Unlimited Project Works

09 Januari, 2019

World Reformation 46

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Dewa Air, Coacervate.

Orang ini saat ini bukan Dewa, tetapi manusia yang bereinkarnasi. Sama sepertiku.

Alasan mengapa aku bereinkarnasi sebagai manusia adalah murni karena aku ingin menikmati dunia setelah 1.600 tahun. Bila aku ingin mengamati dunia manusia, menjadi manusia sendiri adalah pilihan terbaik.

Omong-omong, alasan Inflation sang Dewi Cahaya bereinkarnasi menjadi manusia adalah karena: ‘Aku ingin melahirkan bayimu (Dewa Kegelapan)’. Alasan yang sulit dimengerti, atau lebih tepatnya, aku tidak benar-benar ingin mengerti.

Kami berdua mungkin memiliki alasan yang cukup kabur, tapi yang di depanku berbeda dari kami. Coacervate tak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan.

Apa yang dia lakukan selalu terhubung dengan mengganggu seseorang, dan dia tak pernah melakukan apapun yang tidak mengganggu.

Itu sebabnya aku bertanya padanya.

Kenapa dia bereinkarnasi menjadi manusia.

“Kau ini ceplas-ceplos ya. Seolah-olah kau berpikir aku adalah seseorang yang harus merencanakan sesuatu sepanjang waktu atau aku akan mati.”

“Dan memang begitu, kan? Apalagi, itu membuatnya semakin mencurigakan karena kau mengalami kesulitan mengungkapkan identitasmu sendiri. Bagimu, rahasia yang tidak diperhatikan pihak lain adalah kartu truf terbaik, dan sampai saat yang paling efektif untuk mengungkapkannya, kau akan menyembunyikannya walau itu melalui ketegaran belaka.”

“Gaklah, gaklah. Aku hanya datang ke sini malam ini untuk memanaskan kembali persahabatan lama saja...”

Tatapan gelap.

“...Adalah salah satu alasannya, tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu, kau tahu. Demi itu, aku tidak punya pilihan selain mengungkapkan identitasku.”

“Apa yang kaurencanakan kali ini?”

“Benar, untuk melakukan itu, akan lebih baik untuk memberitahumu dari awal. Haine-san, apa pendapatmu tentang dunia saat ini?”

Coacervate mengarahkan wajahnya ke jendela. Sebuah isyarat yang mengatakan ‘lihat dunia’ huh.

“Dunia ini telah sedikit berubah dari zaman permulaan, kan? Suatu bahan yang disebut eteril ditemukan dan peradaban tumbuh, mesin dan sihir mulai bercampur di kota-kota manusia, bahkan hal-hal seperti monster mulai muncul, dan pertempuran telah berkembang secara sporadis.”

“Kalian para Dewa yang menciptakan monster, kan?”

“Begitukah? Ya benar.”

Untuk seseorang seperti dia, ini adalah momen langka di mana dia benar-benar berbicara dengan nada tegas.

“Aku yang mengusulkan ide menciptakan monster.”

“...Hebat. Aku memang berpikir itulah masalahnya.”

“Oya oya, kau tidak terkejut?”

“Itu benar-benar metode licik yang cocok untukmu, itu saja. Menciptakan musuh yang disebut monster, kau membuat mereka menyerang manusia, dan membuatnya jadi manusia sekali lagi berpegangan pada Dewa. Licik. Sungguh Dewa Air yang licik.”

“Tapi, tidakkah kau berpikir itu juga kesalahan manusia? Meskipun kita adalah orang-orang yang melahirkan mereka, hanya karena gaya hidup mereka menjadi sedikit lebih nyaman, mereka melupakan orangtua mereka yang sebenarnya. Monster mungkin adalah jeritan hati kami para Dewa yang mengatakan bahwa kami tidak ingin dilupakan.”

“Sofismemu sudah mulai menjengkelkan.”

“Omong-omong, ketika eteril ditemukan di dunia manusia, lima Dewa lainnya selain kau mungkin telah berkumpul dan memikirkan tindakan balasan?”

“Setidaknya lebih tegas tentang hal seperti itu.”

“Jadi, keputusan yang disebut monster keluar. Nova, Quasar, Mantle, dan aku, menciptakan Mother Monster yang menyimpan elemen dari elemen mereka masing-masing. Aku ingin tahu di mana mereka sekarang? Toh, selama mereka tinggal di dunia ini di suatu tempat, kupikir mereka akan menciptakan monster tanpa batas?”

“Bagaimana dengan Inflation?”

“Dewi Cahaya yang agung. Hatinya tidak bisa dipahami oleh orang sepertiku.”

Jadi dia tidak bisa mendapatkan persetujuannya ya.

Dan itu sebabnya tak ada monster elemen cahaya.

Jika benar-benar ada keberadaan yang disebut Mother Monster...akan berbahaya untuk percaya semua kata Coacervate tanpa berpikir, tapi...itu berarti ada juga elemen api Mother Monster dan masih melahirkan lebih banyak monster.

Sepertinya kejadian yang pada dasarnya seperti menyegel Nova sang Dewa Api takkan menghentikan kemunculan monster elemen api.

“Rencana pahlawan juga rencanaku, tampaknya?”

“Seperti kataku, bicaralah lebih tegas.”

“Dewa-Dewa lain juga mengikuti apa yang aku usulkan dan mengirim peramal ke gereja mereka sendiri, dan menciptakan sistem yang disebut pahlawan, sepertinya? Berkat itu, sebuah struktur yang disebut ‘Ancaman Dunia vs Utusan Dewa’ diciptakan dan sepertinya ini menahan kemunduran iman. Tapi aku ingin tahu apakah itu memuaskan semua orang?”

“Nova terlihat tidak puas. Karena itulah dia bereinkarnasi menjadi monster sapi sendiri.”

“Sepertinya dia memikirkan sesuatu yang tidak berguna dengan otaknya yang kurang. Tapi mungkin ada orang lain yang benar-benar berpikir dengan benar.”

“Apa kau membicarakan soal dirimu sendiri?”

“Setelah mengumumkan serangkaian proposalku, aku langsung turun ke dunia permukaan. Lantas, tanpa meninggalkannya di tangan manusia, aku menghasilkan rencana pahlawan sendiri, kupikir? Tapi aku tidak hanya membuat pahlawan melawan monster, aku juga membuat sejumlah kebijakan, dan meningkatkan efektivitas? Berkat itu, sepertinya Gereja Air-ku memiliki lebih banyak orang beriman dibanding gereja lain?”

Jadi setelah semua orang berpartisipasi dalam lamarannya, dia sendiri yang pergi dan mempraktikkannya sendiri ya.

Benar-benar terdengar seperti dia.

“...Jadi, rencanamu itu adalah idol ini?”

Perilaku memalukan dari pahlawan bernyanyi dan menari Celestis muncul di benakku.

Jadi, orang ini bekerja sebagai manajer. Seorang dalang yang menyembunyikan identitasnya sambil diam-diam membuat gerakannya.

“Aku hanya menggunakan rencana yang efektif untuk setiap generasi pahlawan? Itu mungkin metode terbaik untuk pahlawan saat ini Celestis-san untuk mendapatkan orang beriman?”

“Mungkin itu masalahnya, tapi...setiap generasi, katamu. Kau...setiap kali pahlawan mengambil alih, kau selalu melakukan pengelolaan ‘terpuji’ begitu? Sudah berapa kali kau bereinkarnasi?”

“Aku hanya bereinkarnasi satu kali?”

“Hah?”

Tapi itu hanya...

“Sepertinya aku sudah hidup dalam tubuh ini selama lebih dari seratus tahun. Aku tidak berpikir aku sudah mati sekalipun atau dilahirkan kembali pada saat itu?”

“Tubuh manusia tidak bisa hidup selama itu. Tidak, sejak awal, tidak peduli bagaimana aku memandangmu, kau berada di sekitar usia tiga puluhan—”

“Apakah aku bilang aku bereinkarnasi sebagai manusia?”

“Hah?”

“Ah benar, aku hanya mengungkapkan identitasku, dan belum memperkenalkan diriku, kan? Biarkan aku melakukannya sekarang.”

Dan kemudian, dia berkata.

“Nama tubuh ini adalah Iblis Air, Mephistopheles. Monster elemen air yang memiliki kemampuan untuk meniru manusia, kau tahu?”
MARI KOMENTAR

Share: