Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

02 Januari, 2019

World Reformation 27

on  
In  

hanya di setiablog
(Gyaaaaaa!!!!)

“Bumooooo!!!”

Aku –Kuromiya Haine– merasa seolah-olah tubuh dan rohku sama-sama berteriak.

Nova sang Dewa Api dan Phalaris si sapi api; terus terang, mereka adalah keberadaan yang sama, tapi entah kenapa menjerit sedemikian menyakitkan?

(A-Apa kejutan tadi tadi?! Itu menyakitkan! Itu menyengat! Apa-apaan ini?!)

Aku mengikuti tatapan sapi api dan memperhatikannya juga.

Karen-san dan Mirack; keduanya berpegangan tangan dan menggunakan tangan itu untuk membidik sapi api.

“Satu tembakan lagi, Karen!”

“Ya, Mirack-chan!”

““[Divine Fire-Light, Thunder]!”“

Dari tangan yang terhubung dari keduanya, sebuah cahaya ditembakkan.

Itu kekuatan dewata cahaya? Tidak, bukan. Ada sesuatu yang ditambahkan ke dalam cahaya?

(Gugeeee!!)

Dan lagi, Nova dan sapi api menjerit.

(K-Kenapa?! Kulit baja yang aku buat demi tubuh ini tidak seharusnya menerima luka dari sesuatu seperti kekuatan dewata yang diberikan kepada manusia! Gugegege?!!)

Saat itu, aku perhatikan.

“...Elemen gabungan.”

Elemen cahaya dan elemen api; dengan mencampur dua elemen yang berbeda, kekuatan dewata elemen yang sama sekali berbeda lahir.

(Cahaya dan api; dengan menggabungkan keduanya, apa yang keluar darinya adalah elemen ‘Petir’.)

(Elemen petir?!)

(Kulit bajamu...adalah baja asli ya. Itu sebabnya ia menghantarkan listrik, dan itu merusak tubuhmu secara langsung. Serangan mereka sudah berguna melawanmu.)

“Ini bekerja! Aku tidak mengerti dengan baik, tapi itu berhasil, Mirack-chan!”

“Iya! Sudah tidak perlu mengarah ke lubangnya!! Ayo serangan dengan sekuat tenaga!!”

““[Divine Fire-Light, Thunder]!”“

(Ugyaaaa!!! Hentikaaaan!!)

Nova berteriak, tapi monster berbentuk sapi itu hanya moo moo, jadi Karen-san dan Mirack tidak akan mengerti apa yang dikatakan.

(Kenapa?! Kenapa?! Menggabungkan elemen seharusnya menjadi tindakan yang mustahil bagi kita para Dewa!)

(Itu karena...kalian tidak rukun. Kalau hati kalian tidak tumpang tindih dengan sempurna, mana mungkin untuk mencampurkan elemen kalian sejauh ini.)

(Hentikan! Aku adalah Dewa! Dewa Api yang memberimu kekuatan, Pahlawan Api! Apa kau akan mengarahkan taringmu ke yang kau sembah?!)

(Saat ini bukan Dewa, tapi monster. Monster berdosa yang mencoba menghancurkan orang yang mereka coba lindungi. Apa salahnya memukul seseorang seperti itu?)

(Jangan katakan hal-hal bodoh! Manusia adalah budak dari kita para Dewa! Dewa bebas menggunakan manusia dengan cara apapun yang mereka suka. Entah itu membunuh mereka, atau bermain-main dengan mereka—! Eh?)

(Sepertinya kau pun memperhatikan. Bahwa aku telah mendekatimu sampai bagian paling depan dari wajahmu. Nova, dasar kau sapi api, saat kau menerima serangan gabungan dari Karen-san dan Mirack, lagipula kau menghentikan serangan kilat suhu tinggi. Berkat itu, aku tidak perlu menggunakan perisai materi gelap, dan bisa bergerak dengan bebas.)

“Dalam kebuntuan ini, kau berada di tepi juga.”

(...U-Uhm.)

“Kau pasti sudah mengerti juga, kan? Dengan membuatku memblokir kilat suhu tinggimu, kau berhasil menempatkan aku pada tempatnya, dan tidak akan ada rasa takut aku melawan balik. Melawan balik dengan materi gelap yang kubuat.”

(Entropy-san, tunggu. Tolong dengarkan apa yang harus kukatakan!!)

“Jangan panggil aku dengan nama itu. Saat ini, aku adalah manusia, Kuromiya Haine.”

(Iya!! Uhm, Haine-san...!)

“Kau tidak lupa, kan? Dalam pertempuran para Dewa, bahkan ketika aku memiliki lima Dewa sebagai musuhku, aku berhasil bertarung dengan alasan. Kau tahu betapa menakutkannya materi gelapku yang bisa menghapus semua kekuatan dewata, betapa menyakitkannya akan ditonjok olehnya, kan?”

(Mohon tunggu. Bukankah kita teman baik sungguhan di masa lalu? Sebagai sesama Dewa, bagaimana kalau kita bert—)

“Aku tidak bisa bergerak karena kilat suhu tinggi, tapi berkat para pahlawan, aku bisa sedekat ini. Ke tempat di mana tinjuku bisa mencapai. Memang benar bahwa aku adalah Dewa Kegelapan yang tidak dikenal, tapi aku masih seorang Dewa. Hukuman yang kuberikan tanpa ragu adalah hukuman suci. Nah, Nova sang Dewa Api...”

Kali ini, giliranmu untuk menerima hukuman suci.

*Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!*

(Gugeeeeeeeh!! Gyaaaaaaa!!!)

Pukulan yang tak terhitung jumlahnya menyerang tubuh raksasa sapi api.

Tentu saja, itu bukan pukulan biasa. Pukulan ini dibalut dengan materi gelap.

Materi gelap pergi dari tanganku dan menembus tubuh sapi api.

(Materi gelapnya—! Materi gelapnya memasuki tubuhku!! Aku terhapus!! Kekuatan dewata apiku terus terhapuuuus!!)

Monster diciptakan oleh para Dewa untuk melecehkan manusia; makhluk hidup yang berada di luar tatanan alam dunia.

Identitas mereka adalah massa kekuatan dewata.

Itu sebabnya, ketika mereka mati, mereka akan menghilang begitu saja; jika mereka bersentuhan dengan materi gelap yang menghapus kekuatan dewata, volume mereka akan mati, dan begitu saja......mereka terhapus.

FP: setia's blog

Share: