Unlimited Project Works

07 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 6

on  with No comments 
In  

diterjemahkan oleh http://setiablog.com
Menara Langit Babel.

Kami masih berkeliaran di lantai dua.

“Kita benar-benar harus naik ke lantai tiga sekarang, tapi ...”

“Kita tidak bisa menemukannya, huh ~?”

Kebenarannya adalah, bagian dalam menara ini berubah bentuk cukup teratur.

Jadi, tangga juga berubah posisi. Meskipun kau membersihkan lantai sekali, itu pada dasarnya benar-benar berbeda pada saat kau sampai di sana.

Nyebelin sih, tapi itu membuat semuanya tetap segar.

Tina dan aku berjalan berdampingan.

Karena dia seorang tank, dia benar-benar harus berada di depan.

Tapi karena kami masih di lantai dua, belum lagi statistikku yang lebih tinggi, tidak masalah untuk saat ini.

Jujur, aku mungkin akan menjadi orang yang berjalan di depan Tina segera.

Bukannya aku tahu berapa lama aku akan berpisah dengan gadis ini.

Ketika aku melihat dia di sebelahku, aku menangkap matanya dan menerima senyum lebar.

“(Tersenyum)!”

“Apa ada sesuatu yang mau kau katakan?”

Mata Tina seperti melesat ke arah peralatanku.

“Tuan Dylan, kau masih memakai tuksedomu?Apa kau tidak mau ganti baju karena sudah jadi seorang pertapa?”

“Ah.Tuxedo ini sebenarnya peralatan kelas atas, terlepas dari tampilannya.Ini lebih tangguh dari zirahmu.”

“Ehh!?Meskipun kelihatannya sangat lemah!?”

“Mau menyentuhnya?”

“Tapi ... Hanya terasa normal ...?”

“Lalu, ingin mencoba menebasnya dengan pedang?”

“Fuaaah!?G-Gak, aku gak bisa berbuat sesuatu seperti itu Tuan Dylan!”

“Aku gak keberatan.Mau coba?”

“O-oke, aku mengerti.”

Tina menarik pedang panjangnya.

“Kalau begitu, tolong maafkan aku ...”

Dia mencolek pakaianku dengan pedangnya.

“Kau gak akan melihatnya seperti itu ... Ayo, tusuk aja.”

“Gak apa-apa nih!?Beneran!?”

“Gak apa-apa.Meskipun kau berhasil melukaiku, aku memiliki ramuan dan kita dekat dengan klinik di lantai pertama.”

“Oke ... kalau kau memaksa, aku harus melakukannya ... Ei!”

Tina menusukkan pedangnya dengan keras. Itu mungkin sebenarnya sudah cukup untuk membunuh goblin, tikaman itu.

Tapi aku baik-baik saja.

“Gak mungkin!?”

“Lihat?Gak bisa disobek, kan?”

Tina menarik bajuku tanpa izin dan memeriksanya sendiri.

“Beneran niiiiiiiih!!”

“Ada beberapa zirah yang terlibat, tapi kesepakatan terbesarnya adalah ‘Berkah Para Dewa’.”

“Para dewa itu hebat!”

“Aku ingin mengatakan aku menemukannya di peti di lantai ... lantai 78?”

“Lantai 78!!??Mengagumkan!Para dewa itu hebat, tapi Tuan Dylan jugaaaaaa!”

Tina melompat naik-turun dengan bersemangat sambil masih memegang bajuku. Dingin sekali.

“Kalau sudah, mari kita mulai.Perutku semakin dingin.”

“Ah…”

Wajah Tina sepertinya mengkhianati bahwa dia hanya memerhatikan apa yang sebenarnya dia lakukan.

Lantas, dia menatap otot-ototku.

“...”

Wajahnya memerah perlahan, lalu dia melepaskan baju dan melihat ke tanah, memutar-mutar jemarinya.

“Um ... Maaf ...”

“G-Gak, bukan apa-apa.”

“....... (putar putar).”

Kubilang, jangan mengkhawatirkan itu.

Jika dia merasa malu, itu akan menular padaku juga ... aku seorang pelawak jadi aku terbiasa orang melihatku telanjang, tapi ini sedikit ...

Reaksi Tina terlalu polos, aku tak tahu harus berbuat apa ...

“Ayo pergi.”

“I ... Iyas ...!”

Suaranya terdengar agak aneh. Sangat berhati murni.

Astaga. Aku menghela napas.

Ketika aku berada di sebuah party yang berhasil berdiri di hadapan Raja Yang Maha Kuasa, aku menerima pengakuan dari tiga gadis di party itu ー yaitu, setiap anggota party ー pada saat yang sama dan hal-hal menjadi sangat berantakan.

Mau tidak mau party itu harus dibubarkan. Itu sungguh buruk.

Partikrusher, Playboy, segala macam desas-desus buruk terjadi padaku setelah itu.

Gadis-gadis itu saat itu sama polosnya dengan dia.

Tina masih berjalan di sampingku, wajah merahnya terfokus ke tanah.

“... Hei, kau baik-baik saja?”

“Ehh!?A-apa maksudmu!?”

“Kau gak perlu bilang baik-baik saja kalau gak baik-baik saja, lho.”

“A-Aku gak pura-pura baik-baik saja!?H-H-H-Hanya melihat perut seorang pria tidak cukup untuk membuatku bekerja keras!?”

Itu sungguh. Itu sungguh sudah cukup.

“Kau tahu, ada banyak petualang yang hampir tidak memakai apa-apa.Kalau kau merasa malu soal ini, kau akan memiliki waktu yang sulit.”

“I-itu benar …!Hanya saja ... Kalau orang lain aku tidak keberatan, tapi kapan ...”

“Oh, goblin.”

“Oraaaaaaaaaah!!”

“Gigyaaah!?”

Kami berlari ke goblin di tengah apapun yang dikatakan Tina. Tina tampaknya sangat kesal karena diganggu dan benar-benar habis-habisan pada goblin yang malang itu.

Dengan perisainya, dia mendempet si goblin ke dinding.Ehh ... Bukankah itu berlebihan ...

“Aku gak keberatan kalau itu orang lain, tapi ketika itu Tuan Dylan, aku ...”

“Oh, goblin yang lain.”

“Mati sanaaaaaaa!!”

“Gogyooooh!?”

Tina menikam lurus melalui leher goblin dengan ujung perisainya.

Eh ... Apa ini gak masalah ...?

Aku sedikit khawatir sekarang.

“Fu ... Itu mengejutkanku ... aku masih harus banyak belajar kalau aku terus dikejutkan oleh goblin ...”

Tina menarik napas dalam-dalam saat dia memegang dadanya.

Aku pura-pura tidak menyadari payudaranya naik-turun dengan setiap napas dalam-dalam yang dia ambil. Itu kelihatan lembut.

Meskipun tank seharusnya orang yang keras dan tegap, dia terlihat lebih lembut dibanding siapapun.

Tina melihatku mengawasinya dan tersenyum.

“Aku baik-baik saja!”

“O-oh, oke.”

Apa dia bahkan membutuhkan pedang panjang itu? Adalah apa yang ingin kukatakan.

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Aku sangat girang!

Aku sangat senang!

Aku sangat gembira!

Dengan kegirangan seperti itu aku, Tina, berjalan!

Ketika aku melihat Tuan Dylan tampil kembali di kota, aku merasakan sengatan listrik mengalir di tubuhku!

Cinta pada pandangan pertama! Takdir! Aku gak mungkin salah! Seluruh tubuhku membeku ketika aku melihatnya!

lalu, beberapa orang aneh memberiku obat yang buruk dan aku tidak bisa bergerak! Itu pukulan besar! Tapi sejak Tuan Dylan menyelamatkanku! Karena keberuntunganku! Mungkin!

Sekarang Tuan Dylan ada di sampingku! Kita akan pergi ke puncak menara sama-sama!

Sungguh menakjubkan!

Ah, aku ingin ini bertahan selamanya ...!

Aku memikirkan itu ketika aku berjalan di sebelah Tuan Dylan ――

“Ini aneh …”

“Beneran aneh!”

“Berapa lama pun ktia mencari, kita tidak dapat menemukan tangga!”

Yang lebih parah lagi, tangga ke lantai satu juga hilang!

Sangat aneh!

Tapi aku masih senang!

“Meskipun itu sangat aneh ...”

“Ada apa!?”

“Kenapa kau kelihatan sangat senang?”

“Ahahaー!Aku gak tahu apa yang kau bicarakanー!?Itu semua cuma imajinasimuー!”

Satu jam kemudian.

Kami masih di lantai dua.

“Ini beneran aneh!”

“Ini sangat aneh, ya ...?”

Ketika kami mengatakan itu, aku berpikir pada diriku ‘mungkin akan lebih baik jika ini tidak bertahan selamanya’.

Lalu, tiba-tiba sebuah tangga muncul.

“...”

“...”

Gak mungkin, kan?

Bahkan tanpa keberuntungan peringkat EX?

Menara Langit Babel, kau amat menakutkan!

Share:

0 komentar:

Posting Komentar