Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

02 Januari, 2019

World Reformation 3

on  
In  

hanya di setiablog
“Gubah?!” “Ogeh?!” “Uboo?!”

Ksatria berarmor terlempar satu demi satu.

Tidak ada gunanya menambahkan serangan ke lawan yang mengenakan sesuatu seperti armor, jadi kalau kau hanya menggunakan momentum mereka sendiri untuk melemparkan mereka, mereka akan jatuh ke tanah dengan berat armor yang ditambahkan, yang akan membuat mereka menghadapi neraka.

Tergantung pada bagaimana mereka jatuh, mereka mungkin mematahkan leher mereka dan mati seketika, tapi aku telah menambahkan beberapa kebijaksanaan untuk menghindari hal itu terjadi.

“Ayah! Aku meninggalkan Ibu dalam perlindunganmu!”

“Mengerti! Tapi kau...”

Aku meninggalkan ibu ke ayah, dan begitu saja, aku bergegas maju.

Biasanya, ini adalah situasi di mana kita harus bersembunyi dan memeriksa situasi, tapi karena kita sudah meninggalkan persembunyian kita, kita tidak punya pilihan selain menghadapi mereka.

Bahkan dengan hanya sekilas pandang, aku bisa mengatakan bahwa ada sekitar 50 ksatria. Kalau aku melawan mereka sekaligus, aku hanya akan dihancurkan oleh jumlah mereka.

Dalam hal itu, yang paling penting adalah menghancurkan pemimpin mereka.

Ksatria berarmor berpenampilan penting yang tampaknya memiliki satu takar lebih tinggi dari para ksatria lainnya dan memberi perintah beberapa saat yang lalu.

Bertujuan pada pria itu, aku berlari lurus ke arahnya.

“Kapten! Hati-hati!”

“?!!! Apa?! Apa yang sedang terjadi?!”

Sisi lain tampaknya sudah mulai memperhatikan kelainan itu, dan orang yang bertindak sombong tiba-tiba menjadi bingung.

“Apa yang kalian lakukan?! Hancurkan si kurang ajar yang datang ke sini! Atas nama Dewi Cahaya!!”

Mengikuti perintah, sejumlah ksatria berusaha menghalangiku, tapi aku menghindarinya, dan kadang aku memukul mereka, menutup jarak ke ksatria yang disebut sebagai Kapten.

“Uwaaa!!! Jangan mendekat!!”

Kapten itu tampak bingung. Dia buru-buru membuang pedang di tangannya, dan sebagai gantinya, menghunuskan belati yang ada di pinggangnya.

(?! Apa yang ingin dia lakukan?)

Kalau kau mau berbenturan dengan musuh, biasanya kau memiliki lebih banyak keuntungan dengan pedang panjang.

Namun, dia membuangnya dan berganti dengan belati yang jelas kurang efektif sebagai senjata.

Tindakan misteriusnya ini segera diperjelas.

Pada saat yang sama ketika dia mengarahkan belati padaku, bilahnya bersinar terang.

“[Holy Light Bullet]!!”

“Apa?!”

Sebuah panah cahaya ditembakkan dari belatinya. Itukah caranya aku harus mendefinisikannya?

Toh, itu adalah cahaya yang terbang cepat seperti panah. Kalau kena, itu akan menjadi buruk.

“Guh!”

Lenganku yang berayun bersentuhan dengan panah cahaya, dan aku membelokkannya.

Benar saja, aku harus berhenti berlari dan tetap di tempatnya sejenak.

“Wa?!! Kau membelokkan [Holy Light Bullet]? Itu mustahil...”

Kapten, yang menembakkan panah cahaya, matanya terbuka lebar karena terkejut.

“Kekuatan Dewi Cahaya yang diberikan kepada kita, Korps Aurora Knight...[Holy Light Bullet] yang memiliki kekuatan suci...ditangkis oleh gelandangan pedesaan seperti dia. Mustahil!”

“Kenapa manusia memanfaatkan kekuatan cahaya? Aku tidak mengerti, tapi...”

Aku sangat terkejut, akhirnya aku menggunakan sedikit kekuatan kegelapanku.

“Jangan cuma berbicara tentang pedesaan ketika kau baru saja menyerang desa kami!!”

Serangan dilanjutkan.

Aku menutup jarak dengan Kapten ksatria yang sepenuhnya tertekuk ke belakang.

“Hiiih!! Jangan mendekat!! [Holy Light Bullet]! [Holy Light Bullet]! [Holy Light Bullet]! [Holy Light Bullet]! [Holy Light Bullet]! [Holy Light Bullet]!”

Jatuh dalam kepanikan, dia menembakkan panah-panah cahaya seperti orang gila, tapi itulah mengapa panahnya tidak kena.

Sudah tidak perlu untuk membelokkannya, aku hanya harus menghindarinya, dan dengan mudah bisa masuk ke dalam jangkauan serangan.

“Ini berakhir.”

Lantas, ketika aku hampir meninju wajah pria yang sangat terguncang ini—

Sesuatu menghentikan tinjuku.

Bukan pemimpin yang hanya panik.

“P-Pahlawan-dono?!”

Apa yang dikatakan sang Kapten.

Seseorang yang tiba-tiba muncul dan masuk di antara aku dan Kapten adalah seseorang yang mengenakan armor yang sama-sama putih, namun, kehadirannya berbeda.

Itu memberi keagungan.

Gadis cantik.

FP: setia's blog

Share: