Unlimited Project Works

06 Januari, 2019

World Reformation 35

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
“Gaaak~~!! Jangan bawa kabuuur!! Barang berhargaku, jangan mencuri barang Celes-tan ku!!”

“Diam, dasar sesat! Poster! Trading card! Koleksi foto! Bahkan lagu debut dan lagu terbaru...ada patung juga?! Bukankah ini semua bahan sesat kelas tertinggi?!”

Aku tidak mengerti ini dengan baik...

Dari dalam rumah tempat Kapten Vesage masuk, ada beberapa hal yang belum pernah kulihat sebelum disita satu per satu.

Pemilik rumah yang tampaknya adalah laki-laki berusia sekitar 20 tahun itu memprotes saat dia menangis, tapi Kapten Vesage tidak memperhatikannya.

Singkatnya...aku tidak mengerti apa-apa sama sekali.

“Kapten! Lihatlah ini!”

Seorang ksatria yang mencari tempat bersama dengan Vesage gelisah.

“Ini adalah…! Cetakan terbatas live stage?! Itu berarti, dasar bajingan...kau berpartisipasi dalam live?!”

“Bukan itu...! Ini adalah sesuatu yang kubeli dari seorang penggemar kawan Celes-tan! Tapi itu barang berharga, tolong kembalikan!!”

“Bukan cuma sesat tapi juga ilegal? Sepertinya ada lebih banyak alasan untuk menyitanya! Kalau begini terus, mungkin ada lebih banyak yang bisa ditemukan di sini! Meskipun kalian harus merobek lempengan ceruk, cari setiap sudut dan celah!”

““Roger, Kapten!!””

Sepertinya bawahannya dipenuhi dengan motivasi.

Nah, sekarang saatnya untuk...

“...Kapten Vesage...”

“Bagaimanapun, jumlahnya banyak sekali. Sepertinya ini akan menjadi gunung hal terbaik yang aku sita!”

“Kapten Vesage...”

“Cari lagi! …Tunggu! Ini kan!! Kartu keanggotaan klub penggemar Celes-tan?!”

“Oi, Vesage.”

“Hahaha! Akhirnya, bukti yang tak terbantahkan terungkap! Dasar sesat! Tangkap dia! Aku akan meminta orang ini mengucapkan semua yang dia tahu tentang klub penggemar ini!”

“...”

Aku marah, jadi aku mengarahkan lutut Vesage dan menendangnya.

“Gohoo?! Aduh! Apa yang kaulakukan asisten Haine?! Apa kau akan mengganggu misi kami?!”

“Bagian mana dari ini adalah sebuah misi? Bagiku, sepertinya kau menyerbu rumah orang yang tidak bersalah dan mengacaukan kamarnya?”

“Apa katamu?! Ini dan itu juga! Itu diisi dengan barang-barang idol sampai-sampai dia tidak bisa membuat alasan! Selain itu, kondisi pelestarian mereka super tinggi!”

Mengatakan ini, dia mendorongku satu demi satu hal-hal yang tidak diketahui yang telah mereka gali sedari tadi.

“Dengan pertumbuhan mesin eteril, hal-hal seperti ini sekarang mudah diproduksi dan didistribusikan! Foto, catatan, barang cetakan! Semua ini adalah barang sesat yang merusak manusia! Dengan menggabungkan elemen menakutkan yang disebut ‘Idol’ ke dalamnya!!”

“Tidak yah, seperti yang sudah kukatakan...apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘idol’?”

“Hah?” “Hah?” “Hah?”

Setiap orang di tempat ini berkata ‘hah?’.

Tidak hanya Vesage dan bawahannya, bahkan korban juga.

“Asisten Haine...kau... tidak tahu soal idol?”

“Berhentilah dengan mata kasihan itu.”

“Y-Yah, kau memang bocah kampung yang baru saja tiba di sini beberapa hari yang lalu. Tidak dapat dihindari bahwa kau tidak tahu. Kalau begitu, aku pribadi akan mengajarimu! Kau lihat, idol adalah...!”

“‘Idol adalah’?”

“...Cewek.”

Sudah kuduga, aku tidak mengerti.

“Cewek adalah...Idol? Maka idol adalah segal—”

“Dasar bodoh! Jangan menempatkan Celes-tan dalam posisi yang sama dengan cewek biasa di luar sana! Soalnya, Idol adalah...cewek-cewek imut dan cantik!!”

“...Walau begitu...bukankah ada cukup banyak di sana-sini? Karen-san juga ada di sisi imut dan cantik...”

“Guboooo!!”

Vesage tiba-tiba kolaps?!

“Haine, dasar brengsek!”

Dan kemudian bangun?!

“Idol Karen-sama...betapa menakutkan sesuatu yang kaubayangkan! Aku hampir kehilangan kesadaran!”

“Tadi saja, aku sudah mulai bertanya-tanya apakah Kapten Vesage adalah orang dari dunia yang berbeda...”

“Aku mengerti. Aku akui bahwa penjelasanku kurang. Dengan pertimbangan itu...kalau aku harus menjelaskan lebih detail...idol adalah...gadis imut yang menari dan bernyanyi.”

“Seperti para penari di bar? Atau rombongan itu?”

Sewaktu aku tinggal di desa, aku telah melihatnya beberapa kali ketika aku menemani ayah ke kota tetangga. Dan di desa-desa yang memiliki festival, ada saat rombongan datang.

Ketika aku ingat ini dan mencoba mengutarakannya...

“Jangan menempatkan Celes-tan pada level yang sama dengan penghibur kumuh itu! Aku akan menghajarmu!!!”

“Diam! Jangan mengolok-olok pekerjaan orang lain!”

Aku bahkan tidak mengerti lagi sekarang.

***

Butuh beberapa waktu untuk menenangkan situasinya.

“...Dengan kata lain...idol adalah gadis muda yang merevitalisasi orang-orang dengan daya tarik mereka dan melakukan itu sebagai pekerjaan mereka? Jadi, sebagai bagian dari itu, mereka bernyanyi dan menari?”

“...M-Mari kita berhenti di situ. Kenapa sangat melelahkan untuk menjelaskan hal ini?”

Itu yang ingin kukatakan.

Para ksatria dan bahkan pemilik rumah itu kolaps di lantai dengan wajah lelah yang sama.

“...Tapi kenapa korps ksatria mengawasi ini? Dari apa yang kudengar, itu adalah pekerjaan yang sangat bagus. Mereka merevitalisasi orang, bukan?”

“Itulah masalahnya! Kau tahu, Celes-tan adalah...idol yang kuat yang dapat merevitalisasi semua orang di dunia! Karena itu dia adalah musuh yang menakutkan bagi kita, Gereja Cahaya!”

“Hah?”

Atau lebih tepatnya, Kapten Vesage, aku merasa pusing dari tadi, kau sudah menjadi orang yang paling bersemangat tentang Celes-tan ini.

...Uhm...Apakah Celes-tan nama idol itu?

Untuk sementara, ‘Celes-tan’ ‘Celes-tan’ dan itu semakin menjengkelkan.

“Tapi, kenapa revitalisasi semua orang di dunia menjadikannya musuh Gereja Cahaya? Apakah kau takut dia akan mencuri orang berimanmu?”

“Betul. Persis seperti itu!”

“Eh?”

“Jika Celes-tan hanya idol biasa sampai ke inti kata, tidak akan ada masalah! Tapi bukan itu masalahnya. Celes-tan –nama sebenarnya, Celestis-chan– memiliki satu bagian lain!”

Kebenaran terpenting nomor satu diumumkan di sini.

“Celestis-chan adalah Pahlawan Air!!”
MARI KOMENTAR

Share: