Back to top

Martial Peak 19

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
Chapter 19: Su Mu Datang, Mencari Masalah

Bahkan setelah menyelesaikan anak kecil itu, Yang Kai tidak terburu-buru pergi. Bagaimanapun, malam itu, bocah kecil itu memberinya beberapa ransumnya. Jadi, dia harus tinggal sampai bocah itu membuka matanya; hanya setelah itu, hatinya akan damai.

Di dalam, pemburu itu mondar-mandir, khawatir akan putranya. Tak lama, dokter mengusirnya – mengatakan dia terlalu berisik.

“Dokter Chu bilang kami beruntung melakukan perawatan darurat. Kalau tidak, putraku akan benar-benar kehilangan nyawanya. Penyelamat, belas kasihan dan kebaikanmu, aku tidak akan dapat membalasnya selamanya. Biarpun aku bekerja keras sepanjang hidupku, aku tidak akan bisa membalasmu.”

Begitu dia selesai berbicara, si pemburu berlutut di depan Yang Kai.

Yang Kai tidak membantunya berdiri tetapi tersenyum dan berkata: “Kak Zhang, pria hanya berlutut di depan emas. Dengan kau berlutut, kau telah merusak hubungan baik kita; kau tidak perlu berlutut padaku nanti. Aku juga makan ransum anakmu, kalau kau berbicara tentang berutang, maka aku berutang juga padamu.”

Setelah menyelesaikan kalimatnya, dia pergi untuk membantu Pemburu Zhang.

Pemburu Zhang meneteskan air mata: “Penyelamat, kau benar-benar orang yang baik!”

Ketika mereka berbicara, dokter berjalan ke luar dan berkata kepada Pemburu Zhang: “Ini tidak lagi berbahaya, jadi kau tidak perlu khawatir. Tapi karena dia telah kehilangan banyak darah, dia akan tertidur sebentar lagi tapi begitu dia bangun, dia akan baik-baik saja.”

Ketika mereka mendengar kata-kata itu, Yang Kai dan Pemburu Zhang menghela napas lega.

Begitu dia santai, Yang Kai merasakan gelombang kelelahan mengalir melalui tubuhnya. Hari ini terlalu menyenangkan; dia juga menerima banyak luka dan kehilangan banyak darah. Bahkan dengan energi sebelumnya, tubuhnya masih menerima kerusakan, jadi ketika dia menenangkan diri, dia tertidur sampai matahari terbit.

Pagi-pagi, di Paviliun Surga Tinggi, banyak murid bangun pagi-pagi, dengan semangat tinggi. Bersama-sama mereka berkumpul di wilayah tertentu, menunggu dengan antisipasi. Mata haus, leher yang menjulur, dan keadaan pikiran yang tidak teratur; hal-hal ini konsisten di seluruh kerumunan. Bersama-sama mereka mengepung rumah seperti seorang ibu rumah tangga yang telah menunggu bertahun-tahun untuk suaminya pulang ke rumah. Menggambarkan pengabdian dan harapan mereka.

Dengan berlalunya waktu, jumlah orang yang berkumpul di sini meningkat secara bertahap. Itu seperti mereka terhubung secara telepati, semua orang memalingkan kepala mereka pada saat yang sama untuk melihat satu tempat.

Tempat itu adalah jalan yang menuju ke kediaman Yang Kai – sebuah gubuk kecil.

Hari ini adalah hari dimana mereka bisa sekali lagi menantang Yang Kai! Ini setara dengan kotak poin kontribusi gratis, bagaimana mungkin para Murid ini melepaskan kesempatan emas ini? Beberapa orang mengasihani keadaan Yang Kai, karena setiap lima hari dia ditantang dan dipukuli sampai babak belur. Ini benar-benar terlalu brutal.

Namun, simpati saja tidak bisa membantu Yang Kai. Biarpun mereka tidak menantangnya, banyak orang lain akan dengan senang hati mengambil tempat mereka. Pada akhirnya, dia masih akan dipukul sampai babak belur, jadi mereka bisa melakukannya sendiri, setidaknya mereka bisa membuatnya mudah. Ketika mereka memikirkannya seperti itu, mereka semua datang untuk mencoba keberuntungan mereka.

[En, jika dia memilihku, aku pasti akan memukul dengan ringan, jadi dia tidak akan terluka terlalu parah.] Banyak orang membuat alasan seperti ini di dalam hati mereka.

Biasanya Yang Kai sudah bangun dan mulai menyapu daerah itu pada saat ini, tapi itu benar-benar aneh hari ini. Bahkan setelah menunggu cukup lama, mereka masih belum melihat Yang Kai. Bahkan ketika mereka berjingkat untuk melihat-lihat, mereka tidak dapat menemukannya.

“Ada apa dengan Yang Kai? Apa dia kesiangan? Kenapa dia belum keluar juga?”

“Entahlah, memikirkannya, apakah ada yang melihatnya dalam beberapa hari terakhir ini?”

“Mungkinkah dia sudah meninggalkan Paviliun Surga Tinggi?”

“Nggak mungkinlah, bukannya kau tahu tentang sikap keras Yang Kai. Meskipun kau membunuhnya, dia tidak akan pergi. Jika dia benar-benar ingin pergi, dia akan pergi beberapa bulan yang lalu, ketika dia dijadikan Murid Percobaan. Kenapa dia menunggu begitu lama hanya untuk pergi pada akhirnya?”

Anehnya dengan semua diskusi yang terjadi, tidak ada yang tahu bahwa beberapa hari sebelumnya, Yang Kai telah meminta izin untuk memasuki Pegunungan Angin Hitam dan belum kembali. Meskipun ini tidak mengherankan, karena selama hari-hari biasa, Yang Kai tidak banyak berinteraksi dengan yang lain, dan tentu saja tak ada yang tahu keberadaannya.

Sementara kelompok ini membuat keributan, seseorang mulai berjalan menuju kerumunan ini. Wajahnya sempurna layaknya batu giok, dan tubuhnya juga layaknya batu giok, dia benar-benar pemuda yang tampan. Tapi tidak ada yang tahu mengapa pada saat itu, ekspresi pemuda ini sangat suram. Saat dia berjalan, dia menggeretakkan giginya dan memaki seseorang.

Mengikuti di belakang pemuda ini, ada sejumlah besar murid Paviliun Surga Tinggi. Di sekelilingnya, mereka membuatnya sepertinya menjadi pusat perhatian.

Sementara pemuda itu dikelilingi, dia menunjukkan wajah yang sangat tidak menyenangkan. Dia berkata dengan ragu: “Kenapa itu? Kenapa ada banyak orang di sini?”

Menanggapi permintaannya seseorang segera menghampirinya dan memberitahukannya dengan suara rendah: “Tuan Su, hari ini adalah hari dimana kita dapat menantang Yang Kai. Begitu banyak Murid berkumpul di sini hari ini untuk mengumpulkan poin kontribusi.”

Pemuda yang bernama Tuan Su mengerutkan alisnya sebelum tertawa terbahak-bahak. “Sepertinya Saudara Yang berada dalam jurang penderitaan.”

Kata-katanya dipenuhi kesialan Yang Kai.

“En. Pada dasarnya, dia ditantang setiap lima hari. Tidak hanya itu, dia tidak akan mengaku kalah kecuali dia tidak bisa lagi berdiri dengan benar.” Orang yang telah berbicara sebelumnya menjelaskan lebih lanjut.

Tuan Su tertawa lagi: “En, tuan muda ini merasa bahwa kebencian dalam hatinya telah sangat menurun. Tapi ini belum cukup; Aku harus membuatnya meninggalkan Paviliun Surga Tinggi. Selama dia bukan murid Paviliun Surga Tingga, aku bisa melakukan apapun yang aku sukai bersamanya dan tidak ada yang bisa mengucapkan sepatah katapun.”

“Tuan Su benar. Bocah itu berani menodai nama baikmu; dia benar-benar tidak dapat membedakan antara bangsawan dan kuda. Dia bahkan tidak repot-repot menanyakan identitas Tuan Su. Dia terlalu arogan!”

Ucapan ini membuat Tuan Su merasa jauh lebih baik, menyebabkan dia berulang kali mengangguk.

Tuan Su, yang reputasinya dibuat ternoda oleh Yang Kai, adalah Su Mu yang ia temui di Desa Prem Hitam. Itu Su Mu yang sama, bersama dengan dua orang Han, yang atasnya Yang Kai telah menegakkan keadilan. Karena ini, Su Mu telah menunjukkan kemarahan, bertanya di sekitar Paviliun Surga Tinggi mengenai identitas Yang Kai.

Pada akhirnya, dia mengetahui tentang seluk-beluk tentang Yang Kai dalam waktu kurang dari sehari. Bagaimanapun, ia memiliki jaringan koneksi dan saluran sendiri. Tetapi di bawah aturan besi dari Gerbang Utama, dia tidak dapat dengan mudah menggerakkan tangannya dan menunggu sampai hari ini untuk membawa sekelompok orang untuk menimbulkan masalah untuk Yang Kai. Sayangnya dia tidak menyangka bahwa begitu banyak orang lain juga akan datang untuk Yang Kai.

Ini membuat Su Mu agak tidak senang, melambaikan tangannya, dia berkata: “Buat mereka pergi. Katakan hari ini, Yang Kai hanya akan menjadi milikku hari ini.”

Pernyataan ini membuat Yang Kai terdengar seperti gadis muda, atau seperti pelacur yang tersedia, siap untuk dibawa.

Orang di sebelahnya segera masuk ke kerumunan, menangkupkan tangannya dan berkata: “Saudara dan Saudari, pertarungan hari ini dengan Yang Kai, Tuan Su sudah memesannya. Jadi aku meminta saudara-saudari sekalian untuk berbaris di pintu dan mengawasi. Aku mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”

Pengumuman ini mengejutkan banyak orang. Mereka semua berpaling ke Su Mu dalam kebingungan dan bertanya: “Kenapa kita harus melakukannya? Setiap kali, Yang Kai akan menggunakan sapunya untuk memilih lawan, jadi untuk alasan apa kita harus membiarkanmu melawannya? Biarpun dia tidak memilih, bukankah pertama datang, pertama dilayani?”

Setelah itu dikatakan, seseorang menarik pembicara dan berbisik kepada mereka: “Itu adalah Su Mu. Apa kau tahu siapa Su Mu?”

“Siapa?” Orang ini baru saja diterima ke dalam Sekte, jadi dia benar-benar tidak tahu siapa Su Mu.

“Idiot! Ada Tetua yang bermarga Su, ada juga Murid Inti dalam sepuluh besar bermarga Su. Kenapa kau tidak bilang siapa dia?” Orang itu berbicara.

Meskipun yang mendengarkan tidak menganggukkan kepalanya untuk mengerti, dia masih mengerti arti dibalik kata-kata itu. Dia telah terpana sementara oleh informasi tersebut. Ketika dia mendengar bahwa Su Mu memiliki orang-orang kuat yang mendukungnya, bagaimana mungkin dia berani membuat suara lain?

“Menang melawan Yang Kai bahkan tidak akan memberiku banyak poin kontribusi, jadi sebaiknya jangan menyinggungnya.”

“Ya ya ya.” Orang itu menjawab sambil keringat dingin menetes ke punggungnya.