Unlimited Project Works

21 November, 2018

Campione v6 1-4

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Bagian 4

Kapal penumpang mewah itu terjerat oleh ular raksasa berwarna putih-keperakan.

Dibandingkan dengan kapal setinggi tiga ratus meter, enam puluh meter dengan berat lebih dari lima belas ribu ton, ular besar itu tidak lagi tampak sebesar itu, tapi atmosfer khidmatnya masih ada.

Kali ini, tubuh ular yang indah ditutupi dengan luka dan diwarnai merah oleh sejumlah darah.

Langit malam dikaburkan oleh awan guntur. Saat petir turun ke permukaan, target palu dewa petir adalah kapal dibanding ular besar berwarna putih-keperakan.

Guntur menderu dan mendentam, berkedip dan berkobar.

Disambar petir, kapal penumpang mewah berubah menjadi api unggun yang tidak biasa.

Di tengah api, berdiri raksasa.

Rupanya agak luar biasa. Berdiri tegak di ketinggian lima belas meter, memiliki tubuh yang proporsional, dengan kulit gelap gulita bak malam, serta garis-garis wajah bergaris horizontal berwarna hitam dan kuning.

Juga, kaki kanan saja tampak menjadi obsidian, bukan daging.

Mencerminkan sinar bulan yang menggiurkan, itu terbuat dari batu yang bersinar.

Meliputi tubuh raksasa itu adalah kain berwarna cerah dengan warna merah, oranye dan hitam, dengan bulu unggas memberikan rupa aneh mirip kalkun. Silinder kayu yang tergantung di punggungnya membawa beberapa tombak.

Itu adalah rupa aneh yang memiliki kemiripan yang luar biasa dengan seorang dukun (shaman) agama primitif.

[Archmage]. Transformasi terkuat John Pluto Smith.

Raksasa yang tampak aneh serta ular putih-keperakan itu saling bertarung, betul-betul menghancurkan dermaga dan apa yang tersisa dari kapal. Sangat jelas, raksasa itu memiliki keuntungan. Seperti yang diperkirakan, hasilnya sudah diputuskan dari saat peluru sihir ditembak.

Percikan mengelilingi seluruh tubuh penyihir hitam, melepaskan serangan petir yang kuat.

Mencolokkan skala perak, petir panas membakar daging di bawahnya, menyebabkan tubuh ular raksasa Asherah menggeliat dengan kasar.

《Luar biasa, kehancuranmu sudah dekat, jika kau masih berencana untuk meledakkan diri sendiri, sekaranglah saatnya.》

Dari mulut si penyihir muncul suara John Pluto Smith.

《Tetapi, Asherah, kukira kau tidak lagi punya kekuatan untuk itu? Ledakan bunuh diri terakhir kali telah menghabiskan semua esensi dari nadi naga yang membawamu menimbun beberapa tahun. Kau telah kalah.》

"Sialan, berani-beraninya kau menghalangi kedatangan kedua ibu bumi yang agung, raja iblis! Dasar pembunuh dewa!"

Ular berwarna putih-keperakan berbicara dengan nada pendendam dengan suara Asherah, tetapi tanggapan John Pluto Smith tenang dan dingin.

《Betul. Akulah raja iblis, serta pembunuh dewa ... Itu sebabnya aku tidak menunjukkan belas kasihan padamu.》

Membawa kehendak kehancuran, pahlawan dan raja iblis menyatakan.

《Untuk menghancurkanmu, izinkan aku bercerita akan kehebatanku — sebagai yang mahakuasa, semua warga negara ada untuk kuperalat. Orang-orang adalah budakku, aku adalah angin malam, aku menguasai bumi dan langit, aku adalah penyihir yang paling mulia!》

Ini adalah mantra.

Mantra pemusnahan yang menghancurkan diri bersama dengan musuh, itu adalah seni rahasia transformasi yang memastikan kehancuran bersama.

Tubuh sang dukun tiba-tiba menghilang menjadi kabut. Berkumpul di sekitar kabut adalah percikan listrik yang mengeluarkan suara guntur.

《Akulah kapak malam yang memanggil keputusan! Dewa penciptaan dan kehancuran!》

Kabut listrik berubah menjadi api hitam. Ini adalah inkarnasi terakhir dari John Pluto Smith, [Api Pemusnahan].

Api hitam mengepung ular putih-keperakan, memakannya dalam satu gerakan.

"Oooaaaaaaaaah! Aaaaaaaaaaaaaaaah!"

《Bakar sampai akhir bersama dengan tubuhku, Asherah!》

Selagi api hitam membara membakar dan memakan ular eksotik itu, langit di atas Long Beach diterangi dengan warna yang aneh. Adegan ini adalah bukti kematian [Raja Lalat] dan kekalahan leluhur dewata Asherah.

Mengikuti perintah temannya, Jack buru-buru meninggalkan kapal.

Setiap kali John Pluto Smith mulai bertarung, yang terbaik adalah menjaga jarak.

Berbagai [Pengorbanan] dibutuhkan agar dia menggunakan sihir. Jika tidak hati-hati, orang bisa dengan mudah berakhir tragis seperti persembahan.

[Archmage] misalnya, itu membutuhkan struktur besar buatan manusia sebagai [Pengorbanan].

Kapanpun John Pluto Smith mengambil bentuk itu, dia tidak punya pilihan selain menghancurkan sebagian kota Los Angeles yang dia lindungi.

Ada juga [Pengorbanan] lain yang membuat hidup orang-orang terganggu, bahkan yang berdarah seperti pengorbanan hidup. Warga Los Angeles menjalani pengorbanan ini demi mendukung perjuangan sang pahlawan hitam.

Seperti pajak yang dibayarkan untuk mempertahankan perlindungan [Raja], sebagai subjek dari kebaikan dan kemampuannya, warga harus memenuhi kewajiban mereka melalui perpajakan.

Dari dermaga, Jack menyaksikan kemajuan pertempuran dari awal sampai akhir, tapi dia bukan satu-satunya penonton.

Pada suatu titik waktu, hampir seratus orang telah berkumpul.

Penduduk terdekat, orang-orang yang datang ke sini dengan mobil, mereka tidak kemari hanya untuk pertunjukan. Beberapa orang memerhatikan dengan serius pertempuran, sementara yang lainnya berdoa dengan tangan mereka disatukan, mata mereka tertutup rapat.

Kemungkinan besar, mereka datang untuk menyaksikan kembalinya pelindung Los Angeles.

Akhirnya mencapai kesimpulan, orang-orang menghela napas lega. Pada saat ini, sebuah suara terdengar.

"Jack, apa kamu baik-baik saja?"

Jack berbalik untuk mencari wanita Kaukasia berusia dua puluh tahun. Dia pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya — sebenarnya, ini adalah wajah yang sangat familier.

"Allison? Kenapa kamu di sini?"

"Semua karena kamu membuat panggilan telepon! Apa-apaan ini, kedengarannya seperti pesan kata-kata terakhir!"

Allison memeluknya dengan marah.

Jack menerima pelukannya tanpa berpikir, memeluk wanita yang paling dicintainya sekuat mungkin.

"Darurat berbahaya lainnya lagi, aku sangat cemas! Aku terus mengecek berita di radio dan internet ... Begitu aku mendengar dari siaran radio, orang itu — raja kita telah kembali setelah sepekan, aku segera bergegas kemari."

Di kota ini ada stasiun radio publik yang menyiarkan penampilan John Pluto Smith secara langsung. Di internet, yang lain melakukan hal yang sama dengan semangat yang sama.

Walau pelindung bertopeng dianggap sebagai pahlawan tidak resmi, ada orang-orang yang menganggapnya sebagai tiran yang mengganggu kehidupan kota yang damai, dan bahkan mengambil langkah-langkah pertahanan diri.

Biasanya, mereka yang menyediakan informasi evakuasi ke penduduk terdekat.

Namun, upaya mereka kali ini mencapai hasil mempublikasikan kembalinya sang pelindung, menyebabkan orang berkumpul di tempat ini.

Selanjutnya, tanpa disadari mereka telah membantu dua kekasih bersatu kembali, ketika Jack dan Allison membenamkan diri mereka dalam pelukan yang mendalam, menegaskan keberadaan masing-masing.

Pada saat ini, langkah-langkah tertentu terdengar sekali lagi, suara gemerincing sepatu berujung logam yang menyentuh tanah.

Jack mendongak dan Allison mengikutinya.

Keluar dari kedalaman kegelapan, John Pluto Smith berjalan ke arahnya. Orang-orang menyambutnya dengan mata percaya dan rasa hormat yang menakutkan, tapi tidak ada yang berani berbicara dengannya.

Orang-orang secara otomatis membuka jalan untuknya, menatap pria aneh ini dari jauh.

Dia adalah pahlawan yang melindungi rakyat, tapi bukan itu saja.

[Raja] yang ditakuti dan dikagumi oleh orang-orang, dia adalah raja gelap yang membimbing kota tanpa para malaikat ini.

"Sepertinya kamu melarikan diri dengan aman. Bagus. Kalau kamu tidak punya kemampuan begitu saja, kamu tidak akan memenuhi syarat untuk menjadi asistenku."

"Smith, bisakah kamu tidak membebaniku dengan peran Dr. Watson? Aku tidak berniat berhenti dari pekerjaanku saat ini ... tapi tetap saja, aku tidak menantikan tugas yang lebih aneh di masa depan."

Jack menjawab salam sang raja dengan gelisah.

Mungkin karena menaklukkan musuh bebuyutannya, John Pluto tersenyum gembira.

"Kalau kamu suka, peran Dick Grayson tidak buruk juga! Adapun tempat kerjamu saat ini, aku akan membantumu membuat aturan. Ini bisa diselesaikan dengan segera — oh omong-omong, tentang saran yang kubuat di kapal, perayaan kecil... itu ..."

Dalam waktu yang sangat langka, John Pluto yang biasanya berlidah tajam mendadak kehilangan kata-kata.

Mengamati arah pelindung temannya, Jack menemukannya tengah menatap wanita di sampingnya.

"Smith, biar kuperkenalkan. Dia adalah Allison, seseorang yang paling berharga bagiku."

Saling menukar pandangan dengan mantan tunangannya, mereka saling tersenyum.

"Oh, aku pernah mendengar nama itu sebelumnya, itu adalah partner aslimu ... Kamu pernah menyebutkannya sekali, tapi kamu putus setengah tahun lalu, aku mendapat kesan kamu mengatakan itu ..."

Jack merasa ini malam keberuntungannya, baginya untuk dapat menyaksikan adegan langka seperti itu.

Entah tidak diketahui alasannya, John Pluto Smith menjadi sangat bingung. Melihat temannya kehilangan ketenangan untuk kali pertama, Jack tidak bisa menahan tawa masam.

"Wow luar biasa kamu ingat itu. Kamu benar, tapi pada akhirnya kami kembali bersama lagi ... Ya, tentang perayaan itu, kalau bisa ... Bisakah kita membiarkan Allison bergabung dengan kami--"

"Tidak tidak! Harap pertimbangkan dengan hati-hati saranmu."

John Pluto menjawab dengan panik.

"Perilaku seperti itu tidak konsisten dengan gayaku. Orang sepertiku seharusnya tidak membuat saran yang sia-sia begitu karena terlalu bersemangat sebelum pertempuran. Tolong lupakan saja."

"Oh, aku benar-benar tidak keberatan ... Tapi yang jelas kamu adalah orang yang mengundangku lebih dulu, jadi itu benar-benar keras kepalamu."

"Ya, akulah orang yang keras kepala dan berubah-ubah, jadi tolong maafkan kekasaran atas ucapanku. Maafkan aku."

Kembali normal lagi, teman bertopeng itu meminta maaf kepada Jack dengan bangga.

Jack tertawa masam. Sebaliknya John Pluto Smith. Dia adalah pria yang menjaga jarak dan menjaga kerahasiaan bahkan terhadap teman terdekatnya.

"Sudah saatnya bagiku untuk pergi. Selamat tinggal, Jack!"

Ketika teman bertopeng menyelesaikan kata-katanya, lampu di sekitarnya semua mati.

Semua sistem pencahayaan di daerah Long Beach kehilangan fungsinya.

Lampu jalan padam dan begitu pula lampu depan mobil. Sepanjang jalan sampai fajar, tak ada cahaya yang bisa dihasilkan. Walau mengeluarkan senter, itu tidak berguna.

Lalu John Pluto Smith berubah.

Menggunakan cahaya sekitarnya sebagai [Pengorbanan], dia mengubah dirinya menjadi [Jaguar]. Dulu, transformasi ini pernah menjejalkan seluruh Hollywood dalam keadaan gelap.

Jack dan kerumunan orang masih bisa melihat bentuk dalam kegelapan pekat.

Pahlawan dalam bentuk [Jaguar] — dengan sepasang mata berkedip terang bagai zamrud dalam kegelapan.

Ooooooohhhh! Raungan hewan yang menakutkan menerobos malam yang gelap ketika inkarnasi John Pluto Smith menghilang bagai angin yang berhembus.

"Jadi, selamat tinggal, John Pluto Smith."

Melihat temannya pergi, Jack bergumam sendiri, namun itu bukan perpisahan permanen.

Ketika kota kacau ini menemukan dirinya dalam krisis baru, [Raja] dengan topeng hitam pasti akan kembali. Dan kemudian, ketika teman-temannya sungguh membutuhkan kekuatannya, dia pasti akan kembali—
Share:

0 komentar:

Posting Komentar