Unlimited Project Works

09 Januari, 2019

World Reformation 38

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
”Kita akan pergi menemui Pahlawan Air?!”

“Apa katamu, Karen?! Apa yang akan kaulakukan setelah bertemu dengannya?!”

“Tentu saja, kita akan berdiskusi dengannya”, adalah apa yang dikatakan Karen-san.

“Apapun yang dirasakan orang itu, tindakannya menempatkan gereja-gereja kita dalam keadaan yang meresahkan. Kita pergi ke sana untuk meminta dia menghentikannya. Kalau negosiasi antar gereja tidak berhasil, kita akan menggunakan koneksi pahlawan kita sendiri.”

“Buruk, kalau sesuatu seperti itu cukup untuk membuat mereka berhenti, gereja pasti sudah menunjukkan kita, kan? Seperti, ‘kalian juga mengatakan sesuatu’. Mereka bukan idiot, kau tahu?”

Begitulah kata Mirack-san. Sepertinya dia berusaha keras untuk menahan tindakan eksentrik Karen-san.

“Apa kau lupa, Mirack-chan? Kita sudah bergabung!”

“Kita sudah bergabung!”

“Betul. Meskipun mereka tidak mendengarkan kita secara individu, jika itu terjadi pada situasi di mana dua pahlawan meminta pada saat yang sama, bahkan Celestis-san seharusnya tidak dapat menolak. Aliansi kita juga dapat digunakan untuk skenario semacam ini!”

“A-Aku mengerti...karena kau mengatakannya seperti itu...rasanya bisa saja!”

Ini buruk.

Sejak Mirack berdamai dengan Karen-san, dia menjadi sangat lemah terhadap kata-kata ‘kerja sama’ dan ‘kekuatan gabungan’.

Pada saat-saat seperti ini, aku harus memenuhi pekerjaanku sebagai asisten.

“Tunggu, Karen-san. Biarpun ide itu bagus, bukankah buruk untuk pergi jauh ke Gereja Air?”

“Eh?”

Entah kenapa, Karen-san memelototiku.

Kenapa orang ini sangat menakutkan hari ini...

“Pikirkan saja. Seberapa jauh ibukota air, Hydra Ville, dari sini?”

“Sangat jauh.”

“Paling tidak, itu lebih jauh dari Muspelheim yang bertetangga. Beberapa kali.”

Nah kan, seperti yang aku pikirkan.

“Kalau kita pergi ke suatu tempat seperti itu, kita tidak akan punya pilihan selain absen dari gereja kita. Apa yang akan terjadi kalau monster muncul dalam kerangka waktu itu? Kalau cuma ada satu atau dua, orang-orang di daerah sana atau para ksatria bisa melakukan sesuatu tentang itu, tapi kemungkinan rombongan besar seperti waktu bersama Pythonfly, atau monster raksasa seperti Phalaris si sapi api yang muncul bukanlah nol.”

“I-Itu benar, Karen. Tepat saat itulah pahlawan dibutuhkan. Kalau kita ‘absen’, itu akan memalukan!”

Bersimpati dengan pendapatku, Mirack juga menyerang.

Kupikir kita akan bisa meyakinkannya seperti ini, tapi sepertinya Karen-san adalah pahlawan yang tidak goyah pada siapapun.

“Kalau begitu, tidak ada masalah.”

“Eh?”

***

Maka, kami dibawa ke bagian luas dari Gereja Besar Cahaya.

Ini adalah tempat yang telah sepenuhnya didirikan di hanggar mesin terbang kecil.

“Kalau kita mengendarai si kecil ini, kita bisa tiba di Hydra Ville dalam waktu kurang dari sehari!”

Serius?

Aku telah mengalami kecepatannya dengan tubuhku sendiri, jadi sulit untuk mengatakan itu bohong.

“Setelah ini, kita hanya perlu membawa perangkat komunikasi jarak jauh ini bersama kita. Bahkan dalam keadaan darurat, kita masih bisa menghadapinya. Kita bisa membantu dari mana saja di dunia!”

“Viva progress...”

Aku juga mencoba menambahkan makna ‘Aku menyerah’ ke dalamnya.

“...Eh? Tapi cuma satu orang yang bisa naik mesin terbang berukuran kecil, kan? Ada 2 orang mengendarainya, ini sudah sangat terbatas. Kalau kita menambahkan Mirack-san, itu akan menjadi 3 orang, bukankah itu terlalu banyak?”

Pendapat baru yang berseberangan datang dari situasi tanpa harapan.

Tapi dengan ini, bukankah akhirnya aku akan ditinggal? Itu sendiri akan merepotkan. Meninggalkan Karen-san yang saat ini tanpa pengawasan mungkin agak berbahaya...

“Kalau itu mesin terbang, aku juga punya yang aku gunakan untuk datang ke sini, tahu.”

“Kau juga menggunakan itu?!”

Mirack juga memiliki mesin terbang. Yang benar-benar merah seperti warna simbol Gereja Api.

“Bukankah itu jelas? Meskipun itu relatif dekat, berjalan ke Kota Apollon dan Muspelheim akan memakan waktu satu hari penuh. Kalau aku tidak punya perjalanan yang nyaman, mana mau aku akan sering datang ke sini.”

“Jadi, kau memang sering datang ke sini!”

Tapi dengan ini, semua penghalang untuk menuju Hydra Ville telah menghilang.

Kalau aku harus mengatakan satu hal, itu adalah aku tidak punya mesin terbang sendiri. Mungkin, aku benar-benar akan ditinggalkan?

“Ayo pergi, Haine-san. Silakan naik di belakang.”

“Hebat, begini lagi!”

Karen-san sudah mengangkangi mesin terbang, dan punggungnya menghadapku. Seolah menyuruhku duduk di sana.

“Ah, tapi hanya peringatan. Jangan pura-pura seperti kau menempel padaku lalu meraih payudaraku, oke? Jelas jangan, oke?”

“Yang benar saja!”

Aku mulai merasa bahwa ini akan menghantuiku seumur hidup.

“Hei kalian, pembicaraan itu sudah sering keluar dari tadi. Soal apa itu? Jangan bilang, kau benar-benar menyentuhnya?”

Dan sekali lagi, ‘Karen-san love-love’ memasuki keributan.

“Jangan bercanda! Mana mau aku akan membiarkan orang seperti itu naik di belakang Karen! Tinggalkan saja pria seperti itu di sini! Tidak, ide bagus muncul di benakku. Haine, kau naik mesin terbangku! Aku yang akan menunggang Karen-san!”

“Mirack-chan, tutup mulutmu.”

“Iya...”

Pahlawan Api sangat lemah.

“Haine-san adalah asistenku, jadi sudah pasti dia akan menemani kita. Mulai sajalah. Jangan menyentuh payudaraku seperti terakhir kali, oke?”

“Iya, iya...”

“Jangan...sentuh itu...oke?”

Kenapa kau memisahkan kata-kata seperti itu?

Diberitahu begitu mendesak, rasanya seperti menyentuhnya adalah jawaban yang tepat. Aneh sekali.

Tetapi pada saat yang sama, itu terasa berbahaya.

Aku tidak tahu alasannya, tapi sejak saat poster idol itu menyebar, aku tidak diizinkan untuk memberikan jawaban yang salah dengan Karen-san yang buruk dalam humor ini.

“Nah, ayo pergi.”

Perjalananku ke ibukota air, Hydra Ville, dimulai dengan kekhawatiran yang tak ada habisnya.
MARI KOMENTAR

Share: