Unlimited Project Works

08 Januari, 2019

Campione v5 2-3

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Bagian 3

Akademi Jounan telah memisahkan pendidikan jasmani untuk anak laki-laki dan perempuan.

Dua kelas akan mengambil pelajaran bersama; maka anak laki-laki dan perempuan akan berpisah. Kelas 1-5 Godou bersama dengan kelas 1-6.

Sinar mentari masih tanpa henti dan suhunya juga tinggi. sekarang akhir musim panas, namun cuaca terasa seperti pertengahan musim panas. Makanya, kolam digunakan selama pendidikan jasmani.

Sekali lagi, kurikulum diadakan untuk berenang.

Tapi itu hanya untuk para gadis. Para lelaki senam di gimnasium lembab

Atmosfer yang demam itu terasa pengap, dan dalam pusaran panas dan bau badan, para siswa melakukan latihan matras atau senam peralatan.

"Tuan-tuan, tidakkah kalian pikir ini salah?"

Seseorang mengajukan pertanyaan yang kuat.

Pembicaranya adalah Nanami. Dia sering membuat pernyataan bermasalah seperti "Sebenarnya, aku penyuka miko."

Tapi dia juga pemimpin yang karismatik. Setiap kali orang melakukan sesuatu sebagai kelompok, dia biasanya ditemukan di pusat semua itu ... sebaik-baiknya dari pusat seperti dia.

"'Masyarakat yang terpisah. 'Mari pikirkan arti kata-kata ini sekali lagi, kawan. Berkumpul di sini hanyalah para cowok, di gurun kelabu dunia tanpa kehangatan maupun warna. Apakah tidak masalah untuk menyerahkan ini? Tentu saja tidak!"

Nanami mengguncang gimnasium itu dengan tumpukan omong kosong yang dengan keras dia nyatakan.

Kebetulan, guru yang bertanggung jawab atas pendidikan jasmani tidak ada. Beberapa menit sebelumnya, dia pergi, menemani seorang siswa yang terjatuh dari balok keseimbangan dan rupanya patah tulang. Kini mereka sedang belajar sendiri.

"Jadi, jika dunia ini adalah gurun, hanya itu! Hanya itu! Siapa yang mengikuti ambisinya akan dapat mengubah tempat ini. Kita harus membongkar pintu surga sendiri!"

"Nanami ... yang ingin kamu katakan adalah, singkatnya, itu?"

Orang yang bertanya adalah Takagi. Dia dari Klub Kendo dan, karena tubuhnya yang besar, dia cukup mampu melakukannya.

Tapi dia adalah cowok yang lemah terhadap pengaruh aneh dan mudah disesatkan.

"Pada saat ini, kita harus menuju surga!"

"Ya. Saat ini, tempat yang paling dekat dengan surga di sekolah ini adalah kolam renang. Kolam renang di mana gadis-gadis kelas 1-5 dan 1-6 mengambil pelajaran bersama! Tanah suci yang dilarang kami masuki, taman bunga rahasia di mana lebih dari tiga puluh gadis bermain-main di air dan di mana bunga lily bermekaran!"

"Tapi risikonya terlalu tinggi ..."

Suara sejuk menuangkan mereka seperti air dingin. Sorimachi tertawa mengejek.

"Manusia dengan 108 adik perempuan dalam 2D." Meskipun konyol, itu hanya keanehan sampai ekstrem. Setidaknya dia bukan orang biasa.

"Kita para cowok dari kelas 1-5 dan 1-6 berjumlah 36. Banyak orang akan bertindak pada saat yang sama untuk menghargai para cewek di kolam renang. Tentu saja itu ide yang menarik tapi kita cuma punya waktu empat puluh menit sampai kelas selesai. Kita bahkan tidak akan bisa membuat persiapan yang tepat dalam waktu yang singkat. Perasaan saja tidak akan membawa kita ke mana pun ..."

Nanami menginjak ke arah si pembicara.

Bam! Tinju Nanami menyerang pipi. Sorimachi dengan tegas melihat si penyerang yang memukulnya di pipi.

"Nanami, kamu!!"

"Aku salah menilaimu, Sorimachi. Aku tidak pernah menduga kamu adalah orang yang membosankan."

Orang yang memukul dan orang yang dipukul berhadapan satu sama lain, satu dengan kemarahan di matanya, yang lain dengan belas kasihan.

"Dulu, kamu tidak akan pernah menggunakannya sebagai alasan. Kamu dengan berani bahkan menghadapi misi yang paling sulit, seorang pahlawan yang didedikasikan untuk kemenangan. Tapi, kamu sudah berubah jadi pengecut!"

"Apa yang kamu bicarakan, brengsek!"

"Sekitar dua bulan yang lalu. Pada hari sebelum rilisnya 'Saint ☆ Little Sister Academy,' kamu berjuang untuk melihat semua ending 'Bersama dengan Onii-chan', di mana kamu harus menyelesaikan empat imouto, dan 'Imohare!', di mana kamu harus menikahi tujuh adik. Semua itu sambil menderita demam 38 derajat dan diare ..."

"Tsk. Kamu ingat beberapa hal yang tidak menyenangkan."

Sorimachi memalingkan wajah dari Nanami yang berbicara tentang masa lalu.

"Saat itu aku bilang, 'Sudah hentikan. Hanya mengesampingkan itu sebagai omong kosong. Tubuhmu sudah di batasnya.' Tapi kemudian kamu menjawab ..."

"Ya. 'Aku seorang laki-laki dengan 108 imouto. Aku bukan kakak tak berguna yang akan menelantarkan adik perempuan begitu dia mulai menangkapnya.' Pada hari itu aku menaklukkan semua ending, dan di hari berikutnya, aku mencurahkan seluruh kekuatanku untuk 'Saint ☆ Little Sister Academy' ..."

Api menyala di mata dua orang itu.

Api di dalam hati mereka yang hanya menyala ketika dua rekan dengan semangat yang terbakar saling memahami.

"Sepertinya aku lupa nyaliku dari waktu itu. Terima kasih sudah mengingatkan aku .... Ini terima kasihku!"

"Guh!"

"Heh. Bagaimana. Apa kamu merasakannya?"

Kali ini Sorimachi melakukan pemukulan. Tapi Nanami tersenyum bahkan saat dia terlempar.

Senyumnya sepertinya berkata, 'Apakah kamu akhirnya terbangun, dasar bodoh?' Baru saja, di antara mereka berdua, tinju mereka adalah kata-kata.

"Itu pukulan yang bagus. Itu menahan semangatmu. Kamu punya kepalan hebat ..."

"Diam. Aku sudah ragu-ragu. Ayo bertarung."

Sorimachi mengulurkan tangannya dan mengambil tangan Nanami. Seperti itu dia menariknya. Itu adalah adegan emosional dua cowok yang saling memahami setelah bertengkar. Namun, akhirnya bosan dengan itu semua, Godou berkata dengan suara tenang.

"Hai teman-teman"

Kedua komedian mengarahkan tatapan mereka penuh permusuhan padanya.

Namun Godou terus berjalan, tekanannya tidak kalah dengan mereka.

"Ada begitu banyak yang ingin kukatakan sekarang, tapi pertama-tama, bisakah kalian tidak mengintip? Kalian tahu itu seperti kejahatan."

Foop (Suara mengayunkan matras)

"H-hei, apa yang kamu—"

Bam (Suara matras yang dijatuhkan pada Godou)

WupWupWup (Suara siswa A, B dan C melompat ke atas matras)

"Guha. H-hei, tunggu sebentar, apakah kalian mencoba untuk menghancurkanku?"

Disikat di bawah matras tebal, bau, Godou mengeluh.

Berat ketiga siswa membebaninya, jadi itu cukup menyakitkan. Dia nyaris tidak bisa menjulurkan kepalanya dari bawah matras dan menghirup oksigen.

"Sialan, dia masih hidup. Yah, membunuhnya juga akan buruk."

"Kalau kamu suka, aku bisa menghabisinya."

"Tenang. Kalau kita melakukannya, kita harus melakukannya dengan hati-hati dari mana kakinya tidak bisa menjangkau."

Si tiga idiot dari Nanami, Takagi dan Sorimachi mengatakan beberapa hal berbahaya.

Godou dengan keras bertanya pada para cowok lain di sekitar mereka.

"Apa kalian membenciku? Kenapa kalian melakukan ini padaku?"

"Kau bertanya kenapa?"

Nanami melirik ke bawah dengan tatapan dingin.

"Biarkan aku bertanya padamu. Kusanagi, mengapa kamu bisa mengatakan hal-hal seperti 'Jangan mengintip'?"

"Bersembunyi di kolam renang sekolah dan mengintip jauh lebih jauh dari melakukan kejahatan. Yang paling penting, bukankah kamu merasa tak enak bagi para gadis? Jangan tanya aku pertanyaan yang jelas seperti itu ..."

Godou membuat argumen yang bagus sambil berdoa dengan tenang agar semua orang cepat sadar kembali. Jika mereka tersesat karena kemauan sesaat, kemungkinan besar mereka akan menyesalinya di masa depan. Namun pertanyaan itu membuat sebagian besar siswa di kelas 1-5 dan 1-6 bahkan menjadi lebih liar. Beberapa bahkan menangis karena frustrasi.

"Dasar munafik sialan ..."

"Sial semuanya. Kamu meremehkan kami karena kamu tidak punya masalah untuk memperoleh perempuan ..."

"Anzai-sensei, kami ingin melihat gadis-gadis memakai pakaian renang!"

"Semuanya, tenang. Bersama dengan kemarahan dan penderitaan semua orang, aku akan melakukan pembicaraan. Aku akan mengajari bajingan harem yang berpikir normal untuk memperoleh beberapa gadis pada saat yang sama tentang hati kami yang murni!"

Nanami mengambil kendali semua orang yang hadir dan memandang rendah Godou sekali lagi.

"Hei, Kusanagi, aku suka perempuan dengan pakaian renang. Tidak berlebihan untuk mengatakan aku cinta."

"Yah, aku tidak akan mengkritik hobi pribadimu."

"Diam dan dengarkan. Aku suka perempuan dalam pakaian renang ... itu benar. Di kelas 1-5 dan 1-6, Arakawa-san memiliki tubuh yang luar biasa, bukan? Dan jelas daya tarik dari tubuh kecil dan dada mungil Miyama-san menyerang home dengan para penggemar. Kita bisa mengharapkan pakaian renang untuk membawa jenis pesona lain dari Sawa-san yang berkacamata juga. Dan kekenyalan Nagasato seharusnya berubah menjadi aura menenangkan yang khas yang tidak dimiliki gadis langsing. Tapi, meski begitu."

Nanami dengan kuat mengepalkan tinjunya. Dia mungkin akan menyajikan teori menimang omong kosong.

"Meskipun gadis-gadis itu begitu mempesona, dibandingkan grup idola, mereka tidak akan berada di barisan depan. Mereka adalah baris kedua, jadi, para anggota. Nah, siapa yang terbaik?"

"Hmm ... entahlah."

Dia memiliki gagasan tentang emosi orang lain, tapi Godou berani bermain bodoh.

"Erica-sama dengan tubuhnya yang luar biasa cantiknya. Mariya-san yang membuatmu bertanya-tanya apakah dia menyembunyikan ukuran yang bagus di suatu tempat. Lalu ada Liliana-san yang menjadi 'Gadis Nomor Satu yang ingin kuberikan dalam baju renang leotard' dengan tubuh perinya ... dasar bajingan yang memonopoli bunga-bunga terkenal takkan pernah mengerti apa yang membuat darah kami mendidih. Tidak, sepertinya kamu akan diizinkan untuk tahu!"

"Aku punya usul! Ayo kunci Kusanagi-san di ruang peralatan seperti ini!"

"Itu ide yang bagus! Baiklah, seseorang cari kuncinya!"

"Oke, sekarang saatnya membayar konsekuensi, bangsat. Muahahahaa!"

Menanggapi ucapan Nanami yang kuat, suara para cowok dengan aneh mulai muncul di sana-sini.

Dengan demikian persatuan para cowok dari kelas 1-5 dan 1-6 telah mengunci Kusanagi Godou ke dalam ruang peralatan dan mulai berbaris menuju surga para gadis yang bermain-main dengan air.
MARI KOMENTAR

Share: