Unlimited Project Works

14 Januari, 2019

Campione v21 1-2

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Bagian 2

Pada akhirnya, kemampuan yang Ama no Murakumo no Tsurugi salin tidak memiliki kekuatan yang cukup besar.

Walau bisa meniru kekuatan yang bisa membuat Godou terbang sendiri, mustahil untuk menyalin kemampuan atau otoritas yang lebih tinggi dari itu.

Karena itu, tidak masalah kabur ke langit, tapi...dia tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh dari itu.

“Kau juga keras kepala ya, Hanuman!”

“Hahahaha...Bila aku membiarkanmu pergi, akan sulit untuk memojokkanmu sekali lagi. Saat ini ketika kau lemah adalah waktu terbaik untuk bertarung!”

“Yah, itu benar juga!”

Godou kabur menggunakan penerbangan kecepatan dewa, dengan Hanuman mengejar.

Mereka bergegas melalui langit dengan kecepatan yang setara dengan petir turun dan mereka sudah terbang melalui jarak yang bisa menutupi mengelilingi bumi dua atau tiga kali.

Selama waktu itu, dewa angin kera putih mengikuti di belakang selama ini.

Itu adalah pengejaran panas yang seperti seorang pembalap di posisi kedua mati-matian membuntuti rivalnya di posisi pertama, mencoba menyalipnya.

Jika memungkinkan, Godou ingin menyerang atau menghalangi lawan entah bagaimana caranya.

Tapi, jika dia mengambil tindakan untuk melakukan itu, kontrolnya atas sumber dari kecepatan dewa, Burung Pemangsa akan menjadi kacau. Kecepatannya akan turun walau hanya sedikit. Pada saat itu, Hanuman pasti akan jatuh ke punggung Godou──.

Atau mungkin, dia akan mengendalikan atmosfer sebagai putra dewa angin dan menyerang Godou dari langit.

“Sialan!”

Godou mengumpat.

Untuk saat ini dia tidak punya pilihan lain kecuali kabur dengan kecepatan tertingginya.

Pada saat itu Hanuman juga dipaksa untuk berkonsentrasi terbang dengan kecepatan penuh, tak ada kekhawatiran dia memulai segala jenis trik aneh.

Namun, batasnya akan tiba pada waktunya bila dia hanya terus kabur──.

(Haruskah aku mencoba menggunakannya segera?)

Di Dunia Astral, orang bisa pindah ke “lapisan yang berbeda” hanya dengan memikirkannya.

Tapi, sepertinya Godou tidak memiliki rasa magis untuk menggunakan itu dengan terampil. Dia takkan tahu ke mana dia diteleportasi, dan ada juga kemungkinan bahwa Hanuman akan mengejarnya dengan mudah.

“Haruskah aku memikirkan metode lain...”

Ketika dia secara tidak sadar menggumamkan hal itu

Godou memerhatikan──suara di telinganya memanggil namanya.

(Godou-san!)

Betul. Walau jauh, dia memiliki seorang teman yang bisa menjangkau hatinya. Saat Godou mengingatnya, dia langsung berteriak.

“Lakukan, Mariya!”

Gambar tertentu dikirim ke hati Godou.

Itu adalah sesuatu yang dikirim kepadanya dari hime-miko, Mariya Yuri yang telah kembali ke permukaan beberapa saat yang lalu. Menggunakan telepati kekuatan pikiran spiritual, dia menyampaikan [tempat yang harus dituju] pada Godou.

Godou menerimanya seutuhnya──

Dan sosoknya lenyap.

 

“Oo, lho!?”

Hanuman terkejut ketika dia tiba-tiba kehilangan targetnya.

Dia menghentikan penerbangannya dengan terburu-buru. Dia melayang masih di langit, duduk dalam posisi teratai, dan mempertajam kesadarannya. Dia mencari keberadaan sang pembunuh dewa tapi dia tidak di mana saja......?

“Untuk dapat bergerak melalui ‘lapisan’ dengan hanya berpikir itu adalah prinsip Dunia Astral. Apakah Kusanagi Godou memiliki bakat untuk menggunakannya dengan cepat seperti itu?”

Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan manusia sendirian.

Hanuman memiringkan kepalanya. Lantas, dia segera mengalihkan pemikirannya.

“Tak ada gunanya meratapi ini sekarang karena aku telah membiarkan orang itu kabur. Karena sudah begini, aku harus berharap kedatangan kedua Pangeran Rama secepat mungkin dan bersiap untuk kedatangan akhir dunia ini......”

Karena itulah arti eksistensinya.

Dewa angin monyet putih Hanuman. Sebagai pengikut dari Pahlawan Ramachandra, dia adalah teman yang melebihi bahkan sang saudara kandung, Lakshmana.

 

Dan kemudian, di permukaan pada saat yang sama──

“Godou-san, entah bagaimana dia lolos dari kesulitannya.”

Mariya Yuri menghabiskan konsentrasi mentalnya yang panjang dan bergumam.

Dia berada di Sanbanchou, di distrik Chiyoda di Tokyo Metropolis. Itu adalah vila rumah Sayanomiya, ketua Komite Kompilasi Sejarah. Yuri tengah duduk di sofa di dalam ruang tamu rumah.

“Godou-san menang melalui pertempuran melawan Raja Iblis lainnya, dan juga menyelinap melalui serangan Pangeran Lakhsmana dan Dewa Perang Hanuman──untuk sekarang dia bergerak menuju tempat yang aman.”

Ucap Yuri usai mendesah lega.

Dia mengenakan pakaian miko. Setelah kembali dari Dunia Astral, dia segera datang ke sini. Itu demi kepentingan diskusi dengan rekan-rekannya soal masalah ini dari Alam Baka.

Di sampingnya ada juga teman masa kecilnya dengan berseragam, Seishuuin Ena.

“Seperti yang diharapkan dari Yang Mulia. Dia tiba di pertandingan besar terakhir dengan sempurna!”

Ena berbicara dalam kekaguman dengan gembira.

“Selain itu, Yuri juga mengangkat prestasi besar. Kamu menyelaraskan hatimu dengan Yang Mulia menggunakan telepati untuk memastikan situasi dan bahkan memberinya bimbingan untuk melarikan diri!”

“Itu karena aku khawatir hasil dari pertarungannya.”

Yuri juga tersenyum dan mengangguk pada temannya, hime-miko.

Sebelum mereka berpisah dari Campione ketujuh──. Untuk memberikan pengetahuan tentang ratu peri Niamh, Godou saling bertukar ciuman dengan semua orang.

Pada saat itu Yuri juga menerapkan sihir telepati.

Dia mengasimilasi sebagian dari kekuatan spiritualnya dengan jiwanya sehingga dia bisa membangun pertolongan spritual kapan saja.

“Soal itu, Yuri.”

Orang yang bertanya adalah Erica Blandelli.

“Gambar apa yang kamu kirimkan kepada Godou? Ada juga risiko bahwa ia dapat ditemukan dan dikejar jika itu adalah rute pelarian ke tempat persembunyian yang buruk.”

“Lagipula ketika membicarakan dewa perang, Hanuman, dia pastinya hebat dalam melacak juga.”

Liliana Kranjcar juga bergumam.

Sepasang ksatria merah dan biru juga ada di sana.

“Untuk mencari istri yang diculik oleh Pangeran Rama, Sita, Hanuman terbang ke seluruh India sebelum akhirnya dia mengetahui lokasinya. Hanuman juga memiliki legenda seperti itu, tahu?”

“Kurasa...... bahwa itu akan baik-baik saja, mungkin.”

Yuri menjawab ksatria wanita berambut perak tersebut. Lalu mata Ena berkilauan.

“Soal tempatnya, mungkinkah kamu melihatnya dengan penerawangan rohmu?”

“Tidak. Sebenarnya tepat setelah kita kembali ke permukaan, sebuah telepati soal tempat tertentu──memberitahuku untuk membimbing Godou-san ke sana mencapaiku. Aku diberitahu bahwa mereka akan melakukan sesuatu entah bagaimana setelah itu.”

“Eh, begitukah!?”

Mata Ena terbuka lebar. Itu tak bisa dihindari. Semuanya dilakukan melalui percakapan mental menggunakan telepati, jadi wajar saja bahwa hime-miko berpedang tidak menyadari.

Di sisi lain, Erica berbicara dengan atmosfer yang tahu segalanya.

“......Seseorang yang dapat mengirim telepati dari tempat yang jauh dan berbicara langsung dengan Yuri. Selain itu, orang itu benar-benar memiliki pengetahuan soal situasinya. Itu artinya sang putri juga sudah pulih sedikit.”

Sementara Seishuuin Ena dan Liliana Kranjcar terkejut, hanya putri keluarga Blandelli yang memecahkan teka-teki sebelum situasi terungkap.

Yuri tersenyum pada kebijaksanaan Erica yang biasa.

“Ya. Orang yang tepat di pikiran Erica-san adalah orang yang mengajariku.”

“Kalau begitu, sepertinya akan baik-baik saja meskipun kita meninggalkan Godou sendirian untuk saat ini.”

“Terus Erica-san. Orang itu──Putri Alice memberitahuku.”

Yuri berbicara ke arah Erica yang telah mencapai pemahaman.

“Godou-san, dia mungkin......butuh bantuan dari kita yang telah kembali ke permukaan. Kita harus mempersiapkannya untuk saat itu. Itu yang diberitahukan padaku.”

“Persiapan?”

Erica mengerutkan kening bertanya-tanya.

Pada saat yang sama pintu terbuka. Dua orang masuk ke ruang tamu. Mereka adalah pemilik vila ini dan agen Komite Kompilasi Sejarah.

Amakasu Touma berbicara duluan dengan cara berbicaranya yang biasa dan tidak menonjol.

“Yaa, semuanya, kalian semua ada di sini.”

“Kami mendapat sedikit informasi yang merepotkan. Sepertinya pertempuran sengit sudah dekat.”

Wanita cantik dalam pakaian pria, Sayanomiya Kaoru juga berbicara serius yang langka baginya.

“Tanda-tanda kebangkitan Ramachandra muncul di mana-mana. Temperatur naik dua derajat lebih tinggi dari kemarin, lalu gunung berapi, bukan cuma di Jepang, tapi gunung berapi di seluruh Asia Timur meningkat dalam aktivitas. Letusan gunung berapi bawah laut di tengah Samudra Pasifik juga menyebabkan pembentukan tanah baru──”

“Bahkan hal yang mengejarku dan Ena-san melepuh.”

Gerutuan Amakasu mengejutkan Ena yang disebutkan.

“Apa itu? Apa yang Ena dan Amakasu-san lakukan lagi?”

“Ingat. Di Kisaradzu Chiba──itu adalah mahkluk ketika kami menemukan Leluhur Dewata Guinevere. [Ratu Oto Tachibana-hime, melompat ke laut sambil memeluk pedang untuk mengorbankan dirinya].”

“......Aah!”

Panggung pertempurannya adalah Dunia Astral.

Namun, sepertinya di permukaan juga tidak bisa tenang dan damai.
MARI KOMENTAR

Share: