Unlimited Project Works

05 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 1

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
“Kau dipecat.”

Itulah yang dikatakan sang pahlawan.

“Ini klise lagi?” Aku hanya bisa berpikir sendiri.

Itu adalah ruang belakang yang sempit di sebuah penginapan kecil di pinggiran ibukota.

Ketiga rekan seperjuanganku menuduhku.

Tampaknya tuduhannya adalah “Kenapa kau lari dari Benua Iblis?”

Party empat pahlawan.

‘Pahlawan Pedang Penakluk’ ――Rias.

‘Pahlawan Tukang Sihir’ ――Aiza.

‘Pahlawan Suci’ ――Mills.

‘Playboy’ ――Dylan. Omong-omong, itu aku.

Lagian, aku ingin kau mengingat bahwa kita tidak sama semua di sini.

Aku hanya bawahan untuk para pahlawan.

Aku kira itu seperti memiliki golongan di tentara.

Party kami ini dibentuk untuk membunuh Raja Iblis, musuh semua umat manusia. Itu sebabnya kami pergi ke Benua Iblis.

Tapi, kami dikalahkan dan kecepetan.

Karena kami dihancurkan sangat parah, itu mungkin menyebabkan sedikit gangguan di tanah manusia. Sungguh, maaf soal itu. Semua orang menaruh harapan pada kami. Banyak orang membantu kami di sepanjang jalan. Begitu banyak orang menyemangati kami. Tapi, nyatanya begini ...

Omong-omong, para ‘Pahlawan’ ini adalah orang-orang yang egois.

Baru tiga hari setelah melarikan diri dari Benua Iblis.

Rias memegang kepala dengan tangannya, mengerang “Aku bakal jadi pahlawan ...! Aku harus bikin namaku diukir jadi legenda ...!”

Aiza menggigit kukunya, “Aku bakal jadi bangsawan ...! Aku bisa menikahi seorang Kaisar ...! Aku bakal hidup dengan mulia sebagai ibu Kaisar selanjutnya ...!”, Bergumam soal sesuatu seperti itu.

Mills sedih sekali, “Aku bakal menyebarkan ajaran mutlak Monte ...”, air mata mewarnai wajahnya. Itu agak menakutkan, beneran.

Untukku, “... Yah, kapal kita tenggelam. Memalukan mengingat berapa banyak orang yang membantu membangunnya,” adalah semua yang kukatakan.

“Ini semua salahmu, tahu!”

“Wajar saja bagi orang-orang sepertimu untuk melayani Pahlawan(aku)! Bahkan, harusnya kau bersyukur!”

“Sebuah kapal yang dibangun dengan ajaran Tamiwa, adalah hal yang wajar kalau itu bakal tenggelam.”

Kenapa sih orang-orang ini bersama kalau mengeroyokku?

Yah, Mau gimana lagi.

Kami mengacaukan satu-satunya kesempatan kami.

Rias menggonggong lagi.

“Kenapa kau menggunakan kristal teleportasi!? Karena kepengecutanmu, semuanya hilang!”

Kristal teleportasi adalah item yang dapat membawamu langsung ke tujuan yang ditetapkan. Lumayan enak, tapi sangat mahal.

Aku menggunakannya untuk melarikan diri dari Benua Iblis itu.

Aku ingin hidup.

Akibatnya, kami sekarang berada di penginapan kecil di luar ibukota. Sepertinya kami semua aman.

Rias berteriak lagi.

“Itu adalah kesempatan terakhir kita! Kapal kita tenggelam, batas transisional dihancurkan, kita tidak punya cara untuk kembali ke Benua Iblis! Apa kau mengerti!? Kita butuh satu tahun penuh untuk sampai ke sana! Kita menggunakan ‘Kristal Tersembunyi Nimbus’ yang diberikan Raja kepada kita, pedang sucinya rusak dan kita telah menghabiskan semua makanan dan uang perjalanan kita! Kita tidak mendapatkan kesempatan lain! Ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk membunuh Raja Iblis!”

Orang ini dua tahun lebih tua dariku ―― dia 25 tahun. Mungkin itu karena kami dilahirkan di tempat yang sama, tapi seluruh senioritasnya benar-benar membuatku kesal. Terus kau lahir dua tahun lebih awal dariku, kenapa itu membuatmu sangat agung dan kuat?

Selain itu, kau tidak benar-benar peduli soal ini menjadi kesempatan terakhir untuk membunuh Raja Iblis, kau marah karena kau melewatkan kesempatanmu untuk menjadi terkenal.

Rias membisu.

“Dan kau memutuskan sendiri untuk kabur dari Benua Iblis! Bawa kami kembali, sialan! Jawab aku! Kenapa kau menggunakan kristal teleportasi!?”

Peran ‘Playboy’ adalah menjaga roda gigi party berputar.

Orang-orang ini hanyalah kumpulan pemain bintang dalam satu tim. Mereka mungkin sangat hebat sendiri-sendiri, tapi mereka tidak benar-benar bekerja sama dengan baik. Party yang tidak serasi yang disatukan oleh Aliansi yang memasukkannya ke dalam kepala mereka bahwa party yang dibuat dari orang-orang terkuat pastilah menjadi party terkuat. Jadi, kegagalannya disalahkan padaku.

Begitulah.

Aku akan melakukan bagianku sebagai bantuan komedi dan tertawa sembrono seperti sebelumnya, tapi ...

“Jangan ngomel terus, Rias.”

Itu mungkin karena pada saat itu, aku harus melalui segala macam hal. Sejak kami melarikan diri, aku telah menghabiskan banyak waktu tidur mencoba mengumpulkan dana untuk party dan akomodasi yang aman.

“Kalau aku gak gunain kristal, kita akan musnah.”

“Apa katamu ...!?”

Ketika aku menjawab secara jujur, wajah Rias menjadi galak. Dia kesal. Omong kosong, aku mengacaukan.

Sejak saat itu, aku hanya memberitahu mereka fakta-faktanya.

Kapal tenggelam, makanan telah hilang, harta suci dan pedang suci telah dibuang, dan kita bahkan belum membunuh jenderal-jenderal Raja Iblis?

Seberapa tepatnya kau mengharapkan kita untuk mencapai Raja Iblis dalam keadaan yang menyedihkan itu?

Maksudku, kita hampir terbunuh oleh jenderal itu, kan?

Sebaliknya, kalian seharusnya bersyukur kita bahkan keluar dari tempat itu hidup-hidup.

“Itu bohong! Aku bisa membalikkan keadaan dari sana!”

Nah, ketika pedang sucimu pecah, kau menangis dan memohon di depan jenderal iblis ‘Tolong ampuni aku, jangan bunuh aku!’ ... Yah, aku memohon juga ... Kecuali aku hanya mencoba untuk mengulur waktu untuk menggunakan kristal teleportasi ...

“Si bodoh berpedang itu benar sekali. Kita masih bisa meluncurkan serangan balik.”

Kali ini giliran ‘Pahlawan Tukang Sihir’ untuk muncul.

Dia adalah gadis yang angkuh dari keluarga bangsawan. Dia memikirkan semua orang selain dirinya cacing di bawah kakinya.

Aku menjawabnya.

“Bagaimana dengan MP-mu?”

“K-kenapa kamu tahu itu ... !? P-Pembohong! Aku belum habis! Jangan mengatakan hal-hal konyol begitu! Beraninya kau berbicara soal sihir ketika kau bahkan tidak bisa menggunakannya!?”

“Gak, aku cuma menghitung berapa kali kau menggunakan sihirmu ...?”

“Pembohong! Kau gak melakukan hal seperti itu! Melacak hal seperti itu dalam pertempuran itu mustahil! Atau, apa kau melirikku terus!? Kau menjijikan!”

Eh, menyebutku menjijikkan itu ...

Kalau ada, itu gila karena kau tidak mengawasi sekutumu dalam pertempuran ...

Terus, wanita yang duduk di sebelahnya membuka mulutnya.

“Atas nama dewa Monte kami, aku akan mendengar pertobatanmu.”

Pahlawan Suci, mengenakan jubah pendeta.

“Kalau kau membiarkan aku, aku akan membiarkan iblis itu bertemu penciptanya. Kenapa kau menghalangiku?”

“Hahaha, jadi kau ngasih lelucon? Itu mustahil. Karena saat itu, Aiza mencoba untuk melepaskan kekuatan di tongkatnya setelah kehabisan MP dan antek-antek jenderal yang merasakan itu akan memasang penghalang magis. Kalau kau menggunakan mantra pembunuh instan yang kau punya, bukankah itu akan memantul dan membunuhmu, Mills?”

“Itu bukan mantra kematian instan! Itu cuma Kenaikan Orang Suci!!”

“Oh, benar, maaf soal itu.”

“Monte adalah dewa yang murah hati, jadi dia akan memaafkanmu atas satu pelanggaran ini. Tapi tidak akan ada waktu berikutnya.”

“Ya ya, makasih banyak. Wahai, Monte penyayang.”

Bangsat, mencoba menghentikanku karena kesalahan bodoh itu ...

Saat aku kembali ke rutinitas komedi, Rias memarahiku dengan keras.

“Oi, Dylan! Kalau kau tahu semua itu lalu kenapa kau tidak melakukan apapun!?”

“Tapi aku melakukannya, aku menggunakan kristal teleportasi dan ...”

“Jangan bodoh! Itu langkah terburuk! Kalau kau membunuh jenderalnya saja, kita bisa menang! Kenapa kau cuma mengamati!?!”

“Ehh ... Skill-ku didasarkan pada siluman ... Seharusnya kau tahu itu ...”

“Itu sia-sia saja! Kenapa kau tidak menarik berat badanmu sesekali!? Kau selalu hanya berkeliaran di sekitar kami seperti sampah tanpa tujuan!”

Mulai lagi deh. Khotbah mau dimulai. Meskipun ini adalah khotbah yang sangat marah.

Kalau aku mencoba membantah, dia hanya berkhotbah sebanyak tiga kali lebih lama. Cuma buang-buang waktu saja.

Sungguh menyebalkan. Tentu saja, aku tidak akan membiarkannya muncul di wajahku. Aku memasang wajah menyesal terbaikku dan ...

“... Maaf.”

“Kau!? Karena kau idiot payah, aku sudah mengalami masa yang sangat sulit! Setelah semua ini, aku menahanmu karena aku pikir kau mungkin berguna, tapi sekarang kau membalasnya dengan ini!?”

“... Aku sangat menyesal.”

Itulah yang kukatakan, pelawak bertuksedo.

“Cukup! Kau dipecat! Jangan pernah menunjukkan wajahmu di sekitarku lagi!!”

“... Oke, terima kasih untuk semuanya sampai sekarang.”

Aku berdiri dan mengangkat tumitku.

Ini juga hanya pertukaran biasa, pahlawan bodoh ini akan mengatakan ‘Aku minta maaf sebelumnya. Tolong jangan tinggalkan party’. Aku menunggu pergantian peristiwa yang khas itu.

Ahh, tapi, aku ingin tahu apakah ini baik-baik saja?

Membuang kesempatan terakhir di Benua Iblis, aku pikir party ini sudah berakhir. Kalau kami kembali begini, kami akan kehilangan kredibilitas kami di mata Aliansi. Kami hanya akan dilucuti dari gelar ‘Pahlawan’ dan beberapa petualang lainnya akan disebut ‘Pahlawan’ sebagai gantinya.

Jujur deh, mungkin pemecatan ini adalah berkah samaran?

Ingin mengalahkan Raja Iblis, aku telah menahan semuanya sampai sekarang.

Tapi, sungguh, aku muak menjaga orang-orang ini.

Saat aku memikirkan itu,

“Berapa kali pun kau membungkuk dan memohon, aku tidak akan memaafkanmu. Oi, Dylan, berikan aku semua peralatanmu dan apapun yang ada di dompetmu.”

“.......... Eh?”

“Apa kau tuli? Keluarkan semua yang ada ke atas meja dan keluar dari sini. kau gak ada di party ini lagi.”

Serius?

Apa dia selalu sebodoh ini?

Kau bahkan tidak dapat berbicara dengan dua orang itu kalau aku tidak muncul.

Yah, terserah. Ayo diusir saja.

Aku pura-pura kaget, meninggalkan barang-barangku dan uang di atas meja, dan meninggalkan ruangan.

Tiga orang yang kubentuk dengan sebuah party, yang kujalani bersama selama tiga tahun,

“......”

“......”

“......”

Tak satu pun dari mereka mengatakan sepatah kata saat aku berjalan keluar pintu.

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

“Untuk saat ini, aku harus mendapatkan uang.”

Aku bergumam ketika bermain dengan dompet kosong di tanganku.

“Sudah cukup lama sejak aku melakukan pertunjukan jalanan.”

Untungnya, aku di ibukota. Ada banyak pejalan kaki. Dengan kata lain, banyak pelanggan.

Aku mengatur alat ajaib yang kusembunyikan di tengah jalan.

Sekarang kalau aku membalikkan topiku ke tanah, semuanya sudah siap.

Kenapa aku menyembunyikan alat sulap, bukannya uang?

Jawabannya sederhana. Karena aku bisa mulai mendapatkan penghasilan dengan segera.

Level pelawakku sudah 99.

“Baiklaaah, mari kita mulai ―― Dance”

Aku menari dan berputar-putar di tempat. Seiring waktu dengan gerakanku, sekelompok bentuk cahaya mengelilingiku dan menggetarkan.

Skill Pelawak (Jester), Dance, adalah semacam sihir. Alih-alih menggunakan MP, aku hanya perlu terus menari.

“Wow, cantik sekali!”

“Oooh, pemain jalanan!”

Nice, dance dance ~!”

“Ya ampun, mereka seperti bunga!”

Ketika aku menari, bunga-bunga cahaya mulai mekar di sana-sini.

Dance-ku menarik orang.

Pada dasarnya, aku menyihir mereka.

Gadis-gadis penari hantu muncul dari udara tipis di sampingku dan menari tepat dengan iramaku.

Ah, nostalgia. Menggunakan tarian seperti ini, aku bisa mempesona seluruh kelompok monster dan Aiza akan memusnahkan mereka menggunakan sihir.

“Selanjutnya saatnya untuk ―― Trik Sulap.”

Aku mengeluarkan satu pak kartu dari saku dadaku dan mulai beringsut.

Lalu dari telapak tanganku bahkan lebih banyak lagi kartu yang tertembak.

Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ...!

Kartu-kartunya tidak berhenti.

Membungkus tubuhku dan menumpuk di tanah, akhirnya membentuk naga.

Dan naga itu, bergerak. Menaiki naga yang terbuat dari kartu remi, aku turun ke langit dan berputar di atas para penonton.

“Wowwwwwwww! Itu luar biasa!”

“Naga yang terbuat dari kartu!”

“Eh? Sulap? Apa itu sulap!?”

Orang-orang berteriak dengan gembira.

Ya, ini terasa hebat. Aku merindukan perasaan ini. Aku terkadang menempatkan Mills pada seekor naga seperti ini, membiarkan dia menjangkau orang-orang yang terluka jauh.

“Terakhir tapi bukan murahan, Teleportation!”

Dengan embusan, aku menghilang.

Pada saat yang sama, kartu remi itu bertekuk dan jatuh.

“Dia menghilang!?”

“Wha-!? Kemana dia pergi!?”

Kartu remi di lantai bergeser seolah-olah mendengar reaksi orang banyak.

Kartu-kartunya bergeser dan bercampur, lalu membentuk bentuk banyak orang.

Kemudian ambruk sekali lagi, memperlihatkan salinanku di dalam setiap tumpukan.

“――Alter Ego!”

Dari kartu-kartu yang telah jatuh, kami sekarang tenggelam dalam sorotan.

““WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOW!!””

Para penonton bergegas untuk melihat-lihat.

Mereka penuh dengan kebingungan dan kegembiraan. Ah, sensasinya itu. Ah, bahkan ini nostalgia. Ketika si idiot Rios terpojok, aku akan membebaskannya dengan alter ego-ku.

Salinan yang dibuat dari bawah kartu runtuh ke kartu itu sendiri.

Terlebih lagi, semua kartu remi terbakar dengan bunyi.

“Whaaaaaat!?”

“Itu terbakar, semuanya terbakar!”

Akhirnya, api terbentuk menjadi bentuk manusia.

“――Apa semuanya senang!?”

Akhirnya aku mengungkapkan diriku.

“Kyaaaaaaaaaaaaa!”

“Kereeeeeeeeeeeeeeeeen!”

“Itu gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”

Orang-orang di kota tampaknya cukup tercengang oleh pertunjukannya.

Segera setelah aku menunjukkan topiku yang terbalik, itu terisi penuh dengan uang sebelum aku bahkan bisa berkedip.

Aku mengambilnya kembali dan mengangguk.

“—Ini seharusnya cukup selama sebulan, kurasa.”

Ketika aku ber-party dengan ‘Pahlawan’, aku selalu dilarang melakukan hal-hal seperti ini karena ‘Gak pantas Pahlawan untuk memberikan pertunjukan jalanan’ dan seterusnya.

Hmm. Yap. Melakukan pertunjukan publik kecil seperti itu terasa sangat enak seusai sekian lama.

Mengatur uang di dompet, aku mengantonginya dengan santai.

“Oh, Dylan ...! Itu Dylan, bukan ...? Si pelawak legendaris ...!”

Sepertinya ada seseorang yang mengenalku.

“Sudah lama sejak aku dipanggil sesuatu selain ‘Dylan si Playboy’“.

“Aku tahu itu! Nah, Dylan! Kenapa kita tidak bermitra dan kau melakukan untuk para bangsawan!? Kita bakal kaya raya!”

Jadi begitu, tampaknya itu adalah seorang pedagang yang memiliki hubungan dengan kaum bangsawan.

Sebanyak aku suka uang, aku menggelengkan kepala.

“Maaf, tapi aku punya rencana lain.”

“B-buang-buang waktu! Apa yang mungkin lebih baik dari ini!?”

“――Ganti pekerjaan.”

Memutar punggungku pada pedagang yang tercengang, aku berjalan pergi.

――Hei, Pahlawan. Apa kalian tahu?

Seorang Pelawak yang telah mencapai level 99 bisa menjadi ‘Pertapa’.

“Hei, kehidupan, ayo kita tulis ulang.”

Aku sudah selesai bermain badut.

Mulai sekarang, aku akan mengambil peran utama.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar