Unlimited Project Works

02 Januari, 2019

World Reformation 5

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Sudah diputuskan bahwa aku, Kuromiya Haine, akan bergabung dengan Gereja Cahaya.

Aku menerima pujian dari lingkungan dalam arti bahwa aku mengorbankan diri untuk desa, tapi bukan berarti aku sendiri tidak memiliki alasan lain.

Itu...untuk melihat dunia.

Dalam pertempuran dengan para Dewa yang terjadi 1.600 tahun yang lalu, aku –Dewa Kegelapan– disegel oleh para pemenang, lima Dewa lainnya, dan mereka seharusnya menciptakan kembali dunia seperti yang mereka inginkan.

Dan sebenarnya, tampaknya Dewi Cahaya, Inflation, telah menciptakan gereja yang mengikutinya, dan ada kemungkinan besar yang lain melakukan hal yang sama.

Pada saat aku tak ada, berapa banyak mereka campur tangan dengan manusia?

Untuk menyelidiki itu, aku akan pergi. Jika ada sesuatu yang melampaui batas-batas yang dapat diterima, itu adalah peranku sebagai sesosok Dewa sendiri untuk memperbaikinya.

Sebenarnya, ini adalah sesuatu yang seharusnya aku lakukan lebih cepat. Ini adalah salah satu alasan mengapa aku bereinkarnasi sebagai manusia.

Tapi, ada alasan mengapa aku membiarkannya sampai aku berusia 18 tahun.

Alasannya yakni...

***

“Haine, apa kau sungguh...sungguh pergi?”

Saat kepergianku, ibu meraih tanganku dengan enggan dan tidak menunjukkan tanda-tanda melepaskannya.

Aku...juga tidak bisa melepaskan tangan miliknya dan tetap seperti itu.

“Sudahlah, biarkan Haine pergi.”

“Tapi sayang, Haine belum pernah meninggalkan desa ini, tahu? Bahkan ketika dia pergi berburu, dia akan kembali dalam waktu kurang dari 3 hari, tapi, kalau dia pergi ke kota, siapa yang tahu kapan dia akan kembali...”

Aku juga khawatir tidak bisa merawat ibu yang memiliki tubuh yang lemah.

Sebenarnya, ada saat-saat ketika ibu mengkhawatirkan aku dan akhirnya memperburuk kondisi fisiknya karenanya. Kalau bisa, aku juga tidak mau pergi.

Aku sudah siap untuk itu, tapi ini adalah perpisahan yang lebih menyakitkan dari yang diharapkan.

Lalu, tangan ibu yang terhubung dan aku dipisahkan dengan lembut oleh ayah.

“Haine adalah seorang pria. Waktunya akan tiba ketika dia harus pergi ke dunia luar untuk memastikan nilainya sendiri. Dan hari ini adalah harinya. Kalau kau adalah ibunya, ucapkan selamat kepada Haine untuk memulai kehidupan barunya......Haine.”

“Ya, Ayah.”

“Kau mungkin tidak ingat, tapi ketika kau berumur 1 tahun, ada saat ketika kau menghilang dari rumah. Ibumu dan aku sedang mencarimu mati-matian, tapi kami tidak dapat menemukanmu bahkan ketika sudah mencapai malam, dan kami pikir sudah terlambat.”

“...”

“Namun, saat malam tiba, kau tiba-tiba kembali. Kau kembali ke rumah sendiri. Seolah-olah kau telah selesai berjalan-jalan dan kembali dari sana. Sejak itu, Ibu menjadi cemas tak tertahankan, tapi Ayah, sebaliknya, terkesan. ‘Mampu melakukan petualangan besar ketika kau baru berusia 1 tahun, seberapa besar petualangan yang bisa kau raih sewaktu kau dewasa?’ Itulah yang Ayah pikirkan.”

Ayah meletakkan kedua tangan di pundakku.

“Kalau soal Ayah dan Ibu, jangan cemas. Kau bukan tipe pria yang harus menjalani seluruh hidupmu di sebuah desa kecil. Pergi melihat dunia. Anggap kejadian ini sebagai peluang bagus untuk melakukan itu.”

Mengatakan ini, ayah memelukku dengan kedua tangan.

Untuk jiwa Dewa Kegelapan, ini hanya tubuh yang secara kebetulan dipilih untuk turun ke permukaan dunia, tapi, bagiku saat ini, orang-orang ini tak salah lagi...orangtuaku.

18 tahun ini sampai sekarang, aku telah dicurahkan dengan cinta, diajari banyak hal, dan dibesarkan oleh mereka.

Tidak mungkin aku akan berpikir hubungan dengan mereka ini hanya fiktif.

“Ibu, Ayah...aku menyayangi kalian.”

Aku memeluk ibu dan ayah, dan untuk pertama kalinya selama hidupku, aku pergi ke dunia di mana orang-orang ini tidak ada.

Pada saat itu, sekali lagi aku belajar...aku adalah hasil dari mewarisi jiwa Dewa Kegelapan, tapi sebelum itu, aku adalah manusia...Aku Kuromiya Haine.
MARI KOMENTAR

Share: