Unlimited Project Works

22 November, 2018

Campione v4 5-1

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Bagian 1

Spaccanapoli — Di gang kecil di jalan tua Naples ...

Kusanagi Godou dan Liliana Kranjcar telah bertemu dengan dewi Athena.

"Kenapa menggambarkan aku sebagai 'gigih', hentikan itu. Karena dirimu, aku hampir mati."

"Engkau juga, berhenti mengatakan hal-hal yang menyedihkan itu. Sampai terluka dalam pertempuran, itu karena pengalamanmu sendiri. Pertama, engkau harus meratapi kelemahanmu sendiri."

Sebuah jawaban yang tenang untuk Godou, dan suasana menjadi semakin berat.

Menyeret orang-orang yang tidak bersalah yang tidak berniat bertarung secara tidak masuk akal, dewi-sama ini adalah akar dari semua itu. Keegoisannya ternyata bahkan melampaui Erica. Sungguh seorang yang egois.

"...Kusanagi Godou."

Liliana yang berdiri di sebelah Godou, berkata dengan suara yang sangat pelan.

Seolah-olah Liliana menatap Godou untuk apa yang harus dilakukan selanjutnya, dan menunggu perintahnya.

Godou menggelengkan kepalanya.

Dia tidak berniat bertarung dengan dewi, hanya untuk mengukur situasinya sementara. Walau tidak yakin apakah dia mengerti itu, Liliana mengangguk pelan.

Menghitung pendukung kuat ini di hatinya, Godou berbalik ke arah Athena.

"Hei, beri tahu aku satu hal. Kali ini, kau adalah orang yang menyeretku ke dalam pertempuran, jadi maukah kau menjelaskan sesuatu padaku?"

"Apa itu? Bicaralah."

"Kenapa Perseus mampu melakukannya — menyegel kekuatan Verethragna? Dia, menjadi kutukan ular, karena itu melawan kekuatan Athena, yang bisa aku mengerti, karena kisah Medusa, kan? Tapi, Perseus dan Verethragna tidak punya koneksi langsung, jadi bukankah itu aneh?"

"Mengenai itu—"

Jawabannya terhadap pertanyaan Godou adalah senyuman samar sederhana.

Seakan dia menilai mereka, dia menatap mereka dengan saksama. Matanya bagai pemangsa yang mengamati mangsanya.

Dia adalah predator, bagaimanapun juga. Aspek seorang dewi pertempuran dan perburuan.

"Tidak peduli bagaimana aku menjawabnya, akan ada hal-hal yang tidak dapat engkau pahami. Memang, akulah yang menyeretmu ke dalam ini, tapi bila aku mengungkapkan jawabannya di sini, permainan ini takkan bisa menghiburku."

"Bukankah itu bagus? Aku terlibat hanya karena kepribadianmu yang keras kepala."

Balas Godou.

"Kemarin ... kau bilang kau ingin melatihku. Sebenarnya mungkin karena kau ingin menghindari konflik dengan si pembunuh ular itu, sehingga menyeretku ke dalamnya, benar?"

"Jangan menodai nama seorang dewi perang, Kusanagi Godou."

Athena memelototinya, matanya penuh ancaman. "Memang benar, bahwa aku tidak terburu-buru untuk bertempur dengan orang itu. Kata-kata kekuatan pembunuh ular adalah keberadaan yang sangat merepotkan bagi diriku sendiri. Namun, balasan yang kumiliki terhadap elemen yang tidak menguntungkan itu jauh dan banyak, jangan memperlakukan begitu mudah Ratu tanah dan kegelapan."

"Aku tidak akan pernah berpikir ... bahwa kau akan memiliki tindakan balasan?"

Menyembunyikan kegembiraan di dalam hatinya, Godou bertanya.

Jika itu benar, maka dia mungkin bisa menggunakan kartu trufnya melawan Perseus.

"Betul. Jika dia akan menggunakan kata-kata kekuatan pembunuh ularnya, maka aku akan menggunakan api pembakar untuk melelehkan bajanya ... Fufu, ketika engkau sedang tidur nyenyak, aku sudah membangunkan gunung berapi tidak aktif yang ada di sana. Jika dia diselimuti oleh lava cair, bahkan pahlawan 《Baja》 akan jatuh!"

"Bagus juga kau tidak mengalahkannya! Aku akan pergi dan melawannya, jadi kau bisa duduk dan menonton!"

Orang ini ingin meledakkan gunung berapi! Godou menahan keinginan untuk berseru keras.

Athena mengacu pada Gunung Vesuvius, timur Naples.

Selama masa Kekaisaran Romawi, Pompeii telah dihancurkan sebagian, dan terkubur di bawah abu dan batu apung dari letusan Gunung Vesuvius. Terakhir kali gunung berapi ini aktif kembali pada tahun 1949, dan jaraknya dari Naples adalah sembilan kilometer.

Akhirnya Godou mengerti.

Mengapa Athena menerima gencatan senjata setelah serangannya ke Perseus.

Dia tidak yakin bagaimana dia melakukannya, tapi untuk menang atas Perseus, dia telah bersiap untuk memanfaatkan gunung berapi, untuk mengatasi kondisi yang tidak menguntungkan dari bertarung melawan si pembunuh ular.

"Tapi, tentang menggunakan gunung berapi, apa kau menyiratkan bahwa Perseus lemah terhadap panas?"

"Ini pasti sangat panas, sampai-sampai seekor naga pun akan terbakar. Ini bukan satu-satunya kelemahan orang itu. 《Baja》 , adalah hal semacam itu, bukan?"

Baja.

Mendengar kata itu, emosinya tidak bisa stabil, dan Godou kembali ke topik itu.

"Kalau begitu, biarkan aku bertanya lagi, mengapa kekuatan Verethragna disegel?"

"Aku tidak keberatan memberitahumu, tapi akankah engkau membayar harganya, Kusanagi Godou?"

... Sungguh tidak masuk akal.

"Karena engkau tidak ingin aku masuk, maka tidakkah permintaan ini menjadi alami? Walau aku telah menyeretmu ke dalam ini, apa tidak seimbang ketika aku mendengarkan permintaanmu untuk mundur dari medan perang? Nah, bila engkau ingin aku memberimu kunci kemenangan, maka engkau akan berhutang budi padaku."

Dengan kata lain, Godou hanya harus menjanjikan sesuatu padanya. Athena tersenyum masam.

Godou tahu pasti bahwa dewi ini akan memikirkan sesuatu yang aneh dan tidak logis, mengolok-oloknya, karena yang dia tahu mungkin dia sangat gembira ketika menyaksikan ekspresi wajahnya yang bermasalah.

"Kau benar-benar dewi-sama yang tidak masuk akal, kau tahu. Baik, apa harganya?"

"Hm. Aku belum berpikir sejauh itu."

Godou telah bertanya, mempermudah, tetapi ini adalah jawabannya. Tolong berhenti menyiksaku.

"Fufu, aku belum banyak memikirkannya — lalu, sebagai imbalan atas pemberitaanku tentang rahasia itu, engkau harus mengabulkan sebuah permintaan, keinginanku suatu hari nanti di masa depan. Apa engkau menerima?"

Athena bertanya, sikapnya berani dan angkuh.

Tatapan itu dan cara berbicara seperti itu, tentu saja adalah suara seorang Ratu yang kuat. Seolah dia menantangnya, menguji keberaniannya—

"Jadi bagaimana menurutmu? Engkau mungkin menjajaki kehidupanmu sendiri, atau bahkan mungkin kehidupan orang yang paling penting bagimu. Apakah engkau akan menerimanya?"

Godou merenungkan pilihannya.

Para dewa tidak ganas atau jahat secara alami, tetapi terkadang, mereka bisa menjadi sedikit kejam.

Makhluk kuat dan perkasa, mereka tidak peduli pada manusia yang rendah hati. Dalam hal ini, tentang permintaan Athena, apa yang akan menjadi pilihan yang benar?

Dia memikirkannya selama puluhan detik, dan akhirnya memutuskan.

Dalam situasi ini, itu akan menjadi transaksi baik risiko dan balasannya tinggi, meskipun semuanya ternyata menjadi kasus terburuk, dia selalu bisa mundur tanpa malu dari kesepakatannya.

Alasan yang paling penting adalah — Dia tidak mau memberikan jawaban yang samar-samar. Apa yang terjadi sesudahnya adalah dipimpin oleh pihak lain secara tidak membabi buta, dan mempertahankan langkahnya sendiri, tapi ...

"Aku mengerti, kalau begitu ..."

"Izinkan aku untuk menjawab di tempat Raja. Tentu saja, kami menolak!"

Sambil Godou ingin memberikan jawabannya, dia sela.

Orang yang berdiri di sampingnya dan diam-diam memerhatikan sepanjang waktu, Liliana, telah berbicara tiba-tiba.

"Aku minta maaf karena kekasaranku, Athena. Prajurit yang melindungi kita manusia, sang Raja, bagaimana mungkin dia bisa membuat komitmen seperti itu? Tolong lupakan bahwa kami pernah mengatakan apapun!"

"... Jawaban itu, sama sekali tidak menyenangkan. Membosankan."

Kebalikan total Liliana yang kepalanya tertunduk hormat, Athena melihat sekeliling dengan tidak tertarik.

"Lupakan, bila itu masalahnya, maka aku akan tinggal di laut sana. Bila engkau berubah pikiran, pergi ke pelabuhan tempat kami tadi malam, dan memanggil namaku. Kapanpun waktunya, aku akan memberikan jawaban yang engkau cari ... Sebelum si pembuat onar itu kembali, kapan saja baik-baik saja."

Dewi tanah dan kegelapan, dengan kata-kata itu, menghilang dari gang.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar