Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

02 Januari, 2019

World Reformation 20

on  
In  

hanya di setiablog
Hari berikutnya tiba dan kami menuju ke distrik gunung Radona.

Anggotanya adalah Karen-san, Mirack, dan aku.

“Kenapa aku juga...”

Sambil berjalan di jalur gunung ini, aku memikirkan betapa tidak nyamannya aku di sini.

“Bukankah itu jelas?! Orang yang mengusulkan ini duluan adalah Haine-san, jadi aku akan membuatmu ikut sampai akhir!”

Karen-san yang berjalan di depan, memiliki nada yang agak keras.

Mungkinkah...dia marah?

“Ah, Haine-san, barusan kau pikir aku marah, kan? Bukankah itu sudah jelas? Aku dibawa ke Gereja Api tanpa diberi peringatan sebelumnya, dan tanpa persiapan sama sekali, aku harus menghadapi Mirack-chan. Bisakah kaubayangkan seberapa besar kekuatan mentalku dihilangkan dengan itu?”

Tidak hanya dia mengetahui apa yang kupikirkan, dia bahkan memberikan tekanan yang luar biasa kepadaku.

“...Memang benar bahwa itu agak terlalu cepat. Maaf.”

“Duh. Tentu, aku membujuk Haine-san untuk meminta seseorang melindungi orang-orang secara bebas tanpa terikat oleh peraturan, tapi aku tidak menduga kau adalah orang yang bertindak dengan cara yang begitu bebas!”

Aku sudah mendengar itu dari Wakil Kapten Grades.

“Aku tidak menduga kau bahkan akan mencoba menyelamatkanku juga!”

“Benarkah aku sebebas itu?”

“Iya. Sampai-sampai kau menyentuh dada seorang pahlawan di tengah panasnya momen dan bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi.”

Ah, hal seperti itu memang terjadi.

Aku ingat bahwa kita benar-benar membiarkannya. Ini buruk. Secara tak terduga Karen-san adalah tipe yang menyimpan dendam.

“...Aku...tidak punya niat untuk membuat orang menyentuh dadaku selain calon suamiku.”

“Eh?”

“Karena itu, jangan bertindak seperti itu dan membuatku salah paham, oke?!”

Karen-san memotong pembicaraan secara sepihak dan berlari ke depan.

Lantas, aku dipukul dari belakang.

“Aduh! ...Kenapa kau memukulku, Pahlawan Api?!”

“Bagaimana aku tahu, cowok mesum.”

Katack Mirack biasanya memiliki ekspresi humor yang buruk, tapi itu bahkan lebih lucu dari biasanya.

“Apa Gereja Cahaya cuma terdiri atas orang-orang bodoh? Kita tidak mendaki gunung untuk piknik. Bagaimana kalau kalian sedikit tegang?”

“Apa kita benar-benar terlihat sebodoh itu?”

“Jangan bilang kau sudah lupa alasan kenapa kita mendaki gunung ini. Nah, ayo, katakan.”

“Ini untuk membunuh monster yang menggunakan gunung ini sebagai sarang~”

Sejak sekitar satu tahun yang lalu, sesosok monster telah tinggal di distrik pegunungan ini.

Nama yang diberikan kepadanya oleh manusia adalah sapi api, Phalaris.

Monster ini sangat raksasa, bahkan kekuatan penaklukan yang dikirim oleh Gereja Api dibalikkan, dan karenanya, pintu masuk ke distrik gunung Radona dilarang untuk penduduk biasa dan dianggap sebagai zona berbahaya.

“Aku tidak tahu ada monster seperti itu. Meskipun markas besar Gereja Cahaya bertetangga dengan markas besar Gereja Api.”

Karen-san sekali lagi bergabung dengan percakapan.

“Melihatnya dari ibukota cahaya, Kota Apollon, pegunungan Raguna ini berada di bawah bayangan ibukota api, Muspelheim. Sepertinya Gereja Api menggunakan hubungan geografis itu untuk menyembunyikan ini. Jika gereja-gereja lain tahu bahwa ada monster yang tidak bisa mereka habisi dan diabaikan, itu akan memalukan.”

“Tunggu sebentar! Kenapa kau tahu itu?!”

Mirack terkejut dan aku dengan santai melanjutkan.

“Orang-orang dari Korps Ignis Militant memberiku informasi sebanyak yang mereka miliki sebelum menuju ke sini. Mereka berotot, tapi mereka sangat baik.”

“Merekaaa itu!!!”

Dan Korps Ignis Militant juga ingin menemani kami, tapi Mirack menolaknya.

Monster yang akan kita lawan cukup berbahaya untuk menangkis siapapun dengan keterampilan setengah matang.

“Dari apa yang aku dengar, Pahlawan Api sebelumnya dikalahkan oleh sapi api ini, Phalaris, dan akhirnya harus pensiun. Jika penggantinya, Mirack-san, berhasil dalam menaklukkan Phalaris ini, tidak ada keraguan ketenaranmu di gereja akan naik tinggi.”

Ini juga informasi yang kuterima dari korps Ignis Militant.

“Mungkinkah...kau menggunakan ‘tes keterampilan’ sebagai alasan untuk membuat Karen-san bekerja sama dalam tujuanmu itu...?”

“Gaklah! Aku cuma...!”

“Meskipun itu benar, aku gak masalah dengan itu.”

Tepat ketika itu akan menjadi pertengkaran, pernyataan Karen-san menghentikannya.

“Aku baik-baik saja dengan membiarkan semua kehormatan mengalahkan monster itu pergi ke Mirack-chan. Jika dengan itu aku bisa berteman dengan Mirack-chan, aku tidak masalah. Aku juga meminta hal yang tidak masuk akal di sini, jadi Mirack-chan juga harus mendapatkan pujian yang sama.”

“Karen...”

“Apalagi, kalau kita mengalahkan monster yang kuat, kita bisa memberikan ketenangan pikiran kepada orang-orang di daerah itu. Itu tanpa diragukan lagi pekerjaan pahlawan. Ayo lakukan yang terbaik, Mirack-chan! Ayo kalahkan monster itu bersama-sama!”

Mengatakan ini, Karen-san sekali lagi mengambil bagian depan.

Mirack dan aku ditinggal.

“...Kau sekali lagi bertindak atas pertimbangan yang tidak perlu, kan?”

“Hah?”

“Membasmi keraguan sebelum pertarungan. Dengan mengeluarkan sendiri topik yang sulit untuk dikatakan, kau menghindari kecanggungan antara Karen dan aku. Kalau pertanyaan yang sama diajukan dari mulut Karen, tidak peduli bagaimana aku menjawab, itu akan tetap meninggalkan ketidaknyamanan yang masih ada. Karen juga membungkusnya dengan benar. Tanpa memberiku kesempatan untuk mengatakan satu hal pun.”

“Nah nah, bukankah kau terlalu berlebihan?”

“Atas dasar itu, aku akan menjawabmu. Aku tidak punya niat mengambil kehormatan ini sama sekali. Sebenarnya itu sebaliknya.”

“Eh?”

“Penaklukan ini akan gagal besar. Dengan meminta tugas yang mustahil, aku berencana menolak saranmu. Kau masih tidak mengerti betapa menakutkannya hal itu. Lihat.”

Mengatakan ini, Mirack menunjuk ke tempat yang akan kita tuju.

Di sana, jejak gunung masih berlanjut dan tidak ada monster yang terlihat. Seharusnya memang begitu, tapi...

“Lihat baik-baik. Makhluk itu sudah dalam penglihatan.”

Namun, satu-satunya hal yang bisa kita lihat adalah barisan pegunungan yang indah.

Tidak, tunggu. Salah satu gunung yang membentuk barisan gunung ini...bergerak perlahan.

Itu bukan gunung, tapi punggung sapi raksasa...

“Betul. Itu adalah sapi api, Phalaris. Monster terbesar dalam sejarah lima gereja yang telah terlihat.”

FP: setia's blog

Share: