Unlimited Project Works

12 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 11

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Seminggu telah berlalu sejak aku kembali ke Babel.

Di griyaku, Tina yang kini baik seorang pendekar maupun seorang maid mengurus tugas-tugasnya.

Setelah menyelesaikan pekerjaan, Tina melepas celemek maid dan mengenakan pakaian kasual, datang ke ruang tamu.

Membawa nampan dengan kue dan dua cangkir teh di atasnya.

“Dylan-san, sudah selesai semuanya!”

“Oh, kerja bagus.”

“Aku bawa teh!”

“Makasih.”

Aku minum teh yang diseduh Tina untukku. Sangat lezat. Seperti yang diharapkan dari seseorang yang memiliki latar belakang melayani panjang.

“Daun teh di tempat Dylan-san sungguh berkualitas ~”

“Bukankah kau yang membelinya? Dengan uangku.”

“Dylan-san yang bilang akan menyerahkan itu padaku~”

“Yah, benar juga.”

Aku masih punya banyak uang tersisa dari ketika aku naik menara saat itu. Aku tidak perlu khawatir mengenai hal itu untuk sementara waktu.

Tina tampaknya sedang menikmati dirinya sendiri sambil menghirup tehnya.

Aku mengulurkan tangan untuk mengambil kue.

“Benar, mari kita lakukan rapat strategi kita. Kita akan memutuskan apa yang harus dilakukan agar berhasil.”

“Iyaaa!”

Aku menyebar kertas di atas meja ruang tamu. Dan mengambil penaku.

“Tujuan Tina adalah full body armor, benar?”

“Untuk saat itu benar! Tapi akhirnya, aku akan memiliki sebuah griya besar seperti Dylan-san dan hidup bebas!”

“Mmm, oke. Semoga beruntung dengan itu. Aku kira kau ingin naik ke lantai atas untuk memperoleh banyak uang?”

“Betul! Dan bagaimana dengan Dylan-san? Sekarang setelah menjadi pertapa?”

“Tujuanku?”

“Iya.”

“Aku ingin menjadi orang yang paling penting di Babel.”

“Maksudmu apa!? Bukan, seperti, sudah sangat terkenal!?”

“Untuk sekarang. Tapi, apa yang akan terjadi setelah aku mati?”

“...... orang mati tidak menonjol sangat banyak.”

“Tepat. Aku ingin menonjol bahkan setelah aku mati —— Aku ingin warisan.”

“Kau harus melakukan sesuatu yang menakjubkan, kan!? Tapi apa?”

“Aku akan menjadi pemegang rekor tertinggi dalam sejarah Menara.”

“Pemegang rekor ... gak mungkin ...”

“Rekor tertinggi di Menara Langit Babel adalah lantai ke-85, yang dipegang oleh Raja Kejayaan. Aku akan melampaui itu. Sebagai pemimpin.”

“Jadi begitu!!”

Tina berdiri dengan berteriak.

“Setiap sepuluh lantai, anggota party yang menyelesaikan itu untuk pertama kalinya dicatat! Ada sebuah monumen batu yang didedikasikan untuk mereka kembali ke lantai pertama!”

“Monumen lantai ke-80 memiliki Raja Kejayaan. Aku di sana, tapi namaku ada di bagian bawah.”

Kataku.

“Jadi, aku harus sampai ke lantai 90.”

“Itu menakjubkaaaaaaaaan!”

Tina melompat-lompat bersemangat. Apa dia gogok?

Mengabaikan sejenak, aku berpikir sendiri.

Jika aku tidak bisa berhasil ke lantai 90, tidak mungkin aku bisa membunuh Raja Iblis.

Aku telah mengatakan itu pada Tina, tapi benar-benar memegang rekor itu hanya langkah pertama.

Tujuanku yang sebenarnya yakni ...

“Kalau itu Dylan-san, aku yakin kau pasti bisa naik hingga lantai ke-90!”

Aku menghilangkan pikiranku dengan senyum pahit.

“Tapi, level pertapaku masih sangat rendah. Aku bisa cukup jauh karena menggunakan skill pelawakku sendiri, tapi gakkan sampai ke lantai 90.”

“Ini saatnya untuk naik level!”

“Kau juga, Tina. Saat ini kita sedang di sekitar level yang sama, tapi kalau aku menilai kau tidak dapat mengikuti, aku harus membatalkan party.”

“Aku akan dipecat juga!? Gak, aku akan melakukan yang terbaik!”

Tina mengepalkan tinju di depan dadanya. Yah, dia punya semangat.

“Tolong jaga aku, nona tank.”

“Iyaaa!”

Untuk saat ini, mari kita menetapkan tujuan.

Aku masih sedikit khawatir soal gerakan Aliansi dan Raja Iblis, tapi kami masih baik-baik saja untuk sejenak.

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Menara Langit Babel.

Lantai tiga.

“Yah, kita tidak bisa menemukan segel sihir ... Atau tangga.”

“Bukankah aneh ...?”

Sekali lagi terjebak di tengah-tengah labirin, kami mengerang.

Kami bertujuan ke lantai lima hari ini juga ...

“Bahkan dengan keberuntunganku, kita gak bisa menemukan tangga ...! Mau gimana lagi. Aku mulai berdoa saja!”

“Jangan, kau mungkin harus mulai menggunakan keberuntunganmu sedikit lebih produktif. Mungkin mulai keluar kalau kau hanya menggunakannya untuk apa pun, kau tahu.”

Sebagai playboy, aku terlibat dalam sedikit perjudian aneh. Jadi aku harus tahu. Meskipun kau yang memutar, keberuntungan itu tidak tak terbatas. Nah, karena keberuntunganku ini payah, aku tidak pernah menang lagian.

“Tapi, tapi! Kita gak bisa hanya tinggal berkeliaran di sini selamanya! Aku bakal mati kelaparan!”

“Kita masih punya waktu. Hanya terus bergerak untuk saat ini. Kalau udah beneran buruk, aku akan mengatur tenda untuk menginap semalam.”

“Oh! Yah, aku kira tidak apa-apa kalau Dylan-san ingin berbagi malam bersama-sama denganku di sebuah tenda yang benar-benar nyaman dan mungkin jika sedikit panas kau akan menekan erat-erat dan kemudian mungkin aku harus memberikan Dylan-san pengalaman perta-”

“Apa yang kau gumami? Ayo bergerak, tank.”

Berjalan sekitar sepuluh langkah di depan, aku mengatakan kepada Tina bahwa dia menggumamkan sesuatu sambil bergeser di tempat.

“Ah! Tolong tunggu aku, Dylan-san! Jangan tinggalkan aku!”

Tina berlari mendekatiku sambil menangis. Apa sih yang dia lakukan?

Ya ampun, kami beneran tersesat.

Skill ‘pembuat peta’ itu amat diperlukan.

Mungkin aku harus memasukkan orang lain ke dalam party——.

Dan, sambil aku memikirkan itu.

“......................... Nyeow, tolong, aku ...........................”

Dari suatu tempat di depan, aku mendengar panggilan minta tolong.

“... Pasti seorang petualang.”

“Di sana!”

Tina mulai berlari secepat ia mengatakan itu. Ahhh ya ampun, kau benar-benar tipe orang bergerak sebelum berpikir!

Berlari melalui labirin, kami berbelok di sudut, dan

“...... Nyaaaa, yang ada di sana .....................”

Seorang gadis tertutup tudung telah kolaps di tanah.

Dilihat dari pakaian saja, dia pencuri.

“Halo!? Apa kau baik baik saja!?’

Tina bergegas, berteriak.

Gadis itu mengangkat tubuhnya. Aku ingin menggunakan sihir penyembuhan yang telah kupelajari ketika aku menjadi pertapa agung, tapi dia tidak terluka.

Gadis itu membuka mulutnya seakan kesakitan.

“Ca ...”

“Ca?”

“Catnip ...”

Aku gak punya.

“Apa baik-baik saja air?”

“Ah ... aku rasa itu akan bagus untuk meong ...”

Memproduksi botol air dengan trik sulap, aku memberikannya kepada gadis itu.

Gluk gluk gluk, gadis itu meminumnya dengan penuh semangat. Tidak, aku gak mencampur dengan catnip, itu cuma air biasa.

“Phwaaaaaaaa! Ini sempyurna! Hmm? Siapa kalian?”

Gadis itu mengangkat wajahnya dan tudungnya dilepaskan.

Aku agak terkejut.

Dengan telinga kucing di kepalanya. Dan ekor jatuh dari pinggangnya.

“Manusia hewan!?”

Sambil Tina berteriak kaget, manusia hewan (?) gadis kucing memiringkan kepalanya kebingungan dengan ‘meong?’.
MARI KOMENTAR

Share: