Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

06 Januari, 2019

World Reformation 34

on  
In  

hanya di setiablog
Jadi, misi yang diberikan kepadaku oleh Yorishiro adalah...

Merasakan misi normal para ksatria.

“Itu bagus~~! Sungguh luar biasa bahwa itu bukan misi yang sangat tidak masuk akal!!”

Kita berbicara tentang Yorishiro; Dewi Cahaya, Inflation.

Berada di bawah seorang wanita yang dengan mudah mengatakan hal-hal seperti: ‘menghabiskan sepanjang malam bersamaku’, mungkin merupakan kesalahan menakutkan dariku.

“Yah, dia saat ini juga manusia. Dia bisa memahami aturan masyarakat.....benar?!”

Misi yang diberikan kepadaku saat ini adalah misi yang benar-benar logis.

‘Meskipun kau adalah asisten pahlawan dan hanya bergerak demi pahlawan, koordinasi dengan korps ksatria juga akan diperlukan. Untuk itu, penting untuk saling memahami. Aku akan membuat Haine-san bekerja sebagai anggota satu peleton di korps ksatria dan membuatmu mengalami pekerjaan mereka’, adalah apa yang dia katakan.

Di sisi lain, Pahlawan Karen-san memiliki asisten membuat orang berpikir bahwa ‘otoritas pahlawan telah diperkuat’. Memiliki asisten di bawah komando korps ksatria itu sendiri untuk jangka waktu tertentu juga memegang tujuan untuk melunakkan ketidakpuasan Komandan Lsatria dan orang-orang di faksi anti-pahlawan.

Inilah yang disebut ‘keputusan politik’.

Karen-san, yang mendengar ini kemudian, menerima dengan enggan.

Korps Aurora Knight telah membagi faksi antara pahlawan dan komandan ksatria, dan pertentangan mulai muncul ke permukaan.

Dengan begini, upaya kami untuk memiliki aliansi dengan Pahlawan Api akan terbukti sia-sia. Aliansi yang mereka miliki saat ini adalah aliansi individual antara para pahlawan itu sendiri. Gereja-gereja masih tidak rukun satu sama lain.

Dalam reformasi yang Karen-san tuju untuk melindungi orang-orang dari monster, akan perlu untuk mereformasi korps ksatria juga.

Demi itu, bukan awal yang buruk untuk mempelajari tentang mereka terlebih dahulu.

***

“Jadi, aku ingin bekerja sama denganmu.”

“Ada apa dengan ‘jadi’ itu?”

Orang yang menerimaku keesokan paginya di pangkalan korps ksatria adalah orang yang aku kenal.

Kapten Vesage.

Orang yang merekrut pemula di desaku.

“Sepertinya kita bertemu lagi. Terima kasih untuk yang terakhir kalinya.”

“Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi! Ketika aku mendengar kau gagal ujian masuk dan dikirim ke dapur, aku bahkan tidak tahu berapa lama aku bertepuk tangan! Tapi, dalam waktu singkat ini!!! Apalagi pos khusus yang menerima perlakuan wakil kapten?!”

“Ini sangat sibuk sehingga kau hanya tersesat, kan?”

“Apa kau mengolok-olok aku yang butuh 5 tahun untuk menjadi kapten?!”

Aku tidak tahu alasannya, tapi dia marah.

Sungguh, orang yang tidak punya kontrol diri.

“Tapi yah, karena ini adalah sebuah misi, ini tidak bisa dihindari. Asisten Kuromiya Haine, dalam beberapa hari ini, kau akan memasuki korps ksatriaku dan mempelajari dasar-dasarnya. Pada saat itu, kau akan berada di bawah perintahku. Tidak keberatan, kan?”

“Tidak~~”

“Sial!! Baiklah. Pertama-tama, aku akan menjelaskan asal-usul Korps Aurora Knight.”

Eh? Kita mulai dari sana?

Sepertinya dia memiliki integritas lebih dari yang aku harapkan.

“Ini adalah hal standar yang perlu diketahui tapi, kami –Korps Aurora Knight– melayani sebagai kekuatan militer Gereja Cahaya. Di negeri lain, ada: Gereja Api, Air, Bumi, dan Angin yang memiliki kekuatan militer yang sama, dan mereka bertarung untuk melindungi gereja.”

“Apakah mereka seperti Korps Ignis Militant dari Gereja Api?”

“Betul. Selain itu, ada juga: Korps Whirlwind Raid milik Gereja Angin, Korps Stream Marine milik Gereja Air, dan Korps Scorched Earth Annihilation milik Gereja Bumi. Masing-masing diciptakan pada saat yang sama ketika gereja didirikan. Di masa lalu yang panjang sebelum kemunculan monster, ada periode ketika pasukan militer ini bertindak untuk mempertahankan otoritas gereja, dan juga saling berperang.”

“Benarkah ada periode seperti itu?”

“Karena waktu perang yang panjang, kelelahan datang, dan pada saat yang sama dengan penemuan eteril, monster mulai muncul, sehingga gereja-gereja masuk sedikit demi sedikit ke dalam gencatan senjata. Tapi persaingan saling menjaga tetap berlanjut. Karena pertumbuhan mesin eteril, perebutan orang-orang beriman yang semakin berkurang semakin meningkat.”

Begitu. Jadi ada periode seperti itu.

Dalam 1.600 tahun aku disegel, ada juga masa yang bergejolak.

Dan di pusatnya, ada 5 gereja...rasanya kelima Dewa itu ada hubungannya dengan eteril.

Aku akan mencoba bertanya pada Yorishiro atau sapi sialan itu nanti.

“Yah, saat ini, manusia kebanyakan sibuk dengan ancaman monster, jadi praktis tidak ada pertempuran di antara manusia. Jika aku harus memilih, aku akan mengatakan itu damai. Dalam hal itu, kita harus bersyukur pada para monster, kurasa?”

“Jadi, pekerjaan korps ksatria terutama menundukkan monster?”

“Tidak. Monster tak muncul sepanjang hari. Pekerjaan nomor satu kami adalah berlatih jika terjadi keadaan darurat. Melatih tubuhmu adalah suatu pemberian, tapi kita tidak bisa mengabaikan pelatihan mental untuk mengendalikan kekuatan dewata cahaya. Meskipun itu tidak setingkat Pahlawan Karen-sama, ‘Holy Light Bullet’ yang kita Aurora Knight tembak adalah senjata mematikan melawan monster.”

“Ah, tapi itu sama sekali tidak bekerja padaku...”

“Yah, maafkan aku karena kurang latihan!!”

Monster adalah makhluk hidup semu yang diciptakan oleh pemeliharaan dewata para Dewa yang terdistorsi.

Tubuh semu mereka yang diciptakan oleh kekuatan dewata yang mengeras dapat dengan mudah dihancurkan dengan menyerangnya dengan kekuatan dewata.

...Namun pada level ‘lebih mudah daripada meninju itu’.

Ada pengecualian juga. Phalaris si sapi api adalah contoh tepat untuk itu. Kulit baja yang diciptakan dengan mengembunkan kekuatan dewata ke batasnya tidak akan mungkin untuk dihancurkan kecuali jika itu adalah kekuatan dewata yang kuat, dan mencoba melakukannya secara fisik akan menjadi lebih sulit.

Sewaktu bertarung melawan monster seperti itu, perbedaan antara seorang ksatria normal dan seorang pahlawan ditunjukkan.

“Lalu, hari ini kita akan berlatih?”

“Itu juga boleh, tapi karena kita memiliki asisten-dono yang belajar, akan lebih baik untuk menunjukkan kepadamu pekerjaan yang lebih besar.”

Mengatakan ini, Kapten Vesage menunjukkan senyum khasnya.

“Bahkan di masa damai ini, ada pekerjaan yang bisa kita lakukan demi perdamaian. Berbeda dari bahaya yang terlihat seperti monster, kita akan mencabut bahaya kecil. Ini sederhana dan monoton, tapi walau begitu, itu adalah pekerjaan yang tidak dapat diabaikan. Itu adalah…!”

“Oooh, itu...?!”

“Itu...Berburu idol!!”

“...Uhm, maaf. Bisakah kau mengulanginya?”

“Berburu idol!!”

FP: setia's blog

Share: