Unlimited Project Works

17 Desember, 2018

Little Mokushiroku v1 1-2

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
“Sesuatu” jatuh dari atas, dan membawa banyak puing bersamanya. Rasanya dia menginjak langit yang retak dan lapuk di atas, lalu terjatuh melewatinya. Seperempat atap telah runtuh, jatuh tepat di atas Messiah. Pada saat bersamaan, semua debu di tanah telah terbang ke udara, membentuk tirai berasap yang menutupi seluruh ruangan.

“Cih! Apa yang terjadi?” Aku bisa mendengar Messiah berteriak dari balik debu. Bahkan semua reruntuhan yang runtuh di atasnya tidak cukup untuk membunuhnya?

Tapi ini adalah kesempatan sempurna untuk lolos! Aku memasukkan telepon Satsuki ke sakuku dan mulai berlari. Ada begitu banyak debu sehingga aku tidak dapat melihat apapun, tapi aku berhasil lari ke tempat terakhir aku mengingatnya berdiri, dan meraih apa yang terasa seperti dia.

“Sebelah sini! Ayo pergi dari sini!”

“Huh?”

Dia mulai mengatakan sesuatu, tapi aku sangat tergesa-gesa sehingga aku menuju pintu belakang pabrik tanpa menunggu jawabannya. Aku terus membanting benda, tapi kami berhasil keluar dari gedung, dan aku langsung menuruni bukit tanpa melihat ke belakangku.

“Aku akan melindungimu, bagaimanapun caranya!” Teriakku, terengah-engah. Mungkin aku hanya berusaha mengalihkan perhatianku dari terorku sendiri. Itulah satu-satunya cara agar aku bisa terus berlari.

Aku ingat sepedaku di tengah bukit, tapi tidak mungkin kembali mengambilnya sekarang, jadi aku terus berlari. Aku tidak tahu berapa lama aku berlari. Aku terus meneriakkan sesuatu untuk mendorongnya saat kita melarikan diri. Itu adalah satu hal yang bisa kulakukan untuk membuatnya merasa lebih baik.

Pada saat akhirnya aku mencapai batas, kami cukup jauh sehingga aku tidak dapat melihat bukit dengan pabrik di atasnya lagi.

“Hahh ... hahh ...” Mulutku terasa seperti pasir. Aku menginginkan air, dan buruk. Sepertinya Messiah tidak mengikuti kita, jadi kita pasti berhasil lolos dengan selamat. Dan kemudian “Satsuki,” yang sudah sangat pendiam sejauh ini, bertanya ...

“H-Hei ... siapa namamu?” Itu adalah suara yang tidak kukenal.

“Huh?” Aku berbalik kaget, dan melihat aku memegangi tangan milik seorang gadis yang belum pernah kulihat sebelumnya.

“Namamu. N-A-M-A. Katakan padaku.”

“R-Rekka ... Namidare.” Aku sangat tercengang sehingga aku tidak dapat melakukan apapun kecuali menjawab pertanyaannya.

“Rekka Namidare ... Rekka, ya?” Untuk suatu alasan, dia mengulangi namaku untuk dirinya sendiri dengan gembira.

Tunggu. Bagaimana ini bisa terjadi? Aku melihat ke arah R, yang telah diseret bersamaku, meminta bantuan.

“Kau menangkap gadis yang salah saat kau berada di awan debu.” Serius? Tapi darimana gadis ini berasal? Oh, itu dia. Dia pasti yang jatuh di atap. Kalau dipikir-pikir, aku ingat pernah mendengarnya menjerit sebelum jatuh.

“Hei, apa kau mendengarku?”

“Huh? Tidak, um ... ada apa?”

“Duh! Aku cukup baik untuk memberimu namaku, jadi dengarkan aku!” Gadis itu cemberut marah, mengguncang ekor kembar perak panjang yang jatuh ke kakinya.

Lalu dia meletakkan tangannya ke dadanya, ditutupi oleh gaun berenda yang aneh, dan membusungkan dengan bangga. “Namaku Iris Fineritas Cyphercall. Aku adalah satu-satunya putri ketua Owaria, badan penguasa tertinggi di Planet Finerita. Biasanya penduduk asli yang rendah dari planet primitif seperti ini tidak akan pernah bisa menyentuhku, jadi seharusnya kau merasa terhormat!”

“Huh? Oh maaf!” Tiba-tiba aku menyadari bahwa aku masih memegang tangannya, dan buru-burumelepaskannya.

“Bego. Kubilang seharusnya kau merasa terhormat, bukan? Kali ini spesial, jadi aku akan melepaskanmu begitu saja.” Tapi buru-buru Iris meraih tanganku lagi dan tersenyum padaku.

Dia memegang tanganku begitu rapat sehingga kupikir aku tidak bisa melepaskannya. Sebenarnya sakit sekali. Tapi pada saat yang sama, itu lembut. Rasanya aneh.

“Ke-Kenapa kali ini spesial?”

“Tentu saja, karena kau menyelamatkanku saat aku dikejar.”

“Hah?” Apa yang dia bicarakan?

“Dari apa yang dia bilang, mungkin dia juga dikejar? Lalu dia jatuh di atap pabrik itu saat dia berlari. Lalu kau meraih tangannya dan kabur bersamanya, dan sekarang dia mengira kau menyelamatkannya?” Kepalaku mulai terasa sakit, jadi R membantunya menawarkan teorinya sendiri.

“D-Dengar, aku ...”

“Dan kau bilang kau akan melindungiku, bagaimanapun caranya! Aku tidak pernah menduga bahwa aku benar-benar akan mendengar seorang cowok mengatakan sesuatu seperti itu!” Iris meletakkan tangan yang tidak menempel di pipinya dan menggeliat maju-mundur. Terbukti, dugaan R tepat.

“Hah ... hahahah ...” Dia keliru soal beberapa hal, sebenarnya, tapi rasanya tidak tepat untuk memperbaikinya.

Jika aku meninggalkan Satsuki di pabrik, aku harus kembali dan menjemputnya. Aku mencoba mengatakan kepada Iris bahwa aku sedang terburu-buru, tapi dia tidak mendengarkan.

“Ya, sudah teratasi! Rekka— kau bisa menjadi pacarku!”

“Hah?!” Bukankah itu melompati banyak langkah?!

“Kalau aku menunjukkan pada Ayah, aku punya pacar, dia pasti akan menyerah pada pernikahan bodoh itu. Sekarang, yuk pergi!” Dia mengeluarkan barang aneh dari tas yang disampirkan di bahunya. Kelihatan seperti makeup compact. Setelah dia membukanya, aku bisa melihat beberapa tombol. Dia menekan salah satunya dengan jari ramping.

Semua di sekitar kita tiba-tiba menjadi lebih gelap saat benda terbang besar muncul di atas.

“U ... U ...”

“Sepertinya UFO, bukan?” Aku terlalu kaget untuk bergerak, tapi suara R tenang.

Iris menekan tombolnya lagi, dan kali ini seberkas sinar misterius turun dari UFO — dan mulai menyedot kami ke atas.

Apakah ini akan menjadi seperti mutilasi ternak?! Tunggu, aku baru menyadari hal ini setelah kita mulai melayang, tapi Iris memiliki ekor yang keluar dari pantatnya! Apakah dia sungguh alien?

“T-Tunggu! Bagaimana dengan apa yang kuinginkan?!”

“Kau harus melindungiku bagaimanapun caranya, bukan? Nah, jadilah pacarku, oke?”

“Itu adalah kesalahpahaman besar!” Teriakanku ditelan oleh cahaya UFO, dan begitulah aku.


“Mm...”

“Oh, kau sudah bangun?”

Apa aku pingsan? Aku berada di ruangan yang tidak kukenal. Langit-langit dan lantai mengilap dengan perak kusam. Ada dua jendela di dinding dan sesuatu yang tampak seperti panel kontrol. Sepertinya aku tidur di lantai.

“Sheesh, kau bikin aku takut. Manusia sungguh gak bisa mengatasi perubahan gravitasi mereka. Oh, dan kau kotor, jadi aku membersihkanmu dan pakaianmu saat kau tertidur.” Iris menyeringai, dan wajahnya sangat dekat denganku. Tunggu, kalau aku tidur di lantai, kenapa rasanya bagian belakang kepalaku menyentuh sesuatu yang lembut?

“U-Uwah!”

“Apa? Apa ide tidur di pangkuanku sangat mengganggumu?”

T-tidur di pangkuannya?! Aku tidak pernah menyangka akan mengalami hal itu! Aku merasa wajahku berubah merah, tapi aku tidak bisa tidak melihat paha Iris. Jadi kepalaku terbaring di paha terbuka itu ... Tunggu dulu.

Ketika aku menengok ke bawah, aku bisa melihat ekornya memantul bolak-balik dengan gembira. Rambutnya mulus bak ekor kuda, dan warnanya perak, sama seperti rambut cantik di kepalanya. Lucu sekali, pikirku, tapi itu juga bukti yang tak tergoyahkan bahwa dia bukan manusia biasa.

“Tunggu, dimana aku?!” Tanyaku, sedikit terlambat.

“Di dalam pesawat ruang angkasa.”

“Bukan itu! Dimana pesawat ruang angkasanya?” Aku menekan wajahku menghadap ke jendela untuk melihat ke luar.

Di sisi lain jendela, aku bisa melihat ruang angkasa ber-warp buram yang bersinar dengan warna pelangi.

“Inikah ... ruang angkasa?”

“Ini warp space. Kita menuju ke Planet Finerita. Seharusnya sekitar tiga jam atau lebih, kukira?”

“Tiga jam?! Aku tidak punya waktu tiga jam! Kirimkan aku kembali ke Bumi, sekarang juga!” Satsuki dalam bahaya. Aku perlu buru-buru kembali dan menyelamatkannya.

Tapi jawaban yang keluar bukanlah yang kuinginkan.

“Aku tidak bisa. Warp space adalah jalan satu arah. Begitu kau berada di dalam, kau tidak bisa keluar sampai kau mencapai tujuan. Kalau kau ingin kembali, kau harus menunggu sampai kau tiba dan kemudian warp lagi.”

“T-Tidak mungkin ...” Aku terhuyung dan berlutut.

“Apa yang terjadi padamu? Ada apa?”

Aku ingin berteriak padanya, tapi rasanya aku tidak punya kekuatan. Kalau saja aku tidak salah mengira Iris adalah Satsuki ... tapi penyesalan tidak akan membantuku. Aku hanya harus berdoa untuk keselamatannya sementara aku menunggu warp ini berakhir, dan kemudian meminta Iris untuk membawaku kembali.

Tapi butuh setidaknya enam jam untuk kembali tidak peduli seberapa cepat aku bergegas. Aku merasa akan pingsan.

Iris marah lagi saat melihat tampangku. “Ayo, kendalikan dirimu! Aku tidak bisa mengenalkanmu pada Ayah seperti itu.”

“Huh? Ayah? Mengenalkanku?”

“Betul. Aku akan bilang bahwa kau adalah pacarku, dan mengenalkanmu pada Ayahku.”

“Kenapa?”

“Agar Ayah berhenti menikahiku dengan Raja Satamonia!”

“Kenapa?” Iris semakin marah.

“Aku tidak mengatakan sepatah kata pun tentang ingin menikah! Makhluk Satamonia yang menjijikkan itu terus berusaha merayuku. Dan Ayah mencoba melepaskanku karena dia tidak ingin membuatnya marah. Dia mencoba menikahiku untuk membantunya secara politik! Gak, pada dasarnya dia berusaha mengorbankan aku!”

“Tentu, itu kedengarannya buruk, tapi apa Raja Satamonia ini sangat menyeramkan saat dia marah?”

“Dia, ya. Federasi Galaksi Raya(Greater Galactic Federation) ... tunggu, kau takkan tahu apa itu. Ini pada dasarnya seperti pemerintahan ruang angkasa. Dan itu dijalankan oleh perwakilan dari 72 planet, dipilih oleh masing-masing galaksi. Dan planet rumahku, Planet Finerita, memiliki salah satu dari 72 kursi tersebut, tapi karena bersifat politik, semua faksi dan hierarki ini ada.”

“Lantas, planet Raja Satamonia tinggi di hierarki itu?”

“Yup. Dia adalah pemimpin sekelompok fasis bodoh dan kasar. Dan juga ada rumor gelap tentangnya. Mereka bilang bahwa pasukannya sedang menjarah beberapa planet dan benda-benda perbatasan. Mendengar hal itu membuatku jengkel.”

Jika memang benar, Raja Satamonia memang orang jahat.

“Bagaimanapun, aku tidak mau menikahinya!”

“Uwah!” Kenapa dia menyambarku?!

“Jadi ... kau bisa menjadi pacarku, lalu itu akan memecahkan masalah!” Suaranya yang bernada tinggi menggelitik telingaku. Aku bisa merasakan dua benda lembut menempel di punggungku. Rasanya seperti puding! Benda itu bikin mustahil untuk berpikir.

“Tidak, kenapa aku ...”

“Karena kau akan menyelamatkanku, kan? Dan kau agak keren saat mencengkeram tanganku dan menarikku keluar dari sana. Dan ini suatu kehormatan menjadi pacarku, meski berpura-pura saja.”

“Oke, oke! Lepaskan aku!”

“Huh? Kenapa?” Iris memiringkan kepalanya dengan bingung. Sepertinya dia tidak melakukannya dengan sengaja.

Tolong! Berhenti menekan benda lembut itu ke dalam diriku! Kumohon! Huh? Apa? Aku harus berpura-pura menjadi pacarnya untuk menghentikannya menikah. Tapi aku harus kembali dan menyelamatkan Satsuki dari Messiah, dan ... tunggu, dia ... dia ... mereka ... gah! Aku gak bisa berpikir! Aku mesti melepaskannya dariku agar aku bisa berpikir sejenak.

“Maaf, tapi apa ada yang bisa diminum? Aku sangat haus.”

“Oh, kalau dipikir-pikir, kau sudah banyak berlari. Tunggu. Aku akan membawakanmu sesuatu sekarang.” Iris turun dariku, dan melewati salah satu pintu geser sci-fi mewah ke ruangan sebelah untuk membawakanku minum.

“Baiklah, R.”

“Apa?” R, yang telah diam selama ini, mengangkat tangannya dan menjawabku.

“Izinkan aku mengajukan pertanyaan.”

“Tentu. Selama itu bukan sesuatu yang akan membantumu menyelesaikan salah satu ceritanya.”

“Kalau begitu biarkan aku bertanya langsung padamu. Aku terlibat cerita siapa sekarang?”

“Iris, kurasa.”

“Lalu apa yang terjadi dengan Satsuki? Apakah dia selamat?”

“Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi jika pertanyaanmu adalah apakah kau masih terlibat dalam cerita Satsuki, jawabannya adalah iya.”

Sial. Kupikir dia akan mengatakan itu.

“Jadi aku terjebak dalam cerita Satsuki dan Iris pada saat bersamaan?”

“Kau sangat populer! Semua cerita yang berbeda ini menginginkan sebagian dari dirimu.”

“Jangan bertindak seperti itu hal yang baik!” Bagaimana aku bisa menyelamatkan teman masa kecilku dan seorang putri ruang angkasa pada saat bersamaan?

“Baiklah, untuk bagianku, aku lega melihatmu bisa tersipu dan bersikap malu terhadap para heroine.”

Grr ... aku baru menyadari bahwa R telah melihat semua yang terjadi saat aku tidur di pangkuannya dan saat dia telah mendorongku.

“Bagaimanapun, Rekka, apa kau tidak terlalu panik?”

“Cowok manapun akan bereaksi seperti itu!” Aku berusaha mati-matian untuk membela diri, tapi R hanya menyeringai.

“Sheesh ... apa pendapatmu tentang Iris, R?”

“Aku gak yuri.”

“Bukan itu maksudku!”

“Aku cuma bercanda. Pendapatku tentang Iris? Hmm ... kupikir dia adalah orang yang sangat jujur yang mengatakan apa yang dia sukai dan apa yang tidak dia sukai. Kau bisa memanggilnya egois atau kekanak-kanakan, kalau kau suka. Tapi dia memiliki cara yang sangat alami tentang dirinya.”

Hmm ... pendapatnya hampir sama denganku. “Dia anak kecil, dengan cara yang baik dan buruk.”

“Tapi dia tidak punya tubuh anak kecil.”

“Diam!”

“Tapi kau memutuskan untuk membantunya setelah kau merasakan payudaranya, bukan?”

“Gak!” Begitu aku balas berteriak padanya, pintu terbuka dan Iris kembali.

“Gak, apa?”

“Tidak, tidak ada!” Iris tidak bisa melihat R, jadi aku bisa menjelaskan jalan keluarnya.

“Nih, jus.” Dia menawariku cairan jeruk yang rasanya seperti minuman olahraga. Rasanya memenuhi mulutku dan segera memendam rasa hausku.

“Rasanya sangat enak.”

“Benarkah? Aku senang.” Iris tersenyum.

Jujur saja, pemandangan itu indah untuk dilihat.

“Huh? Ada apa?”

“Tidak, tidak ada!”

“Kau mengatakannya beberapa saat yang lalu.”

Gah ... aku tidak pernah bicara dengan perempuan sepanjang hidupku kecuali ibuku dan Satsuki. Tingkat perjumpaan naik terlalu cepat! Aku tidak tahu bagaimana menangani ini!

Sambil meneguk jus untuk menyembunyikan wajah merahku, Iris mendorong tubuhnya ke arahku. Payudaranya menempel di punggungku lagi, dan aku hampir menyemprotkan minumanku.

“Hei, apa kau sibuk?”

“Huh? T-tidak, tapi um ... lepaskan aku ...” Aku mencoba bergerak perlahan, tapi aku tidak bisa melepaskan tangan yang dipegangnya di pundakku. Apa penduduk FInerita lebih kuat dari manusia?

“Akan kutunjukkan sekeliling pesawat. Planetmu— Bumi, bukan? Memang belum ada teknologi seperti ini, ya? Aku yakin kau bakal menikmatinya.”

“Baik. Baik, lepaskan aku ...”

Iris menjauh sedetik kemudian, tapi akhirnya aku membiarkannya menunjukkan padaku di sekitar pesawat.

Satu-satunya tempat yang tidak benar-benar didekorasi adalah ruang kontrol tempat diriku berada. Semua kamar lain memiliki dinding putih lembut atau merah muda, dan kamar pribadinya dipenuhi funitur mewah dan hiasan yang disukai perempuan. Rasanya tidak berbeda dengan rata-rata penduduk Bumi.

Ruang terakhir yang dia tunjukkan adalah ruangan yang kecil di buritan kapal.

“Tempat apa ini?”

“Hmm ... ini seperti gudang, kurasa.”

Iris berkata “buka” dan pintunya terbuka dengan bunyi heboh. Aku masuk ke dalam dan melihat bahwa itu penuh dengan berbagai macam hal yang berbeda. Aku tidak bisa membayangkan apapun, tapi ada yang menarik perhatianku.

“Apa ini?”

“Arloji warp. Ini alat teleportasi kecil.”

“Huh, keren.” Sama seperti namanya “arloji warp”, itu berbentuk seperti arloji kecil.

“Mau dinyalain?”

“Boleh?” Dia memberiku izin, dan aku mencobanya. Kau memakainya seperti arloji biasa. Hmm? Tidak bisakah aku menggunakan ini untuk kembali ke Bumi?

“Hei, bagaimana kau menggunakan benda ini?”

“Itu mudah. Kau menekan tombol di samping untuk mengaktifkannya, lalu masukan koordinat tempat yang ingin kau warp dan aktifkan.”

“Koordinat?”

“Sumbu koordinat spasial, berdasarkan tempat saat ini kau berdiri.”

Aku sangat mengerikan dalam matematika.

“Oh, dan karena ini alat kecil, hanya bisa memindahkan kau beberapa ratus kilometer. Dan itu cuma bisa memindahkan satu atau dua orang, dan mungkin benda yang mereka pegang.”

Jadi, meski aku bisa menggunakannya, aku tidak bisa kembali ke Bumi. Aku mendesah kecil saat kupikir dia tidak melihat, lalu aku mengambil sesuatu yang tampak seperti pistol.

“Apa ini?”

“Pistol laser.”

Kurasa aku pernah melihat senjata seperti ini di film fiksi ilmiah. Ini sungguh keren.

Aku merasakan rasa kagum saat melihat senjatanya, tapi aku bisa melihat Iris cemberut di sampingku. Apa aku melakukan sesuatu yang salah?

“Um ... kelihatannya kau agak kesal. Ada apa?”

“Aku tidak suka benda itu. itu dari Satamonia. Tapi itu sangat kuat, dan kadang-kadang planet yang belum berkembang bisa jadi berbahaya ...”

“Oh begitu.” Dia pasti sangat membenci si Raja Satamonia ini.

Aku akan merasa sangat jahat jika dia harus menikahi pria seperti itu. Tapi ... dibandingkan dengan bahaya Satsuki saat ini juga, itu tampaknya bukan masalah yang sangat mendesak. Jika aku tidak dapat menghadapi Messiah, mungkin aku tidak akan punya waktu untuk membantu Iris.


Telepon Satsuki ada di sakuku. Aku tidak ingin ini menjadi benda terakhir yang harus kuingat. Tepat saat aku hendak memberitahunya, aku harus kembali dan menyelamatkan teman masa kecilku, ruangan itu tiba-tiba penuh dengan nyala api hijau.

“Uwah?!”

“Huh? Apa yang terjadi?! Rekka!” Iris mundur dengan terkejut saat dia meneriakkan namaku.

“Apa-apaan ini?” Kupikir itu api ... tapi ini tidak panas? Nyala api aneh, jika memang begitu, semakin kuat. Segera mereka menutupi aku dan R juga.

“R!”

“Ya ampun. Keadaan yang buruk, ya?”

Jangan bertindak sangat tenang! Bisakah kau panik, seperti aku!

Lalu warna api hijau menjadi putih.

Banjir cahaya memenuhi ruangan, dan membawaku ke dunia yang putih bersih.

“Rekka!”

Hal terakhir yang kudengar adalah suara Iris. Di saat aku merasakan sensasi mengambang yang aneh, aku melintasi batas.
MARI KOMENTAR

Share: