Unlimited Project Works

02 Januari, 2019

World Reformation 28

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Pada saat aku sudah kenyang meninju dia, Karen-san dan Mirack berlari ke tempatku.

Mereka masih berpegangan tangan. Sepertinya mereka sudah cukup dekat pada saat aku tidak melihat.

“Haine-san! Apa kau baik-baik saja?!”

“Bagaimana dengan sapi api?! Aku tidak bisa melihat makhluk itu. Apa yang terjadi?!”

Para pahlawan mengajukan pertanyaan secara berurutan.

“Yah, kalau itu Phalaris si sapi api, ia ada di sini.”

Aku menunjuk ke tanah, dan dengan itu, pandangan kedua pahlawan itu mengkuti.

“Ini adalah...?!”

“Ia menyusut...”

Di tempat itu, ada Phalaris si sapi api yang pingsan dengan tubuh bergerak.

Tapi ini kecil.

Ini jauh lebih kecil dari waktu kita menemukannya. Ini satu ukuran utuh lebih kecil dari anak sapi normal.

Jika ditanya bagaimana itu berakhir begini, itu karena materi gelap yang terus kupukuli.

Ketika materi gelap yang menghancurkan kekuatan dewata memasuki tubuhnya, kekuatan dewata api yang menyusun tubuh orang ini terhapus secara menyeluruh, dan sebagai hasilnya, volumenya menurun dan bahkan tidak bisa memuntahkan api lagi.

Ini adalah misteri bagaimana ia menjadi beberapa kali lebih kecil dari ini, tapi itu adalah jenis misteri yang tidak masalah.

Aku sudah benar-benar menghapus kediaman Dewa Api yang ada di dalamnya, dan tidak bisa melepaskan panas lagi.

Kami berhasil mencapai penaklukan si sapi api, Phalaris.

“Makhluk ini...karena makhluk ini, kota kami hampir hancur!!”

Mirack berlari ke arahnya dengan amarah mendidih.

“Aku akan menyelesaikannya! Membawa monster yang telah menghancurkan tanah ini selama bertahun-tahun, itulah tugasku sebagai Pahlawan Api!”

Lengan yang dilengkapi dengan buku jari adalah definisi senjata tumpul.

Meskipun dia tidak memusatkan kekuatan dewata di dalamnya, jika dia meninju dengan sesuatu seperti itu, itu akan dengan mudah menghancurkan tempurung kepala Phalaris yang telah menjadi sekecil anak sapi.

Itu sebabnya, aku meraih lengannya dan...menghentikannya.

“Tunggu. Membunuh itu akan sia-sia.”

“Apa artinya ini?! Kenapa kau menghentikanku?!”

“Phalaris si sapi api telah kehilangan semua kekuatan penghancurnya. Kekuatan dewata api yang besar di dalamnya telah menghilang, dan dengan tubuh kecil ini, ia bahkan tidak akan bisa menginjak seekor anjing. Dengan kata lain, ia dalam keadaan yang benar-benar tidak berbahaya.”

“Terus gimana?! Biarpun tidak berbahaya, monster tetaplah monster—”

“Itulah sebabnya. Bagaimana kalau memamerkannya dan menunjukkannya di sekitar populasi normal?”

“?!!” “?!!” (?!!)

Bukan hanya Mirack dan Karen-san, bahkan pihak terkait pun menunjukkan keterkejutan saat mereka membuka mata lebar-lebar.

“Monster akan menghilang begitu mereka terbunuh. Lantas, sebelum itu, menunjukkan monster lemah seperti ini kepada orang-orang akan membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk merasakannya. ‘Monster itu telah dikalahkan’.”

“Itu mungkin benar, tapi...”

“Itu bisa berubah menjadi acara yang bagus untuk gereja dan bisa berfungsi sebagai publisitas juga. Itu mungkin meningkatkan jumlah rekrutmen.”

(Tunggu tunggu tunggu! Entropy Dewa Gelap! Apakah tujuanmu mungkin...?!)

Pada saat itu, suara yang hanya bisa kudengar datang dari dalam si sapi api, Phalaris.

Apa yang ada di dalam sapi api ini adalah Dewa Api, Nova. Dipandang sebagai salah satu dari lima Dewa Pencipta, ia dengan semena-mena menjadi marah pada manusia yang menipiskan iman mereka kepadanya dan mencoba untuk membawa hukuman suci dengan bereinkarnasi dalam monster; dengan kata lain, idiot.

Demi itu, ia bereinkarnasi dalam Phalaris si sapi api yang ia ciptakan sendiri dan disetel hingga batasnya, tapi sekarang setelah kekuatan transenden telah terhapus oleh materi gelapku tanpa meninggalkan satu jejak pun di belakang, saat ini dia lebih rendah dari seekor sapi.

Jiwa Nova sang Dewa Api mungkin sudah ingin dibebaskan dari tubuh yang tidak berguna ini dan kembali ke dunia Dewa.

(Seperti yang aku duga, kau benar-benar—!)

(Betul. Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja, astaga. Jiwamu yang telah bereinkarnasi tidak akan dibebaskan kecuali wadahnya telah mati. Dengan kata lain, sampai kau mati, kau harus terus hidup sebagai sapi!)

(Seperti yang kupikirkan! Kau...kau berniat untuk menyegelku dalam tubuh sapi ini!! Nova sang Dewa Api ini!!)

(Membiarkanmu kembali ke dunia Dewa dan membuatmu merencanakan suatu kejahatan baru akan menjadi tidak menyenangkan. Jadi, menyebutnya penyegelan tidak salah. Nova sang Dewa Api yang jiwanya disegel di dalam tiruan sapi yang tak berdaya.
Aku akan menghitung ini sebagai balas dendam karena menyegelku di masa lalu.)

(Dasar orge sialan! Setan! Dewa kegelapan!! Bunuh saja aku! Bunuh aku dan kembalikan aku ke Dunia Dewa saat ini juga! Nova sang Dewa Api ini, salah satu penguasa dunia ini, hidup sebagai sapi yang menyedihkan dan tak berdaya hanyalah...!)

(Ya, kalau kau tidak suka, temukan peluang untuk bunuh diri. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menghentikanmu setiap kali kau mencobanya. Aku akan mengikat tali di lehermu dan menarikmu sambil ‘moo moo’ dalam perjuangan yang sia-sia. Mari menyeretmu kembali ke Gereja Api seperti ini. Sebagian besar berjalan kaki. Jangan berpikir kau akan mendapatkan perlakuan yang menguntungkan seperti memintamu naik kereta kuda.)

“...Mengerti. Ini tidak pernah terjadi tapi, apa yang kaukatakan memang ada benarnya. Aku akan mencoba berbicara dengan orang-orang dari Gereja Api. Tapi, bisakah aku mengajukan satu pertanyaan padamu?”

“Iya?”

“Haine-san, kau ini apa?”

Orang yang bertanya kepadaku adalah Karen-san yang memotong kata-kata Mirack.

Dengan wajah yang bahkan lebih khawatir daripada persahabatannya yang pulih dengan Mirack.

“Aku mengintaimu berpikir bahwa kau bisa menjadi kawan yang bisa diandalkan. Tapi kau telah melampaui harapanku terlalu banyak. Mengesampingkan ketegasanmu dalam memperbaiki pertemananku dengan Mirack-chan...kau memblokir kilat panas monster raksasa itu dan mengalahkannya sampai menjadi sekecil ini. Itu tidak normal.”

“Aku juga ingin menanyakan itu. Aku hanya menganggapmu sebagai pengikut Karen tapi, apa kau itu? Paling tidak, kau adalah pahlawan atau sesuatu yang melampaui itu. Terlebih lagi, kekuatan yang kulihat dari jauh...benda yang hanya bisa aku deskripsikan sebagai sesuatu yang gelap gulita, itu bukan kekuatan dewata api atau kekuatan dewata cahaya, itu juga bukan angin, air, dan bumi.”

Yah, benar saja, mereka bisa melihat bagaimana aku menggunakan materi gelapku.

Bagaimana aku menjelaskannya?

Aku bereinkarnasi ke dunia ini dan ingin berinteraksi dengannya sebagai manusia, jadi aku tidak bisa begitu saja mengumumkan bahwa ‘Aku adalah reinkarnasi Dewa Kegelapan!’.

Pertama, apakah keberadaan Dewa Kegelapan bahkan diketahui?

“Kalau begitu, aku akan menjelaskannya.”

Suara pihak ketiga beresonansi.
MARI KOMENTAR

Share: