Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

26 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 25

on  
In  

hanya di setiablog
Menara Langit Babel.

Hutan yang menutupi lantai sepuluh.

Sebuah party tertentu berserakan di tanah. Semua mayatnya berlumuran darah.

Itu adalah party seimbang dengan pendekar, pendeta, tukang sihir dan pencuri, semua kecuali si pendekar adalah perempuan.

“Petualang, ya ...?”

Menginjak-injak kepala si pendekar saat ia menghembuskan napas terakhir, suara itu berbicara. Mencibir.

“Mereka sangat lemah.”

Memutar matanya dari pendeakr mati, dia melihat lebih dalam ke hutan.

“Nah, ayo bekerja ♪”

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Pahlawan suci Mills mencoba untuk memahami apa yang sudah kukatakan tadi.

“Raja Iblis dan semua jenderalnya adalah petualang ... Apakah itu yang kau katakan?”

Aku menjawabnya dengan diam.

Betul.

Menara Langit Babel. Menara ini adalah sebuah keajaiban arkeologi dibangun selama zaman kuno.

Tapi, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa menara di benua ini adalah satu-satunya yang ada?

Sejak menjadi Pertapa Agung, akhirnya aku mengerti sepenuhnya. Atmosfer aneh ketika kami menghadapi jenderal Raja Iblis ini, tekanan berbahaya yang kurasakan. Itu sekam pekerjaan.

Raja Iblis dan jenderalnya adalah petualang yang telah menyempurnakan skill mereka dalam apapun versi Babel yang ada di benua mereka.

Mereka adalah petualang level tinggi dari tempat itu.

Dan orang-orang ini —— ini pahlawan level rendah, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menang. Begitu aku merasakan sesuatu seperti itu, aku segera membuat kami keluar dari sana dengan kristal teleportasi. Itulah cara kami melarikan diri dari benua.

Mills berbicara.

“Kami diberitahu kau mengubah pekerjaanmu menjadi pertapa. Itu dalam rangka untuk mengalahkan ‘petualang’ ini? Untuk mencoba sekali lagi dengan party yang lebih kuat untuk menantang benua iblis?”

Tch. biarawati sialan ini. Meskipun dia tidak mengatakan sepatah kata pun ketika kami bepergian bersama-sama...

“Apa yang ingin kutahu melampaui itu, pelawak Dylan. Apa kau memahami mengapa iblis-iblis telah muncul dengan penampilan tak sedap dipandang?”

Aku menghela napas. Jika dia sudah tahu sebanyak ini, tidak ada banyak alasan untuk menyembunyikan apapun.

“Baik, aku akan memberitahumu.”

Menatap mata Mills, kataku padanya.

“Raja Iblis, serta semua jenderalnya —— Adalah orang beriman dalam kepercayaan Monte.”

“.................................?”

Mendengar kata-kataku, Mills hanya memiringkan kepalanya dalam kebingungan.

Oh, dia benar-benar tercengang. Aku sudah melihat sesuatu yang baru.

“Apa ... Apa yang kau bicarakan? Kau …”

Sebagai pendeta yang dikenal sebagai Mills mencoba berkata dengan terbata-bata, aku melanjutkan. Aku akan memberitahu pengikut dogmatis sungguhan ‘kebenaran’-nya ini.

“Awalnya, iblis-iblis adalah manusia normal, tapi mereka diubah oleh Kutukan Monte.”

“Apa jenis ... hal konyol yang kau katakan ... Tidak ada hal seperti itu.”

“Apa kau begitu yakin? Apa kau pernah merasa ragu? Apa kau tidak pernah bertanya-tanya? Seperti aku, aku tidak akan menyangkal dewamu sama sekali. Aku yakin bahwa Monte ada. Mungkin dia adalah dewa yang membangun Babel ini.”

Aku membuka lenganku sambil melanjutkan.

“Tapi, bisakah kau benar-benar percaya pada kultus itu? Semua orang jajaran tinggi anggota gereja di bawah Paus yang melapisi kantong-kantong mereka sendiri? Bagaimana dengan semua rumor yang aneh? Pertama-tama, mantra kematian instan itu beneran meraguka——”

“Aiza.”

“Iya!”

“Bunuh dia.”

“Pasti!”

Pada perintah Mills, Aiza melangkah maju dengan penuh percaya diri.

“Siapkan dirimu, brengsek! Aku akan memeras kehidupan darimu!”

Aku tersenyum sambil mengajukan beberapa pertanyaan.

“Apa ini? kau tidak ingin informasiku lagi? Kau benar-benar melewati ini?”

Lawanku tukang sihir dan pendeta yang melebihi level 30. Sementara itu, aku hanya pertapa agung level 7, dengan pencuri level 15 dan pendekar di belakangku. Hasilnya jelas.

“Hei, tunggu sebentar! Apa kau tidak ingin mendengarkan cerita pe——”

Berdiri di samping Aiza yang menggelegak dengan marah, Mills menjawab.

“Jika semua yang kau katakan adalah omong kosong tentang bagaimana kepercayaan Monte mengubah orang menjadi iblis, maka aku tidak peduli. Aku tidak perlu mendengarkannya.”

“Baiklah kalau begitu, aku akan memberitahumu satu hal δΈ€ Hanya satu nasihat —— kalian tidak perlu menukar dengan pendeta atau tukang sihir pada kepala party

“...?”

Mills mengangkat alisnya. Begitu dia lakukan, Nyannyan yang menyelinap di belakang mereka tanpa diketahui menggunakan keterampilan pencuri ‘Sneak’ tiba-tiba muncul di belakang punggung Aiza. Dia mencoba untuk berbalik, tapi sudah terlambat.

“Ap!?”

Nyannyan meraih Aiza dan mengadakan pedang di tenggorokannya.

Saat ia melihat itu.

Mills mencoba untuk mundur. Tapi, saat ia mencoba untuk melemparkan sihir ofensif.

“Berhenti di sana!”

Dari sisi Mills, Tina mendorong pedang satu tangannya.

Mereka berada di telapak tangan kita.

Ini adalah langkah taktis kami telah bekerja terlebih dahulu. Aku sudah memberi mereka sinyal.

Wah, aku mendesah.

“Meskipun kalian petualang level 30, mereka masih petualang level 15 jika mereka tidak bekerja sama. Kau benar-benar tidak belajar apa pun dari benua iblis, ya?”

“Kau …!”

“Bawa Aiza dan kembali ke ibukota. Aku tidak ingin pernah melihat kalian berdua lagi.”

Aku mengatakan itu pada Mills.

Tapi, Aiza mencoba untuk melawan Nyannyan yang memeluknya dari belakang.

“Lepaskan aku! Dasar manusia binatang kotor! Kau pikir siapa aku!?”

“Nya!? Tuan, apakah kau yakin aku tidak bisa membunuhnya, nya!?”

“Coba saja kalau kau bisa, dasar kucing liar busuk!”

“Funyaa!”

Nah, Aiza masih yakin. Mungkin akan menjengkelkan jika aku membiarkan dia pergi seperti ini. Toh, cukup hambar untuk membunuh anggota party lama, apalagi jika mereka pahlawan.

Hmm ... Mengapa kita tidak melakukannya seperti bangsawan?

“Baik. Mengapa tidak melakukan ini, Aiza? Mari kita duel.”

“Apa katamu …?”

“Kalau aku menang, kau tidak akan pernah menunjukkan diri di depanku lagi. Kalau kau menang, aku akan kembali dengan kalian dengan tenang. Bagaimana menurutmu?”

“——Kalau begitu sudah diputuskan ... Mengusulkan duel denganku, aku akan membuat hidupmu menyesal ...!”

Aku memberi isyarat kepada Nyannyan untuk membiarkan Aiza bebas.

“Funyaa! Tuan, berikan satu padaku, nya!”

“Serahkan padaku.”

Saat ia memegang Mills pada titik pedang, Tina berteriak padaku.

“Lakukan yang terbaik, Dylan-san!”

“Tentu saja.”

Sambil kami menjaga jarak, aku menghadapi Aiza.

Karena itu duel, aku bisa menggunakan pedang, tapi aku memutuskan untuk bertarung dengan jarak. Aku punya alasan.

Aiza mulai merapal mantra. Lalu, ia mengangkat tongkatnya padaku.

“Bola api!”

“Sinar api!”

Sihir terkuat Aiza dan sihir terlemahku bertabrakan, membatalkan satu sama lain.

Aiza tampak ragu saat ia melemparkan lebih banyak sihir.

“Bola api! Bola api! Bola api!”

“Sinar api! Sinar api! Ahhh ini menjengkelkan, sinar api!”

Aku menangkis sihirnya dengan sihirku sendiri dan aku frustrasi.

Karena menjengkelkan melawan sihir dengan sihir, aku bisa mengakhiri ini dengan sangat cepat menggunakan kartu remiku, tapi aku harus jelas menggambarkan kesenjangan antara kami.

Jika dia menyadari dia bahkan tidak dekat denganku, dia mungkin menyerah mengejar. Untuk lebih baik atau buruk, itulah apa yang kupikirkan.

Hal ini juga mungkin membantu menjatuhkan Mills.

“Haa ... Haa .... Kenapa ... kenapa …!?”

Aiza segera kehabisan napas. Masuk akal. Merapal sihir tingkat tinggi terus-menerus memerlukan perlatan tingkat tinggi, tapi karena Aiza tidak memiliki itu, dia hanya mengandalkan usaha murni.

“Akui saja, Aiza. Dulu memang berbeda, tapi kalau mengenai sihir ... Kau bukanlah apa-apa dibandingkan denganku. Pergilah dengan tenang.”

“Apa ... Apa yang kau lakukan ... !?”

“Apa kau tidak tahu tentang hal itu? Sihir yang kutembak cuma sinar api.”

“Hah …?”

Aku tidak berniat, tapi sepertinya kata-kata ini menghancurkan semangat Aiza.

“Aku hanya di liga yang lebih tinggi darimu.”

Aiza merosot ke tanah. Dia menunduk dan tidak mengatakan sepatah kata pun.

“Kembalilah dengan Mills. misi untuk membawaku kembali mungkin sudah dibatalkan lagian.”

Meskipun aku mengatakan kepadanya hal itu, Aiza tidak bereaksi. Tampaknya bahwa kebenaran itu mengejutkan dia.

Tapi, sudah kuduga ...

Aiza mulai bergumam, kata-katanya semakin keras.

“... menerimanya, aku gak akan menerimanya, aku gak akan menerimanya, aku gak akan menerimanya, aku gak akan menerimanya, aku gak akan menerimanya, aku gak akan menerimanya, aku gak akan menerimanya!”

Dia mengangkat wajahnya ke langit dan berteriak.

“Aku benar-benar gak akan pernah menerima bahwa aku bisa kalah dengan sampah masyarakat sepertimu!”

Aiza mengambil bola kristal dari antara payudaranya. Begitu aku mengakui itu, aku mulai berpikir balasan dan bersiap-siap.

Pahlawan tukang sihir berteriak. Ini adalah kartu trufnya. Sesuatu yang hanya bisa digunakan sekali dalam perjalanan, mantra kepalang kuat jauh melampaui kemampuan biasanya yang akan meninggalkan dia tidak dapat menggunakan sihir selama satu bulan.

“——Atas nama Aiza di Inzaghi, aku menasihatimu! Penjaga Api Purba! Ifrit namamu! Habisi si bodoh yang berdiri di hadapanku menjadi abu!”

Sesosok roh laki-laki raksasa muncul. Sosok itu dilingkari dengan api di seluruh tubuh berototnya, mencolok ketakutan ke semua orang yang melihatnya.

Sihir pemanggilan.

Tidak seperti sihir biasa, mantra ini sangat kuat.

Tapi, mendengar rapalan dia, aku bisa mengantisipasi pemanggilannya.

——Baiklah. Itu Ifrit.

“——Lagu api ♪ roh berkilauan, otot-otot yang sedang naik-turun, jiwa dirantai ke bumi, dibebaskan dari yang tenun itu ♪”

Aku bernyanyi nyaring.

Banyak cahaya muncul di sekitarku, menggigil dan berkilauan seperti riak gelombang saat bergerak. Itu seperti suaraku membawa kehidupan.

Dengan gelombang menabrak Ifrit, ia menatapku.

Sepertinya dia mengenaliku.

Lantas, sang iblis api menyeringai.

“——Itu sudah lama, pelawak.”

Aku mengangkat topiku dan membalas salamnya.

“Halo, Roh Perang Api Purba. Sangat menyenangkan untuk bertemu lagi.”

“Aku merasakan hal yang sama. suara rapalanmu menyatukan roh prajuritku lebih lanjut. Sekarang, perintahkan aku. Apiku membakar untukmu.”

Ifrit mengatakan begitu, meninggalkan Aiza. Aku kira dia di sisiku sekarang.

Sangat mudah.

Dengan mantra itu saja, aku mencuri iblis yang telah kontrak dengan Aiza.

Aku menyambar panggilan miliknya.

“Eh, gak mungkin ...? A-Apa yang kau bicarakan, Ifrit! Apa ... apa tentang aku ...!? Ketika aku memanggilmu sebelumnya, kau tidak pernah mengatakan satu katapun!!”

Ifrit memelototi Aiza. Apinya membakar lebih intens.

“Oh, pelawak. Itukah buruan kita hari ini?”

“Hiiiie ...! I-Itu salah, Ifrit! Aku orang yang memanggilmu! Apa yang kau bicarakan sih!? Aku orang yang memanggilmuuuu!?”

“Hmph, aku datang hanya karena energi sihir kecil dan terus-menerus itu mulai tumbuh sangat melelahkan, tapi tak kusangka orang bodoh seperti tukang sihir ini berpikir untuk memanggilku.”

Aku tersenyum masam.

“Setelah Ifrit melihat betapa sedikitnya kekuatan yang kau miliki, ia memilihku dibanding dirimu. Ini sederhana saja. Apakah kau tidak mengerti itu?”

“——Oh pelawak, bukan itu saja. Aku tidak terpengaruh hanya dengan perbandingan sihir, tapi dengan lagumu, yang menambahkan kobaran apiku.”

“Fuu. Makasih, Ifrit. Jika roh yang menakjubkan memberitahuku itu, pelawak dalam diriku akan melompat gembira.”

Dengan kami berdua menghadapi Aiza, kami tidak saling melihat saat kami adu tinju kami bersama-sama.

Di belakangku, Tina dan Nyannyan tercengang.

“D-Dylan-san bahkan bisa bermain-main dengan Ifrit ...! Itu luar biasa …!”

“Cinta tuan tidak biasa, nya ...!? Tunggu, bukankah tanganmu beneran panas, nya ...?”

Karena dia menjadi pemanggilanku, itu tidak panas.

Aiza menjerit histeris.

“Jangan abaikan akuu! Lihat aku! Lihat saja aku! Kumohon, kumohon lihat akuuu!”

Sebuah roh dipanggil bergantung pada sihir orang yang merapal panggilan untuk tinggal di dunia ini. aku mengucapkan terima kasih pada Ifrit dan membiarkan dia kembali ke dunia roh.

Lalu, aku kembali menatap Aiza.

“Aku melihat. Aiza, kau ... lebih baik kau berhenti berusaha untuk terlibat denganku. Kau bukan orang yang harus membuang-buang waktu di tempat seperti ini. kau dapat bertujuan untuk sesuatu yang lebih. Bukankah itu benar? Aiza di Inzaghi. Putri cantik dan cerdas keluarga Inzaghi yang terkenal?”

Dengan cara Aiza sekarang, aku menggambarkan ini mungkin cara terbaik untuk mendapatkan dia, jadi aku menyanyikan beberapa pujian berlebihan.

Aiza bergetar di tempat.

“I-Itu benar. Jadi, kau mengerti, kau ...”

Itu hampir seperti berat telah terangkat dari bahunya dengan bibirnya mulai berubah menjadi senyum.

Aku melakukan pose kemenangan kecil di pikiran.

Kait, tali dan pemberat. Baiklah. Dengan ini, seharusnya mudah untuk berurusan dengan dia. Sekarang cepatlah keluar dari sini.

Di belakangku, Tina dan Nyannyan mengguncang sedikit.

“Ughhh, orang lain yang terbungkus dalam ucapan Dylan, itu sangat menyakitkan untuk dilihat ...! Entah kenapa, aku merasa bersalah hanya mengetahui dia ...!”

“S-Sungguh vulgar, nya ...! Tuan, kau beneran vulgar, nya ...!”

Apakah kalian serius tidak mengerti apa yang kulakukan?

Aku membuat satu dorongan terakhir.

“Aku sudah mengirim surat kepada Raja Theoderic. Kau tidak perlu membawaku kembali. Kau bebas.”

Aku hanya bisa menebak alasan mengapa Aiza mengikuti Mills.

Jadi, pada dasarnya, aku hanya mengatakan hal-hal yang terdengar baik, tetapi tampaknya telah bekerja.

“Ja ... Jadi begitu ...? Lalu, semuanya baik-baik saja ... aku bisa pulang ke Sandrelia ...!”

Aiza tampak lega.

Mills membuka mulutnya. Dan, biasa saja.

“Aiza. Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Kau adalah orang berdosa terkutuk. Selama jiwamu milik Gereja Monte, kau harus mengikuti perintahku.”

Aiza berbalik dan berbicara.

“——Gak, aku gak mau.”

Mengikuti waktu dengan suaranya, sesuatu yang jatuh ke tangan kiri Aiza saat ia duduk di tanah ... Atau lebih tepatnya, itu dilemparkan.

“GY-”

ITU adalah pisau. Itu telah menembus langsung melalui telapak tangannya, memaku tangannya ke tanah.

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH! Rasanya sakit, sakit sekalii!”

Aiza berteriak kesakitan.

Itu begitu cepat.

Kami benar-benar tercengang, tidak ada yang bisa bergerak.

“——Semuanya bersiap-siap!”

Aku berteriak. Tina dan Nyannyan refleks melesat ke arahku dan kami berdiri kembali ke belakang, yang mencakup semua sudut kami.

“Nyannyan! Di mana musuhnya!?”

“A-Aku gak tahu, nya! ‘Deteksi’ tidak merasakan apa-apa! Aku gak bisa mencium bau apapun juga!”

“Aku juga! Aku tidak bisa merasakan ‘tatapan’! kalian berdua, berhati-hatilah!”

Dengan Aiza terus menangis, Mills melihat di atas kepala dengan ekspresi dingin. Mencari penyerang tersebut.

“Ini sakit, sakit sakit sakit sakit sakit sakit sakit...!”

“.....”

Ini akan menjadi mustahil untuk melemparkan sihir pemulihan pada Aiza. Jika kau tidak berada dalam party resmi, kau harus sangat dekat dengan merapal sihir penyembuhan. Tapi, aku tidak bisa bergerak selangkah pun. Kalau aku bergerak sekarang, Tina dan Nyannyan akan terbuka.

Entah dari mana, aku mendengar suara.

“Kau tidak punya rumah untuk kembali ke lagi. Bukan negara, bukan rumah.”

Itu bernada tinggi, tapi itu pasti suara seorang pria.

“Jangan kau pikir aneh bahwa Gereja Monte yang mengambil alih dirimu?”

Mataku melesat ke sana-sini, tapi aku hanya bisa melihat pohon. Aku tidak bisa melihat jejak orang ini.

“Kau sudah ditinggalkan oleh negara dan keluargamu.”

Sambil Aiza mengerang kesakitan, ia berteriak kembali.

“Itu ... Itu bohong, itu sungguh kebohongan!”

“Ini bukan bohong.”

Suara itu melanjutkan.

“Aku punya suratnya. Kau harus membacanya dengan baik. Keluarga Inzaghi menjualmu kepada kultus.”

Sepotong kertas datang berkibar turun dari langit.

Dengan jatuh di depannya, Aiza membacanya sambil gemetar.

“Ini pastilah ... Sebuah kebohongan ... Ah, kenapa namaku ... Ayah ... Tidak, ini bohong, aku tidak percaya padamu ... Ini bohong ...”

“Apa kau paham? Tak seorang pun menginginkan kau lagi. Itu sebabnya ...”

Sebilah belati menembus bagian belakang leher Aiza.

“Tidak ada yang akan peduli kalau aku kebetulan membunuhmu ☆”

Tubuh Aiza runtuh ke tanah. Darah mulai mengalir di sekelilingnya.

Dan, itu saja.

Aiza berakhir.

Meskipun pahlawan tukang sihir, tukang sihir menyedihkan ini telah kalah dalam duel sihir denganku dan telah ditinggalkan oleh negara dan rumahnya.

Mills dan aku hanya bisa menatap mayatnya sambil tertegun.

Lalu, dengan suara yang bergetar dengan tak percaya, Mills bertanya ke dalam kehampaan.

“Kenapa ... Kenapa kau di sini ...?”

Pertanyaan itu dijawab dengan pisau.

“Auuu!?”

Pisau menusuk langsung ke lengan Mills.

Sekali lagi, suara itu terdengar.

“——Pendeta Mills, kau selanjutnya.”

“Tapi kenapa ... Aku sudah setia melayani gereja! Jadi kenapa!? Kenapa!?”

Menanggapi teriakan Mills, suara itu berbicara,

“Fuuu .... Ku. Kuha, hahahaha, ahahahaha!”

Ia tertawa. Sepertinya dia menikmati ini dari dasar hatinya.

“Kenapa!? Apa itu belum jelas, pendeta Mills! Kau ditinggalkan oleh gereja!!”

“Tapi itu …!”

“Ahahahaha! Oh iya, oh iya, tunjukkanlah aku lebih wajah cantik itu! Ini adalah mengapa aku senang menjadi bagian dari kru bersih-bersih gereja, sehingga tunjukkan aku lagi!”

“Gereja ... Tapi ... Kenapa ...?”

“Ini seperti kata si pelawak itu bilang! Gereja yang kau cintai begitu banyak tidak layak dijilat! Dan kau dikhianati, ya!? Benar-benar dikhianati!”

“Uu ... Uuu ...”

Air mata membasahi wajah Mills saat ia tenggelam ke lututnya. bibirnya bergerak.

“——Dengan rahmat dewa. Sembuh …”

“Enak saja.”

Sebilah pisau mengiris leher Mills saat ia mencoba untuk merapal mantra pemulihan.

“Aghhhaaa ... gohhhh ... Aggghhhhhhh ....!?”

Mills menggeliat di tanah kesakitan, meraih tenggorokannya.

“AGGHHHHH ... GOGHHHHH .... !!”

Akhirnya, dia berhenti bergerak.

Mills, yang menjadi pahlawan untuk menyebarkan ajaran gereja, tewas putus asa setelah dikhianati oleh kepercayaan yang sama.

Dalam sekejap, dua pahlawan telah tewas di depan mataku.

Lalu, pisau lain terbang.

——Giliranku!

AKu menangkisnya dengan pedangku dan menggunakan momentum dari ayunanku diluncurkan ke sebuah tarian. Aku memanggil roh angin. Aku tidak tahu apa yang diinginkan suara itu dariku, tapi aku tahu satu hal saat aku melihat sekeliling,

——Kalau kami juga target nya, maka aku tidak akan menahan diri!

“Sylph, aku menyerahkannya padamu!”

Phwoosh!

Roh bernama Sylph tiba, dengan embusan angin bertiup di sekitar kami. Roh angin merasakan sedikit gangguan di udara dan mengungkapkan di mana si penyerang menggunakan kekuatan sihir.

——Sebelah sana!

Aku melemparkan kartuku. Tangan musuh bergerak. Apakah dia akan menangkis dengan pisau? Tapi, bukan itu saja.

Puf.

Kartu yang kulemparkan berubah menjadi tas kecil di udara.

Dengan musuh membelah tas dengan pisau, mereka menyebarkan debu dan cat merah ke mana-mana.

Sekarang mereka tahu persis di mana dia juga.

“Formasi!”

Aku berteriak. Tina berpaling ke arah lawan kami dan menguatkan diri di belakang perisai. Nyannyan dan aku berlindung di belakangnya.

Dari hutan, aku mendengar suara.

“Wow, itu mengejutkanku.”

Penyerang kami, pakaiannya tertutup cat merah, membersihkan dari bahu saat ia mendekat.

Dia adalah seorang pria kecil, lentur.

Sebilah pedang pendek menggantung di atas bahunya. Di tangan kirinya, dia memegang sesuatu dalam karung. Dia tampak seperti seorang pencuri, dengan masker menutupi wajahnya. Tapi,

——Ada apa dengan suasana yang aneh ini ...?

Aku merasa tidak nyaman.

Pria bermasker berbicara.

“Ada banyak petualang hebat, ya? Aku bertemu dengan beberapa sebelumnya juga. Beberapa petualang hebat.”

Dengan itu, ia membuang karung terhadapku. isinya digulirkan.

Berhati-hati tentang itu menjadi semacam jebakan, Tina membalikkan perisainya. Tapi, itu tidak perlu.

Ini adalah kepala seseorang.

Sebuah kepala baru putus dari seorang pria.

Tina terkesiap.

“Orang itu, yang sebelumnya ...!”

Kepala milik pendekar dari party yang telah kami bantu beberapa saat yang lalu.

“Oh, itu seorang teman kalian? Wah wah, aku sangat menyesal ☆”

“Kenapa kau ... aku tidak akan memaafkanmu ...!”

Suara Tina terdengar dengan kekuatan.

Aku meletakkan tangannya di bahunya untuk mencoba menenangkannya. Lalu, aku berpaling ke pria bermasker itu.

“Siapa kau? Apa maumu? Siapa yang mengirimmu?”

“Ohh, kau ingin aku untuk memperkenalkan diri? Tapi Dylan-kun, kau dan aku akan memiliki banyak waktu untuk dapat berkenalan baik-baik? Yah, tapi aku akan menyiksamu sih ...”

Pria itu mencapai tangan kiri kosong di belakang punggungnya saat ia mengatakan kepada kami.

“Seorang tukang bersih yang dipekerjakan langsung di bawah Kepala Pendeta sekte Tamiwa. Namaku Billie Jean. Senang bertemu kau ☆”

FP: setia's blog

Share: