Unlimited Project Works

13 Desember, 2018

Martial Peak 11

on  
In  
Chapter 11: Melakukan Kebaikan Dan Kau Akan Dikirim Ke Surga

Tiba-tiba, Murid Paviliun Surga Tinggi berjalan ke kerumunan dan berputar-putar. Ekspresinya perlahan berubah menjadi ejekan dan arogansi.

Tapi kedua pria Han itu tidak mudah diejek dan dahi mereka mengerut.”Bocah, berjalan berputar-putar membuat paman ini pusing. Apa kau ingin menjadi sama?”

Anak muda itu hanya terkekeh. Berdiri di depan kedua pria itu, memperhatikan pria ‘teracun’ dia berbicara, “Wajahmu sangat pucat. Sepertinya racun yang kau konsumsi tidak begitu sederhana.”

“Tentu saja tidak.” Dia menjawab dengan ganas: “Jika tidak, mengapa aku akan berada di sini dan dengan saudaraku, daripada di dokter. Kami di sini untuk mengungkapkan hati ‘hitam’ bos ini dan warna sejatinya! Berharap tidak ada yang akan kembali membeli dari tokonya lagi, dan harus menderita seperti kami!”

Ini membuat wajah Bos He pucat, karena dia tidak tahu apa tujuan kedua pria ini. Jika itu hanya memeras uang maka dia akan mengerti, tapi motif mereka sangat membingungkan dan tidak jelas.

Tepat ketika dia merenung, Yang Kai bertanya dengan pelan, “Paman He, apa kau menyinggung seseorang selama waktu ini?”

Berpikir keras, Bos He meratap sedih: “Tidak.”

“Kalau begitu mungkinkah toko berasmu menghalangi seseorang untuk menghasilkan uang?” Meskipun Yang Kai masih muda, dia telah mengalami banyak hal. Jadi pemikiran ini bukan tidak mungkin.

“Ini hanya pekerjaan yang sederhana untuk bertahan hidup, bagaimana aku bisa mencegah orang lain dari penghasilan mereka?”

[Aneh!] Menatap ke tanah, Yang Kai berpikir keras, tetapi masih bingung.

Lalu, Murid Paviliun Surga Tinggi mengejek dan mengajukan dua pertanyaan kepada pria itu. Mereka berteriak: “Lihat, tipuan!”

Sambil berteriak, pria itu melakukan trik, untuk membuka hati hitam apel beracun itu. (TLN: Menunjukan warna sejati seseorang)

Ini mengejutkan orang-orang di sekitarnya, karena pagi hari sudah cukup lamban. Pria Han itu melompat liar, sementara tinjunya terkepal. Melompat, dia pergi untuk mengekspos kebenaran keracunan.

Bergerak seperti ini, wajahnya yang dulu pucat memerah dan kemerahan.

Hal ini menyebabkan penonton terkesiap. Jelas mereka terkejut atas perubahan mendadak ini.

“Keracunan.” Melihat kedua pria Han itu, dia dengan sinis mengatakan: “Keterampilan seperti itu. Aku menghormati mereka, hormat.”

Kedua pria itu hanya bisa pucat. Tidak hanya pria yang jatuh itu tidak berubah menjadi putih, dia juga tampak tidak diracuni.

Orang-orang di sekitarnya juga mulai mengejek. Mereka tidak bodoh, bagaimana mungkin mereka tidak bisa memahami situasinya? Mereka tidak tahu apa motif orang-orang ini, tapi untuk memfitnah Warung Beras Bos He itu memalukan. Untungnya, murid Paviliun Surga Tinggi itu telah menemukan kebenarannya.

Semakin banyak orang mulai membenci laki-laki itu dan mulai memuji pemuda itu. Pemuda ini secara alami mudah untuk disukai dan dengan kejadian ini, reputasinya meroket di langit.

Sementara itu, Yang Kai diam-diam mengkonfirmasi kecurigaannya bahwa mereka semua pura-pura. Mereka memerankan sandiwara seorang ksatria terhormat yang mengungkap permainan kotor dan melindungi yang lemah, untuk mendapatkan reputasi! Jika dia tidak melihat mereka bersama sebelumnya di gang, dia takut dia juga akan mempercayai mereka.

[Tapi mengapa mereka melakukan semua upaya itu?]

Kedua pria Han itu tidak bisa lagi menahan tuduhan itu. Menatap dengan ganas pada pemuda itu, mereka bertanya: “Bocah, siapa kau yang mengganggu masalah saudaraku!”

Dengan penuh kasih dia berbalik dan menjawab dengan sombong: “Aku adalah Su Mu dari Paviliun Surga Tinggi!”

Mendengar kata-kata itu, salah seorang dari mereka menjadi takut: “Tidak heran, kau adalah murid Paviliun Surga Tinggi. Seekor naga ada di dalam sini. Hari ini, kami berdua mengakui kekalahan. Jika takdir mengizinkannya, kuharap kita akan bertemu lagi!”

Kalimat ini terasa seperti yang direncanakan sebelumnya, membuat Yang Kai tertawa.

Su Mu hanya tertawa dingin: “Tinggalkan dengan aman, karena aku tidak akan mengawalmu!”

Dengan situasi seperti ini, dan jika itu memang bukan kecelakaan seperti yang diduga Kai. Kemudian kedua pria itu akan pergi dan Su Mu akan mencari pujian penonton. Terutama Bos He.

Tapi Yang Kai tidak ingin Bos He tertipu. Sebelum kedua pria itu pergi, dia buru-buru berkata: “Kalian tidak bisa membiarkan mereka pergi, mereka terlalu tercela. Korban hari ini adalah Warung Beras He, tapi kalau kita tidak memberi mereka pelajaran, mereka mungkin menargetkan toko Pakaian Liu Shi atau Toko Kelontong Jiang Shi.”

Sebagian besar orang, yang mendengar ini, tidak bisa tidak memperhatikan bahwa apa yang dikatakannya itu benar. Bagaimana mereka bisa membiarkan penjahat keji ini pergi begitu saja? Jika mereka membiarkan mereka pergi hari ini maka esok mereka mungkin menargetkan toko lain dan membiarkan mereka hancur. Jika itu terjadi, maka mereka mungkin tidak seberuntung Bos He.

Berpikir tentang ini, orang-orang mulai menghalangi jalan di depan dua orang Han.

Dari posisinya, Yang Kai bisa dengan jelas melihat kepanikan di mata Su Mu. Ini pada gilirannya, membawa Su Mu ke sumber suara, ke Yang Kai. Sementara kedua pria saling bertukar pandang dan cepat-cepat menyesuaikan kembali ekspresi mereka.

Terkekeh, Yang Kai menambahkan: “Hei, ada pepatah yang mengatakan; Orang baik mengikuti sampai akhir. Sama seperti bagaimana Buddha pergi ke barat, mengapa kau dan aku tidak menangkap kedua penjahat ini?”

Melihat fisik Yang Kai yang tipis dan rapuh, Su Mu meledak dengan kesal: “Siapa kau?”

Yang Kai menjawab: “Aku juga seorang murid Paviliun Surga Tinggi. Aku memasuki Gerbang Utama tiga tahun yang lalu.”

Hal ini membuat Su Mu terdiam, karena dia benar-benar sesama murid.

“Sekarang, tanpa basa-basi lagi.” Yang Kai maju dan berkata: “Di seluruh negeri, penting untuk bersikap masuk akal. Sementara seseorang juga harus sopan, maka teman, kau tidak boleh membiarkan hanya aku yang mengambil keuntungan. Biarkan kita berdua menangkap dua pria pengecut ini dan membantu Bos He mengklaim keadilan, sementara juga membantu Desa Prem Hitam.”

Atas pernyataan ini, orang-orang di sekitarnya mulai bertepuk tangan. Hal ini memenuhi Su Mu dengan kecemasan, karena dia merasa seolah-olah dia diseret ke kapal bajak laut oleh saudara yang tidak dikenal ini. Bahkan dia ingin melarikan diri, dia tidak bisa.

Kedua pria itu juga melirik terus-menerus pada Su Mu mencari bimbingan / bantuan / pertolongan. Melihat mereka, Su Mu tidak bisa berbuat apa-apa pada mereka.

“Saudaraku, ayo pergi!” Menarik bahu Su Mu, Yang Kai bergegas.

[Apa ini!] Su Mu menangis, bertanya-tanya dari mana asal orang ini. [Ini benar-benar menghancurkan rencanaku!] Tapi sudah sampai sini, jadi Su Mu hanya bisa meminta. Ketika dia bersiap untuk menangkap mereka, dia juga memberi tanda bagi mereka untuk mencari peluang untuk melarikan diri.

Kedua pria itu mengangguk, tapi Yang Kai melihat pertukaran itu dan menebak apa yang mereka lakukan.

Dia khawatir bahwa Bos He akan ditipu, jadi dia mengambil tindakan pencegahan ekstra dan berteriak: “Teman, sesama pemilik, jangan hanya menonton. Ayo bantu kami!”

Mendengar ini, Bos He juga pergi membantu. Anak-anak muda warung beras bergabung, tangan mereka membawa kantong kain kosong. Bos He, yang sebelumnya diperalat oleh kedua pria ini, jadi tentu saja mereka ingin balas dendam.

Melihat Bos He bertindak, kerumunan tidak bisa hanya menonton dan mereka semua berbondong-bondong menuju kedua pria itu untuk menangkap mereka.

Sebelumnya kedua pria itu tidak khawatir, tetapi ketika mereka melihat adegan ini, wajah mereka memucat. Jadi mereka cepat-cepat berteriak: “Jangan pukul muka!” Sambil melindungi wajah mereka, mereka meringkuk di tanah.


diterjemahkan oleh setia-kun
MAKASIH DAH BACA, datang lagi

Share: