Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

11 Januari, 2019

Campione v5 3-1

on  
In  

hanya di setiablog
Bagian 1

Angin menderu saat hujan mulai berceceran.

Seandainya di awal September, pendaratan topan tidak janggal.

Namun, badai ini berbeda. Selama beberapa hari terakhir, belum ada laporan tentang keadaan tropis yang mendekat.

"Ya, bertemu raja hari ini, karena Ena bisa bergaul dengan baik dengan siapa saja, itu pasti akan lancar. Ya, tentu saja sisi itu juga akan berkembang dengan baik."

Mengenakan pakaian miko-nya, Seishuuin Ena berdiri menghadap ke gedung sekolah di sudut lapangan olahraga di bagian SMA Akademi Jounan.

Dia basah oleh hujan karena dia tidak menggunakan payung.

Telepon yang dia gunakan juga basah kuyup, tapi karena ponsel ini tahan air, tenaganya tidak terganggu saat ini.

"Erica-san sepertinya tidak akan mudah ditangani, ini akan menyenangkan. Namun, menghadapi rintangan akan sangat menyebalkan, jadi jika itu masalahnya, akan lebih baik untuk mempertahankannya satu lawan satu ... ya, terima kasih, bantuanmu pada waktu itu akan dihargai."

Sang Hime-Miko Berpedang. Gelar Ena ini adalah karena partner yang baru saja dia tusuk ke tanah.

Ama no Murakumo no Tsurugi. Pedang yang bilahnya sekitar 3 kaki dan 3,5 inci.

Pedang itu sederhana dalam bentuk tanpa kurva — hanya pedang lurus. Kilau logam pada bilahnya seperti sinar matahari yang turun dari langit.

Sebilah pedang panjang yang menakjubkan dikatakan sebagai senjata bangsawan.

"Ini terlihat baik-baik saja. Ini tempat yang tepat untuk menyiapkan persiapan. Sebenarnya Ena sudah mencoba memutuskan bagian mana dari sekolah yang akan digunakan sebagai medan perang, dan tempat ini ternyata bagus dan terbuka lebar, dengan bonus Erica-san melewati ini setiap hari. Ya, mari mulai begitu saja."

Usai menyelesaikan panggilannya, Ena menekan jari telunjuk kanannya ke pedang Ama no Murakumo no Tsurugi.

Saat kulit diiris terbuka, tetesan darah muncul.

Lalu Ena menekan jari telunjuk kanan itu ke dinding gedung sekolah di depannya.

"Tempat yang banyak dipagari Izumo / Dari banyak awan yang naik — Tinggal di sana dengan pasanganku / Apakah aku membangun istana yang banyak dipagari: Ah, istana berpagar banyak itu!"

Melantunkan lirik kuno dengan suara rendah.

Dia menulis di dinding sekolah kata-kata yang sama yang dia ucapkan.

Lagu yang terpesona ini membawa darah Hime-Miko dan aroma karat dari pedang suci. Dicuci oleh hujan, puisi yang ditulis di dinding dengan darah segar menghilang.

Tak masalah. Nanti juga akan berhasil.

Satu-satunya faktor yang tidak pasti adalah Yuri, yang memiliki naluri yang sangat baik. Untuk mencegah hal itu menjadi masalah, yang terbaik adalah dengan sengaja membuat pertemuan dengannya di sekolah sebanyak mungkin.

Lalu bahkan ketika Yuri merasakan kehadiran pedang suci di sekolah, dia tidak akan curiga.

Ena merenung sewaktu dia berlari sepanjang dinding sekolah. Usai menyelesaikan tugas yang sama di tujuh dinding, hujan berhenti, dan angin kencang mereda.

Saat itu masih jam enam pagi, dan tidak ada klub yang memulai kegiatan mereka sejak dini.

"Baik. Ini untuk pagi hari. Ena harus mendapatkan pakaian ganti sebelum menyapa raja."

Ena bergumam sendiri saat dia menatap tubuhnya yang basah kuyup.

Bahkan bagi seseorang yang polos dan kasar seperti Ena, ide untuk bertemu seseorang dalam keadaannya saat ini — terutama anak laki-laki yang akan segera mengembangkan hubungan intim, terbukti sangat tidak pantas.

"Pekerjaan ini sangat merepotkan, kakek. Semoga lain kali dia menghubungi Ena untuk suatu pekerjaan, dia memilih waktu yang lebih tepat. Selalu menugaskan tugas yang merepotkan setiap saat."

Sambil menggerutu pada dirinya sendiri sewaktu dia memasangkan partnernya ke pundaknya, Ena meninggalkan sekolah.

FP: setia's blog

Share: