Unlimited Project Works

14 Januari, 2019

Campione v21 1-4

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Bagian 4

Godou pun menyingkirkan pengejaran Hanuman menggunakan lapisan transfer.

Saat ini ruang berwarna kelabu tengah menyebar di hadapan Godou sejauh mata memandangnya. Bahkan tak ada tanah sama sekali. Dia hanya mengambang di ruang kelabu.

Bahkan tak ada cakrawala, itu adalah ruang kosong.

“Ini adalah tempat yang suram sekali.”

Desis Godou lalu bertanya kepada pemandunya dalam perjalanan ini.

“Jadi, Mariya. Ke mana aku harus pergi setelah ini?”

Tak ada balasan dari yang bisa diandalkan hime-miko.

Godou merasa ragu. Dia sudah mengalami komunikasi telepati menggunakan kekuatan spiritual dan telepati mental Mariya Yuri berkali-kali.

Selama komunikasi itu, dia akan selalu merasakan kehadiran Yuri di dekatnya.

Namun saat ini, rasa aman ketika pikirannya terhubung dengan pikiran Mariya Yuri ── tidak bisa dirasakan sedikitpun. Dia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

“Kusanagi-sama.”

Tiba-tiba Godou mendengar suara seorang kenalan dan dia terkejut.

Putri Alice muncul tepat di sampingnya ketika dia memperhatikan. Penampilannya adalah kombinasi dari gaun merah muda yang elegan serta syal. Godou segera menebak situasinya.

“Alice-san, apa kamu menggunakan yang biasa─kekuatan pemisahan tubuh dan jiwamu?”

“Yeah. Bahkan tubuhku yang melemah dari manifestasi Pangeran Rama juga telah pulih dengan baik......mulai dari sekarang, aku akan menjadi pemandu menggantikan Yuri.”

[Tuan Putri] yang terhubung dengan keluarga terkemuka di Eropa tersenyum dengan anggun.

“Sebenarnya, aku menanyakan ini pada Yuri. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin dia memindahkan Kusanagi-sama ke tempat ini. Karena kedepan dari sini──ada sesuatu yang kuharap kamu lihat bagaimanapun juga.”

“Aku?”

“Iya. Mungkin itu tidak perlu, tapi──hanya untuk berjaga-jaga, aku ingin memberitahu Kusanagi-sama......tempat di mana dalang yang mengendalikan Raja Akhir berada.”
setiakun
“Dalang!?”

Usai Godou merasa kaget, dia segera menyadarinya.

Benar juga, dia telah mendengarnya beberapa kali hingga sekarang.

“Maksudmu, pencetus yang mempercayakan takdir pemusnahan raja iblis kepada orang itu?”

“Hebat sekali Kusanagi-sama. Ini persis seperti yang kamu tebak. Apa yang kuingin agar kamu lihat, itu──tidak ada yang lain selain wilayah di mana dewa takdir memerintah.”

Putri Alice berbicara dengan sungguh-sungguh.


Dewa takdir! Godou merasakan emosi yang aneh ketika dia mendengar kata-kata itu.

“Begitu──. Ini adalah orang yang bisa mendorong takdir pemusnahan Raja Iblis pada Rama yang mana dewa, jadi gelar yang berlebihan seperti dewa takdir pun tidak akan aneh......”

“Ya. Seperti katamu.”

“Tapi itu menakjubkan, Alice-san. Kamu bahkan tahu sesuatu seperti ini.”

Wizengamot, organisasi yang berkantor pusat di ibukota Inggris, London.

Dia adalah mantan pembicara dari organisasi itu, dan memiliki nama panggilan [Hime-miko Putih].

Dia adalah manusia dengan kekuatan spiritual paling terkemuka di dunia. Dia memberi induksi kekuatan spiritual kepada Mariya Yuri yang memiliki sifat yang sama dengannya, dan membuat potensinya sangat mekar──.

Godou sekali lagi menegaskan kembali betapa luar biasanya Putri Alice.

Tapi orang itu sendiri tertawa dan berbicara nakal.

“Jika aku harus mengaku, aku juga tidak tahu tentang itu sampai satu jam yang lalu.”

“Eh? Terus, bagaimana kamu sudah mengetahuinya?”

“Meskipun aku terlihat seperti ini tapi aku adalah miko yang mewakili dunia permukaan......begitulah. Aku juga sering datang ke Dunia Astral, dan aku juga punya kenalan di sana. Salah satu dari mereka memberiku instruksi tentang masalah ini.”

“Begitu.”

Godou juga baru bertemu dengan raja peri Dunia Astral belum lama ini.

Tentunya salah satu dari orang yang berpengetahuan di antara mereka membisikkan informasi ini ke telinga sang putri. Lalu, seperti yang diharapkan wanita bangsawan ini juga merupakan bakat luar biasa untuk dapat dikunjungi oleh keberadaan seperti itu juga.

“Kalau begitu Alice-san.”

Godou masih menatap wanita muda itu.

“Tolong bawa aku ke wilayah dewa takdir ini.”

“Sayangnya, aku tidak bisa melakukan itu.”

“Eh?”

“Kekuatan yang serupa denganku tidak memiliki harapan untuk masuk ke dalam tempat itu──itu adalah tanah suci. Jika ada manusia yang bukan dewa yang bisa masuk ke sana, maka kemungkinan besar itu hanya akan menjadi Raja Iblis dari pembunuh dewa...”

“............”

“Kusanagi-sama. Kalau kamu adalah seorang Campione, seharusnya bisa bagimu untuk mengetahui tempat seperti apa tanah suci itu. Aku menuntunmu sampai tempat ini demi itu.”

Putri Alice menunjukkan ruang di sekitarnya.
setiakun
Semuanya dipenuhi warna kelabu. Bagi Kusanagi Godou yang pada akhirnya hanya memiliki indra manusia, itu adalah kegilaan dan pewarnaan yang hanya membuatnya merasa nihil.

“Ini adalah akhir dari Dunia Astral. Tempat yang paling dekat <Domain Keabadian> tempat para dewa tinggal. Ini adalah ruang yang paling berharga untuk nama <Batas Kehidupan dan Keabadian>.”

“......Aku mengerti.”

Godou mengangguk mendengar kata-kata sang putri.

“Aku juga baru menyadarinya. Aku datang ke sini beberapa kali. Dipanggil oleh dewi yang membodohi─yang memperkenalkan dirinya sebagai ibu dari kami, Campione.”

Tampaknya mereka, Campione disebut sebagai anak haram Ephimeteus.

Titan yang muncul dalam mitologi Yunani.

Dan kemudian, istri Ephimeteus adalah──juga bernama Pandora.

Dia diciptakan oleh dewa pandai besi Hephaestus karena perintah dari raja dewa Zeus.

Gadis ini diberikan dengan berbagai sifat oleh dewa sebagai hadiah.

Pesona wanita dari dewi kecantikan Aphrodite. Keterampilan tenun dari dewi Athena. Suara nyanyian indah dari dewa matahari Apollo. Kekuatan transformasi dari dewa laut Poseidon.

Kecerdikan dan keingintahuan dari dewa pencuri Hermes, dan terlebih lagi yang disebut Pandora Box.

Itu adalah wadah yang dianggap sesuatu yang tidak boleh dibuka bagaimanapun juga.

Setelah itu, Pandora membuka “kotak yang tidak boleh dibuka” karena dorongan tiba-tiba.

Dari dalam kotak, kebencian, kecemburuan, keserakahan, kematian, penyakit, dan sebagainya, setiap jenis bencana keluar dan menyebar ke seluruh dunia. Tapi hanya ada satu hal yang tersisa untuk gadis itu, [harapan]──.

......Itu adalah ibu dari Pembunuh Dewa, Pandora.

Memori ketika Godou bertemu dengannya di Dunia Astral dilupakan sepanjang waktu ketika dia berada di dunia nyata. Namun, jika dia kembali ke dunia ini, larangan melupakan itu akan hilang.

Ketika Godou berbicara dengan Pandora beberapa bulan yang lalu, dia pasti datang ke sini.

“Lalu Kusanagi-sama. Dengan hati yang kuat......silakan lihat ke depan.”

“Ke depan?”

“Ya. Di depan ruang yang dicat oleh warna kelabu──lihatlah semua itu. Pikirkan itu dengan kuat dan tatap ke depan...silau......temukan ujung dunia.”

“Ujung dunia, apa yang ada di depan.”
setiakun
Godou bisa membayangkan apa yang harus dia lakukan dari kata-kata Alice.

Dia berkonsentrasi pada kedua matanya dengan niat untuk menembus semua kekuatan dewata, sihir, dan kutukan yang menghalangi bidang penglihatannya. Dia juga sepenuhnya mengaktifkan kekuatan sihirnya.

Sedikit demi sedikit── [warna kelabu] menyebar di depan matanya.

Godou melihat sesuatu sebagai gantinya.

“Karpet!? Apakah itu terbuat dari untaian!?”

Ketika dia menyadari, [karpet] yang sangat besar menyebar di depan matanya.

Ujungnya tidak bisa dilihat sama sekali oleh penglihatan Godou.

Karpet menyebar tanpa akhir. Lalu, jika Godou maju lebih dari tiga ratus langkah, dia akan bisa menginjaknya.

Karpet itu──berwarna cerah sampai tingkat ekstrem.

Itu dianyam menggunakan benang setiap warna.

Ada warna-warna yang Godou tahu, dan juga warna-warna yang dia tidak tahu. Itu adalah karpet yang dianyam dengan puluhan ribu warna.

Benang warna yang melimpah membentuk pola geometris.
setiakun
Bukan hanya satu. Sepuluh, seratus, seribu, sepuluh ribu, seratus juta ── gak.

Pola dalam jumlah besar yang tidak bisa dihitung ada di permukaan karpet. Lalu, tidak ada yang sama dengan yang lain.

Sebuah untaian ── dalam bentuk karpet yang menyebar tanpa batas memiliki segudang warna.

“Alice-san. Apa benda ini!?”

“Benda ini yakni <takdir> sendiri.”

Putri Alice berbicara dengan tenang.

“Apakah Kusanagi-sama tahu tentang tiga bersaudari, Clotho, Lachesis, dan Atropos dari mitologi Yunani?”

“Hanya mendengar nama mereka saja di suatu tempat, kurasa.”

“Mereka disebut sebagai tiga dewi takdir. Mereka adalah dewi yang mendesain dan menciptakan untaian besar <takdir> .......Mereka bertiga bersama-sama juga disebut sebagai Moirai.”

Bukan hanya kekuatan spiritual, sepertinya pengetahuan Alice juga menonjol.

Dia menghadap Godou yang kewalahan oleh luasnya karpet (?) menyebar di depan matanya, dan putri bangsawan terus berbicara tentang mitos.

“Otoritas mereka tidak lebih dari memanipulasi takdir.

Pertama saudari tertua Clotho memutar benang,

Saudari kedua Lachesis memutuskan panjang utasnya,

Saudari ketiga Atropos memotong benang.

Seperti itu, untaian yang luar biasa dan beragam dari <takdir> selesai ──. Itulah definisi dalam dunia mitologi Yunani.”

“Untaian......”

“Konon nama tiga saudari ini masing-masing memiliki makna, Clotho yang memutar tali adalah [penciptaan], Lachesis yang memutuskan “panjang tali” yang juga berarti rentang kehidupan manusia adalah [pelestarian], dan Atropos yang memotong tali adalah [kehancuran].”

Godou tidak pernah membayangkan bahwa sesuatu seperti takdir akan diberikan analogi semacam itu.

Itu adalah gambaran bahwa kekuatan imajinasi Kusanagi Godou yang buruk tidak akan bisa muncul. Dia secara spontan mengaguminya. Namun, Godou menyadari sesuatu dan dia memiringkan kepalanya.

“Tapi, Rama adalah pahlawan dari mitologi India bukan? Tapi dewa takdir dari mitologi Yunani adalah dalangnya?”

“Fufufufu. Kusanagi-sama, ceritanya masih berlanjut.”

Alice tersenyum nakal sekali lagi.

“Sebenarnya, dewa dan mitos yang sama ── juga ada di daerah lain. Misalnya di Kekaisaran Romawi yang seharusnya disebut sebagai penerus Yunani kuno, ada Nona, Decima, dan Morta yang disebut sebagai <Tiga Dewi Takdir>, mereka sama-sama menenun untaian takdir ......”

“Masih ada lagi!?”

“Iya, dalam mitologi Norse juga, mereka memiliki tiga dewi takdir yang bernama Urd, Verdandy, dan Skuld. Dalam mitologi Celt ada Morrigan, Macha, dan Badb yang bisa diterapkan untuk ini. Ada beberapa tingkat perbedaannya, tapi mereka memiliki jalinan yang terkait dengan [untaian takdir].”

“Ada banyak......”

“Omong-omong dalam mitologi Yunani, ada satu dewi yang bermana [Moira] yang datang sebelum tiga dewi yang memanggul peran sebagai dewa takdir oleh dirinya sendiri. Tetapi juga dikatakan bahwa konsep <takdir> telah ada bahkan sebelum dia lahir dan bahkan dewa-dewi dimanipulasi olehnya.”

“......”

“Dan kemudian di mitologi India, kedewataan yang memenuhi syarat sebagai tiga dewi takdir ── tidak jelas. tapi, konsep [Dewa Trinitas] yang menciptakan, melestarikan, dan menghancurkan dunia ada dengan jelas. Lantas para istri dewa tertinggi Shiva ...... Parvati, Kali, dan Durga, ketiga dewi ini adalah eksistensi yang mengatur hal-hal yang sangat dekat dengan takdir ── [waktu].”

“Setelah kamu menyebutkannya”

Godou tiba-tiba teringat.

“Aku sudah mendengar sesuatu seperti.......tiga dewi seperti apa yang Alice-san sebutkan yang mengatur [Masa Lalu, Sekarang, Masa Depan], ada dewi seperti itu bukan?”

“Yeah. Lalu, mitologi yang menyamakan waktu dan takdir sebagai [untaian] yang bisa dilihat di sana-sini di seluruh dunia.”

Putri Alice memberitahu dia tentang mitologi dengan lancar.

Di sini dia menarik napas dan menatap Godou.

“Kusanagi-sama. ‘Dewa’ yang memanipulasi Raja Akhir Ramachandra adalah prototipe dari tiga dewi tersebut......sehingga dewa itu bahkan bisa disebut sebagai dewa takdir pertama dari semua asal dewa takdir yang lain. Orang yang mengirim dewa perang terkuat untuk mengendalikan waktu, keabadian, takdir──”

“Jadi begitu.”

Mendengar perkataan Alice, Godou mendesis.

“Jadi orang itu adalah...musuhku yang sebenarnya.”
MARI KOMENTAR

Share: