Unlimited Project Works

24 November, 2018

Campione v4 6-2

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Bagian 2

"Kita kehabisan waktu, haruskah kita memulai rapat? Metode apa yang harus kita gunakan untuk memungkinkan Kusanagi-sama mencapai kemenangan, mari kita mulai rapat untuk memutuskan itu!"

"Aku punya saran. Jika Liliana-sama menggunakan [Instruksi], maka semuanya akan terselesaikan."

"Itu, sebenarnya itu ide yang bagus. Lily, tidak masalah kalau kita menyerahkan itu padamu?"

"T, tidak mungkin aku setuju dengan itu!"

Dari tiga orang yang tersisa di ruang makan, Diana mulai dengan masalah yang tertunda dan Karen menjawab dengan solusi sederhana dan ringkas, dan dengan itu rasanya diskusi telah berakhir.

Dan saat itulah Liliana mulai berteriak seperti dia dalam pergolakan kematiannya.

"Aku, dengan Kusanagi Godou, ci-ciuman dan menerapkan sihir melaluinya, itu tidak terpikirkan! Lupakan, aku tidak bisa menyetujui itu!"

"Sebelumnya di hari itu, bukankah kamu bilang bahwa kamu akan membantunya dengan kemampuan terbaikmu?"

"B, biar kujelaskan ini dulu. Itu mengacu pada apa pun selain berciuman! I, itu .... bagaimana aku harus mengatakannya, itu bukan sesuatu yang harus dilakukan seorang perempuan, kurasa. Aku ... dan Kusanagi Godou, tidak seperti pasangan kekasih, atau pacar, kami tidak memiliki hubungan seperti itu ..."

Wajahnya panas sekali, dia tak tahu apa yang dia katakan, dan kepalanya kacau, tapi Liliana tidak lupa untuk membalas.

"Selain itu, ada dua penyihir lain di sini, itu tidak harus aku!"

"Aku tidak bisa menggunakan [Instruksi], jangan hitung aku."

"Meskipun aku bisa menggunakannya, tapi kupikir akan lebih baik jika Lily melakukannya, karena yang Athena berikan ilham untuknya adalah Lily. Memiliki pengetahuan yang diperoleh langsung dari inspirasi itu, pemahaman yang lebih mendalam dari yang lain, bukankah lebih baik menyampaikan pengetahuan itu kepada Kusanagi-sama?"

"Pe, penyihir yang cocok dari tempat lain dapat dibawa ke sini, dan kemudian gunakan [Intruksi] padanya ..."

Liliana sendiri pun tahu bahwa dia sulit dipercaya, dan tidak menyelesaikan kalimatnya.

Apa alasan ketiga penyihir itu berada di sisi Kusanagi Godou? Dalam pertempuran melawan dewa, berara pun banyaknya penyihir, mereka tidak akan membantu.

Kecuali mereka penyihir dari peringkat tertinggi, mereka hanya akan menyeret Campione ke bawah.

Makanya, meskipun mereka tahu bahwa dewa dan Raja bertempur, mereka tidak akan datang. Sebuah konvensi dunia sihir, maka penyihir yang tinggal di dekat Naples tidak datang.

Dan hal lain yang perlu disebutkan adalah karakteristik khusus dari sepuluh bentuk Verethragna.

Ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengaktifkannya, yang paling dirahasiakan.

Diana dan Karen, mereka bisa dipaksa untuk tidak berbicara dengan otoritas Liliana, tetapi orang lain ... Dia orang yang sembrono, jadi mereka harus tetap tinggal dan membantu apa pun yang terjadi.

"Liliana-sama, tolong dengarkan aku. Aku merasa bahwa Anda melakukan perlawanan yang tidak perlu."

Untuk Liliana yang berulang kali berbicara sendiri, suara suara Karen membuatnya tersadar.

"Sekarang, yang tersisa hanyalah Anda berkata, 'Aku akan melakukannya'. Jika Anda masih bersikeras untuk tidak melakukannya, selain menunjukkan pada semua orang bahwa Anda tidak dapat membaca suasana, Anda juga akan dianggap sebagai wanita yang sudah usang ..."

"Tentu, itu benar — bagaimanapun, Lily, mengapa kamu begitu menentangnya?"

Maid termuda telah menyelesaikan serangannya, lalu menyerahkan baton pada Diana.

"Aku merasa bahwa Kusanagi-sama, entah kepribadian atau penampilannya, dia lumayan, sebagai seorang lelaki. Hanya satu ciuman dengannya tidak akan menjadi masalah, bukankah begitu? Hmm?"

"Ada masalah! Masalah besar!"

Liliana menolak dengan suara keras terhadap penyihir senior yang dengan senang hati mendiskusikan masalah pribadinya.

"Tidak banyak, ciuman. Kalau kamu berpura-pura bahwa kamu memberikan ciuman selamat malam untuk ayahandamu, dan dengan cepat menyelesaikannya, itu akan baik-baik saja."

"Aku setuju. Atau berpura-pura memiliki skinship dengan pacarmu. Itu juga akan baik-baik saja."

"Itu sebabnya, aku tidak bisa melakukannya! J, jika aku harus menyerahkan ciuman pertamaku, itu harusnya menjadi pasangan yang ditakdirkan dalam cinta, yang telah kuputuskan!"

Liliana memprotes dengan keras.

Dia baru saja selesai mengatakan itu ketika dia menyadari kebodohannya, dan ingin menutupi wajahnya dengan menyesal.

Suatu kali, ia telah mengungkapkan rahasia di dalam hatinya kepada Erica, dan Erica yang biasanya anggun dan tenang, segera meledak dalam tawa yang mengaum.

[.... I, itu berlebihan, Lily. Kalau ada yang melihatku tertawa seperti ini, peringkatku sebagai seorang lady pasti akan terjun! T, tapi kamu benar-benar, seorang gadis yang sudah punah di zaman modern, seperti yang aku duga!]

Erica telah mengatakan sesuatu di sepanjang kalimat itu, tanggapan macam apa yang akan mereka berdua miliki?

Liliana dengan cemas menunggu tanggapan mereka, Diana dan Karen tidak mengatakan satu kata pun, hanya menatapnya dengan tenang – mereka tidak tersenyum?

Kejutan kecil bisa dilihat di wajah mereka, lalu wajah mereka memiliki ekspresi yang sepertinya mengatakan, 'Aahh, seperti yang aku pikirkan'.

Kenapa? Dia merasa sedih pada dirinya sendiri, yang telah mengakui ini dengan mulutnya sendiri, tapi Liliana Kranjcar merasa bahwa dia biasanya dilihat oleh orang lain sebagai seorang ksatria perempuan kasar namun heroik, jadi mengapa mereka berdua memiliki ekspresi seperti itu – ?

"U, umm, itu .... dulu aku berpikir bahwa itu akan menyenangkan, tapi sebenarnya, aku tidak benar-benar serius dengan itu ...."

Sudah jelas bagi siapa pun bahwa ini adalah upaya untuk menutupinya, mencari alasan, menyebabkan dia menjadi lebih gugup.

".... Begitu ya. Aku sudah mengerti, Lily! Dalam hal ini, biarkan aku meramalkan kecocokan antara kamu dan Kusanagi-sama!"

"T, tidak perlu sejauh itu."

Liliana menolak Diana yang mendadak menyarankan itu.

Penyihir ini yang usianya tidak ingin dia ceritakan, tampaknya telah menjadi peramal cinta sebagai pekerjaan sampingan, dan telah mengatakan kepada setiap pasangan bahwa mereka sangat cocok, dan bahwa mereka pasti akan mendapatkan kebahagiaan. Siapa yang akan mempercayai peramal nasib yang tidak masuk akal ini?

"Takdir, itu ..."

Bahkan Karen bergumam sendiri dengan ekspresi serius.

Bukan ekspresi iblis kecilnya yang biasa, tapi sebaliknya, memberikan pertanda buruk. Tidak ada yang tahu apa yang dia rencanakan saat itu.

"Liliana-sama, apa skenario ideal dari cinta takdir Anda?"

"J, jika kamu bertanya padaku itu tiba-tiba, aku tidak tahu bagaimana aku harus menjawabnya juga ... jika kamu benar-benar ingin aku mengatakannya, itu akan menjadi situasi di mana semuanya mencegah hubungan di antara mereka, tapi seberapa jauh jarak mereka, berapa kali pun, ikatan kuat cinta mereka akan membawa mereka berdua kembali bersama."

Liliana dengan ragu menjawab pertanyaan mendadak itu.

Karena ini adalah bahan yang biasa digunakan untuk fantasinya, dia bisa membacanya dengan mudah.

"Lalu, bagaimana dengan cinta antara orang-orang dari latar belakang yang berbeda? Seperti cinta antara seorang Raja dan seorang ksatria, misalnya."

".... I, itu tidak terlalu populer saat ini, kamu tidak bisa mengatakan bahwa itu ditakdirkan."

Topik ini, apakah itu metafora untuk hubungan Kusanagi Godou dan dirinya?

Aku tidak akan tertipu, pikir Liliana – sementara di sudut pikirannya, ada pemikiran yang kuat tentang penyeberangan posisi sosial dan tradisi, mengingat hubungan klasik yang menghantamnya secara emosional.

"Seorang pria muda, yang dikabarkan telah berjalan dengan banyak wanita, hatinya dicuri oleh gadis kecil yang bersebelahan dalam sebuah kesempatan, dan dengan demikian mengubah seluruh gaya hidup pria muda itu untuk si gadis kecil ... apa pendapatmu tentang skenario ini?"

"Terlalu mudah untuk menjadi kenyataan. Kata-kata dari playboy semacam itu, mana mungkin bisa dipercaya!"

Liliana berteriak, langsung menolak skenario itu.

Dengan semua wanita di hadapanmu, semua yang aku miliki dengan mereka tidak pernah nyata. Selain kamu, aku tidak membutuhkan yang lain.

Dengan ekspresi yang begitu serius sehingga menakutkan, skenario dan wajah muda yang mengatakan itu padanya dalam imajinasinya, mengapa dia orang Asia, dan mengapa dia terlihat sangat mirip dengan lelaki yang telah bersamanya selama dua hari ini?

"Mereka berdua, sementara melarikan diri dari bahaya bersama, saling membantu, perlahan menjadi teman yang tidak saling tidak suka, dan tanpa disadari menjadi begitu dekat sehingga tidak ada orang lain yang bisa mengganjal di antara mereka, bagaimana dengan skenario ini ....?"

"Itu hanya efek jembatan gantung! Karena keadaan yang tidak biasa, mereka kehilangan kemampuan mereka untuk membuat keputusan berkepala dingin!"

Di dalam benak Liliana yang masih sangat menentang, muncul ingatan tentang krisis baik kemarin maupun hari itu.

Mereka berdua, melawan dewa, melarikan diri dari kesulitan ...

Liliana yang seorang ksatria mengkhawatirkannya, dan ingin melindunginya. Bagaimana dengan Godou? Godou harus tahu cara mengurus dirinya sendiri, bukankah begitu? Meskipun keduanya khawatir dengan cara yang berbeda, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka akan dapat menyelesaikan semua masalah ... dan itu terasa seperti keduanya agak kompatibel.

Selanjutnya, demi ksatria yang gagal, dia telah berjanji pada dewi itu –

Ini adalah utang yang harus dia bayar kembali. Walaupun dia harus menawarkan tubuhnya.

...... Mengenai hal itu, dia ingin bertanya padanya, tetapi lupa, apakah Kusanagi Godou ingin menang melawan pahlawan itu — Perseus.

Jika jawabannya adalah 'ya', maka dia akan membutuhkan semua pengetahuan Liliana.

Namun, dia tidak pernah mengatakan bahwa dia ingin menang, atau bahwa dia ingin menggunakan [Pedang] .... apakah dia bermaksud menanggung seluruh beban ini sendirian?

—Memikirkan itu, Liliana mendadak merasakan perasaan yang tak bisa dijelaskan meledak.

៛Kyun៛ bagai jarum kecil yang menusuk jantungnya dengan menyakitkan – bukannya menyakitkan, itu tidak tertahankan, tapi mengandung sedikit rasa manis. Ini adalah kali pertama dia merasakan emosi yang tak terbayangkan.

Suatu denyutan yang tak terkendali di dadanya. Detak jantung yang berdebar yang tidak akan berhenti.

"A, aku akan menemuinya sebentar! Aku cemas soal efek obatnya – tidak, hanya sedikit khawatir, cuma itu, jangan punya pikiran aneh!"

Sampai sini, dia tidak bisa lagi menahan dirinya.

Kepalanya penuh dengan pikiran, Liliana berjalan menuju ruang tamu yang digunakan Kusanagi Godou.

"Pasti. Selamat malam yang indah."

"Baiklah, kami mengandalkanmu, Lily."

(Omong-omong, 'gadis ini, dia jatuh cinta!' tertulis di wajah-wajah si maid licik dan si penyihir yang berpakaian lebih muda dari usianya selagi tersenyum jahat, tapi mari kita tinggalkan itu dulu.)

Liliana tiba di ruang tamu yang seharusnya ada Kusanagi Godou.

Membuka pintu — dia mendapati dirinya melihat sebuah ruangan kosong, seolah-olah wajar untuk menjadi begitu. Tidak salah lagi, tidak ada satu jiwa pun di dalamnya.

Dia buru-buru memeriksa sisa ruangan di tempat itu dengan panik, tapi dia sudah pergi, tidak ada di dalam rumah. Campione muda telah menghilang dari tempat tinggal Diana.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar