Unlimited Project Works

13 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 12

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Sepertinya gadis kucing ini agak parah.

Dia mengosongkan botol air yang kuberi, kemudian berteriak “Bentar!”

Segera ikut.

Aku mengambil botol air lain menggunakan trik sulap.

Ketika mencoba untuk memanjat menara, air, makanan dan tenda sangat penting.

Tapi, hal-hal tersebut bisa memberatkanmu.

Jadi, petualang senior akan menggunakan tas yang memiliki sifat penyimpanan magis. Bisa masuk banyak hal di dalamnya.

Sebagai pelawak, aku tidak perlu hal-hal seperti itu.

Menggunakan trik sulap, aku bisa mengambil hampir semua hal dari udara tipis. Ada beberapa pembatasan, jelas, tapi itu jauh lebih mudah dibanding harus membawa tas.

Duduk berlawanan dengan si gadis kucing, aku menyerahkan botol air yang ia mulai teguk langsung.

Aku agak terpesona oleh telinganya, yang berkedut setiap kali meneguk.

Dengan jentikan pergelangan tanganku, aaku menghasilkan mawar di tanganku dan bertanya.

“Kau bisa memanggilku Dylan. Nah, aku pertapa. Wahai gadis hewan cantik, bulumu begitu bagus. Bolehkah aku mengetahui namamu?”

Akhirnya kalimat seadanya itu terdengar. Kebiasaan pelawak ini benar-benar sulit mati. Apa aku akan menjadi seperti ini sepanjang hidupku?

Gadis kucing itu terlihat sangat senang sambil menyeka air dari mulutnya.

“Nyaaー! Kau pasti cukup hebat untuk melihat bagaimana menakjubkan buluku, nyaamayan sama sekali!”

“Heh, trims.”

“Kalau gitu namaku, itu Nyaannyaanyaa!”

“... Maaf, katakan sekali lagi.”

“Nyaannyaannyaa!”

“... Oke, dan namamu?”

“Ini ‘Nyaannyaan’, nyaa!”

“Nyaanyaan, ya? Baik …”

“Nyaa!”

Bahkan untuk manusia binatang, itu nama yang aneh.

Belum lagi, meskipun dia begitu pendek, payudaranya besar. Aku penasaran apakah itu sebesar punya Tina?

Itu bom tumpukan pendek lainnya, Tina, angkat bicara.

“Aku Tina, seorang pendekar! Aku ber-party dengan Dylan-san!”

“Senyaan bertemu denganmu! Kalian berdua menyelamatkan hidupku!”

Haa haa, Nyaanyaan meletakkan kedua tangan sambil membungkuk kepada kami.

Ini benar-benar tampak lebih seperti peregangan kucing.

Payudaranya ditekan ke dalam tanah dan menonjol keluar kedua sisi tubuhnya. Menakjubkan.

“Nyaannyaan-san, apa yang terjadi?”

Ketika Tina bertanya, telinga kucingnya bergerak-gerak.

“Aku datang mencari tuanku, yang datang untuk menaklukkan menara sendrinyaan. Aku naik sampai ke sepuluan sendirianyan, meskipun aku cuma level 15.”

Tapi, ekspresi Nyaannyaan ini gelap.

“Aku sedikit ceroboh, nyaa. Ada monster yang terlalu kuat bagiku. Aku lari sebanyak yang kubisa, tapi dia tidak akan berhenti mengejarku ... Aku pun tersesat ketika aku berlari darinya, nyaa. Aku belum makan atau minum selama dua hari penuh, nyaa ...”

“Dikejar sampai sesulit itu?”

“Itu benar, nyaa! Dia mengejarkyu sepanjang jalan dari lantai sepuluh! Aku gak bisa menemukan ruang teleportyasi sama sekali dan aku kehilangan semua makanan dan air! Dia mungkin datang lagi kalau kita tinggal di sini, nyaa ... Kita harus pergi dari sini, nyaa!”

Dia berdiri dengan cepat.

Tapi begitu dia berdiri, dia mulai jatuh.

Aku membantu dia dengan lenganku.

“Kau baik-baik saja?”

“Nyaat beneran ... aku lapar banget ...”

“Ini, daging kering.”

Aku menarik tiga potong dendeng dari udara tipis dengan trik.

“NYAAAAAAAAAAAAAAAA!!”

Telinganya bergerak-gerak seperti orang gila sambil ia menyantapnya. Dia seperti anak liar beneran.

Sambil melahapnya, ia mulai menatapku.

“Ahh ... Kau penyelanyat hidup ...”

Itu bukan masalah besar.

“Um, Dylan-san!”

“Oh, ada apa?”

“Monster yang mengejar Nyaannyaan-san ... Apakah itu!?”

Melihat dimana Tina menunjuk, ada monster humanoid sekitar 2 meter berdiri dari tempat kami datang.

Itu adalah mayat hidup, beriak dengan otot. kulitnya robek di banyak tempat dengan tulang menonjol keluar dan setengah wajahnya terlihat robek, dasar brengsek jelek.

Dia membawa gunting kebun di tangannya.

Sambil menumpahkan air liur, perlahan-lahan beringsut ke arah kami.

Aku mengangguk.

“Si Penguntit, ya. Dia monster cukup sulit, kalau menemukan dia di lantai sepuluh atau di atasnya, dia akan mengejarmu sampai kau meninggalkan menara.”

“BYISHYIRYIRYRIRYRIRYIAAAAAAH ...!”

Si Penguntit yang hanya terseok-seok perlahan tiba-tiba berlari ke arah kami.

“GAAAAAAAAAAAAK!?”

“Nyaaaaaaaaaaaaaa!?”

“Oh, itu cukup cepat, ya? Aku mengerti sekarang. Dia cukup menakutkan.”

Sambil berlari pada kami, Tina dan Nyaannyaan menjerit.

“Ayo kita lari Dylan-san, ayo kabur, ayo keluar dari sini!!”

“NYAAAAAAAAAAAAAAAA! NYOOOOOOOOOOOOOO!!!”

“Oi.”

Sambil mereka berdua mulai melarikan diri, aku melemparkan beberapa kartu remi.

Kartu yang kulemparkan terjebak ke dalam tubuh si penguntit, tapi ia terus berlari.

“Kartu remi!? Hal semacam itu tidak akan bekerja pada dia, nyaa!”

Mengabaikan teriakan si gadis kucing, aku menjentikkan jariku.

“Pengapian!”

Puf!

Kartu yang menusuk si monster tiba-tiba terbakar.

“Yap, mayat hidup benar-benar terbakar baik.”

Tapi, ia masih mengejar.

“BYYAAARIYAAAAAAAAAH!!”

“Gaaaak! Dylan-san lakukanlah sesuatu lakukanlah sesuatu gaaaaaaaaaaaak!!”

“Nyaaaaaaaaaaaaa!!!”

Mayat hidup yang sekarang benar-benar terbakar hampir mendekati kami. Ini cukup menakutkan.

Nah, ini adalah bagian yang mudah, setidaknya.

“Karena sudah renyah dan rapuh ... Baiklah!”

Aku berbalik dan mulai menari. Kumpulan cahaya muncul di sekitarku. Ini adalah penghimpunan energi magis. Baik perantara dan godaan untuk memanggil roh.

Itu adalah bidadari yang muncul atas panggilanku.

——Lama tidak bertemu, anak manusia.

Roh yang mengambil bentuk wanita cantik mencium pipiku.

“——Huu ....”

Dan menarik napas sekali terhadap si monster.

Mayat hidup yang berapi, bermandikan gemericik udara dari si bidadari, kolaps segera.

Tepat sebelum mencapaiku, si penguntit telah runtuh menjadi abu.

Ini kemenangan.

“Semua berkatmu, malaikat angin.”

Aku berlutut di hadapan bidadari itu, mencium punggung tangannya.

——Silakan saja memanggilku setiap saat, dasar kau pelawak kecil lucu.

Angin lembut bertiup, lalu dia menghilang secepat ia tiba.

Aku bukan pelawak lagi, tapi aku kira itu tak masalah.

“Eh? Kau ... mengalahkan itu?”

“Nyaa? Kau ... menang?”

Kedua gadis yang gemetar di belakangku berbicara pada waktu yang sama.

Aku memandang sekeliling dan melemparkan kartu lain.

Itu mengubah udara menjadi sorotan, menerangiku.

Aku mengambil topiku dan meletakkannya di dadaku. Menyebarkan lenganku yang lain dengan penuh gaya, aku membungkuk pada gadis-gadis.

“Seperti yang kalian lihat, itu adalah kemenangan besar♪”

一Sesaat keheningan.

“WOOOOOOW!

“WYOOOOOOW!”

Pendekar kecil dan gadis kucing bersorak bersama-sama.

Hmph. Melarikan diri ketika kau seharusnya tank dan bersembunyi di belakangku ketika kau orang yang menarik serangannya, aku harus benar-benar memaafkan kedua hanya karena mereka memberiku sorakan?

“Seperti yang diharapkan dari Dylan-san! Kau mengalahkan monster kuat dari lantai sepuluh begitu mudah! Dan apa itu bidadari yang kau panggil!? Dan tampaknya kau berteman baik juga!”

“Dia penonton biasaku. Dia salah satu pelanggan terbaik di dunia roh, dia sangat menyukai tarianku.”

“Pelanggan tetap dari dunia roh!! Apa-apaan istilah terdengar kuat itu!!”

“Salahkah?”

“Iri!!”

Tina melompat. Bukit-bukit melambung dan bergoyang. Bukankah itu berat? Tidak, tunggu, apa mereka dihitung sebagai armor?

Sebelah pendekar betumpuk pendek memantul, gadis kucing mendesah kagum.

“Haa ... kau luar byasa! Trik sulap itu sehebat si pelawak legendaris Dylan sa ... at ... nyaa. Huh? Omong-omong, namamu adalah ...”

Ketika seorang wanita meminta namaku, tubuhku hanya bergerak sendiri. Dengan kata lain,

“Dylan Albertini. Senang bertemu denganmu, wanita cantik, kukatakan betapa indah matamu?”

Aku menarik gadis kucing ke dalam pelukan, menawarkan dirinya mawar kuning dengan tanganku yang lain, yang menyerupai warna kuning dari matanya. Kalimat seadanya lagi, huh?

“Nyaa ... Fuyaa ....”

Nyaannyaan menatapku dengan bingung. Wajahnya merah terang dan ada air mata di matanya. ‘Haruskah aku membiarkan gadis ini?’ Aku bertanya pada diri sendiri, (Peluk lebih erat) pelawak dalam diriku merespon. Pergi dari pikiranku.

Bahkan di keadaannya, Nyaannyaan masih menerima mawarnya.

“Oh, salahku. Ketika aku melihat wanita cantik ini, tubuhku hanya bergerak sendiri.”

Aku tahu itu tidak dapat dihindari sebagai efek samping dari pekerjaanku yang sekarang, tapi bagaimana aku mengatakannya, aku benar-benar bukan penggemar hal semacam ini.

Tina protes di sebelahku.

“Bagaimana denganku! Kenapa Dylan-san tidak pernah melakukan hal semacam ini padaku!?”

“Ahh, baik ketika aku pertama kali bertemu, kau tahu, aku pikir kau cuma anak-anak.”

“Itu kejaaaaaaam!”

Tidak banyak yang bisa kulakukan meskipun kau mengatakan itu.

Mungkin berbeda jika kita bertemu di menara.

Nyaanyaan bergumam dalam keadaan linglung.

“Dylan Albertini ... si pelawak legendaris nyaa...”

Aku menjawab punggungnya.

“Aku sudah jadi pertapa agung. Apa kau kenal aku dari suatu tempat?”

“T-tentu saja, nyaa! Aku sudah mencari-cari si pelawak bernama Dylan sepanjang waktu, nyaa!!”

“Mencariku? Kau tidak mencari ‘tuan’-mu?”

“Dylan adalah orang yang akan menjadi tuanku!!”

Oh, hal semacam itu.

Kau tidak mencari tuan yang terpisah darimu, kau sedang mencari periode tuan.

“Kumohon, nyaa! Biarkan kita buat pyaarty sama-sama!”

Saat ia mengatakan itu, Nyaannyaan melompat ke lantai dan membungkuk lagi.

Sama seperti sebelumnya, dia terlihat seperti kucing meregangi punggungnya.

Untuk gadis kucing itu, itu pasti menunjukkan tanda rasa hormat.

Tina dan aku saling memandang, lalu kembali pada si gadis kucing yang berlutut. Tak satu pun dari kami benar-benar dapat bertahan dengan situasi ini.

Sekarang, apa yang kami lakukan?
MARI KOMENTAR

Share: