Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

29 Januari, 2019

SAO Progressive v1 3

on  
In  

hanya di setiablog

Aria di Malam Tanpa Bintang

3

Aincrad di bentuk kerucut, sehingga lantai paling bawah adalah yang terbesar. Lantai bundar itu sekitar enam mil dengan permukaan lebih dari tiga puluh mil persegi. Sebagai perbandingan, Kota Kawagoe di Prefektur Saitama, rumah bagi lebih dari tiga ratus ribu, sedikit lebih dari tiga puluh delapan mil persegi.

Karena ukurannya, sebenarnya ada beragam medan yang dapat ditemukan. Di ujung selatan daratan adalah Town of Beginnings, sebuah kota lebih dari setengah mil, dikelilingi oleh tembok setengah lingkaran. Di luar kota ada dataran bergelombang yang dipenuhi babi hutan dan serigala, serta monster serangga seperti cacing, kumbang, dan tawon.

Di seberang ladang ke barat laut ada hutan lebat, sementara timur laut memiliki dataran rendah berawa yang dipenuhi danau. Di luar wilayah ini terbentang gunung, lembah, dan reruntuhan, masing-masing penuh dengan bermacam-macam monster. Di ujung utara lantai adalah sebuah menara jongkok yang lebarnya tiga ratus meter dan tinggi seratus meter—labirin lantai pertama.

Selain Town of Beginnings, lantai itu dihiasi dengan sejumlah pemukiman lain dengan berbagai ukuran, yang terbesar—walau hanya dua ratus meter dari satu ujung ke ujung lainnya—adalah Tolbana, sebuah kota lembah yang paling dekat dengan labirin lantai.

Kunjungan pertama seorang player ke kota yang tenang dengan kincir angin besar ini adalah tiga minggu setelah peluncuran resmi Sword Art Online.

Pada saat itu, lebih dari seribu delapan ratus pemain tewas.

 

Aku dan si pengguna rapier misterius itu meninggalkan hutan—tidak bersama, tapi pada jarak yang canggung—dan melewati gerbang utara Tolbana.

Sebuah pesan ungu di bidang penglihatanku yang menyatakan SAFE HAVEN menunjukkan bahwa kami berada dalam batas kota. Seketika, aku merasakan kelelahan pada hari yang panjang itu di pundakku. Desahan keluar dari bibirku.

Jika aku merasa seburuk ini setelah hanya meninggalkan kota pagi itu, si pengguna rapier di belakangku pasti merasa jauh lebih buruk. Aku berbalik untuk memeriksanya, tetapi sepatu bot setinggi lututnya tidak goyah. Beberapa jam tidur tidak bisa menghapus kelelahan dari tiga hari pertarungan langsung, jadi dia pasti bersikap berani. Sepertinya kembali ke kota seharusnya menjadi alasan untuk menenangkan pikiran dan tubuh (dan dalam latar virtual ini, itu adalah hal yang sama), tetapi dia tampaknya tidak berminat meminta petunjuk.

Alih-alih, aku membuat semuanya singkat dan manis. “Pertemuan di alun-alun kota, empat sore.”

“...”

Wajah di balik tudung mengangguk kecil, tetapi dia terus berjalan melewatiku.

Angin sepoi-sepoi mengalir melalui kota lembah mengoyak jubahnya sewaktu dia lewat. Aku membuka mulut sebentar, tetapi tidak dapat mengatakan apapun. Aku menghabiskan bulan lalu dengan penuh semangat menghindari semua kontak manusia sebagai solo player; aku tidak berhak mengharapkan siapapun menyambutku dengan tangan terbuka. Satu-satunya kekhawatiranku adalah menyelamatkan hidupku sendiri.

“Gadis aneh, yah?” sebuah suara bergumam dari belakangku. Aku mengalihkan pandanganku dari si pengguna rapier dan berbalik. “Tampaknya berada di pintu kematian, tapi tidak pernah mati. Jelas seorang pemula, tetapi gerakannya tajam seperti baja. Siapa gadis itu?”

Suara itu, siulan bernada tinggi yang naik ke hidung yang aneh merengek di akhir setiap kalimat, milik player kecil yang licin, dia lebih pendek dariku. Sepertiku, dia hanya mengenakan kain dan armor kulit. Senjata di pinggangnya adalah cakar kecil dan beberapa jarum lempar. Sepertinya bukan jenis barang yang akan dibawa ke zona berbahaya ini, tapi senjata terhebat orang ini tidak memiliki mata pisau.

“Kau tahu si pengguna rapier itu?” aku bertanya secara otomatis, lalu meringis, mengantisipasi jawabannya. Benar saja, wanita kecil itu mengangkat tangan, kelima jari terulur.

“Aku membuatnya murah. Lima ratus col?”

Wajah yang tersenyum memiliki satu karakteristik yang sangat berbeda. Dia menggunakan barang kosmetik untuk menggambar tiga garis di kedua pipinya dengan gaya kumis hewan. Dikombinasikan dengan rambut keriting pendek berwarna coklat, efek keseluruhannya kelihatan seperti binatang pengerat.

Aku bertanya kepadanya mengapa dia memilih penampilan itu sebelumnya, tetapi satu-satunya jawaban adalah “Kau tidak bertanya kepada seorang gadis alasan dia memakai make-up, kan? Aku akan memberi tahumu buat seratus ribu col.” Jadi jawabannya masih merupakan misteri.

Aku diam-diam bersumpah pada diriku sendiri bahwa suatu hari, aku benar-benar akan menguangkan rare item dan membayar biaya selangit, hanya untuk memaksakan jawaban darinya.

“Aku tidak merasa nyaman memperdagangkan informasi pribadi seorang gadis,” gumamku tegas.

“Nee-hee! Pola pikir yang hebat,” katanya dengan tenang. Argo si Tikus, pedagang informasi pertama di Aincrad, tertawa terbahak-bahak.

Awas. Lima menit mengobrol dengan si Tikus, dan dia akan bekerja seratus menit darimu, seseorang pernah memperingatkanku sekali. Tetapi menurut Argo, dia tak pernah sekalipun menjual informasi yang verifikasinya tidak jelas. Dia selalu membayar sumber untuk informasi yang dianggapnya berharga, dan hanya mengubahnya menjadi produk untuk dijual setelah dia memastikan ceritanya solid. Tampak jelas bagiku bahwa sepengal informasi buruk yang dijual dengan uang tunai akan merusak reputasinya, jadi sementara itu tidak persis sama dengan menanam bahan-bahan di dungeon dan menjualnya ke NPC, sebagai sebuah bisnis, ia memiliki serangkaian bahaya sendiri.

Meskipun aku tahu skeptisismeku adalah seksis, aku bertanya-tanya mengapa seorang player wanita akan memilih untuk mencoba-coba pekerjaan berbahaya seperti itu. Namun aku tahu bahwa jika aku bertanya, dia akan mengutip harga seratus ribu col, jadi aku berdehem dan mengajukan pertanyaan lain.

“Yaa? Apakah ini negosiasi proksi biasa hari ini, bukan bisnis utamamu?”

Sekarang giliran Argo untuk merengut. Dia melihat ke depan dan ke belakang, lalu mendorong punggungku dengan jari, membimbingku ke gang terdekat. Dengan bos bertemu dua jam penuh, ada beberapa player berkeliaran di kota, tetapi tampaknya penting bahwa dia tidak didengar—mungkin ada hubungannya dengan reputasinya sebagai penjaga rahasia.

Argo berhenti di gang sempit dan bersandar di dinding rumah (tentu saja, dihuni oleh seorang NPC) sebelum mengangguk.

“Yeah, benar. Naik ke dua puluh sembilan ribu delapan ratus col.”

“Dua puluh sembilan, ya?” aku meringis dan mengangkat bahu. “Maaf...jawabanku sama, tidak masalah jumlahnya. Tak akan dijual.”

“Itu yang aku katakan pada klien, tapi apa yang bisa kau lakukan?”

Bisnis utama Argo adalah menjual informasi, tetapi dia menggunakan agility stat-nya yang sangat bagus bekerja sambilan sebagai kurir. Biasanya dia hanya menyampaikan pesan verbal atau tertulis singkat, tapi selama seminggu terakhir, dia menjadi saluran pipa bagiku dari seseorang yang sangat ngotot, jika tidak memaksa.

Lelaki (atau perempuan) itu ingin membeli Anneal Blade +6 (3S3D)-ku.

 

Sistem penguatan senjata di SAO relatif sederhana untuk MMORPG modern. Ada lima parameter: Sharpness (Ketajaman), Quickness (Kecepatan), Accuracy (Akurasi), Heaviness (Berat), and Durability (Daya Tahan). Untuk suatu harga, seorang blacksmith NPC atau player dapat mencoba menaikkan status tertentu untukmu. Proses ini membutuhkan bahan kerajinan khusus tergantung pada statnya, dan selalu ada kemungkinan itu akan gagal. Ini mirip dengan cara kerjanya di gim lain.

Setiap kali parameter berhasil dinaikkan, nama senjata memperoleh +1, atau +2, dan seterusnya, tetapi statistik aktual yang terpengaruh tidak jelas sampai kau mengetuk item properties secara langsung. Karena akan sulit untuk mengatakan “plus satu untuk accuracy dan plus dua untuk heaviness” setiap kali ketika berdagang dengan player lain, sudah biasa untuk menyingkat informasi sebagai gantinya. Makanya, senjata +4 dengan 1 untuk accuracy, 2 untuk heaviness, dan 1 untuk durability akan diberi label “1A2H1D.”

Anneal Blade +6 (3S3D)-ku meningkatkan sharpness dan durability masing-masing tiga poin. Butuh ketekunan dan keberuntungan yang cukup banyak untuk memperoleh sebanyak itu di lantai pertama. Beberapa player repot-repot bekerja pada Blacksmithing skill — yang tidak ada kaitannya dengan peluangmu — dan meskipun penampilan mirip dwarf dari NPC blacksmith, skill mereka sebenarnya sangat mengecewakan.

Bahkan senjata dasar adalah reward dari quest yang teramat sulit, sehingga nilai pedang saat ini bisa mencapai maksimum yang dapat ditemukan player di lantai pertama. Tapi itu masih starter equipment. Aku mungkin mau menaikkannya beberapa kali lagi, tapi aku akan menemukan pedang yang lebih baik di lantai tiga atau empat, dan prosesnya akan dimulai dari awal lagi.

Untuk alasan itu, aku mengalami kesulitan memahami motif klien Argo untuk membayar sejumlah 29.800 col untuk senjata semacam itu. Dalam negosiasi tatap muka, aku bisa bertanya kepada si pembeli, tapi tanpa nama untuk melacak, tidak ada cara untuk mengetahuinya.

“Dan berapa banyak mereka membayarmu untuk tetap diam? Seribu?” aku bertanya. Argo mengangguk.

“Yeah, aku akan bilang begitu. Mau menaikkan taruhan?”

“Hmm...seribu, ya? Hmmmm.”

“Uang tutup mulut” ini adalah biaya yang dibayar Mystery Bidder X kepada Argo untuk menyembunyikan identitas mereka. Jika aku menawarkan untuk membayar 1.100 col, Argo akan meneruskannya melalui pesan instan, sampai mereka datang kembali dengan 1.200 col. Lalu aku akan diminta untuk menambah 1.300, dan seterusnya. Jika aku akhirnya memenangkan perang penawaran, aku akan belajar siapa yang ingin membeli pedangku, tapi akhirnya aku akan kehilangan uang. Itu jelas merupakan hasil yang bodoh.

“Hebat... Jadi, kau seorang broker informasi yang menghasilkan uang bahkan ketika kau tidak menjual? Harus mengagumi dedikasi bisnismu,” gerutuku. Wajah bercambang Argo menyeringai dan dia mendesis dengan tawa.

“Itu bagian terbaiknya, mengerti? Saat aku menjual sepenggal informasi, aku punya produk baru untuk dijual: dengan susah payah membeli informasi ini dan itu. Ini untung dua kali lipat!”

Dalam kehidupan nyata, seorang pengacara tidak akan pernah mengungkapkan nama kliennya, tetapi mengingat moto si Tikus “semua informasi memiliki harga,” ia tampaknya tidak menghormati tabu itu. Siapapun yang ingin membuat kesepakatan dengannya perlu tahu sebelumnya bahwa informasi mereka sendiri dapat dijual, tapi ketika produknya sangat bagus, siapa yang bisa mengeluh tentang harganya?

“Jika ada player wanita yang menginginkan informasi pribadiku, biarkan aku tahu agar aku dapat membeli informasi pribadi mereka duluan,” kataku lelah. Argo terkekeh lagi, lalu memasang ekspresi serius.

“Oke, aku akan memberi tahu klien kau menolak lagi. Aku bahkan akan memberikan pendapatku bahwa mereka tidak akan sampai kepadamu. Sampai nanti, Kii-boy.”

Si Tikus berbalik dan melambai, lalu melesat keluar dari gang dengan gesit sesuai namanya. Setelah melihat sekilas rambut ikalnya yang cokelat menghilang ke kerumunan, aku merasa yakin dia tidak akan pernah terbunuh.

Aku telah belajar beberapa hal selama bulan pertama SAO, gim kematian.

Apa yang memisahkan kemungkinan hidup atau mati player? Ada sejumlah variabel tak terbatas — stok potion, tahu kapan harus meninggalkan dungeon, dan sebagainya — tetapi di suatu tempat di tengah-tengah faktor-faktor yang berputar itu adalah kehadiran tujuan seseorang, sesuatu yang bisa mereka percayai tanpa syarat. Kau bisa menyebutnya senjata terbesar seseorang, alat yang diperlukan untuk bertahan hidup.

Bagi Argo, itu adalah informasi. Dia tahu segalanya penting: di mana monster berbahaya berada dan tempat paling efisien untuk berburu. Pengetahuan itu memberinya kepercayaan diri dan kepala yang tenang, yang meningkatkan peluangnya untuk bertahan hidup.

Apa tujuanku? Itu pasti pedang di punggungku. Lebih tepatnya, itu adalah perasaan yang kudapat ketika pedangku dan aku menjadi satu. Aku hanya berhasil mencapai zona mental itu beberapa kali, tapi keinginan untuk mengendalikan kekuatan itulah, untuk menjadi penguasa yang tidak perlu dipertanyakan di wilayah tersebut, yang mendorongku untuk tetap hidup. Alasan aku menempatkan poin pada sharpness dan durability daripada quickness atau accuracy adalah sederhana: yang pertama adalah peningkatan numerik murni, tapi yang terakhir menyesuaikan sistem itu sendiri. Mereka mengubah sensasi mengayunkan pedang.

Tetapi dalam hal itu...

Bagaimana dengan si pengguna rapier di perbatasan labirin? Apa tujuannya? Aku telah membawanya keluar dari dungeon (menggunakan cara yang takkan pernah kubisa beri tahu), tetapi jika saya tidak berada di sana, apakah dia benar-benar telah mati? Aku bisa dengan mudah membayangkannya tanpa sadar bangkit berdiri ketika Kobold berikutnya mendekat, menggunakan Linear-nya untuk menghabisi makhluk buas itu.

Apa yang mendorongnya menjalani serangkaian pertempuran sengit seperti itu? Apa yang membuatnya tetap hidup sampai saat ini? Dia pasti memiliki sumber kekuatan yang hanya bisa kubayangkan.

“Mungkin aku harus membayar Argo Lima ratus col,” gumamku, lalu menggelengkan kepala dan menengadah.

Kincir angin bercat putih yang merupakan simbol utama Tolbana hanya memiliki sedikit warna oranye. Sudah pukul tiga lebih sedikit—waktu untuk makan sebelum pertemuan penyerbuan bos yang panjang dan membosankan.

Ketika pertemuan dimulai pukul empat, segalanya menjadi jelek.

Hari ini, untuk pertama kalinya, satu celah tersembunyi antara SAO player akan menjadi jelas: kesenjangan yang tak terjembatani antara player baru dan beta tester...

Hanya ada satu informasi yang Argo si Tikus menolak untuk menjual kepada orang lain, dan itu adalah apakah seseorang telah menjadi beta tester atau belum. Dia tidak sendirian dalam filosofi itu. Semua mantan tester, yang bisa mengenali satu sama lain dengan nama atau suara, jika tidak dengan wajah, sengaja menghindari saling menjangkau. Pertemuan sebelumnya tidak berbeda. Baik Argo dan aku saling tahu adalah beta tester, tetapi kami menempuh waktu bertahun-tahun untuk tidak membicarakannya.

Alasannya sederhana: Memberi tahu publik sebagai beta tester bisa berakibat fatal.

Bukan karena monster di dungeon. Karena jika kau berkeliaran sendirian di game map, kau bisa dieksekusi oleh penghakiman massa player baru. Mereka percaya bahwa kematian dua ribu player dalam waktu sebulan bisa ditanggung oleh beta tester.

Dan aku tidak bisa sepenuhnya menyangkal tuduhan itu.

FP: setia's blog

Share: