Unlimited Project Works

30 November, 2018

Little Mokushiroku v1 Prolog 0-2

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
“Sheesh! Tepat setelah aku berhasil lolos ke planet di antah berantah ini!” Umpat Iris saat melihat ke belakang.

Ada dua bayangan yang mengikutinya, melompat dari atap ke atap bak manusia super.

Pengejarnya berasal dari planet asalnya, Finerita. Mereka mengenakan kacamata hitam serta tuksedo, dan sekilas pandang, tampak mirip dengan penduduk asli planet ini — Penduduk Bumi, mereka dipanggil begitu. Tapi mereka mempunyai ekor layaknya kuda yang menyembul dari belakang mereka, yang menunjukkan bahwa mereka sebenarnya bukan dari planet ini sama sekali.

Tentu saja, Iris punya ekor yang serupa. Dia juga alien. Bukan saja dia orang asing, dia juga pewaris pemerintahan Finerita. Tapi sekarang dia kabur dari rumah.

Alasannya sederhana: dia tidak menyukai pria yang diminta ayahnya untuk menikah. Apalagi, itu bukan permintaan. Dia dijual ke penguasa sebuah negara yang jauh lebih besar. Kehendaknya sendiri sama sekali tidak penting.

Dia telah memberitahu ayahnya bahwa tidak mungkin dia mau. Dia telah melakukan warp acak di pesawat ruang angkasa pribadinya sendiri, dan akhirnya berhasil lolos jauh ke planet yang jauh ini. Tapi para pengejar tepat di belakangnya. Tampaknya ayahnya tahu persis ke mana dia akan pergi.

Tapi bukan berarti dia akan membiarkan mereka menangkapnya. Iris berlari. Dia berlari mati-matian. Tapi akhirnya, dia mendarat dengan susah payah di atap bangunan tua, dan terjun di papan yang lapuk.

“Eeyaaaah!” Setelah dia mendarat, awan debu dan debu beterbangan, menyilaukannya dan pengejarnya. Dia mengumpat lagi saat debu menempel di tubuhnya.

Lalu dia melihat seorang anak lelaki. “Sebelah sini! Ayo pergi dari sini!”

“Huh?” Di dalam awan debu yang tidak membiarkannya melihat lebih dari sepuluh sentimeter di depan wajahnya, anak itu meraih tangannya dan berlari.

Begitu mendadak, dia tak tahu bagaimana harus bereaksi. Tetap saja, dia membiarkannya menuntunnya keluar dari bangunan.

Anak itu adalah seorang penduduk Bumi, dia menyimpulkan. Dan sepertinya dia juga menyelamatkannya.

Apa yang terjadi? Tunggu, tangannya ... meskipun dia orang asing, dia anak lelaki, dan inilah saat pertama dia menyentuh tangan seorang anak lelaki. Saat dia membawanya pergi, dia bisa merasakan pipinya memerah dan jantungnya berdegup kencang.

Anak lelaki itu membawanya pergi beberapa saat ... dan akhirnya, dia berhenti dan mulai terengah-engah. Tampaknya penduduk Bumi jauh lebih lemah daripada penduduk FInerita, tapi dia tidak berniat meninggalkannya untuk melarikan diri lebih jauh lagi.

“H-Hei ... siapa namamu?” Entah mengapa, suaranya dingin dan kasar. Anak lelaki itu masih memegang tangannya, dan dia merasa sangat malu.

Anak lelaki itu berkata bahwa namanya adalah Rekka Namidare.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar