Unlimited Project Works

30 November, 2018

Campione v4 Epilog

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Malam di Naples belum berakhir, dan setelah [Babi Hutan], makhluk yang memainkan peran utama dalam menghancurkan Perseus telah menghilang, Kusanagi Godou yang tidak sadarkan diri telah dikirim ke rumah sakit.

Ketika Godou terbangun, dia amat terkejut mendapati dirinya terbaring di ranjang rumah sakit.

Perutnya yang diperban yang telah ditusuk oleh pedang, entah kenapa tidak sakit sedikit pun, kemungkinan besar karena lukanya sudah disembuhkan. Usai bertanya, dia lantas mengetahui bahwa itu adalah hadiah kecil yang ditinggalkan oleh Athena.

Makanya, Godou meminta Liliana untuk mengatur kepulangannya. Namun—

"Luka tusuknya sangat dalam! Biarpun Athena telah menyembuhkanmu, kamu harus beristirahat! Silakan tidur nyenyak!"

Liliana menjadi sangat marah, dan memaksa Godou untuk terus berbaring.

Luka-lukanya kecil, tapi dia terperangkap di rumah sakit. Godou yang berbaring di ranjang mulai gelisah, melihat ke seluruh sudut bangsal. Karena itu single room, dia hanya dengan Liliana.

—Kalau dipikir-pikir, apa yang terjadi dengan Perseus?

Godou tiba-tiba teringat masalah itu.

Karena otoritasnya tidak ditransfer, maka dia pasti pasti selamat dari serangan [Babi Hutan]. Seperti yang diharapkan dari dewa, keinginannya untuk hidup itu luar biasa.

Karena dia tidak muncul, ini berarti bahwa dia mungkin sedang memulihkan diri di suatu tempat.

Godou mengesampingkan perhatiannya untuk hal itu, dan memandang Liliana yang duduk di sampingnya.

Dia dengan hati-hati menggunakan pisau kecil untuk mengupas buah pir, jika itu adalah Erica, dia pasti akan membuat pelayannya Arianna melakukannya.

"Mungkinkah kamu bahkan bisa melakukan pekerjaan rumah tangga biasa?"

"Itu wajar saja. Meskipun aku tahu dengan siapa kamu membandingkanku, tapi tolong jangan bandingkan aku dengan rubah itu. Mengesampingkan fakta bahwa kami ksatria, sebagai seorang wanita, mengetahui bagaimana melakukan hal-hal ini adalah normal. Aku juga lebih ahli dalam memasak, dan lebih baik dari rata-rata orang yang di pekerjaan rumah tangga juga."

Balas Liliana atas pertanyaan kasar Godou.

Dengan senyum sedih, Godou mengangguk. Karena dia melihat bahwa dia memiliki seorang maid, dia telah menyatukannya dengan Erica.

"Aku, jika itu baik-baik saja denganmu, suatu hari nanti, aku akan memasak sendiri untukmu, bagaimana dengan itu?"

"Wow. Aku akan menantikan itu. Ketika saatnya tiba, aku akan berada pada perhatianmu."

"Kalau begitu, ijinkan aku dengan baik, bersihkan kamarmu, dan cuci bajumu juga. Karena itu hanya 'baik', tolong serahkan semuanya padaku."

"Eh? Tidak perlu untuk itu, sebenarnya tidak apa-apa kalau kamu tidak sampai begitu ..."

"Tidak, ini juga tugas seorang ksatria! Karena kamu adalah [Raja], kamu tidak perlu memikirkan hal-hal sepele seperti itu!"

"B, bukankah itu salah!?"

Ketika percakapan mereka berkembang ke arah yang aneh ...

Dengan dentang, pintu terbuka, dan dua gadis memasuki kamar.

Erica Blandelli dan Mariya Yuri, teman-temannya yang telah berpisah dengannya selama sehari dan dengan orang yang datang dari Jepang.

"Ah, apa ini, kamu sengaja datang jauh-jauh ke sini untukku? Itu akan baik-baik saja meskipun kalian telah menungguku di Sardinia."

Tanpa berpikir panjang, Godou segera menyapa mereka.

Seketika, perutnya membeku. Pertama, mata Yuri yang jernih dan bermartabat telah muncul, dan menatap lurus ke arahnya, sementara Erica mengungkapkan senyuman lembut.

"Godou-san, kamu telah membiarkan orang lain mengkhawatirkanmu sebanyak ini, tapi kamu tidak menunjukkan tanda-tanda pertobatan. Tidak ada berita sama sekali tentangmu, mengkhawatirkan keselamatanmu, apakah kamu tahu seberapa besar kekhawatiran dan kecemasan yang kamu timbulkan kepada kami? — Tolong lakukan sedikit pencarian jiwa."

Yuri tiba-tiba mulai berkhotbah.

Godou, yang ditusuk oleh matanya dari Yasha, merasakan teror.

"Lebih buruk lagi, itu benar-benar berubah seperti ini, persis seperti apa yang sudah diduga oleh Erica ..."

"A, aku benar-benar minta maaf, Mariya. Aku mencoba untuk menghubungi, tapi aku tidak berhasil. O, omong-omong, apa maksudmu dengan 'seperti ini'?"

Meminta maaf dengan panik, Godou mencoba mengubah topik.

Mata Yuri lalu menjadi seperti badai salju di pegunungan beku, melihat ke arah Godou yang terbaring di tempat tidur dan Liliana, apa sebenarnya yang dia khawatirkan?

Lantas, Erica, yang telah tersenyum lembut dan indah sejak dia masuk.

Senyum yang anggun, namun menakutkan, seperti iblis.

—Bahaya, ini adalah bahaya yang sangat besar, nalurinya sebagai Campione memberitahunya.

"Yuri, jangan terlalu keras padanya. Dia adalah Raja, kamu harus memaafkan tindakannya yang sedikit nakal. Pada akhirnya, dia berhasil sehat, dan bahkan mengalahkan [Dewa Sesat]."

Menyampaikan pengertian, wanita yang bijaksana.

Tapi dia tak bisa membiarkan dirinya tertipu, ini adalah tipuan, dibuat untuk menyembunyikan serangan yang sebenarnya.

"Soal keberanian Godou, tindakan heroik, kami telah mendengar semuanya dari penyihir bernama Diana. Ini benar-benar mengesankan bagaimana kamu berhasil menemukan identitas sejati dewa tanpa kami, bahkan menggunakan inkarnasi [Pendekar] sejauh itu."

Tegang karena gugup, Godou mendengarkan pujian menusuk Erica.

Kapan? Kapan dia memulai serangannya? Bangsal ini seharusnya hanya berada di tingkat kedua, jika perlu, dia hanya hanya perlu memecahkan jendela dan melompat turun, lagian dia takkan mati.

"Aku harus berterima kasih pada Lily juga, sepertinya kamu sudah merawat Godou dengan baik ..."

Senyum elegan, terhadap teman masa kecilnya yang berambut perak.

Saat itu akhirnya tiba — kilatan baja. Sebuah pedang pendek muncul di tangan kanan Erica, dan dia menikam ke arah Godou dalam tindakan yang terlalu alami.

"W, whoaaaaaa!"

Dia sudah merasakan bahwa Erica akan melakukan sesuatu, tapi dia tidak menduga ini menjadi serius.

Godou berteriak, buru-buru keluar dari ranjang.

Lintasan dari pedang pendek itu ternyata lurus ke arah dadanya — apa targetnya adalah jantungnya!?

"Apa kamu sudah gila, Erica? Bukankah itu terlalu tidak sopan, terhadap raja kita!"

Liliana berteriak keras, memblokir pedang pendek Erica dengan pisau kecilnya.

Gakin!

Gan, gan, gan, gan, dengan bunyi benturan logam yang tajam, kedua sisi menggunakan teknik pedang yang cerdik, bertukar serangan intens dengan pisau kecil dan pedang pendek.

Dan kemudian, Erica pun menurunkan pedang pendeknya.

"Sudah kuduga, kamu membela Godou, Lily. Kamu tidak punya niat menyembunyikan apa pun?"

"Erica, aku tak punya apa pun untuk disembunyikan. Kalau kamu mengerti, maka hentikan kekerasan seperti itu nantinya. Berapa kali pun kamu marah, aku akan membelanya."

Kedua ksatria perempuan saling memandang dengan tatapan tajam, bertukar kata.

"E, Erica, leluconmu sudah berlebihan, ampuni aku ..."


Meskipun dia telah mengecil ketakutan oleh tatapan tajam itu, Godou masih mengatakannya.

"Kalau aku tidak menakutimu, itu tidak akan dianggap sebagai hukuman, bukankah kamu setuju? Bagaimanapun, Lily menutupinya untukmu, sesuatu seperti ini pasti takkan dilakukan."

"Hu, hukuman!?"

Erica menatap Godou yang terkejut dengan senyum murni.

Selucu gadis kecil, senyuman seperti bunga matahari yang mekar selama musim panas, entah bagaimana dia pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya.

"Aku sudah mengatakan ini sebelumnya, aku sangat murah hati, tapi aku juga seorang gadis yang tidak akan mengendalikan dirinya. Kalau aku memiliki sedikitpun kebencian padamu, aku akan menghukummu. Tak ada masalah, biarpun aku benar-benar menikammu, kamu tidak akan mati pula, dan sebaliknya, itu bahkan akan bermanfaat untukmu."

"Jangan konyol! Kenapa aku harus diperlakukan seperti ini!?"

"Ara, kalau aku tidak mengucapkannya, kamu tidak akan mengerti? ... kamu menggunakan [Pedang], kan?"

—!? Godou yang terkejut menarik napasnya.

Dia berpikir bahwa jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya, mereka tidak akan tahu. Godou telah mengandalkan itu, tapi itu terlalu naif, dia meremehkan kemampuannya untuk mengumpulkan informasi.

(Sebenarnya itu, Erica dan yang lainnya, setelah mencapai Naples, diberitahu oleh duo penyihir yang telah menyambut mereka bahwa: 'Ara Erica-san, aku menyesal telah membuatmu datang ke sini dengan sengaja — jangan cemas, tinggalkan saja dukungan Kusanagi-sama kepada kami, tak ada masalah!', 'Kata-kata kekuatan untuk memutuskan Perseus akan digunakan sesuka hatinya. Ini adalah bukti bahwa, biarpun Erica-sama tidak di sisinya, Kusanagi-sama pasti takkan merasa tidak nyaman!' Menjadi sumber informasi mereka. Tentu saja, tidak mungkin Godou tahu ini.)

"Orang yang memberimu pengetahuan untuk kata-kata kekuatan adalah Lily, kan?"

"Benar. Karena aku orang yang paling cocok untuk melakukan itu."

Erica menggunakan ekspresi tanpa humor untuk melihat Liliana si rambut perak yang sangat tenang.

Bertemu dengan musuh yang memiliki pertumbuhan besar dalam kekuatan, yang memicu lonceng peringatan — ekspresi semacam itu.

"Aku yang unggul dalam pedang, yang mahir dalam sihir, dan juga memiliki penerawangan roh, pertemuanku dengan tuanku, mungkin itu adalah takdir. Jika itu aku, aku akan bisa membantu tuanku dalam aspek apapun."

"'Tuanku,' katamu?"

"Ya. Dengan kejadian ini sebagai katalis, aku memutuskan untuk menjadi ksatria pribadi Kusanagi Godou, dan aku bahkan telah bersumpah. Erica, meskipun kamu seniorku, tapi aku tidak bermaksud menghormatimu untuk itu. Karena, kalau kamu membandingkan kita berdua, aku pikir bahwa dalam setiap arah, aku adalah orang yang lebih mampu dan berbakat."

Liliana memproklamasikan demikian, dan ...

Erica mulai tersenyum dengan 'fufu', dan Godou mulai berkeringat dingin.

Di balik senyum manis itu tersembunyi kehadiran yang menakutkan, Godou bisa merasakannya, dia lebih suka senyumannya yang seperti iblis daripada yang satu ini.

"Sungguh, orang yang putus asa ... Bukankah aku memberitahumu bahwa selain istri sahmu, kamu hanya boleh memiliki satu kekasih? Selanjutnya, kamu bahkan tidak mendapatkan izinku sebelum meletakkan tanganmu pada orang lain. Sudah kuduga, aku harus memberimu tusukan yang bagus, lebih baik jika aku memberimu pelajaran."

"Jangan gunakan ekspresi manis itu sambil menceritakan lelucon, itu benar-benar menakutkan!"

"Serius, ketika aku menceritakan lelucon, setidaknya aku akan berkelas soal itu. Saat ini, aku hanya menyatakan hal-hal yang memasuki pikiranku."

"Tenang dan dengarkan aku! Liliana tidak ingin menjadi kekasihku, dia ingin menjadi ksatriaku!"

"Godou, kedua frase itu memiliki arti yang sama, kamu harus mempelajari beberapa keterampilan retorik dan debat. Alasan dangkalmu untuk perselingkuhanmu, tidak menarik sama sekali."

"Perselingkuhan apa yang kamu bicarakan! Mariya, jangan diam saja, katakan sesuatu!"

Tidak mungkin memenangkan argumen dengan Erica.

Itu sedikit terlambat ketika dia menyadari, tapi Godou telah mengubah kata-katanya ke gadis lain. Tidak peduli betapa marahnya dia, Yuri yang benar dan tenang akan membantunya ...!

"Itu benar. Seperti yang Erica-san katakan, mungkin jika kami membiarkanmu ditikam sekali, Godou-san mungkin akan menyesali dan bertobat atas dosa-dosa yang telah dia lakukan. Demi bertempur dengan [Dewa Sesat], alasan semacam itu, mencuri bibir seorang gadis benar-benar terlalu ganas, tindakan semacam itu sama seperti pelanggaran seksual, jalan kejahatan."

Tidak ada bantuan yang diberikan.

Seperti seorang putri yang menghukum mati seorang penjahat, nada Yuri sangat dingin.

Dia tidak pernah mengira miko-san menggunakan kata-kata seperti Buddha untuk menegurnya, tetapi meskipun begitu Godou memutuskan untuk menahan diri ke akhir yang pahit.

"T, tapi pikirkan saja ... Mariya dan aku ... saat ketika kita melakukan itu, bukankah itu sama dengan situasi yang terjadi saat ini? Apakah tidak apa-apa kalau kamu tidak menggambarkannya seperti itu?"

"Tidak. Waktu itu adalah situasi yang benar-benar berbeda."

"Eh? Bukan?"

"Jelas beda. Bagaimanapun, tindakanmu kali ini dan tindakan kita sama berbedanya dengan langit dan bumi. Kata-kata kasar yang kamu berikan sebagai alasan, hanya untuk mengecilkan keparahan kejahatanmu."

Bahkan Yuri telah mengatakan itu, pikiran Godou menjadi berantakan.

Dia telah melarikan diri dari rahang kematian selama pertempurannya dengan Perseus, mengapa dia harus jatuh ke dalam krisis yang bahkan lebih buruk dari itu sekarang? Mengapa!?

"Kalian semua ini ... sungguh, sangat tidak menghormati tuan dan Raja kita, tapi jangan khawatir, Kusanagi Godou, aku satu-satunya ksatria yang setia selamanya padamu, menjadi pedang dan perisaimu, untuk berdiri di sampingmu tidak peduli dalam hidup atau mati."

Hanya Liliana yang membuat sumpah semacam itu untuknya.

Namun, semakin jauh dia menjadi pendukungnya, semakin besar dan kuat perasaan penindasan dan tekanan yang dia rasakan dari Erica dan Yuri.

—Godou telah mengenali tingkat bahaya status quo, dan menyadari fakta bahwa dia telah menjadi pemain dalam permainan kekuatan yang sangat rumit ini, dan dia kekurangan waktu dan pengalaman.

Saat ini, dia hanya bisa duduk di depan tiga gadis, gugup dan tak berdaya.

Malam yang panas di Naples tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar