Unlimited Project Works

19 Desember, 2018

Martial Peak 21

on  
In  

Chapter 21: Aku Akan Memberimu Tiga Gerakan

Luka berdarah itu secara alami berasal dari pertarungan dengan Laba-Laba Bermotif Bunga. Saat itu dia tidak punya cukup waktu untuk merawat lukanya, karena dia harus membawa bocah kecil itu kembali ke desa untuk menemui dokter dan kemudian dia kolaps karena kelelahan dan segera tertidur begitu dia tahu anak itu aman.

Yang Kai tidur sampai keesokan paginya tanpa bangun. Dan setelah dia melihat bahwa bocah kecil itu bangun dan sehat, Yang Kai bergegas kembali ke Sekte. Ketika dia mendekat, dia melihat tumpukan orang di sekitar rumahnya. Mereka semua memegang obor dan tampak mau membakar rumahnya. Tapi bagaimana dia bisa membiarkan ini? Tentu saja, dia akan pergi dan bertanya mengapa mereka melakukan ini, tapi dia tidak menyangka akan ada Su Mu yang datang untuk mencari masalah.

Sama seperti pemilik rumah muncul, Su Mu yang berniat untuk membakarnya, bahkan tidak merasa sedikitpun bersalah. Sebaliknya, ia merasa bersemangat dan menunjuk ke arah Yang Kai, “Yang Kai, jangan berani mengatakan bahwa tuan muda ini tidak memberimu kesempatan. Jadi ...”

“Tunggu sebentar.” Yang Kai mengangkat tangannya untuk menghentikannya, lalu masuk ke gubuknya dengan santai.

“Hei ...” Dengan kata-katanya berhenti di tengah jalan, Su Mu merasa seperti dia makan lalat; orang-orang yang suka muncul di depan tumpukan kotoran. Dia merasa sangat tidak nyaman.

“Tuan Su, orang ini sama sekali tidak memperhatikanmu.” Seseorang berteriak mencari keadilan untuk Su Mu.

*Huh!* Su Mu yang mengejek berkata: “Kalau begitu, bantu aku memukulnya dengan kejam. Aku mendengar bahwa bocah ini tidak pernah menyerah. Jadi, tidak perlu bersikap lembut dengan seranganmu. Hari ini, aku harus mengajarinya konsekuensi karena menyinggung tuan muda ini.”

“Iya.”

Ketika dia memasuki gubuknya, Yang Kai melepas tas di punggungnya. Di dalam tas ini ada beberapa herbal, panennya yang berharga dari tiga hari yang dihabiskannya di gunung. Jika dia tidak mengamankan keselamatan herbal-herbal ini duluan, hatinya tidak akan tenang.

Ketika dia meletakkan tas itu dengan aman, Yang Kai keluar dari gubuknya dan berkata kepada Su Mu dengan wajah serius: “Apa yang ingin kau katakan padaku?”

Su Mu menatapnya, wajahnya adalah gambaran kebencian. Wajahnya penuh dengan kepahitan, seperti dia akan mengeluarkan seteguk darah.

Sebelumnya, sebelum dia bisa mengatakan kalimatnya yang benar-benar dilatih, dia telah terganggu oleh Yang Kai. Tapi sekarang Yang Kai telah menanyakan apa yang ingin dia katakan, dia tidak bisa menunggu dan berteriak: “Yang Kai, jangan berani mengatakan bahwa tuan muda ini tidak memberimu kesempatan. Jadi selama kau bersedia berlutut dan bersujud padaku di hadapan semua Murid yang hadir dan memanggilku kakekmu, aku akan menyelamatkan hidupmu! Atau yang lain ... Haa, haa, haa ...”

Pesannya sangat jelas, secara eksplisit menyiratkan ancaman yang tidak terucapkan.

Ketika dia selesai, wajah Su Mu dipenuhi dengan keinginannya untuk membalas dendam; itu benar-benar menunjukkan bagaimana perasaannya tentang Yang Kai.

Perlahan-lahan Yang Kai mengangguk; Dengan sedih dia melihat Su Mu.

“Apa?” Su Mu tidak yakin, karena wajah Yang Kai tenang dan biasa saja. Ini membuatnya agak gelisah, karena dia telah bermain-main dengannya sebelumnya di Desa Prem Hitam. Dia masih sedikit trauma dari pengalaman itu.

“Tidak berbakti!” Yang Kai menghela napas.

Kerumunan orang tercengang, Su Mu tercengang, mereka semua berpikir bagaimana ini tidak berbakti?

“Maksudmu apa?” Su Mu bertanya dengan garang.

“Bukankah sudah jelas? Biarkan aku mengajarimu!” Dengan wajah niat baik, Yang Kai dengan sungguh-sungguh berkata: ‘‘Izinkan aku bertanya, apa kau punya Tetua di Paviliun Surga Tinggi?”

“Sepertinya kau sudah tahu!” Ini membuat ekor Su Mu naik ke langit.

Yang Kai tersenyum. Untuk itu seperti yang dia duga; Su Mu punya seseorang untuk mendukungnya. Kalau tidak, bagaimana dia akan berani bertindak begitu untuk membakar rumahnya.

“Tetuamu pasti punya banyak pengaruh di Gerbang Utama, kan?” Yang Kai bertanya lagi.

“Dia kan seorang Tetua!” Su Mu mendengus. “Aku juga punya kakak perempuan yang merupakan murid inti! Selama dia menginginkannya, dengan satu jari dia akan bisa membunuhmu!”

Yang Kai mengerti. Dia memiliki pemahaman umum tentang seluk-beluk karakter Su Mu. Menepuk punggungnya dia berkata: “Itu benar, sangat tidak berbakti!”

“Apanya?” Su Mu sangat marah. Dia ditarik berputar-putar oleh Yang Kai dan sekarang pikirannya berantakan. Dan dia masih tidak tahu apa maksudnya.

“Keadaan yang mudah tapi kau masih tidak paham. Bagaimana pikiranmu berkembang?” Alisnya berkerut, Yang Kai memandang Su Mu dengan menyedihkan dan menjelaskan dengan sabar: “Dengan posisi kakak perempuanmu, maka dia akan menjadi seniorku. Jika aku benar-benar memanggilmu seperti itu, lalu bagaimana kakakmu memanggilmu? Lalu apa yang Tetua panggil padamu? Tidak resmi. Sungguh tidak adil! Jika aku adalah Tetua, aku akan menguncimu di Aliran Naga Melarat. Sehingga dalam kehidupan ini, kau bahkan tidak bisa bermimpi untuk meninggalkannya.”

Seluruh tubuh Su Mu bergetar saat wajahnya berubah pucat. Aliran Naga Melarat adalah wilayah di Paviliun Surga Tinggi yang merupakan tempat paling menakutkan di seluruh Sekte. Dalam ratusan tahun sejak pendirian sekolah, setiap Murid yang ditemukan telah melanggar peraturan atau melakukan kejahatan keji dilemparkan ke wilayah itu dan tidak pernah terlihat lagi. Selama kau dilemparkan di Aliran Naga Melarat, kau praktis sudah mati.

Aliran Naga Melarat; tiga kata ini terkenal dalam ribuan mil di sekitarnya. Kekejiannya terkenal jauh dan luas.

Su Mu tidak takut pada Yang Kai; Namun ketiga kata itu membuat ketakutan jiwanya.

Salah satu orang yang dibawa Su Mu bersamanya merasakan ada sesuatu yang hilang dengan Su Mu dan buru-buru berbicara, “Tuan Su, mulut bocah ini sangat tajam, membuatnya percaya diri. Alasan mengapa kami datang hari ini adalah untuk membantumu melampiaskan amarahmu.”

*En* Mendapatkan kembali akal sehatnya, Su Mu berteriak kesal untuk menyembunyikan rasa malunya: “Yang Kai, jangan bicara omong kosong. Kalau kau tidak mau berlutut dan memohon ampun, maka tuan muda ini akan membuatmu berharap bahwa kau tidak pernah dilahirkan di kehidupan ini.”

Matanya berkilauan dingin, Yang Kai mengangkat tinjunya: “Saudara Su, kenapa tidak kau datang dan bertukar pukulan denganku?”

Su Mu menjawab dengan penuh penghinaan: “Aku mau, sayangnya kau tidak memenuhi harapanku. Kau tidak memenuhi syarat! Tuan ini berada di Tahap Sembilan Sifat Tubuh!”

Mendengar ini, Yang Kai mengerti. Aturan Gerbang Utama menyatakan bahwa jika kau ingin menantang Murid lainnya, perbedaan tingkat tidak boleh melebihi lebih dari tiga level. Su Mu benar-benar tidak bisa berduel dengan Yang Kai karena perbedaan level mereka terlalu besar.

Ini juga alasan mengapa Su Mu membawa banyak orang bersamanya, mereka tidak hanya di sini untuk menonton pertunjukan.

Dengan wajah penuh kebencian, senyum dingin, Su Mu memiringkan kepalanya ke arah Yang Kai, “Semua orang, Saudara Yang telah mencapai Tahap Ketiga Sifat Tubuh. Jadi siapa yang di sini yang bersedia melawannya?”

“Tahap Ketiga Sifat Tubuh, memang tahap yang tinggi!” Semua orang tertawa terbahak-bahak, karena tidak ada yang masuk lebih awal dari Yang Kai. Namun yang mana yang tidak lebih tinggi darinya?

“Izinkan aku Tuan Su, karena kultivasiku sudah dalam batas. Meskipun aku hanya di Tahap Kelima Sifat Tubuh, seharusnya cukup untuk memuaskan Murid Yang Kai!” Seorang Murid berkata sambil berjalan melewati kerumunan dan memandang dengan jijik pada Yang Kai.

Yang Kai menatapnya sambil tertawa; informasi mereka sudah lama usang.

Jika itu lima hari sebelumnya, dia benar-benar berada di Tahap Ketiga Sifat Tubuh, tetapi sekarang cerita yang sama lebih panjang.

Tapi tentu saja, hal-hal seperti ini yang tidak akan dipublikasikan oleh Yang Kai. Untuk memajukan dua tahap dalam lima hari, kecepatan ini terlalu aneh; hal mengerikan seperti itu hanya akan menarik perhatian yang tidak diinginkan.

Seseorang yang datang ke sini bersama Su Mu berbicara, “Saudara Yang, aku bernama Zhao Hu. Kau harus ingat, yang mengalahkanmu hari ini!”

“Aku akan ingat.” Yang Kai menjawab dengan serius.

Sepertinya Zhou Hu sengaja mencoba memberi Su Mu muka pada pikiran Yang Kai. Berjalan ke arah Yang Kai, dia membesar-besarkan jemarinya: “Saudara Yang, karena tidak mengizinkanmu berkata bahwa aku tidak memberimu muka, aku akan mengijinkanmu tiga gerakan. Selama kau bisa membuatku mundur selangkah, itu akan menjadi kemenanganmu. Jika tidak, tolong jangan berpikir serangan Murid ini sebagai kejam.”

Tindakan provokasi ini mengandung buah penghinaan merah. Untuk Su Mu, yang menonton ini, detak jantungnya cepat dalam antisipasi. Anak lelaki ini, Zhao Hu, dia benar-benar tahu bagaimana cara mempermalukan orang lain. Pilihan kata-katanya tidak buruk.

Meskipun perbedaan antara Tahap Ketiga Sifat Tubuh dan Tahap Kelima Sifat Tubuh hanya terdiri dari dua tahap, ada kesenjangan besar antara setiap tahap. Di antara kedua tahap ini, ada celah sebesar sungai yang memisahkan mereka. Dan kekuatan yang bisa dilepaskan ketika membandingkan keduanya berada pada level yang benar-benar berbeda, seperti surga dan bumi bagi praktisi tingkat rendah ini.

diterjemahkan oleh setia-kun
MAKASIH DAH BACA, datang lagi

Share: