Unlimited Project Works

22 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 19

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Segera setelah memasuki hutan, kami bertemu sesosok monster.

Nyannyan mengatakan kepada kami untuk “Berhenti, tetap menunduk” saat ia mengangkat tangannya.

Lalu, dia berbalik dan berbisik.

“... Lihatlah pohon itu, nya.”

Aku mengangguk, membalas dengan berbisik.

“Mmm ... Oh, pohon pemakan manusia, ya? Kau melihatnya langsung, hebat.”

Monster seperti pohon adalah di sebelah kanan jalan yang kami ambil, itu meniru fauna dengan baik sehingga akan sulit untuk dikatakan dengan sekilas belaka.

Alis Tina mengangkat dengan kagum.

“Hebat ... Aku gak tahu sama sekali!”

“Lihatlah akar pohonnya. Mereka menggeliat sedikit, seperti tentakel, lihat?”

Tina menyipitkan matanya saat melihat.

“Wow, benar! Menjijikkan!”

“Kau akan terjebak oleh itu kalau kau gak mengawasinya, jadi perhatikan.”

“Eh, beneran!?”

“Cowok dan cewek keduanya.”

“Ehhh!? ... Dylan-san, kebetulan kau memasuki permainan tentakel itu?”

“Apa kau idiot?”

Sambil aku tertawa melalui hidungku, aku mulai membayangkan akan seperti apa jika Tina dan Nyannyan tertangkap oleh pohon pemakan manusia.

Tergantung terbalik di udara, pakaian dan zirah mereka terkelupas, tentakel menggeliat di sekitar mereka ...

“... Dylan-san? Kenapa kau tiba-tiba diam? Gak mungkin, kau ...?”

“T-tuan? Apa itu salah satu hobimu, nya ...?”

Dengan wajah mereka menjadi merah, aku tersenyum.

“Gak buruk sama sekali.”

“Gak buruk katanyaー! Astaga, Dylan-san, dasar mesum!”

“Nyaa! Dikhayali bahkan lebih memalukan dibanding yang kuduga, nyaa!”

“Aku cuma bercanda. Bersyukur karena lamunan itu, aku akan mengalahkan itu untuk nona-nona muda yang cantik☆”

Aku memberi mereka senyum playboy. Seharusnya itu merobohkan mereka.

Tapi, wajah mereka hanya jadi lebih bingung.

“Gak minta maaf atas delusinya, malah berterima kasih kepada kami, Dylan-san beneran yang terendah dari rendah ...”

“Dia beneran seorang playboy, nya ... Bagaimana kami jatuh cinta dengan seorang pria seperti ini, nya ...?”

““Benerrrr?””

Mereka jadi punya perhatian yang sama.

“Persahabatan sejati beneran hal yang indah untuk dilihat. Sekarang, aku akan kembali dalam sekejap.”

“Hanya saja kita memiliki musuh biasa.”

“Semoga berhasil di luar sana, tuan. Aku mengharapkan permainan tentakel, nya.”

Jangan terlalu berharap.

Aku bangkit dan perlahan-lahan berjalan menyusuri jalan, berpura-pura bahwa aku tidak melihat pohon pemakan manusia.

“Funfufu~n ♪ Ahh, gak ada yang lebih baik daripada berjalan damai di hutan.”

Aku mengangkat kedua lenganku, meregang ke belakang.

Begitu seperti yang kulakukan, tanah di dekatku mulai bergeser seperti ular yang merayap.

Fssshaaaa!

Akar pohon meledak melalui tanah. Yap, tentakel.

Dari batang pohon, mata vertikal yang besar membuka. Akhirnya mengungkapkan diri.

Aku melompat jauh untuk menghindari itu dengan mudah, lalu saat aku memegang topiku di tempat aku menjulurkan jari telunjuk kananku.

Waktunya untuk sihir dasar lagi——

“Sinar api”

Biarpun itu sihir kelas terendah, masih dapat menghasilkan bola api sebesar seseorang.

Tapi, ini adalah monster lantai sepuluh. Sepertinya ia memiliki balasan.

Shashashasha, akar pohon datang bersama-sama untuk membentuk dinding di depan pohon pemakan manusia. Gak mungkin aku diserang dengan seperti itu.

Mata pohon tampaknya menertawakanku. Ketika aku melihatnya, aku tertawa juga.

Sudah kuduga.

Dinding akar pohon mulai jatuh. Ia benar-benar tidak punya cara untuk melarikan diri.

Dan kemudian, dinding runtuh. Sebuah bunyi gemuruh menggema melalui tanah dan awan debu itu terangkat. Sambil pohon itu difokuskan padaku di langit, ia telah terkena serangan yang sangat kuat dari bawah.

Ketika aku mengangkat kedua tangan sebelumnya, aku sudah menjatuhkan setumpuk kartu remi.

Menggunakan trik sulap, aku bertukar posisi dengan kartu yang telah mengiris pohon, menunjuk jari telunjukku tepat di matanya.

“Sinar api.”

BANG!

Pohon pemakan manusia tak tahu apa yang telah terjadi. Seperti tertembak langsung dengan sihirku, ia dibakar menjadi abu, memudar dan hanya menyisakan manastone saja.

Aku bisa mengalahkan itu tanpa menggunakan sihir, tapi lebih menyenangkan dengan cara ini.

“Hebat sekali Dylan-san!”

“Tuan beneran kuat, nya!”

Sambil aku membungkuk untuk mengambil manastone itu, mereka berdua muncul dari semak-semak dengan bersorak.

Mengaduk manastone di tanganku pergi ke penyimpanan dengan trik, aku melihat bahwa mereka berdua menatapku malu-malu, mencair lubang diriku dengan mata mereka. Eh, apa itu?

“Umm ... Selama Dylan-san menyelamatkan kami dan tidak ada orang lain melihat ... kalau kau beneran mau, mungkin melakukan sedikit permainan tentakel gak begitu buruk ...?”

“Nya ... Aku juga ... Selama Tina gak masalah, itu sepertinya gak apa-apa, nya ...?”

................

Untuk sesaat, aku serius mempertimbangkan itu. Bagian jantan dalam diriku teraduk oleh gagasan tersebut.

“Jangan bodoh. Aku gak bisa menempatkan teman-temanku yang indah dalam bahaya seperti itu, kan? ☆”

Aku entah bagaimana berhasil menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya dengan berkedip pada mereka dengan senyum playboy lain.

Tina dan Nyannyan mengangguk, aku pikir mereka akan lega tetapi mereka benar-benar tampak sedikit kecewa. Eh, aku membuat kesalahan ...?

“.....Ayo maju. Bersiaplah untuk apapun.”

“I-Iya!”

“Nya, a-ayo pergi!”

Apa-apaan suasana ini?

Setelah itu, kami menemui pohon pemakan manusia lain.

Tina, dalam perannya sebagai tank, berdiri di depan kami dan mengambil semua perhatian dari tentakel.

Mereka mencengkeram sekitar perisainya, perut, paha dan lengan kiri, tapi Tina tidak bergeming. Ia memastikan untuk menjaga leher dan dilindungi lengan pedang, jadi dia baik-baik saja. Pohon pemakan manusia mencoba untuk mengangkatnya ke udara, tapi ketenangannya terlalu kuat.

Lalu, Tina menatapku. Pasti karena suasana hati dari sebelumnya, tapi imajinasiku telah terpicu ketika aku melihat itu. ‘Haruskah aku berhenti menolak?’ dia tampak bertanya kepadaku dengan matanya, tapi aku yakin aku salah.

Sambil Tina menerima serangan langsung monster itu, Nyannyan melesat di dasar pohon dengan pisau dan menusukkannya ke dalam matanya.

Pohon pemakan manusia menggapai-gapai tentakel secara liar dalam panik menyakitkan.

Nyannyan melirikku dengan cepat. Tatapan yang dia kirim padaku seakan mengatakan ‘Serangan mesum kayak apa yang kau harapkan, nya? Kerusakan zirah?’, aku ingin percaya bahwa imajinasiku berjalan liar saja. Aku beneran ingin percaya itu.

Tak lama, kami sudah memotong pohon pemakan manusia kelima kami, memperoleh banyak manastone.

“Ini bakalan hebat!”

“Iya! Ini hebat! ..... Ini bakalan lancar.”

“Bakal lancar, nya! ………. Gak ada yang terjadi.”

Sambil gadis-gadis itu bergumam dengan suara kecewa, aku pura-pura tidak mendengar apa-apa.
MARI KOMENTAR

Share: