Unlimited Project Works

02 Januari, 2019

World Reformation 4

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
“Pahlawan-dono?! Pahlawan-dono!”

Kapten yang lemah berlutut dan gelisah, bangkit kembali secara tiba-tiba.

“Warga desa ini menentang kita! Dia menentang Gereja Cahaya! Buruan beri dia hukuman suci!”

Tinju yang seharusnya digali di wajahnya, dihentikan oleh perisai gadis yang tiba-tiba muncul.

Dari kesan armor yang dia kenakan, aku bisa mengatakan bahwa dia berada di organisasi yang sama dengan para ksatria yang menyerang desa kami.


“Kapten Vesage...”

Gadis itu menatap sang Kapten.

“Kenapa kau pergi atas kemauanmu sendiri? Aku sudah bilang bahwa aku akan memeriksa status korps rekrutmen ketujuh, dan kau harus tetap siaga sampai aku kembali.”

“Itu...uhm, itu...!”

Sepertinya mereka bertengkar.

“Apalagi, ada apa dengan atmosfer ini? Seolah-olah kau merebut tempat ini. Kapten Vesage, apa yang sedang kau coba lakukan di sini?”

“Itu, uhm...kita, pasukan Aurora Knight, demi mengumpulkan anggota baru...”

Kapten-san berbicara dengan suara memudar seperti seorang anak yang dimarahi setelah menjahili.

Sepertinya gadis itu bosan mendengarkan apa yang dia katakan, kali ini, dia berbalik ke arahku.

“Kau seseorang dari desa ini, kan?”

“Eh? Y-Yeah...”

Karena dia bersikap sopan, aku secara refleks merespons dengan cara yang sama.

Para ksatria di sekitar, dan penduduk desa yang berkumpul di luar oleh para ksatria itu, menaruh perhatian pada gadis itu dan tidak bergerak.

“Aku sungguh minta maaf.”

Adalah apa yang dia katakan saat dia menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Sepertinya dia meminta maaf, atau lebih tepatnya, tidak ada keraguan.

“Aku meminta maaf dari lubuk hatiku atas masalah yang disebabkan oleh umat Gereja kami di desamu. Aku dengan tegas memerintahkan mereka untuk tidak mengganggu mata pencaharian penduduk desa, tapi akhirnya begini. Itu semua karena kelalaianku sendiri.”

“Eh, uhm...”

“Aku akan menyuruh para ksatria menyimpan senjata mereka segera. Atas namaku, aku menjamin keselamatan dan kebebasan penduduk desa. Selain itu, bisakah kau mendengar apa yang kukatakan?”

Dalam ruang waktu itu, dia menundukkan kepalanya lebih dalam hingga aku hanya bisa melihat bagian belakang kepalanya.

‘Rambut yang sangat indah’, adalah apa yang kupikirkan, tapi ini bukan saatnya untuk memikirkan hal itu.

Melihat ke sekelilingku, sepertinya para ksatria menyarungkan pedang mereka atas kata-kata gadis itu, mengesampingkan tombak mereka, dan menurunkan kepala mereka dalam permintaan maaf.

Haruskah aku menganggap ini sebagai bahaya yang hilang untuk saat ini? Tapi sepertinya mereka tidak punya niat untuk pergi.

Seolah-olah mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan bergerak sampai kita mendengar apa yang mereka katakan.

“Haine.” “Haine?!”

Ibu ditemani oleh ayah datang ke tempat kami berada.

Aku menghela napas berat.

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk mendengarkan.

“Kami datang dari tempat yang jauh dari sini, ibukota cahaya. Kami adalah Gereja Cahaya.”

“Gereja Cahaya?”

“Iya. Salah satu dari lima Dewa Pencipta, gereja yang mengikuti Dewi Cahaya, Inflation-sama.”

Lima Dewa Pencipta.

Ini merujuk pada lima Dewa yang menciptakan dunia ini.

Inflation sang Dewi Cahaya, Dewa Api, Dewa Angin, Dewa Air, dan Ibu Bumi.

Bagiku yang mana Dewa Kegelapan, mereka adalah orang-orang yang penuh kebencian yang menyegelku. Tapi, tampaknya mereka adalah target dari kepercayaan agama bagi orang-orang di sini.

Jelas saja. Toh, mereka adalah Dewa.

“Dan aku adalah Pahlawan Cahaya yang mewakili Gereja Cahaya, Kourin Karen.”

Kata pahlawan bukanlah kata yang kukenal.

Bahkan dalam ingatanku sebagai Dewa Kegelapan, aku tak tahu tentang gelar seperti itu.

“Jadi, apa yang Gereja Cahaya dan Pahlawan-sama lakukan di tempat terpencil seperti ini?”

Dari bagaimana pembicaraan telah berlangsung, sepertinya aku tidak punya pilihan selain menjadi wakil desa ini, jadi aku bertanya pada Pahlawan Karen-san.

“Kami sedang mencari ksatria baru.”

“Ksatria?”

“Ya, salah satu organisasi Gereja Cahaya, Korps Aurora Knight. Kami sedang bermasalah dengan kurangnya personel. Untuk melindungi orang-orang tak berdosa yang mengikuti Dewi Cahaya, jumlah ksatrianya masih belum cukup.”

Mendengar itu, ucapan sang Kapten yang berkuasa tentang mengumpulkan semua penduduk desa, terutama yang berusia antara 10 hingga 20 tahun itu masuk akal.

“Tapi itu adalah rekrutmen jujur! Untuk menerima orang yang ingin menjadi anggota korps ksatria, kami bergerak di sekitar kota dan desa di daerah itu.”

“Tapi para ksatria yang datang ke sini jelas berbeda, kan? Tidak hanya mereka mencoba merekrut, rasanya seperti mereka akan menculik anak-anak muda di desa ini. Orang yang memimpin ini adalah...”

Pandanganku dan Karen-san diarahkan pada tempat yang sama.

Jika aku ingat dengan benar, namanya adalah Vesage.

“A-aku tidak punya pilihan!”

Di akhir buruan ini, Kapten Vesage mengeluarkan alasan.

“Karena aku punya kesempatan, aku akan mengatakannya. Pahlawan-dono terlalu santai! Tidak perlu melakukan sesuatu yang ramah sebagai perekrutan, kita harus mengumpulkan semua orang di sini yang bisa bertarung, dan memperkuat Korps Aurora Knight sebanyak mungkin!”

“Untuk melakukan itu, kau mencoba merekrut anak-anak di desa ini?”

“Betul. Bukan ‘merekrut’ tapi ‘mengangkat’!”

Kapten Vesage menggigit balasan yang kubuat.

“Haine-san.”

Karen-san juga memasuki pembicaraan.

“Aku juga mengakui bahwa metode Kapten Vesage sangat berlebihan, tapi, rahmat dari lima Dewa telah mulai menipis di dunia ini. Monster sedang merajalela, dan untuk melawannya, kita harus mengumpulkan orang.”

Bahkan Karen-san.

“Tentu saja, kami tidak memaksa siapapun. Tapi, aku ingin bertarung bersama dengan semua orang untuk melindungi dunia ini, dan untuk melakukan itu, aku harus meminta dari kalian!”

Karen-san sekali lagi menundukkan kepalanya hingga aku melihatnya dari belakang kepala.

Kali ini bukan ucapan maaf tapi permintaan.

Dan itu bukan hanya untukku, namun untuk semua penduduk desa. Tetapi satu-satunya hal yang dikembalikan adalah agitasi.

Mau bagaimana lagi

Ketulusan Karen-san jelas seperti siang hari, namun penduduk desa juga memiliki kehidupan mereka sendiri. Dengan kata lain, 10 hingga 20 tahun, mereka akan mengambil tenaga kerja terkuat kami, yang sangat merepotkan bagi desa.

Mungkin tidak akan ada orang yang mau bergabung, tapi pihak Karen-san memberi kesan bahwa mereka tidak akan bergerak sedikitpun kecuali seseorang mengangkat tangan.

Jika ditangani dengan buruk, para ksatria mungkin sekali lagi meledak dan melanjutkan berburu orang.

“......Mengerti.”

Sambil menghela napas, aku melangkah maju.

Sebuah suara memanggil ‘Haine!’. Itu adalah suara ibu, dan suara itu menembus dadaku untuk sesaat.

“Aku akan pergi. Karena itu, harap puas hanya denganku. Jangan mencoba membujuk penduduk desa lainnya, dan tentu saja, jangan menyakiti mereka. Itulah syaratku untuk bergabung.”

 

05: Aku Memperoleh Tanah Air

Sudah diputuskan bahwa aku, Kuromiya Haine, akan bergabung dengan Gereja Cahaya.

Aku menerima pujian dari lingkungan dalam arti bahwa aku mengorbankan diri untuk desa, tapi bukan berarti aku sendiri tidak memiliki alasan lain.

Itu...untuk melihat dunia.

Dalam pertempuran dengan para Dewa yang terjadi 1.600 tahun yang lalu, aku –Dewa Kegelapan– disegel oleh para pemenang, lima Dewa lainnya, dan mereka seharusnya menciptakan kembali dunia seperti yang mereka inginkan.

Dan sebenarnya, tampaknya Dewi Cahaya, Inflation, telah menciptakan gereja yang mengikutinya, dan ada kemungkinan besar yang lain melakukan hal yang sama.

Pada saat aku tak ada, berapa banyak mereka campur tangan dengan manusia?

Untuk menyelidiki itu, aku akan pergi. Jika ada sesuatu yang melampaui batas-batas yang dapat diterima, itu adalah peranku sebagai sesosok Dewa sendiri untuk memperbaikinya.

Sebenarnya, ini adalah sesuatu yang seharusnya aku lakukan lebih cepat. Ini adalah salah satu alasan mengapa aku bereinkarnasi sebagai manusia.

Tapi, ada alasan mengapa aku membiarkannya sampai aku berusia 18 tahun.

Alasannya yakni...

***

“Haine, apa kau sungguh...sungguh pergi?”

Saat kepergianku, ibu meraih tanganku dengan enggan dan tidak menunjukkan tanda-tanda melepaskannya.

Aku...juga tidak bisa melepaskan tangan miliknya dan tetap seperti itu.

“Sudahlah, biarkan Haine pergi.”

“Tapi sayang, Haine belum pernah meninggalkan desa ini, tahu? Bahkan ketika dia pergi berburu, dia akan kembali dalam waktu kurang dari 3 hari, tapi, kalau dia pergi ke kota, siapa yang tahu kapan dia akan kembali...”

Aku juga khawatir tidak bisa merawat ibu yang memiliki tubuh yang lemah.

Sebenarnya, ada saat-saat ketika ibu mengkhawatirkan aku dan akhirnya memperburuk kondisi fisiknya karenanya. Kalau bisa, aku juga tidak mau pergi.

Aku sudah siap untuk itu, tapi ini adalah perpisahan yang lebih menyakitkan dari yang diharapkan.

Lalu, tangan ibu yang terhubung dan aku dipisahkan dengan lembut oleh ayah.

“Haine adalah seorang pria. Waktunya akan tiba ketika dia harus pergi ke dunia luar untuk memastikan nilainya sendiri. Dan hari ini adalah harinya. Kalau kau adalah ibunya, ucapkan selamat kepada Haine untuk memulai kehidupan barunya......Haine.”

“Ya, Ayah.”

“Kau mungkin tidak ingat, tapi ketika kau berumur 1 tahun, ada saat ketika kau menghilang dari rumah. Ibumu dan aku sedang mencarimu mati-matian, tapi kami tidak dapat menemukanmu bahkan ketika sudah mencapai malam, dan kami pikir sudah terlambat.”

“...”

“Namun, saat malam tiba, kau tiba-tiba kembali. Kau kembali ke rumah sendiri. Seolah-olah kau telah selesai berjalan-jalan dan kembali dari sana. Sejak itu, Ibu menjadi cemas tak tertahankan, tapi Ayah, sebaliknya, terkesan. ‘Mampu melakukan petualangan besar ketika kau baru berusia 1 tahun, seberapa besar petualangan yang bisa kau raih sewaktu kau dewasa?’ Itulah yang Ayah pikirkan.”

Ayah meletakkan kedua tangan di pundakku.

“Kalau soal Ayah dan Ibu, jangan cemas. Kau bukan tipe pria yang harus menjalani seluruh hidupmu di sebuah desa kecil. Pergi melihat dunia. Anggap kejadian ini sebagai peluang bagus untuk melakukan itu.”

Mengatakan ini, ayah memelukku dengan kedua tangan.

Untuk jiwa Dewa Kegelapan, ini hanya tubuh yang secara kebetulan dipilih untuk turun ke permukaan dunia, tapi, bagiku saat ini, orang-orang ini tak salah lagi...orangtuaku.

18 tahun ini sampai sekarang, aku telah dicurahkan dengan cinta, diajari banyak hal, dan dibesarkan oleh mereka.

Tidak mungkin aku akan berpikir hubungan dengan mereka ini hanya fiktif.

“Ibu, Ayah...aku menyayangi kalian.”

Aku memeluk ibu dan ayah, dan untuk pertama kalinya selama hidupku, aku pergi ke dunia di mana orang-orang ini tidak ada.

Pada saat itu, sekali lagi aku belajar...aku adalah hasil dari mewarisi jiwa Dewa Kegelapan, tapi sebelum itu, aku adalah manusia...Aku Kuromiya Haine.
MARI KOMENTAR

Share: