Unlimited Project Works

09 Januari, 2019

World Reformation 43

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
“Jadi, kalian berdua, apa tidak masalah bagi kalian berdua untuk tinggal di Hydra Ville sampai besok?”

Aku sudah memberikan persetujuan, tetapi aku memastikan keputusan Karen-san dan Mirack.

“Aku tidak keberatan. Hanya dengan melihat bahwa wanita idol itu terpojok membuatku sangat puas!”

Dia pasti sangat tidak puas diberitahu semua itu. Mirack memiliki wajah yang segar.

“Haine-san, kau tahu ini akan terjadi sejak awal, kan? Itu sebabnya kau tiba-tiba berkata kita harus pergi...”

Aku menyesal telah bertindak tanpa penjelasan, tapi aku susah menjelaskan.

Celestis tampaknya cerdas secara tak terduga, jadi menunjukkan gerakan buruk apapun memungkinkannya untuk memimpin kami.

Sementara aku memikirkan itu, Karen-san mendekatiku dengan cepat.

“Haine-san!”

“Hm?”

“Haine-san! Haine-san! Haine-san!”

“Ya, aku Haine.”

Apaan sih?

Matamu bersinar dan menatapku dengan perasaan terpaku, apa yang kaulakukan?

Memanggil nama seseorang secara berurutan begitu, dia bahkan tidak memberikan respon yang tepat dan hanya pergi ke tempat lain.

Ke tempat Celestis yang terpojok dan hancur.

“Uuuh...Sampai pahlawan idol Celes-tan ini menyerah pada sesuatu seperti pemerasan!!”

“Celestis-san, terima kasih banyak sudah menerima permintaan kami. Berkat itu, kami telah mencapai tujuan nomor satu kami.”

“Eh? Terus?”

“Aku akan mencapai tujuanku yang lain sekarang.”

“Eh? Wagyaaaaaa!!!”

Kedua tangan Karen-san meraih payudara Celestis?!

Tangan kanan dan kirinya memegang erat masing-masing. Sikap yang tidak meninggalkan celah.

“Nyaaa?!! Wa?! Ada apa dengan gadis ini sih! Jangan sentuh-sentuh aku dengan sembrono. Ini adalah payudara seorang idol! Keamanan! Keamanan! SOS!”

Bahkan ketika Celestis membuat keributan dan memukul-mukul, dia tidak dapat membebaskan diri dari kunci tangguh Karen-san.

Pada saat itu, Karen-san membelai dengan ekspresi yang agak rumit.

“Mirack-san...”

“Jangan tanya aku. Sejak datang ke kota ini, tak ada yang kupahami.”

Menjaga situasi ini, kami hanya bisa merasa bingung.

Lantas, setelah beberapa saaat, Karen-san, yang telah menjatuhkan Celestis-san ke lantai dengan cumbuannya, akhirnya membebaskannya, dan ...

“Aku menang.”

“Apa yang kaumenangkan?!”

Deklarasi kemenangan misterius.

“Aku tak percaya ini! Payudaraku, payudara seorang idol! Disentuh tanpa izin!”

“Bukankah itu gak masalah? Bukankah idol pekerjaan semacam itu?”

“Bukan itu!!”

Mirack dengan biasa saja melemparkan dua pukulannya dan Celestis berteriak.

“Idol bukanlah pekerjaan yang menjual nafsu! Itu adalah pekerjaan yang menjual kaum muda!! Kalau sampai payudaraku dibelai...nilaiku bakal turun! Itu masih bisa diselamatkan karena itu adalah orang yang vulgar dengan jenis kelamin yang sama, tapi...! Hm? Keintiman yang berlebihan antara gadis-gadis lugu, kepolosan yang ia gambarkan selain aroma ero yang berembus darinya...Mungkin bisa dijual.”

Selama ada kemungkinan, dia segera melakukan perhitungan. Jadi seperti inilah bentuk pro...

“Tapi, sampai ‘Nyaa’ dan ‘Wagyaa’, gadis idol ini memiliki beberapa teriakan lucu yang tak terduga. Melihat kecerobohanmu, kupikir kau takkan berteriak begitu.”

“Berisik, Pahlawan Api she-male!! Kalau begitu, katakan padaku soal sifat yang kaumainkan! Kau telah membuang femininitasmu dan semuanya! Tapi, kau memiliki payudara besar yang tidak berguna di sana, jika aku menyentuhnya, kau juga akan berteriak di sa—!”

“Penjaga.”

“Kenapa kau menghalangiku?!”

“Buruk, kau jelas akan memblokir itu.”

Aku mengerti. Jadi menunjukkan kepada gadis-gadis pertengkaran seperti itu bisa menjual ya.

Aku telah belajar sesuatu yang baru.

“B-Bagaimanapun, pastikan muncul di konser besok, oke?! kalau bisa, lusa juga...dan pertunjukan di masa depan juga! Tergantung pada penjualan, mungkin ada hari lain untuk ini!”

“Itu tergantung pada ketulusanmu.”

“Sudah jelaslah!”

Celestis meraih kepalanya dan sakit hati.

“Tapi, hanya untuk memberitahumu, aku bukan orang yang melakukan perekrutan pendatang baru, aku menyerahkan semua itu kepada gereja, jadi aku harus berbicara dengan gereja itu sendiri untuk membuatnya memiliki semacam bentuk konkret, kau tahu? Para petinggi memiliki keuntungan manis untuk mendapatkan orang beriman, jadi mereka diam-diam menyetujui kegiatan idolku. Aku tidak berpikir kita akan mendapat jawaban langsung antara hari ini dan besok...”

“Jika tidak bisa, kita harus pergi besok. Lakukan.”

“Ada apa dengan negosiasi yang sulit ini! Hei, Karen-san, berikan aku asistenmu ini! Aku ingin mempekerjakannya sebagai negosiator dalam situasi sulit!!”

“...”

Lalu, Karen-san sekali lagi meraih payudara Celestis dalam diam.

Dan sekali lagi, Celestis menjadi korban.

“...Tapi sungguh, kok Karen-san terus-menerus membelai payudara Celestis?”

“......Aku tidak benar-benar ingin mengatakan ini, tapi...”

Mirack mengatakan ini dengan nada yang agak berat.

“Itu pasti salahmu, Kuromiya Haine. Karen menjadi aneh sejak kau menyebarkan poster Celestis itu.”

“Uh?”

“Semangat kompetitifnya keluar. Aku ingin tahu apa tujuan sebenarnya ketika dia tiba-tiba mengusulkan untuk pergi ke ibukota air. Ketika kau berbicara dengan Celestis dalam negosiasi beberapa waktu yang lalu, dia senang kau memihaknya lebih dari Celestis.”

“Tapi aku belum pernah menjadi musuh Karen-san.”

“Menunjukkan itu adalah apa yang membuatnya bahagia. Begitulah cara wanita bekerja.”

Ketika Mirack mengatakannya, tiba-tiba itu membuatnya lebih jelas.

“Lalu, alasan mengapa dia membelai payudara Celestis begitu gigih?”

“Apa kau mau aku mengatakan segalanya?”

Biarpun kau memberitahuku untuk mendapatkan petunjuk...

“Karen telah menjadi wanita yang cukup bersemangat. Ketika dia memiliki tubuh yang lemah, dia ramping dan cantik...kapan dia banyak berubah? Sial. Kalau saja kita memperbaiki pertemanan kita lebih cepat!!”

Kau juga sangat bergairah dengan seorang wanita.

Tapi, mendengar soal ‘bergairah’ ini, entah kenapa, yang pertama muncul di pikiran adalah Dewi Cahaya.

Seperti yang kupikirkan, para Dewa dan orang-orang beriman mereka saling menyerupai.
MARI KOMENTAR

Share: