Unlimited Project Works

02 Januari, 2019

World Reformation 16

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Dan dengan begini, rapat tentang perselisihan monster –yang lebih dari rapat renungan– berakhir, dan aku dibebaskan.

Akan tetapi, itu adalah rapat misterius di mana aku tidak mengerti mengapa aku ada di dalamnya juga.

Seseorang tanpa gelar sepertiku dapat berbicara sebanyak yang kumau, dan aku merasa akan ada balasan di kemudian hari yang membuatku cemas.

“...Haine! Kuromiya Haine!”

Ketika aku meninggalkan ruang rapat, seorang pria botak yang sesak dada berlari ke arahku.

“Wakil Kapten Grades?”

“Sungguh, terima kasih!”

Mengatakan itu, Wakil Kapten Grades menurunkan kepalanya yang botak dengan cepat. Bahkan terasa menyedihkan.

“Aku benar-benar minta maaf, dan terima kasih telah melindungi Pahlawan-sama pada waktu itu! Pada kenyataannya, kita para ksatria haruslah yang bertindak sebagai perisai untuk orang itu, tapi, aku khawatir tentang pangkat dan jabatanku, dan tidak bisa mengatakan apa-apa! Sangat menyedihkan!!”

“Eh? Bukankah itu berarti lebih buruk bagiku yang bahkan tidak punya pangkat atau jabatan?”

“Tidak masalah! Toh Pendiri-sama berfungsi sebagai dukunganmu! Dengan itu, bahkan Komandan Kesatria Dobbe tidak akan bisa menyentuhmu. Raaaassssaaaaiiiin!”

Tensi si botak tinggi.

“...Aku sangat menyedihkan. Tugas kita –Korps Aurora Knight– adalah memberikan dukungan kepada Pahlawan-sama, tapi Komandan Ksatria mengambil inisiatif untuk menyalahkan pahlawan, dan kita sebagai anggota kelompok tidak dapat menghentikannya. Serius, untuk alasan apa kita berada di sini.”

“Wakil Kapten Grades...”

“Bisakah kita bicara sebentar, Haine?”

Dibawa di suatu tempat oleh Wakil Kapten, kami tiba di taman Gereja Besar Cahaya.

Waktu telah berlalu sejak perselisihan monster. Matahari sudah terbenam, membuatnya benar-benar gelap.

“Apa kau tahu mengapa Komandan Ksatria sangat membenci mesin eteril?”

“Tidak...Di pedesaan tempat aku tinggal, tidak ada mesin seperti itu...”

Wakil Kapten Grades mencari sesuatu di sakunya dan mengeluarkannya.

Itu adalah tabung gelas kecil dan tipis yang cukup kecil untuk dipegang sepenuhnya di tangannya, dan di dalamnya ada semacam mineral hitam yang bersinar.

“Ini eteril. Sekitar 100 tahun yang lalu, ada seseorang yang menemukan cara untuk mencium ini dari bumi. Itu melepaskan energi yang mampu menggerakkan apapun tanpa membutuhkan kekuatan dewata. Mobil dan mesin terbang, dan alat pengukur elemen yang kau gunakan belum lama berselang; mereka semua menggunakan ini sebagai sumber energi mereka.”

‘Itu belum semua’, adalah apa yang dikatakan Grades saat melanjutkan.

“Lampu, pemanas, air bersih, api yang digunakan dalam memasak; saat ini, semuanya dilakukan dengan kekuatan eteril. Ketika eteril ditemukan, itu menyebar ke kota-kota utama dalam sekejap mata, dan itu meningkatkan standar hidup beberapa kali. Lalu, dapatkah kau memberitahu apa yang terjadi setelah itu?”

“...Orang-orang...berhenti percaya pada Dewa.”

“Betul! Seperti yang kupikirkan, kau sangat cerdas. Serius, memang begitu. Karena eteril, peradaban maju, menstabilkan produksi makanan, menyembuhkan penyakit yang sebelumnya tidak dapat disembuhkan, dan menyediakan metode manusia untuk melawan bencana alam. Dengan semua itu, tidak perlu berdoa kepada Dewa, kan?”

Itu sebabnya mesin adalah musuh gereja ya.

Jika budaya mesin berkembang dan kebutuhan untuk memohon kepada Dewa menghilang, orang-orang akan terus tumbuh terpisah dari Dewa. Itu sebabnya orang seperti Komandan Ksatria Dobbe, yang berada di posisi tinggi di gereja, membenci mesin eteril sampai-sampai sangat melarangnya.

“Jujur saja, satu-satunya masalah yang tidak bisa dipecahkan adalah monster. Dengan menyuruh para pahlawan bertarung melawan para monster sebagai pemimpin, Lima gereja entah bagaimana mampu mempertahankan kepercayaan.”

“Tidak bisakah kau membuat senjata dari yang bisa mengalahkan monster?”

“Tentang itu, ada tanda tangan bersama dari lima gereja, membuat penggunaan senjata eteril dilarang. Bahkan lima gereja, yang biasanya saling berpisah, setuju dengan satu hal ini. Jika satu hal ini dipatahkan, gereja dari Dewa pasti akan menjadi sampah.”

Orang-orang akan...melarikan diri dari pemerintahan para Dewa.

Ini adalah hal yang paling kuharapkan di waktu aku sebagai Dewa Kegelapan. Lima Dewa lainnya berada di sisi ‘manusia adalah budak para Dewa’ dan aku menentangnya.

Aku berjuang dan kalah. Dan pada saat aku disegel, aku bertanya-tanya seperti apa jalan yang dilalui manusia.

Apa yang kupahami yaitu, sebagai hasil dari hal yang disebut eteril ini, semuanya terbungkus.

“Katanya alasan asal mula monster itu mungkin karena Dewa yang marah mengirim ini sebagai hukuman kepada manusia yang tidak setia. Mereka mulai muncul sekitar seratus tahun yang lalu, dan itu tepat pada saat eteril ditemukan.”

“Kedengarannya itu mungkin saja terjadi. Sangat mungkin.”

“Gereja berseru bahwa ‘monster adalah hukuman bagi manusia yang korup!’ saat mereka melawan monster, dan dengan mengalahkan mereka, mereka mendapatkan ketenaran. Dalam hal itu, monster mungkin adalah penyelamat kita.”

“Tapi Karen-san...menggunakan mesin eteril untuk melindungi orang-orang.”

“Betul. Itu bukti dia adalah pahlawan sejati. Dia tidak berjuang demi sesuatu seperti otoritas gereja, dia murni melakukannya karena dia ingin menyelamatkan orang. Karena itu, demi ini, dia akan menggunakan apapun yang dibutuhkan. Kekuatan suci dan mesin eteril juga. Tapi bagi para petinggi gereja, ini merusak pemandangan.”

Gereja bertarung dengan monster demi otoritas gereja...dengan kata lain, untuk melindungi otoritas Dewa.

Alasan Karen-san bertarung adalah untuk melindungi orang-orang.

Perbedaan itu menyakiti seorang gadis.

Dalam perbedaan itu, seorang anak muda muncul yang tidak memiliki belenggu dan tidak memiliki posisi...

“Jadi itu peranku ya. Untuk melindungi Karen-san, tidak hanya dari monster, tetapi berbagai hal lainnya.”

“Betul.”

Wakil Kapten Grades mengatakan ini dengan sungguh-sungguh. Dalam kata-kata itu, ada berbagai emosi rumit yang tercampur.

“Sepertinya pada awalnya, Karen-dono ingin membuatmu menjadi orang yang tidak bergerak sesuai keinginan gereja, orang yang benar-benar penakluk monster. Dia bilang bahwa saat dia pertama kali melihatmu, dia melihat kemampuan dan rasa keadilanmu dan merasa bahwa ‘jika itu dia, dia bisa melakukannya’.”

“Serius?”

Aku bingung.

“Tapi ketika saatnya tiba, kau melampaui harapan. Aku benar-benar tidak mengharapkanmu untuk melawan Komandan Ksatria. Atau lebih tepatnya, sejak aku melihatmu tinggal di sisi Karen-dono dan memasuki ruang rapat, kupikir aku berhalusinasi.”

“Haha...Keadaan Karen-san agak aneh sejak dia bertemu Pahlawan Api, dan sepertinya tidak baik meninggalkannya, jadi sebelum aku menyadarinya, itu berakhir seperti itu.”

“Serius?! Kau mungkin benar-benar ksatria pribadi untuk Karen-sama.”

“Apa kau benar-benar berpikir itu adalah pernyataan yang lucu?”

“Nggak, nggak, aku cuma jengkel. Bahkan ketika aku menyebut diriku seorang ksatria, diriku yang pengecut ini tidak dapat melakukan apapun.”

Ini adalah apa yang dia katakan, tapi Grades-san kemungkinan besar adalah ksatria yang hebat.

Juga, memang benar bahwa keadaan Karen-san aneh. Jika itu adalah Karen-san yang biasa, dia akan berbicara kembali kepada Komandan Ksatria, dan tidak perlu bagiku untuk masuk.

Alasan untuk ini adalah seperti yang kupikirkan, Pahlawan Api, Katack Mirack.

Ketika pikiranku mencapai kesimpulan itu, aku merasa tidak bisa tetap seperti ini.

“Wakil Kapten Grades, maaf tapi, aku akan permisi dulu.”

“Ya. Maaf membuatmu melakukan pekerjaan lembur, pendatang baru.”

Jadi Wakil Kapten Grades juga memahami niatku. Sepertinya tidak perlu mengatakan apa-apa lagi.

“Ah, TAPI! Jangan mengurangi jarak antara kalian berdua lebih dari yang dibutuhkan, oke?! Kalau kau berani melakukan sesuatu seperti membentuk hubungan romantis dengan Karen-dono, seluruh korps ksatria akan menghajarmu!”

Benar saja, dia adalah orang yang mengucapkan kata terlalu banyak.
MARI KOMENTAR

Share: