Unlimited Project Works

24 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 20

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Kami terus berjalan lebih jauh ke dalam hutan.

Nyannyan memimpin, dengan Tina dan aku mengikuti di belakang.

Tak butuh waktu lama bagi Nyannyan untuk menemukan lebih banyak musuh.

Seekor ular berbulu besar dan cokelat ―― Seekor piton racun. Seperti namanya, itu beracun. Ia menunggu untuk menyergap mangsanya dengan berbaring diam-diam di rumput panjang.

Terlebih lagi, di atas kepala, ada monster berbentuk primata yang tergantung di cabang. Tiga makhluk dengan rambut cokelat dan putih itu disebut dadamonkey.

Kami tidak punya waktu untuk serangan pelumpuhan. Segera setelah kami menemukan musuh-musuh itu, mereka menemukan kami secara bergantian.

“Mereka menemukan kita!”

“Bersiaplah untuk bertarung. Tina, ambil bagian depan. Saat kau lawan musuh, berhati-hatilah terhadap racun dari piton. Nyannyan, lawan monyet dari samping. Aku akan suport Tina dari belakang.”

“Dimengerti!”

“Baik, nya!”

Piton racun merayap ke arah kami.

Bertukar dengan Nyannyan yang mundur ke belakang, Tina melangkah maju dengan perisai besarnya.

――SHAAAAA!

Ular itu terbang ke arahnya dengan kecepatan yang menakutkan. Namun, Tina membalas serangan itu dengan sempurna dengan perisainya.

“Haaaaaaa!”

Memutar tubuhnya, dia menghancurkan ular piton ke tanah menggunakan perisai.

Saat dia menyematkan ular ke tanah, Tina menarik pedang panjangnya dan memenggalnya dengan satu serangan. Nice moves. Sama seperti aku mengajarinya.

Ketika Tina dengan cepat menghabisi piton tanpa kesulitan, tiga dadamonkey menyerangnya dari atas. Mereka secara fisik lebih kecil dari manusia dewasa normal tapi jauh lebih kuat.

“Tina, di atasmu! En garde!”

Dia mungkin sudah melihatnya, tapi aku meneriakkan peringatan. Dengan begitu, dia bisa memainkan peran tank tanpa harus ragu, tahu bahwa aku sudah sadar akan bahayanya.

Tina masih memegang pedang saat dia menguatkan perisainya dengan kedua tangan. Tepat pada waktunya untuk menerima serangan bertenaga penuh dari tiga monyet.

GEDEBUK!

Tiga serangan yang akan meratakan manusia berdampak pada perisainya, tetapi Tina tetap teguh.

Dia menggali tumitnya ke tanah ketika para monster mencoba menarik perisainya. Melihat seorang gadis kecil yang menahan ketiga monyet mengerikan itu tampak benar-benar aneh. Tapi, Tina menyeringai.

Para dadamonkey memekik frustrasi ketika mereka mencoba merobek pertahanannya, tetapi mereka tak bisa membuatnya bergerak sedikitpun.

Dengan lingkaran cahaya yang menyinari kakiku, aku menari ke arah aksinya dan mengayun ke leher mereka dengan Yagetsutou.

Jester ・ Dance “Sword Dancer”

―― ??

Wajah kedua dadamonkey itu tampak benar-benar bingung ketika mereka menatapku. Ekspresi mereka tidak berubah saat kepala mereka jatuh ke tanah.

Sisa satu.

“Shiiyyyaaaaa!”

Nyannyan terbang dari samping, menusuk jantung dan tenggorokan monyet terakhir pada saat yang sama, membunuhnya secara instan. Dia punya beberapa gerakan yang bagus juga.

Begitu monster terakhir telah memudar menjadi manastone, aku mengangguk pada dua lainnya.

“Ya. Kita selesai.”

Tina dan Nyannyan tersenyum gembira.

“Wow, kita berhasil! Itulah kali pertama aku mengalahkan monster ular! “

“Kitaberhasil nya! Aku selalu bergumul melawan dadamonkey itu, tapi kita mengalahkan mereka dengan begitu mudahnya!”

“Kerja bagus, kalian berdua.”

“Itu semua berkat Dylan-san mengajariku cara melawan semua monster ini!”

“Nya! Bimbingan Tuan sangat sempurna!”

“Itu karena kalian berdua benar-benar mendengarkan apa yang aku katakan.”

Sederhana saja bagiku untuk mengalahkan semuanya sendiri. Tapi jika aku melakukan itu, keduanya tidak akan mendapatkan pengalaman apapun. Dan kalau kau tidak mendapatkan pengalaman, kau tidak naik level. Itu buruk.

Aku ingin membantu anggota party-ku menjadi yang terbaik yang mereka bisa. Itulah peran pemimpin.

Selain itu, aku bisa mencari tahu beberapa hal saat menyaksikan mereka bertarung. Tina dan Nyannyan punya bakat. Mereka mengingatkan aku ketika aku pertama kali bertemu dengan Raja Kejayaan.

Ketika aku memikirkannya, aku perhatikan bahwa semua lisensi petualang kami bersinar.

Kami naik level.

“Aku berhasil! Aku level 13! Aku bisa menggunakan banyak skill pendekar yang sangat kuat sekarang! Iron Wall, Charge, dan Hammer Blow!”

“Aku level 16, nya! Skill berburu harta karunku meningkat!”

“Aku level 7. Kurasa aku belajar sihir baru.”

“Dylan-san, kamu sudah level 7!? Bukankah itu sangat cepat!?”

“Itu normal. Aku membunuh banyak monster di kandang monster dan ruang jebakan peti harta karun, belum lagi seberapa banyak pengalaman yang diberikan monster di lantai sepuluh.”

“Bukan ‘normal’ untuk membunuh banyak musuh di kandang monster di levelmu! Sama sekali gak!”

“Aku pikir tuan ini jauh dari ‘normal’, nya! Dia menakjubkan, nya!”

Aku menutup mataku untuk memeriksa layar statusku, melihat sihir baru yang kupelajari.

“Aku bisa menggunakan mantra ‘Pyro Ray’ tukang sihir dan ‘Dazzle’ pendeta. Yang kedua aku bisa melakukan hal yang sama dengan dance, tapi yang pertama adalah sihir ofensif, ya? Aku gak sabar untuk mencobanya.”

“Untuk menggunakan sihir seorang pendeta dan tukang sihir pada saat yang sama ...! Dylan-san, kau luar biasa!”

“Itu karena dia seorang Pertapa Agung, nya. Dia dapat menggunakan skill pelawak juga. Sepertinya dia menggunakan cheat, nya. Cheater, nyaa!”

“Rasanya aneh bagi seorang gadis kucing memanggilku cheater. Aku gak tahu apakah kau memanggilku gak jujur atau kucing besar.”

“Aku gak memanggilmu cheetah, nya!”

Ya tentu saja.

“Omong-omong, kita harus pergi sekarang. Jangan lengah.”

“Iya!”

“Oke, nya!”

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Beberapa hari yang lalu.

Istana Garland.

Ruang pertemuan kerajaan.

Dua wanita dibawa ke hadapan Raja Theoderic yang duduk di singgasananya.

Alasan mengapa mereka dibawa ke aula di bawah penjagaan bersenjata adalah karena mereka sudah ditangkap sebagai penjahat.

Ya, mereka adalah Pahlawan Tukan Sihir Aiza dan Pahlawan Suci Mills.

“……….”

Melihat mereka berdua berlutut di hadapannya, Raja menghela napas lemah.

Dia sudah berusia pertengahan lima puluhan, tetapi Raja pernah menjadi pejuang perkasa yang memimpin pasukannya ke medan perang secara pribadi, dia memiliki wajah yang rapi dan sikap tak kenal takut.

Dia sudah mendengar dari organisasi pendukung bahwa party pahlawan yang dipimpin oleh Laius telah mundur dari benua iblis dan tidak melaporkan ke organisasi sama sekali.

Mempersempit matanya, Raja Theoderic mengajukan pertanyaan kepada mereka berdua yang dibawa di hadapannya.

“Apa yang terjadi pada Dylan dan Laius?”

Aiza mengangkat wajahnya dan menjawab seolah-olah dia telah melatihnya.

“Tolong dengarkan saya, Yang Mulia. Mereka berdua lari! Playboy Dylan itu dengan egois menggunakan kristal teleportasi untuk menyelamatkan kulitnya sendiri dan membuat kami terperangkap di dalamnya, jadi Laius mengusirnya dari party. Setelah itu, Laius mengklaim bahwa dia akan pergi dan menantang Raja Iblis lagi, tapi dia tidak mendengarkan kami ketika kami mencoba menenangkannya, lalu keesokan paginya dia pergi. Seolah-olah dia benar-benar bermaksud pergi dan membunuh Raja Iblis! Pria itu baru saja melarikan diri untuk menghindari hukuman. Itu kebenarannya!”

“………..Oh?”

“Itu semua kesalahan si playboy Dylan! Kami semua terjebak dalam teleportasi! Pertama-tama adalah kesalahan Laius karena mempercayainya dengan kristal-kristal itu! Lalu, Laius mengabaikan semua aturan dan memecat playboy itu, sebelum melarikan diri! Kami berdua mencoba menghentikan semua ini, tentu saja, tetapi berbicara dengan si playboy dan pahlawan pedang itu, rasanya kata-kata kami tidak didengarkan!”

“Sudah beberapa hari sejak Laius melarikan diri. Mengapa kalian tidak datang dan segera melaporkan ini kepada kami?”

“Kami sedang sibuk mencari Laius!”

“Jadi begitu…”

Raja menghela napas lagi dan berpikir untuk dirinya sendiri.

――Jika bahkan Dylan terpaksa mundur, musuhnya pasti cukup tangguh.

“Menurut laporan Mills, selama pertempuran di benua iblis melawan jenderal Raja Iblis, kalian menghadapi masalah serius hanya melawan pasukan yang menyertainya dan bahkan pedang sucinya patah. Dalam laporan ini, dikatakan bahwa kau ingin menggunakan Ascension of the Saint, tetapi entah bagaimana aku ragu itu akan mengubah gelombang pertempuran. Menilai dari ini, aku akan mengatakan bahwa Dylan membuat seruan yang benar.”

“Ap…!”

Suara Aiza menghilang seolah dia tak bisa mempercayainya. Lalu, dia berbalik dan memelototi Mills yang berlutut di sebelahnya. Dia tak tahu bahwa Mills sudah menulis laporan.

“Memecat Dylan bukan hanya kejahatan satu orang. Sebagai sebuah party, kalian bersalah menyalahkan kawan yang menyelamatkan seluruh hidup kalian.”

“T-Tapi, kami ...!”

“Diam. Tidak bertindak untuk menghentikan pemecatan sama buruknya dengan perbuatan itu sendiri. Jika kalian mencoba untuk melakukannya, kalian bisa membatalkan keputusan Laius.”

“Tapi itu sepenuhnya—”

Ketika Aiza mencoba membela diri, dia diinterupsi oleh Mills.

“Anda benar, Raja Theoderic.”

“A-Apa katamu!?”

“Aiza-sama, Laius-sama dan saya salah. Tolong sampaikan ini ... kepada Aliansi.”

Mendengar kata-kata Mills, alis Raja berkedut.

Boleh dikatakan, keduanya tidak lahir di Kerajaan Garland. Mereka orang asing.

Meskipun ada cabang organisasi pendukung pahlawan di Kerajaan Garland, negara ini masih menjadi bagian dari Aliansi yang lebih luas.

Makanya, meskipun kejahatan melarikan diri dari Benua Iblis adalah pelanggaran langsung dan harus ditangani oleh organisasi pahlawan, Kerajaan Garland yang hanya satu dari sekian banyak anggota Aliansi dan akan sulit secara politis untuk menuntut mereka sendiri.

Aiza, yang sepertinya tidak bisa membaca aliran percakapan ini sama sekali, berjuang berdiri dan berteriak.

“A-Apa kau bodoh!? Ini salah, semuanya salah, Yang Mulia! Saya tidak bersalah! Saya tidak melakukan apa-apa——!”

“Diam, kalian berdua.”

“Hah! Ugh....!”

“…………………….”

Aiza yang wajahnya berubah marah dan Mills yang tanpa ekspresi seperti biasanya, menundukkan kepala mereka.

Melihat keduanya, Raja Theoderic menyadari ketakutannya menjadi kenyataan.

Party pahlawan telah benar-benar runtuh.

Dia bergumam sendiri.

“... Mungkin jika dia dijadikan ‘pahlawan’, segalanya tidak akan seperti ini. Lagipula Dylan benar-benar harus menjadi pemimpin ... Orang-orang bodoh yang terkutuk di Aliansi ...”

Sesuai namanya, Aliansi adalah asosiasi dari beberapa kerajaan.

Itu telah dibentuk sebagai penyeimbang bagi Raja Iblis.

Organisasi party pahlawan, perbekalan, logistik, personel, dll. Semua ini dilakukan bekerja sama dengan negara lain.

Keputusan dibuat di Majelis Kerajaan, di mana suara mayoritas diperlukan untuk melewati mosi apapun.

Dunia diperintah oleh mayoritas.

Karena itu, klaim Raja Garland akan sering kalah.

Meskipun dia telah memberitahu keterampilan Dylan dalam kepemimpinan dan kemampuan dengan baik, di dunia di mana politik mengalahkan semuanya, itu adalah usaha yang sia-sia.

Mereka berpikir tentang bagaimana negara mereka sendiri dapat mengambil untung dari seleksi, daripada benar-benar mengalahkan Raja Iblis. Beberapa dari mereka mungkin benar-benar berpikir bahwa akan lebih baik untuk mempertahankan status quo daripada mengalahkan Raja Iblis.

Dan bagi kerajaan mereka, itu mungkin pilihan yang tepat.

Tapi kemudian…

Apa gunanya Aliansi?

Mills angkat bicara.

“Raja Theoderic, izinkan saya untuk mengatakan satu hal.”

“Apa itu?”

“Tolong izinkan saya untuk kembali ke Launtissary.”

Salah satu negara anggota Aliansi dan rumah dari agama besar yang mengikuti dewa yang dikenal sebagai ‘Monte’, itu memiliki orang-orang percaya yang mencakup seluruh dunia, termasuk Mills.

Aiza marah lagi usai mendengar itu.

“Kau! Kau hanya ingin melarikan diri sendiri, ya kan!? Kalau begitu, Yang Mulia, tolong izinkan saya kembali ke Sandrelia!”

“Aiza, kalau kau menaikkan suaramu tanpa izin lagi, aku akan memastikan bahwa kau tidak akan memiliki lidah buat bicara.”

“Ap……..Permintaan maaf terdalam saya. “

Raja Theoderic melihat kembali ke Mills. Sulit untuk menyangkal permintaan langsung dari seorang pendeta agama besar seperti yang memuja Monte.

“——Begitulah. Tapi, sebelum itu, aku akan meminta kalian menyelesaikan masalah di sini.”

“Apa itu?”

“Temukan Laius dan Dylan, dan bawa mereka kembali ke sini. Tugas kalian belum berakhir. Jika mereka mati di medan perang, laporkan padaku dengan bukti, jika mereka masih hidup, aku ingin melihat mereka dengan mata kepala sendiri.”

“—Seperti yang Anda perintahkan. Terima kasih atas kedermawanan Anda, Raja Theoderic.”

“Batas waktu kalian adalah sepuluh hari dari sekarang. Sepuluh hari dari sekarang, kalau kalian berempat tidak hadir di hadapanku tanpa semacam bukti kematian mereka, aku akan menghukum kalian berdua atas nama Aliansi. Apakah sudah jelas?”

“Tentu.”

Ketika Mills menundukkan kepalanya dengan ramah, Aiza tampak hampir menangis.

“Y-Yang Mulia, tolong izinkan saya mengatakan satu hal!”

“Bicaralah.”

“B-Bagaimana dengan saya, jika kami melakukan ini, bisakah saya juga pergi ...?”

“Tidak sama sekali. Kau seorang penjahat yang membunuh warga negaraku. Begitu Mills kembali dengan Dylan dan Laius, aku akan menghukummu sesuai dengan hukum kerajaan.”

“T-Tapi itu ...!”

Wajah Aiza menjadi sangat pucat. Dia telah menggunakan sihir tanpa izin di ibukota dan itu mengakibatkan pembantaian. Dia pasti akan dieksekusi.

“Y-Yang Mulia, mohon tunggu! Tolong izinkan saya menghubungi ayah saya ... Rumah Inzaghi! Biarkan saya mengirim surat!”

“Diam! Penjaga, bawa dia pergi.”

“Tunggu sebentar! Kumohoooooon!”

Para penjaga menyeret tukang sihir yang menangis, masih menendang dan menjerit. Biasanya jika seorang bangsawan melakukan kejahatan di negaranya, ia akan terbuka untuk menerima uang tebusan dengan imbalan pembebasan mereka yang aman, tetapi kali ini ia tidak tertarik.

Ekspresi wajah datar Mills tidak berubah saat dia melihat.

“Diskusi kita selesai. Pergi sekarang, Pahlawan Suci Mills.”

“Iya.”

Bangkit berdiri, Mills berbalik dan pergi.

Melihat punggungnya, Raja menghela napas.

Dylan, di mana kau sekarang?
MARI KOMENTAR

Share: