Unlimited Project Works

07 Desember, 2018

Campione v5 1-1

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Ketika orang membicarakan kuil di Yushima di kawasan Bunkyou, itu biasanya Yushima Tenjin.

Ada juga Kanda Myoujin yang terkenal di dekatnya. Tapi sekarang, dia tidak berada di tempat utama. Ada kuil yang tenang di belakang jalan Yushima. Biasanya tanpa pendeta maupun miko full-time, kuil kecil ini dirawat oleh paroki sekitar.

Dia membuka pintu ke kuil depan yang nyaman dan melangkah masuk.

Orang-orang dari sekitarnya yang melihat sekilas dia mungkin berpikir itu aneh.

Karena setelah membuka pintu yang biasanya tertutup, siswi SMA yang mengenakan seragam berlengan pendek mulai berkeliaran tanpa malu. Tapi karena dia tidak melanggar hukum, tak ada alasan untuk menegurnya.

Selain itu, pukul lima pagi. Hampir tak ada pejalan kaki yang lewat.

"Aku bilang aku paham, kek. Ya, aku baik-baik saja, mungkin ... ohh tutup. Yah, aku belum pernah pacaran dengan laki-laki, tapi ... dan salah siapa menurutmu itu?"

Sambil duduk dengan sikap seiza, dia berbicara keras lewat ponselnya.

Di luar, angin kencang bertiup dengan keras.

Angin yang menderu terus mengguncang kuil seolah-olah itu adalah satu langkah pendek untuk mengembuskannya. Langit tertutup awan gelap dan terlihat akan hujan setiap saat.

"Eh, bagaimana cara merayu seorang pria? ... Jika kakek yang mengajariku, itu tidak akan ada gunanya. Kakek berada di belakang waktu terbaik, tahu? Aku akan belajar sendiri."

Dengan satu tangan, gadis itu membuka paket di lantai secara terampil.


Sebilah pedang panjang dengan sarung berwarna hitam muncul. Itu adalah partner andalannya, tiga shaku, tiga matahari, lima bu. (TLN: 1 shaku = 30,3 cm, 1 matahari = 3,03 cm, 1 bu = 3,03 mm)

Tepat di sebelahnya, sepuluh lembar kertas aneh berserakan. Itu adalah laporan investigasi pada dua gadis seusianya.

"Terlepas dari itu, aku menemukan seorang gadis yang menarik ... Ya, benar, salah satu kekasih raja ... Ya, karena aku tidak ingin kalah. Akan aku pastikan dia keluar dari Jepang ... ya ... iya iya. Tentu saja aku siap menggunakan kekerasan jika perlu. Itu lebih menarik. Oke, aku akan menghubungi kakek lagi."

Usai mengakhiri percakapan, gadis itu mengambil salah satu lembar kertas.

Erica Blandelli. Penduduk asli Milan, Italia. Anggota Asosiasi Sihir [Salib Tembaga Hitam], Usia 16 tahun.

Tinggi 165cm. BWH 87/58/88.

Bahkan ada foto terlampir. Itu menunjukkan seorang gadis yang sangat cantik.

Dia, Seishuuin Ena, tersenyum puas sambil melihat informasi pribadi [Diavolo Rosso].

"Sebagai lawan, dia tidak kekurangan apa-apa. Gadis ini pasti akan mengizinkanmu dan Ena bersenang-senang."

Sambil memanggil partnernya yang tergeletak di lantai, Ena menatap keluar.

Itu menjadi benar-benar diam.

Angin kencang telah melemah dan sinar mentari menusuk awan.

"Jadi, angin itu adalah kesalahan kakek ... dia kakek yang menyusahkan."

Usai mengangkat bahunya dan bergumam, Ena hendak memasukkan ponselnya ke sakunya ketika dia ingat bahwa itu benar-benar habis. Berhenti di tengah jalan, dia mulai mencari pengisi baterai yang seharusnya ada di tasnya.

Ponsel yang Seishuuin Ena bicarakan tidak memiliki sumber listrik.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar