Unlimited Project Works

14 Januari, 2019

Campione v21 1-1

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Bagian 1

Dengan demikian perang saudara Raja Iblis telah berakhir ──

Pertarungan yang berkaitan dengan akhir dunia ini pun akan dimulai.

Lokasinya adalah ujung Dunia Astral.

Ada kuil Yunani kuno yang dibangun di padang rumput hijau. Namun, sebagian besar atap dan pilar hancur dari menerima embusan pertempuran sengit.

Tepat di sebelahnya──

Kusanagi Godou tengah menghadapi dewa monyet putih Hanuman dan Pedang Dewata Keselamatan yang dia bawa.

“Aku bisa melihat wajah yang familier di dalam pedang itu.”

“Fufufufu. Jangan salah paham. Makhluk ini bukanlah putra mahkota Rama. Dia adalah adik laki-lakinya, Paduka Lakshmana.”

“Aku tahu. Aku pernah bertemu dengannya.”

Godou segera menjawab Hanuman yang tertawa.

Pedang dewata memiliki bilah dengan panjang yang mencapai satu meter. Cahaya murni berdiam di dalam bilahnya. Wajah seorang pemuda tampan muncul di dalam kemegahan bilah tersebut.

Wajahnya sama persis dengan sang pahlawan Rama. Kulitnya coklat gelap. Serta dia memiliki wajah jahat yang mengerikan.

Di dalam bilah pedang dewata, wajah Lakshmana melotot tajam pada Godou.

Itu adalah kebencian yang bahkan tidak coba dia sembunyikan. Seolah-olah pikiran itu merusak pedang dewata. Noda hitam menyebar dari tengah bilah sampai gagang pedang........

Selanjutnya, wajah Pangeran Lakshmana yang muncul di pedang dewata itu berteriak.

“Mati sana, Kusanagi Godou!”

Kejahatan dari ekspresi itu tidak menyerupai wajah lurus sang kakak tidak peduli seberapa mirip wajah mereka.

“Sifat” yang merupakan karakteristik Dewa Sesat diterima sepenuhnya oleh sang adik ini, mungkin itulah penyebab perbedaan antara dua saudara kandung ini──. Godou membuat dugaan itu sambil mengulurkan tangan kanannya dengan santai.

*GAKIiiiiN-!* Baja dan baja bentrok dan suara metalik bernada tinggi dihasilkan.

“Apa!?”

Hanuman terkejut.

Pedang dewata dewa kera putih berayun, tangan kanan yang Godou tarik—telapak tangan itu memblokir kuat-kuat pedangnya, di samping itu suara logam tadi juga bergema.

“Maaf. Makhluk ini ada di tangan kananku.”

Godou menyisihkan Pedang Dewata Keselamatan dengan punggung tangan kanannya sambil membual.

Suara metalik bernada tinggi *KIN!* juga terdengar pada saat itu juga. Saat ini, lengan kanan Kusanagi Godou memiliki kekerasan yang bahkan menyaingi pedang dewata Rama.

Lalu, dari tangan kanan Godou──pedang dewata, Ama no Murakumo no Tsurugi tiba-tiba terwujud.

Godou menggenggamnya dan menatap Hanuman.

“Pertarungan pedang bukanlah hobiku. Tapi aku akan menemanimu.”

“Kurang ajar, Pembunuh Dewa!”

Dewa perang yang membanggakan kecepatan dan kelincahan—menarik pedang dewanya berturut-turut.

Tebasan miring dari kanan. Tebasan miring dari kiri. Lompatan lalu tebasan ke arah ubun-ubun kepala. Lima tahap disodorkan sambil jatuh. Menahan keempatnya setelah mendarat sementara juga menebas ke arah sinar──

*KIN, KIN, KIN, KIN, KIN, KIN, KIN, KIN, KIN, KIN, KIN!*

Godou menangkis semua menggunakan Ama no Murakumo no Tsurugi.

Penanganan pedangnya alami dan halus, tidak kalah bahkan dibandingkan dengan pendekar pedang terkenal manapun.

Bukannya dia belajar seni pedang. Puncak pedang dewata Jepang sejak awal adalah membuat lengan kanan Kusanagi Godou sebagai [sarungnya]. Kalau begitu, bukankah itu bisa dikatakan sebagai perpanjangan lengan kanannya?

Sewaktu Godou memperhatikan itu, dia merasa dia mampu menangani pedang dengan bebas.

Sisanya sederhana. Mulai dari tangan kanannya, dia mempercayakan kontrol seluruh tubuhnya kepada Ama no Murakumo no Tsurugi, pedang yang memiliki kehendaknya sendiri──

“Bagus, Kusanagi Godou! Kau tidak menunjukkan celah sedikitpun dalam menghadapi teknik pedangku!”

Hanuman berdiri dari merangkak dan memberi pujian.

Godou membalikkan pujian itu dengan ringan.

“Ini bukan pencapaianku sendiri, jadi tidak apa-apa kalaupun kau tidak memujiku. Selain seperti yang diduga, aku tak bisa besar seperti pedang atau katana. Hal semacam ini tidak sesuai dengan sifatku.”

Itu sebabnya, dia mengirim pikirannya ke pedang di tangan kanannya. Dia mengatakan itu ‘kita melakukan itu’.

“Ama no Murakumo! Dengan kebijaksanaan yang Circe berikan, lepaskan kunci dari pedang hitamnya!”

Godou buru-buru mengayunkan Ama no Murakumo no Tsurugi bersamaan dengan kata-kata kekuatan yang memberi perintah.

Itu bukan untuk memotong musuh. Itu untuk berbenturan melawan pedang dewata dewa kera putih yang dipegang.

*KIiiN!* Ada suara pedang yang membentur pedang. Godou mengayunkan Ama no Murakumo no Tsurugi secara horizontal. Pedang dewata Jepang—menarik Pedang Dewata Keselamatan seperti sebuah magnet.

“Oo!?”

Hanuman berkedip dengan takjub sekali lagi.

Pedang Dewata Keselamatan dipisahkan dari tangannya yang ditutupi dengan bulu putih.

Kekuatan genggaman Hanuman hilang terhadap “kekuatan hisap” yang Ama no Murakumo no Tsurugi tampilkan. Dewa monyet dengan kekuatan besar dan tak tertandingi yang bisa mencabut gunung, kekuatan luar biasa dari lengan kuat itu──.

Godou mengaktifkan pedang rahasia <Pedang Hitam> hanya sebentar.

Dia menggunakan trik kecil pada Salvatore Doni ketika mereka berada di Gallia kuno. Ini adalah perkembangan hal itu.

Godou mengayunkan Ama no Murakumo no Tsurugi *BUN!* sambil memutar daya isap menjadi nol. Pedang Dewata Keselamatan segera terempas jauh. Musuh sudah kehilangan alatnya──

“Hahahaha. Sayangnya, kau tidak bisa bilang bahwa senjataku dicuri dengan itu!”

Sewaktu Hanuman kehilangan pedang dewata, dia melepaskan serangan tinju kiri.

Kecepatan itu persis seperti kilat. Itu adalah serangan tinju dewa. Namun, Godou juga mengaktifkan kecepatan yang sama menggunakan avatar ketujuh Verethragna, Burung Pemangsa.

Dia melompat mundur dengan ringan untuk menghindari tinju kiri yang lurus dari si dewa monyet putih yang diarahkan ke arah wajahnya.

Selain itu Godou mengayunkan Ama no Murakumo no Tsurugi secara horizontal dalam sekejap. Itu seperti prinsip ayunan keras memukul balik bisbol.

Dia tidak menggunakan kekuatan lengannya, namun rotasi pinggangnya dan transfer berat badan untuk menghasilkan kekuatan──!

“Muuuh!”

Hanuman mengerang dari membuat dadanya tertebas keras.

Tebasan miringnya tadi juga bisa dikatakan sebagai puncak dari satu tahun yang Kusanagi Godou habiskan sebagai Pembunuh Dewa.

Sepuluh avatar Verethragna.

Ama no Murakumo no Tsurugi.

Pedang rahasia <Pedang Hitam> yang Penyihir Circe dan Dewi Athena tinggalkan.

Urutan serangan dan pertahanan ini mungkin tepat karena dia telah menggenggam semua otoritas yang dia miliki lebih dari cukup.

Tapi, Godou tidak menurunkan kewaspadaannya. Karena walau dia menuangkan serangan membunuh pada Hanuman, tidak setetespun darah menetes dari luka tersebut!

“Apa yang akan kau tunjukkan padaku selanjutnya, Hanuman!?”

“Sesuatu seperti ini!”

Tubuh Hanuman mengenakan chainmail emas.

Luka pedang lurus horizontal diukir di sana. Dengan luka itu sebagai batas—tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah dewa monyet putih pun mendadak menjadi terpisah!

Selanjutnya tubuh bagian atas terbang ke langit dan berputar di belakang Godou.

Tubuh bagian bawah menekuk kaki kirinya bagaikan cambuk dan mengeluarkan tendangan tinggi. Itu menendang ke sisi kepala Godou.

“Apa-apaan ini!”

Godou melompat jauh ke samping dan lari dari serangan menjepit.

Dia mengaktifkan kecepatan dewa hanya pada saat menghindar, jadi sepertinya dia teleportasi instan. Tapi tidak mungkin Hanuman terkejut. Dia mengulurkan tangan kanannya segera.

“Wahai Pedang Keselamatan!”

Pedang tercinta Rama terbang dan menetap di tangan kanan Hanuman.

Apalagi lagi, tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah dari monyet dewata—pindah secara bersamaan dengan kecepatan dewa.

Bagian atas tubuh terbang di atas Godou dengan kecepatan yang seperti angin dan mengayunkan Pedang Dewata Keselamatan. Tubuh bagian bawah menyerang Godou dari depan dengan tendangan jatuh.

“Sialan!”

Godou mengaktifkan kecepatan dewa sekali lagi dengan kecepatan penuh.

Dia menyelinap melalui serangan “atas dan bawah” dengan kecepatan yang seperti teleportasi instan. Tanpa jeda dia mulai berlari dengan segenap kekuatannya seperti kilat.

Namun, Hanuman juga bergerak dengan kecepatan yang sama.

Tubuh atasnya terbang di langit, tubuh bawahnya berlari di tanah, mengejar kekuatan penuh Godou yang berlari!

“Biarpun kau monyet yang kebal, ini masih main curang!”

Dewa perang baja yang merupakan anak dewa angin dan menyombongkan atribut tubuh kebal.

Itulah mengapa bahkan dengan tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah terpisah, dia bisa terus bertarung seperti itu. Trik tersembunyi Hanuman yang keterlaluan menyebabkan Godou mengdecak lidah.

“Ama no Murakumo! Beri aku kekuatan untuk terbang di langit juga!”

Pedang dewata yang merupakan harta nasional adalah simbol penaklukan Jepang.

Itu mengakhiri banyak ras yang berbeda, dan menjarah kekayaan, orang, teknologi, serta pengetahuan mereka. Oleh karena itu, Ama no Murakumo no Tsurugi dapat meniru kemampuan musuh.

Kali ini Godou membuatnya meniru kekuatan untuk terbang dan dia terbang ke langit.

“Kalau sudah seperti ini, maka aku akan lari sampai ujung bumi!”

[Ou!]

Ama no Murakumo no Tsurugi segera merespon perintah Godou.

Godou juga berada di tengah mengaktifkan kecepatan dewa menggunakan avatar Burung Pemangsa Verethragna, jadi dia kabur melalui langit Dunia Astral dengan kecepatan kilat yang asli.

Namun, Hanuman juga mengejar ketinggalan.

Tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawahnya terhubung lagi dan melonjak di langit sambil menunggangi angin buritan.

“Sudah kuduga, dia tidak akan membiarkanku pergi begitu saja huh......”

Kusanagi Godou baru saja menyelesaikan perang saudara raja iblis.

Dia menggunakan avatar Angin, Pendekar, Kambing, Babi Hutan, dan Kuda Putih dalam pertempuran itu. Sulit untuk mengatakan bahwa dia dalam kondisi sempurna.

Kalau bisa, dia ingin menghindari pertempuran lebih dari ini.
MARI KOMENTAR

Share: