Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

02 Januari, 2019

World Reformation 12

on  
In  

hanya di setiablog
Itu telah muncul; sesosok monster.

Monster berbentuk serangga yang seukuran manusia, dengan lebih konkret, itu adalah capung.

Seekor capung besar seukuran manusia terbang di udara sambil menatap langsung ke wanita tua itu, cucunya, dan aku.

“...Ia membidik kita.”

Monster hanya menyerang manusia.

Misalnya, meskipun kelinci atau rusa lewat di sini, mereka bahkan tidak akan gagap sedikitpun dan menyerang manusia saja. Mereka adalah makhluk terkutuk yang bekerja dengan cara itu.

“Nenek, aku takut!”

Seorang gadis muda, yang mungkin bahkan belum mencapai 5 tahun, menempel pada wanita tua itu sambil gemetaran, akuratnya, dia berpegangan pada wanita tua yang kugendong di punggungku.

“Orang dari gereja, tolong tinggalkan aku dan lari dengan cucuku. Ini adalah wasiat terakhirku!”

“Tidak bisa. Setelah diberitahu itu, akhirnya aku makin ingin menyelamatkan kalian berdua.”

Untuk saat ini, aku menurunkan wanita tua itu dari punggungku, dan menghadapi capung raksasa yang sendirian.

Capung raksasa terus terbang di tempat sambil mengawasi kita. Seolah-olah mengukur waktu untuk melompat pada kita.

Melihat itu, aku sengaja mengalihkan pandangan dari capung raksasa sesaat.

Umpannya bagus sekali, dan capung itu menyerbu ke arah kami.

“Sekarang!!”

Sambil menghindarinya selebar rambut, aku meletakkan tangan di atas kepala capung yang datang tepat di tempatku berada.

Lalu...

“[Dark Matter Set]”

Partikel-partikel gelap muncul dari telapak tanganku.

Capung raksasa yang bersentuhan dengannya kepalanya dihancurkan, dan ia pun roboh.

Ini adalah kekuatan yang aku miliki sebagai reinkarnasi dari Dewa Kegelapan.

Apa yang kulakukan barusan adalah Dark Matter, atau lebih tepatnya, aku telah melepaskan kegelapan dan menciptakan partikel yang biasanya tidak ada di lingkungan alami dengan kekuatan dewata kegelapan.

Ciri khasnya adalah mampu menyerap semua elemen kecuali kegelapan dan menghilangkannya.

Selain itu, dapat melakukan hal-hal seperti mengendalikan arah gravitasi dan kekuatannya secara bebas.

Apa yang kulepaskan barusan adalah dalam dosis kecil, jadi untuk wanita tua dan gadis kecil itu, pasti terlihat seperti aku menghancurkan kepala capung dengan kekuatan gila.

Karena kepalanya hancur, capung mati, dan bagian yang tersisa berubah menjadi butiran kecil debu dan menghilang.

Inilah monster itu; makhluk hidup yang berada di luar prinsip-prinsip alam.

“Sudah aman. Ayo kita kembali ke desa.”

Saat aku akan beralih ke wanita tua itu.

“Orang gereja, di belakangmu!”

Teriakan wanita tua itu membuatku membalas tatapanku, dan di tempat itu, ada capung raksasa lain.

“Yang kedua?!”

Meskipun aku mengalahkan satu barusan, monster baru muncul.

Bahkan...

“Bukan hanya 2...ada 3...4...10...20!!!”

Sudah terlalu banyak capung untuk dihitung, dan mereka menutupi langit.

Siapa sangka ada sebanyak ini...

Itu bukan jumlah yang tidak bisa aku hilangkan dengan meningkatkan kepadatan Dark Matter, tapi wanita tua dan gadis kecil itu pasti akan menyaksikannya.

Pilihan lainnya yaitu membawa wanita tua dan gadis kecil itu dan melarikan diri dengan cepat, tetapi melawan capung raksasa yang memiliki sayap, apalagi, dengan jumlah segini, aku tidak berpikir aku akan mampu melenyapkan mereka.

Memikirkan keadaan alami dunia ini, kekuatan dewata kegelapanku adalah sesuatu yang aku ingin rahasiakan, tapi...sepertinya itu tidak bisa dihindari. Aku hanya harus berharap bahwa wanita tua itu dapat merahasiakannya dan gadis kecil itu akan dianggap khayalan.

“[Dark Matter S—”

“Tunggu di sana!!”

Panggilan tiba-tiba itu membuatku buru-buru menghentikan materi gelap yang akan keluar dari telapak tanganku.

Seorang gadis berarmor sedang berlari ke sini dengan napas kasar.

“Karen-san?!”

“Aku senang. Kau baik-baik saja, kan?! Pythonfly berkumpul dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, jadi kupikir pasti ada sesuatu yang sedang terjadi!”

“Pythonfly?”

“Aku membicarakan tentang capung raksasa di sana. Monster elemen angin, Pythonfly. Seperti biasa dari elemen angin, tubuh mereka rapuh, tapi untuk mengimbangi itu, mereka memiliki sayap dan kecepatan cepat, dan bagian yang paling bermasalah yaitu mereka bertindak dalam kawanan. Saat mereka menemukan manusia, mereka dengan cepat berkumpul seperti ini.”

Karen-san mengalihkan pandangannya ke arah wanita tua dan gadis kecil itu.

“Aku mengerti situasinya. Serahkan sisanya padaku, Haine-san. Tolong lindungi warga sipil.”

“Tapi melawan jumlah segitu sendirian itu—”

“Nggak apa-apa.”

Karen-san menghunuskan pedang yang tergantung di pinggangnya.

Pedang putih dan mengkilap yang indah yang tidak kalah dari rambut dan armornya. Pedang yang sangat lurus.

“Aku memiliki kekuatan dewata cahaya yang telah dihormati oleh Dewi Cahaya kepadaku. Aku menjadi pahlawan untuk berdiri di depan dan melindungi yang tak berdaya.”

Pedang putih bersinar. Seolah kekuatan sedang dikumpulkan di dalamnya.

Aku ingat pernah melihat itu sebelumnya. Pada saat aku bertarung dengan para ksatria di tanah airku, Kapten Vesage telah mengumpulkan kekuatan suci cahaya di dalam belati ketika dia menembakkan panah cahaya ke arahku.

Tapi yang digunakan Kapten Vesage hanya sebesar pisau buah, dibandingkan dengan pedang Karen-san yang jelas merupakan pedang tajam yang akan mampu membelah monster menjadi dua begitu saja.

“Pedang suci Saint-George yang diberikan kepadaku bersama dengan gelarku sebagai Pahlawan Cahaya, tolong lepaskan di sini kekuatan suci yang dikumpulkan di dalam tubuhmu!”

Kekuatan dewata cahaya yang dilepaskan dari pedang terbang langsung ke langit dan membagi dua Pythonfly yang berada di tepi kawanan.

Sesuatu yang aku sebut gelombang pedang cahaya telah dilepaskan dari pedang Karen-san. Gelombang pedang cahaya itu membentang luas dari sisinya, dan mengiris dua kawanan Pythonfly dengan sempurna yang merupakan gumpalan di langit.

Beberapa puluh capung raksasa berjatuhan, dan sebelum mereka mencapai tanah, mereka berubah menjadi debu.

“Luar biasa!!”

Dengan hanya satu ayunan, dia mampu membunuh beberapa monster.

Ini di level yang sama sekali berbeda dari ‘Holy Light Bullet’ yang digunakan oleh Kapten Vesage. Jadi ini kekuatan pahlawan.

“...Tapi...”

Kawanan Pythonfly masih menutupi langit.

Memang benar bahwa ‘Holy Light Blade’ itu besar dan tak tertandingi, dan dapat memotong semua yang disentuhnya, tapi itu bisa disebut serangan garis. Itu tidak cukup untuk menyapu kawanan yang menyebar di seluruh sisi langit.

Dengan kata lain, dia memang membunuh banyak, tapi masih banyak yang tersisa.

“Tidak masalah. Sampai yang terakhir jatuh, aku akan menggunakan ‘Holy Light Blade’ sebanyak yang diperlukan...”

Atau begitulah, Karen-san berkata dengan penuh semangat, tapi aku ingin tahu apakah dia benar-benar bisa melepaskan langkah besar seperti itu terus menerus.

“Berhenti, Karen-san. Langkah terbaik adalah menggunakan teknik itu untuk memberikan perlindungan selagi kita berlari dengan warga sipil.”

“Tapi kalau kita tidak memusnahkan mereka di sini dan sekarang, mereka mungkin menyerang orang lain. Sebagai pahlawan, tidak mungkin aku bisa memaafkan—”

Pada saat itu, suara seseorang, yang bukan dia atau aku, bergema di hutan.

“[Flame Burst]”

Segera, langit, yang ditutupi oleh Pythonfly yang aneh, sekarang ditutupi oleh sesuatu yang sama sekali berbeda.

Api merah crimson.

Para Pythonfly itu dibakar oleh api dan menjadi abu, dan tidak ada satupun yang tersisa saat mereka menghilang.

“Wa?!” “Apa ini?!”

Karen-san dan aku terkejut, dan hanya bisa melihat kelainan crimson di langit.

“Hmph, sudah kuduga, Pahlawan Cahaya itu payah.”

Dan kemudian, bayangan seseorang muncul. Itu adalah suara yang sama yang bergema di langit beberapa saat yang lalu.

“Pada akhirnya, kau tidak layak disebut pahlawan. Aku satu-satunya pahlawan sejati. Itu tidak lain adalah seseorang yang telah menerima kekuatan dewata dari Dewa, Nova-sama, sang Pahlawan Api, Katack Mirack.”

FP: setia's blog

Share: