Unlimited Project Works

10 Desember, 2018

Playboy Can Change His Job to a Sage 9

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Nah, sekarang. Aku belum memberi pelakunya hukuman untuk memicu kandang monster.

Di ruang tamu luas griya itu, aku duduk di sofa.

Tina berdiri di depanku. Atau lebih tepatnya, aku sudah memberitahunya untuk berdiri di sana.

“Jika ini adalah party biasa, upahmu akan berkurang. Apa kau mengerti itu?”

“Uu ... I-iya ...”

Tina gelisah dengan tangannya.

“T-tapi, Tuan Dylan ... K-Kalau aku tidak mendapatkan imbalan untuk malam ini, aku gak akan bisa menyewa tempat untuk tidur ...!”

“Menurutku mungkin begitu. Jadi kukira kau bisa menebusnya dengan sedikit melatih tubuh ...”

Saat aku membalas dengan menghela napas, Tina memegang tangannya di dada.

“G-Gak mungkin, Tuan Dylan!? Kau mengejar tubuhku!? Kuh ... i-itu gak bisa dihindari. Kalau itu Tuan Dylan, mungkin gak akan terlalu buruk ...”

“Tunggu tunggu tunggu tunggu.”

Berhentilah membuka zirahmu dengan wajah malu-malu. Atau lebih tepatnya, kenapa kau tidak ragu sama sekali? Setidaknya ragulah sedikit.

“Perempuan tuh seharusnya gak membuka dirinya sendiri seperti itu sebelum menikah.”

“Kau mengatakan hal seperti itu meskipun kau seorang playboy!?”

“Hei, pekerjaanku adalah seorang pelawak, aku akan memberitahumu. Semua hal ‘playboy’ itu cuma rumor saja.”

“Begitu!”

“Serius, jangan beri aku kejutan seperti itu ... Astaga. Yang kumaksud dengan kerja tubuhmu adalah bersih-bersih, cuma bersih-bersih.”

Tina sepertinya kehilangan kata-kata.

“Bersih-bersih?”

“Yah. Sudah tiga tahun sejak aku menggunakan griya ini. Tempatnya tertutup debu. Aku meminta mereka untuk membersihkannya sesekali, tapi masih dalam keadaan kurang.”

Masih duduk di sofa, aku menjulurkan leherku dan melihat sekeliling ruang tamu.

Seolah-olah kucing putih menjadi hitam dalam semalam, tetapi masih ada sedikit pembersihan yang perlu dilakukan.

“Jadi, kau mau aku yang membersihkan. Apa yang akan kau lakukan, Tuan Dylan?”

“Aku sudah memutuskan pekerjaanku. Aku akan mengawasimu.”

Tina menunjuk ke tanganku.

“Sementara minum secangkir teh?”

“Ya.”

Tina lalu menunjuk ke meja.

“Dan makan gelato?”

“Ya, aku kira.”

“Itu gak faaaaair!!”

Tina mengerang.

Sepertinya dia sudah dilupakan, tapi ini dimaksudkan untuk menjadi hukumannya.

“Kalau begitu, kurasa aku hanya akan mengurangi imbalanmu?”

“Uu …. Tolong jangan lakukan itu. Aku mengerti. Aku akan bersih-bersih.”

Menimbang pilihannya, Tina setuju.

“Perhatikan saja! Aku benar-benar pandai membersihkan, tahu!”

“Wow, sungguh mengejutkan.”

“Ketika aku berumur 5 tahun, aku bekerja di rumah bangsawan sampai aku berusia 13 tahun! Karena orangtuaku sangat miskin, mereka mengirim aku ke sana sehingga mereka dapat mengurangi pemberian makan satu mulut!”

“… Jadi begitu?”

Aku benar-benar tidak bisa mengatakan banyak jika dia berbicara soal masa lalu yang berat seperti itu dengan begitu riang.

Itu mengingatkan aku, apakah dia benar-benar memberi tahu orangtuanya soal apa yang dia lakukan sekarang?

“Kau punya hidup keras ...”

“Yep! Tapi tuan rumah dan semua pelayan adalah orang-orang yang sangat baik! Meskipun sekitar ketika aku berumur tiga belas aku memukul lonjakan pertumbuhan dan semua orang mulai menatapku dengan sangat aneh, jadi agak canggung untuk tetap di sana, jadi aku pergi! Jadi aku mencoba untuk kembali ke rumah orangtuaku, tapi tidak ada seorang pun di sana, jadi aku memutuskan bahwa aku akan pergi ke Babel untuk menjadi petualang untuk memenuhi kebutuhan! Lima tahun berjuang! Akhirnya aku berhasil mencapai level 10!”

“Aku mengerti ... Ketika kau selesai, apa kau mau makan gelato denganku?”

“Ya!”

“Ada banyak kamar di sini, jadi kau bisa menggunakan yang mana saja yang kau mau.”

“Huh, kau akan membiarkanku tinggal di sini!?”

“Tempat-tempat di sekitar sini tidak murah. Kau baru sampai ke lantai tiga, kan?”

“Bagaimana kamu tahu kalau aku belum pernah berhasil melewati lantai tiga!?”

“Kau sudah bilang padaku.”

“Eh! Aku membicarakannya!? Tapi mengagumkan bahwa kau benar-benar ingat apa yang aku katakan!”

“Seorang pelawak selalu mengingat dialognya.”

“Pelawak itu luar biasa!”

Aku penasaran apakah kebiasaan memuji bahkan hal-hal terkecil berasal dari waktu dia bekerja sebagai pelayan.

“... Tuan Dylan adalah pria yang baik.”

Tina membisikkan itu dengan gembira saat dia melihat kakinya.

Lalu, aku menunjukkan sesuatu kepada gadis itu.

“Oh, omong-omong, aku akan memintamu memakai ini.”

“Apa itu? Tali?”

Baju Penari, itu adalah kut- UHUK UHUK. Ini barang ajaib.

Ini pada dasarnya cuma bra dan cawat.

Selain itu, aku menambahkan celemek pembantu dan hiasan kepala.

“APA INIIIIIIIIIIIIIII!!??”

“Pakai ini saat kau bersih-bersih.”

“Bukankah ini cuma seutas tali!?”

“Jangan terlalu kasar. Ada beberapa potong kain juga.”

“Ya, cuma sedikit!”

“Jangan cemas. Karena kut- sihir, itu akan menempel padamu. Aku gak akan melihat apapun, aku bersumpah.”

“Kut ... Kau baru saja mau bilang kutukan, bukan!? Sebuah kutukan!”

“Apa aku mengatakan itu?”

“Bukannya kau baru bilang ‘Perempuan tuh seharusnya gak membuka dirinya sendiri seperti itu sebelum menikah’ sekitar lima menit yang lalu!!”

“Itu cuma semacam hal yang akan dikatakan seorang playboy.”

“Bukannya kau bilang bahwa kau hanya dipanggil playboy karena rumor palsu!!”

“Itu dulu, ini sekarang.”

“Kau bukan orang baik sama sekaliiiii!!”

“Sekarang, aku punya alasan.”

Aku mencoba menenangkan Tina.

“Saat kau memakai ini, kau bisa sementara menjadi pelawak.”

“Pelawak? Maksudmu, mengganti pekerjaan?”

“Cuma ketika kau memakai ini.”

“Apa aku perlu mengganti pekerjaan saat aku bersih-bersih?”

“Itu akan membuat segalanya lebih mudah.”

“Ehhh ...?”

Mata Tina penuh dengan kecurigaan.

Ya itu bagus. Mata itu jenis mata yang harus dimiliki seorang pelawak.

Tapi, apa yang aku katakan itu benar.

“Kau sangat lincah, Tina, tapi ketika kau memakai itu, aku pikir kau akan terkejut melihat betapa ringannya kakimu, kau akan jadi pelawak.”

“Tapi, cuma bersih-bersih, kan ...?”

“Menurutmu berapa lama bersih-bersih rumah ini sendirian?”

“Umm, kalau sebesar ini ... Setidaknya sepanjang hari ...”

Ini sudah sore.

“Umm, pembersihan ini, kenapa aku tidak melakukannya besok?”

“Asal tahu saja, kalau aku benar-benar memberikan segalanya, aku bisa mendapatkan tempat ini tanpa noda dalam satu jam.”

“Serius!?”

“Aku akan menggunakan beberapa trik sulap. Itu sangat enak. Aku akan memanggil beberapa roh, membaginya dan membuat mereka bersih-bersih. Aku akan melakukan wals sambil menyeka dan salsa sambil menyapu, menyanyikan lagu balada sepanjang waktu.”

“Menakjubkan!”

“Jadi disini. Kalau kau hanya berpikir seperti kau telah menjadi seorang penari, itu tidak terlalu buruk, kan?”

“Uuu ... Yah, kalau kau mengatakannya dengan cara itu Tuan Dylan ... Kalau Tuan Dylan beneran mau lihat tubuhku segitunya, dia akan sampai begini ...”

Ini lagi?

“Ada keuntungan besar dalam hal ini untuk Tina juga, tahu?”

Aku beneran gak mau lihat tubuh telanjang Tina.

Tidak, serius. Aku sebenarnya tidak ingin memuja dadanya. Beneran.

“Keuntungan …?”

Kalau kau mencobanya, kau akan mengerti ... Adalah apa yang ingin kukatakan, tetapi aku tidak bisa.

Kalau seseorang tidak tahu apa yang mereka upayakan, sulit bagi upaya untuk menghasilkan buah.

Mereka akan terus bertanya-tanya mengapa mereka bahkan melakukannya.

Jika orang itu sendiri tidak mengerti, usaha itu hanya akan sia-sia.

Suatu usaha dengan pikiran dan pemahaman akan berkembang menjadi hasil, tapi usaha yang buta akan mengarah pada nihil.

Jadi, aku memberitahunya.

“Tina, aku ingin kau mengingat ‘perasaan menjadi pelawak’ dengan memakai ini.”

“Menjadi pelawak ...?”

“Ini hanya pendapatku tentang itu, tapi ‘tarian’-ku dan ‘tarian tempur’-ku sangat mirip.

Ada banyak kesamaan, seperti menjaga keseimbanganmu, tahu ke mana harus melangkah dan bahkan metode bergerak dan diam.”

Hmm hmm, Tina mengangguk.

Aku terus berjalan.

“Tina, kau memainkan peran tank berbasis kelincahan, jadi itu akan menjadi keuntungan besar jika kau bisa belajar bagaimana tarian pelawak juga. Selain itu——”

“Selain itu, apa?”

“Jika kau mengerti bagaimana pelawak bergerak lebih baik, kita bisa memperdalam pemahaman kita sebagai party juga.”

“Sebagai ... party ...”

Tina menggumamkan kalimat itu.

“Aku mengerti!!”

Dia tersenyum padaku.

“Tuan Dylan, kau benar-benar terdengar seperti pertapa!”

Aku tertawa.

“Yah, Aku kan Pertapa Agung.”

“Ya! Tuan Pertapa Agung!”

“Sekarang cepatlah bersih-bersih.”

“Okeee! Aku mau ganti pakaianku!”

Dia berlari keluar dari ruangan, kemudian setelah aku mendengar suara senjata dan zirah berdenting dari pintu sebelah, dia muncul kembali ke ruang tamu.

Yah, tidak juga, dia hanya menjulurkan kepalanya ke sekitar pintu. Dia menyembunyikan tubuhnya.

“Uuu, apa aku benar-benar harus ...”

“Jangan malu. Kau sekarang pelawak.”

“Pelawak ...!”

Sepertinya sebuah tombol dinyalakan di dalam Tina.

Dan begitu saja,

“Taa daaaaa♪! Ha!? Tubuhku baru saja bergerak!”

Tina melompat keluar dengan suara itu dan mulai menari.

Payudara, pinggang dan pinggulnya terlihat jelas.

Semuanya berayun.

Semuanya memantul.

Aku mulai merasa sedikit menyesal atas dosa-dosaku.

Saat wajah Tina berubah menjadi merah.

“Aku gak akan merasa malu sama sekali!!!”

Dia berteriak dengan sangat tidak meyakinkan. Yah, setidaknya dia masih punya semangatnya.

“Tapi, um, tidak bisakah aku memakai seragam maid biasa dibanding ini?”

“Kurasa kau tidak bisa.”

Aku mengeluarkan pakaian maid reguler dari lemari dan pergi untuk memberikannya kepada Tina, tetapi dia membeku ketika dia mencoba mengulurkan tangannya.

“Eh, ya, tubuhku tidak mau bergerak!?”

“Meskipun aku memakainya dengan paksa, itu akan sia-sia.”

“Maksudmu apa?”

“Itu akan menolak pakaiannya.”

“Menolak pakaiannya!?”

“Ya, seperti dengan riiiiip, lihat?”

“Riiiip, hah!?

“Itu akan merobek semuanya.”

“Apa itu pernah terjadi padamu sebelumnya?”

Salah.

“Omong-omong, benda ini mengandung kut- UHUK UHUK. Sebuah sihir yang aktif ketika kau memakainya.”

“Um, kutukan ini, kau bisa mengangkatnya, kan ...?”

“Ya aku bisa. Itu bukan kutukan.”

“Kau sangat keras kepala ...”

“Aku akan memimpin, oke? ―― Ayo mulai ♪”

Aku mengambil sapu dan mengambil langkah.

Dari tempat di mana kakiku menyentuh tanah, sebuah bintang kecil muncul dan terdengar suara. Ini seperti aku menginjak kunci piano.

Aku mengambil beberapa langkah lagi dan setiap kali aku not mulai memainkan, membentuk melodi.

Gumpalan pendek setengah telanjang di belakangku mengayun berkat pakaian dan mulai mengikuti iramaku.

“Tatataーn♪ Tatataーn♪ Ta~n♪”

Akhirnya, dia berhasil menjaga waktu bersamaku dan kami mulai melangkah bersama. Ini menjadi tarian dan akhirnya skill pelawak diaktifkan ―― Tarian Bawah Sadar.

“Ah! Aha! Luar biasa, ini luar biasa! Aku benar-benar menari!”

“Ooh, lumayan!”

“Tubuhku sangat ringan! Ini seperti aku bulu! Ahh, aku mengerti, aku bisa bergerak jauh lebih baik dengan cara ini!”

Dia benar-benar cepat tanggap.

“Itu saja, teruskan. Bagus, kau punya ritme yang bagus.”

“Ya! Tuan Dylan!”

Tina terus menari, memainkan piano dari bawah kakinya, dia menyapu dan mengepel seluruh ruangan.

Jika dia sudah sebaik ini, aku bisa membiarkan Tina melakukan apa yang dia suka.

Aku kembali duduk di sofa dan makan gelato yang hampir mulai mencair.

Empat jam kemudian.

Tina telah membuat seluruh griya bersih berkilau.

“Sudah selesai, Tuan Dylaaaaan! Wha-, uwaaah!?”

Dia masih tidak berhati-hati dan tersandung kakinya sendiri, dada menyelam tepat ke arahku.

Atau lebih tepatnya, tepat di wajahku.

Saat wajahku terkubur di bawah payudara Tina, aku bertanya-tanya pada diriku sendiri ‘Seperti menari dan trik sulap, aku penasaran apakah kondisi keberuntungan mesum pelawak juga tetap ada setelah perubahan pekerjaan?’

Ah, lembut sekali.



Keesokan harinya.

“Um, Tuan Dylan ...”

“Ada apa?”

“... Aku naik dua level.”

“Oooh, hebat! Aku kira itu layak.”

“Uuuu~~~~Aku tidak begitu yakin soal ini, tapi terima kasih banyak!! Sekalian, tolong lupakan segalanya soal kemarin!!”

Tina kebingungan.

Payudaranya berayun dari sisi ke sisi saat dia panik.

Selama ini, aku tidak berpikir aku bisa menjanjikan itu.

MARI KOMENTAR

Share: