Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

02 Januari, 2019

World Reformation 18

on  
In  

hanya di setiablog
“Mirack-chan pada masa itu benar-benar berlawanan denganku, seorang gadis energik yang dilihat sebagai cowok di sekitarnya.”

Jadi dia tidak jauh berbeda dari sekarang.

Toh, sepertinya rumah mereka bersebelahan, dan usia serta jenis kelamin mereka sama, tidak butuh waktu bagi mereka untuk saling bergaul.

“Mirack-chan menaruh perhatian pada diriku yang lemah. Seperti seorang ksatria yang melindungiku. Dan aku dimanjakan olehnya. Kami selalu bersama. Dia benar-benar teman yang kusayangi.”

Titik baliknya datang.

Semuanya dimulai dengan dokter yang datang untuk melakukan pemeriksaan medis pada Karen-san, dan dengan proses itu, orang itu memperhatikan elemen cahaya luar biasa yang dia miliki.

Dokter merekomendasikannya untuk melatih kontrolnya terhadap kekuatan dewata cahaya sebagai metode perawatan medis. Jadi, Karen-san memulai pelatihannya seperti yang disarankan.

Lalu, elemen miliknya yang terlalu condong yang telah memakannya sampai sekarang, berubah menjadi bakat.

Dia mampu menguasai elemen cahayanya, kekuatan dewata yang dikendalikan tidak lagi memakannya, dan dia pun mencapai tubuh yang sehat.

Bakatnya menarik perhatian Gereja Cahaya, dan dia mendaftar ke Aurora Knight dengan gembar-gembor.

Dikatakan bahwa tidak ada batu sandungan saat dia memanjat untuk menjadi Pahlawan Cahaya.

Jadi, pada waktu itu, teman tetangganya benar-benar terasing dari hidupnya.

“Bukannya aku lupa tentang Mirack-chan. Tapi dengan latihanku sehari-hari, aku tidak punya waktu untuk bertemu dengannya — tidak, bukan itu. Aku memiliki pelatihan yang menyenangkan untuk mengendalikan kekuatan dewata cahayaku. Aku bersenang-senang, aku menempatkan Mirack-chan sebagai peringkat kedua. Itu sebabnya...!”

Ketika mereka bertemu setelah beberapa tahun kemudian, Katack Mirack telah menjadi pahlawan juga. Dan dia bukan lagi teman Karen-san.

Kata-kata yang jelas dari Mirack terhadap Karen-san: ‘Kau bukan teman. Kau adalah musuh’.

Pahlawan Cahaya dan Pahlawan Api; perwakilan dari gereja mereka masing-masing yang saling bertarung untuk mendapatkan kehormatan – definisi musuh.

Hingga hari ini, ada beberapa kali di mana dia memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan Mirack, tetapi sikapnya tidak pernah melunak.

Itu telah memotong hati Karen-san menjadi berkeping-keping.

“...Aku yang salah. Lagipula, akulah yang meninggalkan Mirack-chan duluan. Itu sebabnya, tidak peduli seberapa besar dia membenciku, itu adalah kesalahanku. Mirack-chan tidak melakukan kesalahan!”

Karen-san mencoba mengatakannya dengan tegas, tetapi air matanya sudah membasahi hampir setengah bajuku.

Jika seseorang menemukan pemandangan ini dan menyaksikan pahlawan itu menangis, mungkin akan menyebar ke seluruh Gereja Besar besok, dan akan ada hujan darah.

“Aku benar-benar pahlawan yang putus asa. Berapa kali aku harus berterima kasih pada Haine-san hari ini?”

Menangis sebanyak yang dia butuhkan, mengatakan sebanyak yang dia butuhkan, dia perlahan memulihkan keaktifannya yang biasa.

Walau begitu, dia tidak bisa menyingkirkan suara sengau itu.

“Mungkin agak tidak pantas untuk mengatakan ini tapi, hari ini, hal-hal yang sangat baik terjadi padaku.”

“Eh?”

“Aku belajar tentang hal-hal ini yang disebut mesin eteril, dan aku bisa memastikan bahwa manusia telah berkembang dengan baik dengan berlalunya waktu. Benar saja, manusia luar biasa, manusia kuat! Tidak peduli seberapa keras dan menyakitkan lingkungan mereka, mereka dapat memanjatnya!”

Itu sebabnya...

“Karen-san juga bisa memanjatnya! Tepat saat ini! Ayo pergi!”

Aku mengangkangi mesin terbang yang baru saja selesai perawatan. Aku lumyan belajar tentang cara mengendarainya dengan melihat Karen-san sebelumnya.

“Karen-san, naik di punggungku!”

“Eh? Naik? Kemana kita akan pergi?! Atau lebih tepatnya, bisakah kau mengendarainya, Haine-san?!”

“Sang Pendiri-sama mengatakan ini di rapat, kan? Bahwa kota itu, di mana markas utama Gereja Api berada, cukup dekat.”

“Eh?! EEEEEEH?!!”

Menempatkan Karen-san di belakangku, mesin terbang kecil terbang ke langit.

“Gak mungkin!! Kau benar-benar mengendarainya?!!! Apalagi terbang di malam hari?!!!”

***

Setelah sekitar satu jam, kami tiba di tujuan.

Gereja Api terletak di ibukota api, Muspelheim. Tempat suci dari api.

Bangunan itu bergetar.

“Apa?! Goncangan apa itu?!” “Serangan musuh! Serangan musuh!!” “Serangan musuh?! Apa kaubilang monster sudah menyerang?!” “Tidak, bukan itu! Itu manusia!!” “Wa?!!” “Orang-orang dari Gereja Cahaya sudah menyerang!!”

Orang-orang dari Gereja Api berada dalam kekacauan.

Jadi, setelah secara acak berkeliling Gereja Api, orang yang kami cari tiba sendiri.

“Apa ini?! Kenapa Korps Ignis Militant bingung?!”

Pahlawan Api, Katack Mirack.

Menemukan kami, warna wajahnya berubah.

“Kauu!!! A-Apa urusanmu? Apakah kau datang ke sini untuk membalas kami atas apa yang terjadi pagi ini?!”

“Pahlawan Api, Katack Mirack, aku datang ke sini dengan sebuah saran.”

Sambil melayang dengan mesin terbang, aku mengatakan ini.

Omong-omong, Karen-san masih menempel di punggungku dan semua menegang.

“Saran, katamu?!”

“Kami ingin membuat hubungan kolaboratif resmi dengan Pahlawan Api dan Pahlawan Cahaya. Menyatukan kekuatan dua pahlawan untuk bertarung melawan monster.”

FP: setia's blog

Share: