Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

09 Januari, 2019

World Reformation 51

on  
In  

hanya di setiablog
“Semuanya~~, maaf sudah menunggu~~!! Lagu berikutnya adalah ‘Air di atas batu yang dipanaskan’!!”

Seperti yang diharapkan dari seorang idol. Bahkan setelah ganti bajunya diintip, dia masih berhasil menyembunyikannya dengan mental bak baja.

Dan beginilah, konser mengalami sedikit kecelakaan, tapi terus berlanjut dengan baik, dan para penonton sangat puas.

Karen-san dan Mirack muncul di sela-sela lagu dan berbincang-bincang dengan tamu mereka.

Jadi, aku yang telah mempermalukan Pahlawan Air Celestis dengan mataku telah menerima hukuman lilitan kobra dari Mirack di belakang panggung.

Lilitan kobra adalah teknik bergulat yang diwariskan dalam Korps Ignis Militant. Mereka adalah organisasi yang seharusnya bertarung dengan monster, tapi, mengapa mereka mempelajari gerakan bergulat yang ditujukan untuk manusia? Toh, punggung dan pinggangku sakit. Juga, buah dadanya memukulku.

Satu-satunya saat aku dibebaskan dari ini adalah ketika Mirack sendiri harus memasuki panggung.

Live telah memasuki tahap akhir, dan Karen-san serta Mirack dipanggil untuk penutupan, jadi aku dibebaskan setelah beberapa saat.

Sambil meregangkan tubuhku yang sakit, aku mengawasi mereka bertiga di panggung dari kejauhan.

“Sekarang! Para tamu, Karen-chan dan Mirack-chan! Tolong beritahu kami kesan kalian hari ini!”

“Eh! U-Uhm...sangat bagus! Tolong panggil aku lagi!”

“Makasih! Lalu, kami akan membuatmu menantang bernyanyi dan menari lain kali!!”

“Emangnya kami mau!”

Penonton menjadi panas.

Live bisa dikatakan sukses, paling tidak, sampai titik ini.

“Apa yang tersisa adalah acara terakhir, kan?”

Pada suatu saat, ada bayangan di punggungku.

Pria kurus yang perilakunya sangat baik sehingga benar-benar membuatnya curiga. Bentuk Dewa Air Coacervate meniru manusia.

“Jadi, kau kembali.”

“Yeah, kupikir sudah waktunya. Makhluk itu kemungkinan besar sudah dekat dengan panggung?”

Hydra Serpent.

“Sekarang kita sudah sejauh ini, kupikir lebih baik tetap berada di sisimu sekarang, kau tahu. Kau ingat permintaanku, bukan?”

“Aku tahu. Aku tidak akan menghalangi.”

Dengan banyak orang ini sebagai sandera, aku tidak punya pilihan selain menurut.

“...Apa tak masalah untuk bertanya satu hal?”

“Oya, apa ini sesuatu yang bisa aku jawab?”

“Aku berbicara dengan Pahlawan Air, Celestis, beberapa saat yang lalu. Apa yang dia lakukan kelihatannya dipertanyakan pada pandangan pertama, tapi aku pikir dia adalah gadis yang baik yang memiliki kebaikan di pundaknya. Dia melakukan yang terbaik dalam perannya sebagai pahlawan, apalagi, dia berusaha melakukannya sambil bersenang-senang.”

“Oya oya, apa kau juga menjadi penggemar Celes-tan?”

“Bukan hanya Celestis. Karen-san dan Mirack memiliki citra pahlawan mereka sendiri dan berlari menuju tujuan itu. Gelar yang disebut pahlawan yang membuat mereka melakukan yang terbaik, dalam artian tertentu, mungkin sesuatu yang luar biasa.”

Pada satu titik, aku berpikir bahwa para pahlawan mungkin tidak berharga.

Pada saat Nova sang Dewa Api memberitahuku tentang realitas dunia ini.

Untuk mendapatkan kembali kepercayaan yang semakin tipis, mereka menciptakan monster sendiri, membuat mereka menyerang orang, dan membuat para pahlawan menyelamatkan mereka. Dengan melakukan ini, orang-orang akan memulihkan rasa hormat mereka terhadap pahlawan, gereja yang terkait dengan pahlawan, dan Dewa yang disembah oleh gereja.

Aku pikir mungkin para pahlawan hanyalah alat yang digunakan untuk menari dengan logika itu.

‘Bukankah para pahlawan hanya manusia menyedihkan yang menari di telapak para Dewa?’, Aku hanya berpikir seperti ini.

Namun sosok yang sungguh-sungguh dari gadis-gadis ini membersihkan pikiran itu.

“Tidak masalah jika itu berada di telapak tangan para Dewa atau apapun, gadis-gadis itu melakukan yang terbaik hidup di lingkungan tempat mereka berada. Kupikir sosok mereka cantik.”

Itu yang ingin kukatakan.

Ketika aku selesai, tawa ‘kusukusukusu’ datang dari sisiku sebagai tanggapan.

“Kukuku, serius, kau benar-benar berniat memandang manusia sebagai sesuatu yang sakral. Yah, aku juga mencintai manusia, kau tahu? Bagaimanapun juga mereka lucu.”

“Lucu?”

“Ya, itu benar. Seperti katamu, manusia sungguh-sungguh. Kebahagiaan, kepuasan; menginginkan hal-hal, manusia berjuang mati-matian. Sosok mereka benar-benar...bagaimana mengatakannya...menyenangkan? Lucu? Jenaka? Memilukan? Menyedihkan?”

“Brengsek...”

“Itu sama untuk para pahlawan juga, tahu? Mereka hanyalah katalisator untuk mengumpulkan Energi Doa dari manusia, tetapi kesenanganku akhirnya bercampur di dalamnya juga, kau tahu? Bukan hanya dengan Celestis; ada banyak Pahlawan Air di depannya, tapi mereka semua bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa mengetahui bahwa aku menarik tali dari bayang-bayang, dengan gigih berjuang, dan menang.”

Di masa lalu, pasti ada saat-saat di mana itu adalah permainan yang sepenuhnya diperbaiki darinya seperti sekarang.

Kemenangan yang direncanakan sejak awal diberikan kepada mereka tanpa mereka sadari.

“Alangkah menggelikannya senyum mereka! Walau itu semua adalah bagian dari rencanaku! Walau aku membuat mereka menang! Tanpa mengetahui itu, mereka salah paham bahwa karena kekuatan mereka sendiri mereka memperoleh kemenangan. Sosok bangga mereka saat mereka berjemur dalam kemuliaan palsu, sungguh menggelikan! Berapa kalipun aku melakukannya, itu tidak menjadi tua. Ini benar-benar hiburan terbaik!!”

Itulah alasan mengapa pria ini terus tinggal di dunia permukaan.

Baginya, manusia tidak berada pada level budak, mereka lebih rendah dari itu –mereka adalah mainan.

Dia tidak hanya mengotori kemalangan orang, dia bahkan melakukannya pada kebahagiaan mereka, mengotori itu, dan menertawakan dirinya dengan kepuasan diri.

Memanfaatkan gerakan halus untuk melibatkan para Dewa lainnya, menciptakan ancaman yang disebut monster, dan mengolok-olok manusia yang melawan mereka.

Itu saja yang ingin kudengar darinya.

Aku dapat mengonfirmasi ulang.

Sudah kuduga, orang ini adalah orang yang bermain-main dengan manusia.

“...Nah, mari kita mulai kesenanganku hari ini juga.”

Tempat itu mulai berisik.

Di permukaan laut yang jauh, seseorang telah memperhatikan bahwa ada sesuatu yang keluar darinya. Kerusuhan menyebar ke semua kursi penonton dalam sekejap mata.

“Acara hari ini bahkan lebih mewah dari biasanya. Toh, pengorbanan dua rekan akan menjadi topping. Aku ingin tahu apakah Celestis akan menangis dalam kesedihan? Aku ingin tahu apakah dia akan dapat menikmati rasa kemenangan? Itu akan sangat lucu dan membuatnya lebih baik, bukan begitu?”

Kerusuhan tempat itu mulai berubah menjadi kekacauan.

Identitas apa yang keluar dari laut...telah menjadi jelas.

Karen-san, Mirack, dan Celestis yang berada di panggung telah memperhatikan kejadian abnormal ini, dan tidak hanya itu, mereka juga memperhatikan identitas kelainan ini.

“Semua orang! Semuanya tolong tenang! Tolong jangan pergi dari kursi kalian!”

“Mirack-chan, mungkinkah itu...!”

“Yeah, aku tidak menyangka monster akan keluar dalam waktu ini!”

Munculnya sesosok monster.

Kebenaran itu telah dikonfirmasi dan tempat itu menjadi panik. Tapi itu hanya berlangsung sesaat.

“Semuanya, kita akan mulai encore!!”

Suara Celestis bergema di seluruh tempat dan menenangkan ketakutan dan kekacauan orang-orang.

“Lagu encore belum pernah terdengar sebelumnya. Pahlawan Air, Celes-tan, pertunjukan penghancuran monster! Semuanya, jaga matamu dari kursi, oke?!”

Kata-kata Celestis yang kasual namun kuat menutupi ketakutan tempat itu dan mengubahnya menjadi panas yang benar-benar berlawanan dari sebelumnya.

Orang-orang tahu bahwa, seperti yang mereka pikirkan, Celestis memang seorang pahlawan.

Apapun bahayanya, selama dia ada di sana, tak perlu merinding. Karena ini adalah kota yang dilindungi oleh Pahlawan Air, Hydra Ville.

Apalagi, hari ini ada 2 yang memegang tugas yang sama dengannya.

“Celestis-san! Kami juga akan membantumu!”

“Biarpun itu bukan di tempat yurisdiksi kita, ada monster tepat di depan kita dan tidak melakukan apapun akan memalukan namaku sebagai pahlawan! Aku akan membantu entah suka atau tidak!”

“Baik. Tapi ini teritoriku. Aku akan menjadi pusatnya, dan kalian akan menjadi penari belakang, mengerti?!”

“Selama pusatnya tidak mengecewakan. Aku akan menyaksikan dengan matakuini apakah keterampilanmu telah tumpul karena nyanyian dan tarianmu!”

Permukaan laut bergelombang dan akhirnya Naga Laut Besar muncul.

Tubuhnya yang besar yang bisa menampung 8 kepala juga menakjubkan.

“Uhioooo! Ada banyak sekali!!”

“Tidak, bukan itu! Lihatlah dengan cermat! Semua monster laut itu terhubung ke satu tubuh. Semua itu satu. Itu adalah monster dengan banyak kepala!!”

Cahaya, api, air; tiga pahlawan melompat dari panggung dan menuju musuh.

Sampai sekarang, itu sudah berjalan persis seperti skenario Coacervate.

“Kalau begitu, Haine-san, tolong jaga mereka dari sini, oke? Seperti yang kau janjikan.”

“Ya, aku takkan bergerak. Aku tidak akan, itu.”

Itu pada saat itu...

Di laut, satu bayangan hitam besar lainnya muncul.

FP: setia's blog

Share: