Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

09 Januari, 2019

World Reformation 40

on  
In  

hanya di setiablog
“[Flame Burst]!”

Api neraka menyerang kapal iklan tanpa ampun.

Pelakunya, tentu saja, orang yang mengendalikan api ini.

“Mirack-san?! Apa yang sudah kaulakukan?! Kau idiot?!”

“Jangan salahkan aku! Kau juga tidak bisa lagi menerima atmosfer aneh ini, kan?!”

Yah, itu benar tapi...meskipun itu masalahnya, berubah menjadi pelaku pembakaran karena itu dipertanyakan sebagai pahlawan.

“Jangan cemas. Baginya, ini bahkan tidak berarti.”

Ketika aku melihat, api, yang seharusnya menyebar dengan kacau di tempat itu, dilahap oleh apa yang tampak seperti monster yang bahkan lebih besar dan padam.

Monster raksasa yang melahap api ini adalah...air.

Air di bawah kanal naik seperti ular, menerjang ke api, dan melahapnya sepenuhnya.

“...Apa ini, serius...biarpun kalian sangat bersemangat, tolong jangan melempar barang ke panggung, pelanggan-sama...”

Di atas panggung, gadis cantik itu mengepakkan pakaian birunya.

“Pakaian itu, yang terlihat seperti pakaian menari dalam sekilas, sebenarnya adalah peninggalan dewata terkuat dari Gereja Air, menyaingi pedang suci Saint-George milik Karen dan tinju api Barbarossa-ku.”

Serius?

“Alaminya, melihat kedekatan antara elemen kita, orang itu adalah lawan terburukku. Air memadamkan api. Baginya yang mana Pahlawan Air, memadamkan api begitu bukanlah apa-apa.”

Mirack tampak mau membentak, tapi sepertinya dia benar-benar memikirkannya sebelum menyerang.

Tidak, dia tidak akan menyerang jika dia tidak membentaknya sejak awal. Yah, mau bagaimana lagi. Menghadapi serangan mental yang merusak...

Jadi, bentrokan api dan air yang mencolok ini semakin menarik perhatian orang-orang, dan itu juga menarik perhatian kami.

“Oi, bukankah itu... ‘Pahlawan Api, Katack Mirack-sama’? Dan bahkan ada ‘Pahlawan Cahaya-sama’ juga. Aku dari Kota Apollon, jadi aku tahu!”

Perhatian meningkat.

Nah, bagaimana kita menenangkan ini. mereka tidak selevel Celestis, tapi Mirack dan Karen-san juga dapat dianggap sebagai wajah gereja mereka masing-masing.

Aku tak ingin kita mundur dengan cara yang akan memperburuk pandangan masyarakat terhadap mereka.

“Semua orang~~ para tamu istimewa telah muncul~~!!”

Sekali lagi, suara nyaring dari panggung bergema.

“Dalam pertunjukan langsung stage kali ini, kita akan memiliki para pahlawan gereja-gereja lain muncul sebagai acara khusus! Aku ingin merahasiakannya sampai hari yang ditentukan, tapi aku tak bisa menahannya lagi, jadi aku akan memberitahukan sekarang~~~!!”

“Apaaaaaaaa?!”

Aku bukan satu-satunya yang terkejut.

Orang-orang lokal di sekitarnya, para wisatawan, dan masyarakat umum mengalami kegembiraan mereka.

“Kau bercanda?!” “Serius?!” “Kerja sama dengan 3 pahlawan?!” “Aku pasti akan melihatnya! Bisakah aku mendapatkan tiket sekarang?!” “Aku berencana kembali hari ini, tapi aku akan membatalkan kereta dan memperpanjangnya!” “Meskipun aku harus bekerja sebagai penjual minuman di sana, aku pasti akan pergi ke sana dan melihatnya!!”

Sudut-sudut jalan Hydra Ville telah menjadi definisi yang sangat menyenangkan.

Lalu...

“...Begitu?”

Karen-san, Mirack, dan aku menemani Celestis dan tiba di markas Gereja Air. Jika kami tinggal di sana, keributan akan berlanjut entah berapa lama.

Ini seharusnya menjadi kantor Pahlawan Air, tapi baru saja, ketika kami melewati pintu, pelat kamar bertuliskan ‘ruang ganti’...

“Apa yang dilakukan dua pahlawan di sini di pulauku? Kalau kalian datang ke sini untuk berkelahi, aku gak mau. Aku masih ada pertunjukan langsung.”

“...Cara bicaramu normal.”

“Bukankah itu jelas? Kalau aku tidak membagi pekerjaan dan kehidupan pribadi, bahuku akan menjadi kaku. Kalau tubuhku kaku, itu akan mempengaruhi pertunjukanku juga.”

Aku tidak tahu apakah dia serius dengan pekerjaannya atau tidak.

Dan Mirack, yang dibawa ke sini tanpa memperhatikan pendapatnya, menunjukkan ketidakpuasan yang jelas.

“...Hmph, aku sudah dengar tentang pekerjaan sampinganmu yang tidak senonoh cukup lama, tapi aku tidak menduga itu akan menjadi seburuk ini. Melihatnya dengan mataku sendiri hampir membuat rahangku terkilir.”

“Kalau begitu, lepaskan rahangmu. Kalau kau bisa melakukan itu, aku bisa mempekerjakanmu sebagai pelawak.”

“Apa katamu?!”

“Iya iya, Pahlawan Api-san yang langsung panas. Omong-omong, kenapa kau bersama dengan Pahlawan Cahaya? Bukankah kalian tidak cocok?”

“Ugh!”

Kata-kata Celestis itu membuat Mirack tutup mulut dalam sekejap.

Betul. Saat ini, kau bahkan tidak bisa membayangkannya, tapi hubungan Karen-san dan Mirack sama buruknya dengan kucing dan anjing.

Tapi yah, itu karena Mirack menjadi anjing liar. Kata-kata yang membuatnya mengingat ini, membuat Mirack goyah.

“......K-Kami membentuk aliansi belum lama ini.”

“Hah? Aliansi? Serius?! Itu luar biasa. Jadi itu berarti Gereja Cahaya dan Gereja Api sudah bergabung?”

“Tidak, gereja-gereja tidak terlibat. Itu adalah keputusan sewenang-wenang oleh Karen dan aku, tapi meskipun begitu, kami pikir itu akan efektif dalam berurusan dengan monster.”

“Aku mengerti...Tapi itu masih luar biasa. Para pahlawan saat ini, kalian adalah orang-orang yang paling tidak akur, tapi, dari semua orang, kalian membentuk aliansi.”

Penyebutan terus-menerus tentang ‘tidak akur’ oleh Celestis, membuat wajah Mirack masam.

Orang itu sendiri tidak memiliki niat jahat, tetapi kata-kata itu seperti pukulan tubuh yang merusak.

“Jadi, alasan kau datang ke sini adalah untuk memberiku laporan ini?”

“Soal itu...”

Karen-san mengambil alih untuk Mirack yang sudah cukup lemah.

Karen-san telah menjaga kesunyian sejak saat dia memasuki ruangan. Sebaliknya, itu membuatku memiliki ketakutan yang samar.

“Oh, Karen juga, halo~. Tetapi, meskipun aku bilang begitu, ini adalah kali pertama kita mengobrol, kan? Rumor soal pahlawan gadis baik-baik di Gereja Cahaya telah mencapai telingaku juga.”

“Iya. Alasan aku mengganggumu hari ini adalah karena, Celestis-san, aku punya permintaan penting untukmu.”

“Eh?”

“Tolong berhenti menjadi idol.”

““Pendekatan langsung?!””

Mirack dan aku berseru serempak.

FP: setia's blog

Share: