Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

26 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 24

on  
In  

hanya di setiablog
Pahlawan tukang sihir, Aiza.

Pahlawan suci, Mills.

Saat aku melihat mereka berdua, pelawak diriku diaktifkan. Seperti tiga tahun di mana aku memainkan mereka.

——Langkah pertama memutuskan pemenang.

“Wah wah, bukannya ini Aiza-sama dan Mills-sama. Betapa aku rindu kalian berdua.”

Aku membuka topi di kepalaku dan mendekatkannya ke dadaku sambil membungkuk.

“Dalam perayaan reuni kita, aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu, nikmatilah.”

Sambil aku menelan ludah didalam hati, alis Mills terangkat. Tapi, aku tidak khawatir. Aku punya jaminan.

Aku mengangkat suara.

“♪ Oohhhh, kita memuji kekuatan dewa kita, dari surga, dewa memberi kita pandangan. anak-anakmu tetap cantik, sementara berkatmu tetap melimpah. Kami dibungkus cahayamu ♪”

Semua orang terkejut ketika aku mulai bernyanyi. Tina dan Nyannyan menatapku dengan penuh takjub sambil berteriak.

“Dylan-san, nyanyianmu hebaaat!?”

“Nyaa! Aku beneran beneran beneran mencintai suaramu itu nya!”

Oh, jadi itu bagian mereka terkejut?

Dibandingkan dengan bagian lain menjadi pelawak, seperti menari, aku cukup jelek dalam bernyanyi.

Tapi, itu masih keterampilan pelawak. Jadi,

“Huh …?”

“Nya ...?”

Tina, Nyannyan dan aku sendiri. Tiga anggota party Dylan terbungkus cahaya.

Menyanyikan sebuah lagu seperti ini tidak mengkonsumsi mana dan dapat memiliki efek seperti mantra.

Lagu yang kunyanyikan tadi secara dramatis akan meningkatkan daya tahan sihir party.

Mengesampingkan sihir Aiza, sihir kematian instan Mills bisa benar-benar berbahaya untuk Nyannyan dan Tina.

Karena hanya mereka yang terkena dampak dapat melihat cahayanya, lawan tidak harus tahu arti sebenarnya dari lagu kecilku. Tapi, karena orang-orang ini berada di party lamaku dan pasti melihat aku bernyanyi sekali atau dua kali sebelumnya, mereka pasti mengerti jika mereka hanya berpikir sedikit, tapi...

“Haaa? Sebuah lagu untuk merayakan Rejuvenation (Peremajaan)? Sungguh omong kosong. Mendengarkan pertunjukan dengan sampah sepertimu itu mengotori telingaku!”

Aiza tampaknya tidak mengerti itu. Dia hanya meludahkan beberapa penghinaan.

Aku menunduk padanya dengan tersenyum.

“Ah, aku sangat menyesal untuk telinga kotormu, nah kalau gitu...”

“Dasar playboy kurang ajar...!”

Aiza melotot keras padaku. Tapi, ekspresiku tidak berubah sama sekali.

Semua waktu itu, aku diam-diam memberi sinyal untuk Tina dan Nyannyan. ‘Mengawasi situasi’, ‘Jadilah siap untuk apapun’, ‘Jika ada yang salah, gunakan kristal teleportasi’.

Aiza dan Mills mungkin di depanku. Bukannya aku mengerti alasannya. Tidak masalah bagiku untuk melawan mereka, tapi terlalu dini untuk Tina dan Nyannyan melawan orang-orang ini.

“Ya, ya, aku playboy dengan mulut sedikit kurang ajar ♪ gak, gak, bibir ini tidak akan menutup dalam waktu dekat. Seburuk pertunjukanku mungkin, jalanan akan merindukan keriangan dan kegembiraanku ♪”

Aku terus bernyanyi sambil melepaskan kembang api ke langit.

“Tapi meskipun kelancanganku tidak menurun sama sekali, Aiza-sama tampaknya telah kehilangan sedikit martabat. Oh ho, maafkan aku, apa itu hal kasar? Ini adalah suatu hal yang menyedihkan, melihat jatuhnya rahmat seorang bangsawan.”

“Apa katamu….!?”

Tangannya yang memegang tongkat gemetar marah dengan darah bergegas ke kepala Aiza. Dia marah. rambutnya yang panjang melebar ke belakangnya sambil kekuatan sihir mengisi tubuhnya.

Kutebak aku targetnya. Tapi, saat itu, Mills membuka mulutnya.

“Aiza. Diam sebentar.”

“T-Tapi, Mills-sama...!”

“Bukankah aku sudah memberitahumu untuk diam?”

“M-maaf...!”

Kekuatan sihir yang mengalir dari tubuh si tukang sihir menghilang.

Aku ingin memprovokasi Aiza sedikit dan mencari tahu mengapa mereka ada di sini, tapi aku rasa itu tidak berjalan lancar.

Namun, yang mengejutkan. Aiza tampaknya takut pada Mills. Aku belum pernah melihat dia bertindak seperti itu sebelumnya. Apa sih yang terjadi? Aku akan meminta mereka dengan senyum.

“Apakah sesuatu yang menyenangkan terjadi ketika aku pergi?”

“Ini bukan sesuatu yang perlu kau dengar, pelawak Dylan.”

“Apakah itu terjadi? Itu memalukan ♪”

Yah, itu gak masalah. Aku hanya akan meminta Raja Theoderic ketika aku mendapatkan kesempatan.

Mills berbicara lagi.

“Pelawak Dylan Albertini. Aku datang untuk membawamu kembali ke ibukota atas perintah Raja Theoderic. Ikutlah dengan kami, kami akan kembali ke ibukota.”

“Aku menolak.”

Aku membiarkan selip topeng pelawakku dan menjawabnya ketus.

“Aku tidak tertarik, kalian ‘pahlawan’. Minggir dari sini.”

“Ap ... Kau, tahu tempatmu! Kau hanya harus melakukan persis seperti yang diberitahu! Sampah tidak boleh berpikir tentang apapun!”

Aiza marah lagi. Aku bahkan tidak melihat dia.

Mills tetap tanpa ekspresi.

“Itu mustahil, pelawak Dylan.”

Suaranya sedingin es.

“Ini adalah sebuah dekrit kerajaan. Kalau kau menolak, itu sama dengan melanggar hukum. Tidak, pada kenyataannya, itu adalah pemberontakan terhadap seluruh Aliansi. Toh, kau saat ini dipandang sebagai ‘pembelot’.”

Dia tidak menahan kata-katanya.

“Kalau kau tidak datang dengan kami sekarang, kau akan dihukum mati.”

——Haaaaahaaaaaa hukuman besarnya ituuu? Hukuman besar yaaa!

Aku harus menahan tawa. Ini terlalu konyol.

Meskipun tawa bergema di kepalaku, aku mendengarkan sambil tersenyum.

“Jadi, di mana tepatnya cobaanku? Atau, kau di sini untuk menghukumku? Aku tahu kau menyembah dewamu, tapi aku rasa kau memiliki lebih dari satu sekarang? Sejak kapan para pendeta kultus Monte bertindak sebagai penegak hukum Garland?”

“Tidak, kau membuat kesalahan, pelawak Dylan. Aku seorang pendeta bertugas kepada Monte yang penuh kebajikan, tapi aku juga seorang pahlawan yang mewujudkan hukum suci.”

Kata Mills.

“Sebagai ‘pahlawan’, aku di sini untuk menghukummu.”

Aku tertawa.

“Salah satu pembelot ingin menghukum yang lain, ya?”

Orang-orang ini sungguh tidak berharga.

“Ketika mengenai hal-hal seperti keyakinan dan kecaman, sebagai ‘pahlawan’ kau tidak memiliki kaki untuk berdiri di atas.”

“Begitulah. Aku akan memberitahu raja bahwa ‘si pelawak Dylan tewas dalam aksi.’”

“Cih!”

Tina dan Nyannyan bersiap-siap untuk bertarung.

Tapi, Mills tidak bergerak.

“Tapi —— Pelawak Dylan. Kalau kau menyerahkan informasi yang kau miliki, kau akan menunjukkan ampun dewa.”

“Informasi? Informasi apa?”

“Para monster yang ditemui di benua iblisー. Tidak, impresi sejatimu pada Raja Iblis dan jenderalnya.”

“Impresi...? Maksudmu apa?”

Aku sedang bermain bodoh, tapi aku benar-benar sedikit terkesan. Pahlawan Suci, Mills. Kapan dia mengetahui semua ini?

Si pendeta menjawabku.

“Kau melihat ‘sesuatu’ tentang Raja Iblis. Katakanlah. Gereja Monte akan menaruh informasi yang digunakan. Dalam melakukannya, kau akan menerima ampunan Dewa.”

“Meskipun kau mengatakan itu...”

Sambil aku tersenyum kecut padanya, Mills terus berbicara.

“——Pelawak Dylan. Kenapa kau bergabung dengan party pahlawan juga misteri.”

Entah mengapa, sepertinya Mills tahu kebenarannya.

Aku mencoba memikirkan jalan keluar dari situasi ini tanpa harus menumpahkan kacang.

“Seperti semua petualang level tinggi menolak panggilan dari Aliansi, kau sendirian menerima undangannya. Tapi kenapa? Tidak seperti Laius dan Aiza yang mencari kemuliaan pribadi dan aku sendiri yang bekerja keras dalam pelayanan imanku, kau menyerah berusaha untuk mencapai puncak menara. Kenapa? Yah…”

Aku tidak bisa melihat mereka, tapi aku merasa seperti Tina dan Nyannyan sedang menatapku.

Dan kemudian, si pendeta melihat mereka berdua.

“Melihat kau melindungi mereka berdua, itu menjadi jelas. Pada kenyataannya, kau bergabung dengan party pahlawan bagi rakyat Kerajaan Garland, kau?”

“.............”

“Untuk menyelamatkan orang-orang dari monster. Untuk menghapus kecemasan invasi monster dari kehidupan sehari-hari mereka —— Ini ironis. Kau selalu bertindak melawak, mengenakan topeng dari ‘playboy’ dan tidak pernah menunjukkan wajah aslimu, tapi pada akhirnya, motivasi yang kau bicarakan ini adalah kebenarannya.”

Dari belakangku, aku mendengar suara-suara terdengar kagum.

“Dylan-san ...! Dylan-san adalah ...!”

“Tuan …! Kau benar-benar orang baik, nya ...!”

Aku tidak menjawabnya.

Itu bukan bagian dari tindakanku dan aku tidak pernah berbohong tentang hal itu pula.

Itu benar. Aku benar-benar bergabung dengan party pahlawan untuk melindungi orang. Untuk menghancurkan Raja Iblis yang melepaskan semua monster pada dunia yang membuat orang menderita. Tapi——

Aku memejamkan mata.

Dan memberitahu Mills.

“Tapi, Raja Iblis itu ... adalah manusia.”

Aku mendengar Tina dan Nyannyan terkesiap di belakangku.

FP: setia's blog

Share: