungan yang lebih baik.

"Dan hanya itu, satu-satunya misteri yang tersisa adalah hubungan dengan Dewa Verethragna."

Diana agak menyesal.

Setelah memahami sedikit situasi, Godou melihat ke langit-langit, sedikit terganggu.

"Kalau saja Mariya ada di sini, dia mungkin bisa memberi kita beberapa petunjuk."

"Meskipun aku setuju denganmu soal ini, tapi karena kita tidak bisa berhubungan dengan mereka, kita harus menyerah pada itu. Ataukah kamu menyiratkan bahwa kita tidak cukup mampu untuk mengungkap rahasia Perseus? Pokoknya, mari kita memikirkan sesuatu bersama, mari?"

Liliana membuat saran yang realistis.

Di Eropa, orang-orang seperti Mariya Yuri yang berbakat dengan penerawangan spiritual seperti itu langka. Mungkin dia telah meminta terlalu banyak, dan Campione muda mengangguk setuju.

"Aku akan mencoba menghubungi beberapa teman dan melihat apakah aku dapat menemukan sesuatu soal keberadaan mereka. Dalam situasi seperti ini, orang terbaik untuk berkonsultasi adalah Mariya atau Lucretia, bagaimanapun juga. Aku juga agak cemas dengan keselamatan mereka."

Dengan itu, Godou yang sudah makan sampai kenyang berdiri dari meja makan.

Dia melangkah keluar dari ruang makan, meninggalkan para penyihir.

"Baiklah kalau begitu ... akan lebih baik jika kita mengadakan pertemuan untuk tindakan kita selanjutnya sekarang, bukankah begitu?"

Setelah Godou pergi, meninggalkan mereka bertiga, Karen menyarankan.

"Seperti yang Kusanagi Godou katakan. Menghubungi teman-temannya adalah tindakan terbaik saat ini. Penerawangan roh si miko Jepang itu tak ada yang bisa setara dari kita di sini, dan lebih jauh lagi, kita harus meminjam kebijaksanaan Lucretia Zola."

Mendengar jawaban Liliana, Diana mengangguk.

Penyihir Sardinia, Lucretia Zola, yang dikenal sebagai [Sarjana para Dewa], memiliki pengetahuan luas tentang [Dewa Sesat], teknik seni magis, dan kekuatan energi magis. Sungguh, dia adalah seorang penyihir bintang. Bahkan penyihir paling kuat di Naples, Diana, tidak bisa berbuat apa-apa padanya.

"Benar. Mereka yang memiliki lebih banyak tahun dengan usia mereka dibandingkan dengan kita, itu hanya masalah pengalaman!"

Jika dia ditanya berapa tahun tepatnya perbedaan dalam pengalaman, itu pasti akan menjadi canggung.

Karen, yang telah mempertimbangkan hal ini, tidak bertanya.

"Dalam hal itu, tanggung jawab untuk membantu [Raja], harus jatuh pada para pacar Kusanagi-sama, yang berarti bahwa semua pujian akan direbut oleh Erica-sama ... Juga, Erica-sama adalah Ksatria Agung [Salib Tembaga Hitam] ..."

Liliana kira-kira menebak juniornya dari organisasi yang sama, niat dan maksud pelayannya di balik kata-kata itu.

"Dalam situasi yang sama, tapi tampaknya tidak berdaya, bukankah nama [Salib Perunggu Hitam] akan dipermalukan?"

"Kalau cuma sedikit, itu juga tidak masalah bagiku ..."

Alasan Karen yang sebenarnya mengapa dia tidak menghubungi Erica, mungkin ini. Menemukan peluang untuk meningkatkan posisi tim mereka sendiri, dan juga mencegah rival mereka untuk maju.

"Namun, dalam menghadapi ancaman [Dewa Sesat], ini bukan saatnya untuk khawatir tentang hal-hal sepele, itu cukup bahwa kita hanya perlu melakukan bagian kita untuk yang terbaik dari kemampuan kita."

Liliana berkata, dengan tegas.

"Meskipun usaha kita gagal dan kemenangan diperoleh melalui usaha Erica dan yang lainnya, bukankah itu baik juga? Tidak peduli siapa yang mencapainya, jika [Dewa Sesat] dipaksa mundur, membawa keselamatan kembali ke Naples akan cukup ... Meski belum terjadi, aku akan melakukan yang terbaik untuk memberikan bantuanku pada Kusanagi Godou dan meraih kemenangan bersama, apakah ini dapat diterima?"

"Dimengerti."

Karen mengangguk hormat, sebelum melanjutkan,

"Jika itu Liliana-sama, maka akan wajar untuk berpikir seperti itu. Kalau begitu, mari kita beritahu markas [Salib Perunggu Hitam] untuk mencari Erica-sama dan yang lain, yang keberadaannya saat ini tidak diketahui ... Tapi, tolong lakukan sihir [Intruksi] pada Kusanagi-sama, untuk membuat ketentuan sebelum mereka tiba, hanya untuk memastikan."

"Eh?"

"Tentu saja, ini adalah tugas Liliana-sama. Karena Anda ingin melakukan yang terbaik untuk membantu, tentu saja Anda tidak akan menolak? Melihat seperti yang sudah Anda katakan sendiri."

"Eeeeh!?"

Gawat. Mereka telah mengubah kata-kataku melawanku! Liliana menyadari bahwa dia telah dijebak.

"Tidak, dengar, bukankah dia sudah bilang? Bahwa rahasia Perseus belum retak!"

"Jika ini soal rahasia, kita akan dapat menemukan jawabannya jika semua orang bertukar pikiran bersama. Tapi jika kita tidak memutuskan suatu tindakan, kita tidak akan dapat melanjutkan dengan lancar."

"T-Tidak apa-apa meskipun itu bukan aku, bukankah kamu bilang bahwa kamu akan baik-baik saja dengan itu, Diana?"

"I-Itu benar — ini memalukan, tapi jika itu demi bertarung dengan dewa ..."

Balas Diana, pipinya memerah. Ya, dia mungkin sedikit lebih tua, tapi dia masih cukup imut. Kusanagi Godou, menjadi bajingan, harusnya baik-baik saja.

"Yah, meskipun kita memiliki resor terakhir, tapi—"

Menanggapi saran Liliana, Karen menjawab, tersenyum.

Senyum bagai kucing hitam jahat, memberikan pertanda buruk.

"Apa yang ingin kukatakan yaitu insiden ini, pastilah, takdir."

"T-Takdir?"

"Itu betul. Antara Kusanagi-sama dan Liliana-sama, ada ikatan takdir. Maksudku, itu tidak normal, bahwa situasinya telah menjadi begitu serius sampai-sampai Liliana-sama tidak punya pilihan selain mencium seorang pria, ini pasti pekerjaan takdir, menghubungkan dua orang bersama-sama, membimbing kalian berdua."

"B-Bagaimana aku bisa percaya alasan seperti itu?!"

"Lalu, Liliana-sama, sebelumnya, kenapa Anda menatap Kusanagi-sama dengan tatapan yang begitu kuat? Juga, kalian berdua menghabiskan seluruh malam terakhir bersama. Apakah Anda mulai merasa bahwa Anda tidak punya pilihan lain selain lebih dekat dengan sang Raja? Fufu, sia-sia berpura-pura tidak bersalah. Karena, aku sudah melihat semuanya."

Ketika Karen menunjukkan itu, Liliana menelan ludah.

Kalau dipikir-pikir, sejak makan itu, dia mungkin merasakan hal itu.

Bukan begitu, takdir bukan hal seperti itu. Hanya — ya — hanya saja ketika dia melihat wajah [Raja]-nya, jantungnya akan berdegup kencang di dadanya tak terkendali!

"Jelasnya, Liliana-sama telah jatuh cinta. Ya, denyutan di dada Anda adalah perasaan bahwa Anda tidak bisa tidak memerhatikannya sebagai seorang pria. Itu, pasti, adalah cinta!"

"C-Cinta!?"

Liliana tercengang. Itu konyol. Dia tidak mau percaya, tapi bagaimana kalau itu benar?

"Ara, begitukah? Kurasa kita tidak punya pilihan lain, pekerjaan mencium Kusanagi-sama, kita akan menyerahkannya pada Lily!"

"D-Diana, kamu juga!?"

"Selanjutnya, cinta yang ditakdirkan ini akan membawa serta kemewahan dan hak istimewa. Agar Liliana-sama berhasil menjadi kekasih Kusanagi-sama, Ksatria Agung [Salib Perunggu Hitam] harus tetap berada di sisi [Raja] dan menunggunya."

"K-Kekasih ...? Karen, apa yang kamu katakan!?"

"Ah, aku mengerti. Fufu, bahwa Karen, memikirkan pikiran jahat seperti itu, seperti biasanya!"

Berbeda dengan Liliana yang putus asa, Diana tampak senang. Kepada keduanya yang lebih tua, Karen menjelaskan rencananya dengan lancar.

"Dari hasil analisisku pada Kusanagi-sama sejak kemarin malam, dia tidak terbiasa menangani wanita seperti yang rumor katakan. Sampai saat ini, para kekasih dan pembantu pribadinya dengan mudah dapat menggunakan pengaruhnya atas dirinya. Dari jumlah ini, saat ini ada dua. Jika seseorang masuk ke lapangan dan mengusir mereka, seseorang harus memiliki kekuatan yang setara!"

"Me-Mengusir!?"

"Ya. Untungnya, Liliana-sama adalah Ksatria Agung dan juga seorang penyihir dari [Salib Perunggu Hitam], dan garis depan untuk menjadi kepala keluarga Kranjcar. Apakah itu kekuatan magis atau politik, Anda pasti akan membuatnya bangga."

Saat ini, organisasi dengan koneksi dan pengaruh terbesar atas Kusanagi Godou adalah [Salib Tembaga Hitam].

Meskipun organisasi belum sepenuhnya menyerahkan diri kepadanya, mereka telah memonopoli pengaruhnya. Akibatnya, para penyihir lainnya tidak dapat mendekati dia. Situasinya tidak sehat dan tidak adil.

Untuk mengakhiri hubungan kolusif itu, langkah-langkah yang perlu harus diambil, dan setelah mendengar semua itu, bahkan Liliana tidak perlu mengatakan apa-apa lagi.

Dia, sebagai kekasih Kusanagi Godou. Apakah masa depan seperti itu mungkin?

Secara tidak sengaja, Liliana jatuh ke dalam pemikiran yang mendalam. Untuk beberapa alasan, pikirannya mulai dipenuhi dengan cerita dan skenario acak.

—Seorang gadis muda, yang tidak terbiasa dengan cinta.

—Di depan dia, seorang anak misterius, susah diatur dan menawan muncul. Di sekitar anak laki-laki dan perempuan itu ada aroma bahaya. Melalui pertemuan kebetulan, mereka berdua menyadari keberadaan orang lain.

—Aku, dengan orang yang setengah matang, aku tidak mungkin suka atau merasakan hal lain terhadapnya.

—Meskipun dia mengatakan itu, gadis itu masih terpesona oleh anak itu. Dan anak itu, menuju gadis yang tidak jujur ​​pada dirinya sendiri, tertarik, dan sebelum dia tahu itu, dia telah mengukir kehadirannya di dalam ingatannya, terkunci di dalam pikiran dan hatinya untuk selama-lamanya.

Liliana yang telah berfantasi cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Apa yang aku pikirkan!?

"Karen, jangan bicara omong kosong seperti itu kepada orang lain. Aku, Aku akan beristirahat sebentar!"

Suara seseorang yang berdiri dari kursi terdengar, dan Liliana keluar dari dapur.

Dan setelah itu, penyihir tertua dan maid mungkin masih terus membisikkan hal-hal seperti, '... Masih ada harapan!', atau, '... Ya, itu benar, hanya sedikit dorongan lebih, demi memperpendek jarak antara keduanya, kita harus menggunakan trik seperti ini ...'.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar