Unlimited Project Works

09 Januari, 2019

World Reformation 47

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Lalu, pria itu tampak mengubah bentuk matanya.

Lengan dan kakinya membentang hingga panjang yang tidak normal, sisik muncul dari seluruh tubuhnya, dan menjadi sangat lengket.

Dari ruang di antara sisik yang tumpang tindih, semacam cairan kental bocor, dan jatuh ke lantai.

Dia jelas bukan manusia. Jika aku harus menggambarkannya, itu akan menjadi duyung. Dengan kata lain, monster.

“Kau...sama dengan Nova huh.”

Aku ingat monster elemen api, Phalaris si sapi api, yang merupakan reinkarnasi Nova sang Dewa Api, jadi aku mengatakan ini.

“Keputusannya sangat sederhana dan kasar. Tapi alasan mengapa aku menciptakan tubuh ini adalah untuk rencana yang jauh lebih besar. Monster adalah makhluk hidup yang tidak teratur, jadi perjalanan waktu tidak menjadi masalah, dan tubuh ini dapat berubah menjadi pria atau wanita dari segala usia dan memiliki penampilan yang kumau, kau tahu?”

Adalah apa yang dikatakan Coacervate saat ia menunjukkan sosoknya yang kental dan aneh. Iblis Air, Mephistopheles.

“Berkat itu, aku sudah hidup sekitar seratus tahun di dunia permukaan. Mungkin lebih lama dari itu?”

Berarti dengan wadah monsternya ini, dia tidak menjadi tua dan tidak mati, dia bisa hidup di generasi manapun, dan bisa terlibat dengan Pahlawan Air dari bayang-bayang – dan dengan Gereja Air juga.

“Itu berarti betapa putus asanya Dewa sekarang, bukan begitu? Karena kau tahu, skala gerejaku sama dengan jumlah energi doa yang dapat kuserap, bukankah kaupikir itu adalah sifat manusia untuk melakukan pekerjaan itu sendiri, bukan hanya menyerahkannya kepada orang lain?”

Jangan berbicara tentang sifat manusia saat kau seorang Dewa.

“Kalian benar-benar putus asa. Berpikir kalian akan begitu terikat pada manusia, aku tidak akan bisa membayangkannya 1.600 tahun yang lalu. Apa yang terjadi pada saat aku disegel?”

“Oh? Kau masih belum tahu?”

“?”

“Yah, tidak apa-apa. Singkatnya, dalam seratus tahun ini sewaktu eteril ditemukan, aku menjadi putus asa dalam bayangan dan keluar, lalu melayani gerejaku. Jika itu Haine-san, kau harusnya mengerti kesulitanku, kan?”

“Bukan aku. Ini adalah sesuatu yang kaulakukan untuk kenyamananmu sendiri, bukan?”

“Sungguh kasar. Tapi, setelah mengatakan ini, aku bertanya-tanya apakah persiapannya cukup untuk akhirnya memasuki topik sungguhan malam ini?”

Setelah dia menyebutkannya, apa yang orang ini lakukan di sini?

Mengatakan dia datang ke sini untuk menghangatkan persahabatan lama, berbicara tentang keadaannya sendiri, dan menunjukkan wadah monsternya; itu jelas bukan alasannya.

Aku akan mengulanginya di sini tapi, ketika Dewa ini bergerak, sudah pasti demi semacam plot yang akan mengganggu seperti orang gila lainnya.

“Sejujurnya, ada sesuatu yang aku ingin tanyakan pada Haine-san?”

“Aku menolak.”

“Demi itu, aku mungkin punya satu hal lagi yang ingin kutunjukkan padamu?”

“Aku menolak.”

“Jadi kita mungkin harus pindah ke tempat lain. Bisakah kau ikut?”

“Sudah kubilang, aku menolak!”

Tapi sungguh, Dewa ini benar-benar tidak mendengarkan orang lain. Dia melompat keluar dari jendela.

Dia terbang seolah berenang di udara.

“Ah, serius!!!”

Tidak peduli apa yang dia katakan, itu tidak akan pernah menjadi sesuatu yang baik, tapi karena aku sudah tahu bahwa meninggalkannya tanpa pengawasan takkan membawa sesuatu yang baik juga, aku tidak punya pilihan selain melompat keluar jendela juga.

“[Dark Matter, Set]!”

Selain menghapus semua kekuatan dewata, materi gelapku juga dapat mengontrol gravitasi.

Jika aku memanfaatkannya dan membalikkan gravitasi sesuai keinginanku, aku dapat meluncur di sana-sini di tempat-tempat yang tidak memiliki pijakan.

Tapi, di mana Coacervate berencana membawaku?

Kami pindah ke tempat di luar ibukota air, Hydra Ville. Lampu-lampu kota sudah jauh. Setelah meninggalkan area pelabuhan, yang berikutnya adalah laut yang mencapai sejauh mata memandang.

“Apa yang coba kautunjukkan padaku membawaku ke sini? Hanya ada laut di sini.”

“Haine-san, tidakkah menurutmu lautnya bagus? Besar dan dalam. Begitu megah sehingga mungkin bisa menyimpan berbagai hal di dalamnya, kan?”

“Setidaknya bersikap tegas ketika mengatakan itu.”

“Lihat, bisakah kau melihatnya? Lihatlah apa yang terkandung di dalam laut besar ini...”

Karena dihasut, aku melihat laut yang ada di kakiku.

...Apa itu? Ada sesuatu di sana. Apalagi itu cukup besar. Apa ini paus? Atau sesuatu dalam skala itu. Itu tersembunyi di laut, jadi sulit untuk melihatnya dengan jelas, tapi itu adalah makhluk hidup yang memiliki bentuk yang sama sekali berbeda dari paus.

...Belut? Belut besar yang mirip dengan paus. Dan bukan hanya satu, ada dua...tiga...tidak, bahkan ada lebih banyak.

......Tidak, itu salah juga. Seperti yang kupikirkan di awal, itu hanya satu.

Semua itu adalah kepalanya dan terhubung ke satu tubuh!

“Ini adalah monster berkepala banyak yang telah aku buat. Aku menamainya Hydra Serpent...atau Serpent Hydra? Apapun yang sesuai dengan seleramu. Omong-omong, itu adalah ciptaanku yang membanggakan, mungkin?”

Hydra Serpent ini sepertinya tidur di laut, tidak bergerak sama sekali. Aku merasa seperti sedang melihat mesin yang belum dinyalakan. Itu sedang menunggu saat aktivasi.

Bagaimanapun, itu besar. Ukurannya menyaingi si sapi api, Phalaris.

Sesuatu seperti ini bersembunyi di laut dan dekat dengan ibukota air.

“Aku menyerahkan sebagian besar produksi monster ke Mother Monster, tapi penciptaan monster itu sendiri bisa dilakukan oleh para Dewa sendiri, bukankah begitu? Konon katanya bahwa Mother Monster diciptakan oleh para Dewa.”

Kaulah yang mengatakan itu.

“Tapi itulah mengapa sebagian besar monster yang diciptakan oleh Dewa ini kuat. Mungkin begitulah cara kerja perintah? Hydra Serpent ini, Phalaris si sapi api, dan tubuhku ini; Haine-san, tidakkah kau merasakannya juga?”

“Terus? Apa yang ingin kaulakukan dengan melewati kesulitan mengundangku ke sini di mana monster laut ini berada? Apa kau berpikir tentang menggunakan makhluk ini untuk mengalahkanku?”

“Gaklah. Kau dengan mudah bisa mengalahkan monster raksasa yang di dalamnya ada Dewa Api. Biarpun itu adalah ciptaanku yang membanggakan, aku tidak berpikir itu bisa dilakukan? Bukankah ada peran yang lebih pas untuk anak kecil ini?”

Lantas, Coacervate mengatakan sesuatu yang keterlaluan.

“Di live besok...”

“Apa?”

“...Di live di mana tiga pahlawan akan berpartisipasi...bagaimana kalau Hydra Serpent ini menyerang panggung itu?”
MARI KOMENTAR

Share: