Unlimited Project Works

09 Januari, 2019

World Reformation 53

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
“A-A-Apa itu?!”

Gangguan tiba-tiba dari monster lain. Orang yang paling terkejut adalah Coacervate.

Yah, itu sudah pasti. Segala sesuatunya berjalan dengan sempurna seperti yang dia rencanakan sampai sekarang, tetapi tiba-tiba, sebuah ketidakberesan terjadi. Terlebih lagi, makhluk itu berada pada level mampu menghancurkan segalanya.

“Haine-san! Apa ini perbuatanmu?!”

“Aku tidak bergerak~. Aku tidak berpartisipasi~.”

“Omong kosong! Aku bisa tahu dengan menggunakan bagian Dewa-ku. Raksasa hitam itu adalah massa kekuatan dewata kegelapan. Dengan kata lain, monster elemen gelap. Satu-satunya yang bisa menciptakan itu adalah kau, Dewa Kegelapan, benar kan?!”

“Berisik. Orang-orang di sekitar akan mendengarmu.”

Tetapi orang-orang di sekeliling kita mendapat perhatian dari para pahlawan, Naga Laut Besar, dan raksasa hitam misterius di laut, sehingga pembicaraan yang lain tidak memasuki telinga mereka sama sekali.

Betul. Semalam, setelah pembicaraan dengan Coacervate, aku segera bertindak, memanfaatkan mesin terbang kecil Karen-san tanpa izin untuk kembali ke Kota Apollon, dan mengguncang Yorishiro yang terbangun untuk bertanya: ‘Bagaimana aku membuat monster?’.

Yorishiro adalah reinkarnasi dari Inflation sang Dewi Cahaya.

Aku disegel selama 1.600 tahun, jadi aku tak tahu cara membuat monster, dan satu-satunya yang bisa kutanyakan adalah dia.

Sapi api Phalaris yang dibuang ke Muspelheim –Dewa Api Nova– juga merupakan pilihan, tapi memintanya akan merepotkan dalam banyak arti.

Jadi, akhirnya aku bertanya pada Yorishiro.

Mungkin karena alasan pribadi, dia adalah satu-satunya yang belum menciptakan monster di antara lima Dewa, jadi ada kegelisahan, tapi yah, entah bagaimana itu berhasil.

Jadi, menggunakan metode produksi yang baru saja kudengar, yang keluar dengan tergesa-gesa adalah raksasa itu.

Untuk pertama kalinya, aku akan mengatakan itu keluar dengan cukup baik.

“Tak kusangka kau akan menghalangi skenarioku dengan cara ini!!”

“Jika aku menangkap punggung Dewa licik seperti ini, itu adalah kesuksesan besar, mungkin?”

Monster bukanlah bentuk kehidupan semu yang hanya ada untuk menyerang manusia. Mereka bergerak tergantung pada perintah Dewa yang menciptakan mereka.

Aku memerintahkan raksasa hitam itu untuk ‘membunuh Hydra Serpent, jangan menyerang manusia’, dan makhluk itu mengikuti perintah dengan setia dan saat ini bertarung melawan Hydra Serpent.

Monster raksasa vs Monster raksasa.

Bahkan ketika melihat pertarungan ini dari jauh, itu memiliki intensitas yang luar biasa.

Raksasa hitam itu mengambil keuntungan dari tubuh besarnya dan meraih 2 dari 8 kepala Hydra Serpent dengan kedua tangannya dan mencoba menariknya dengan kekuatan kasar.

Serangan itu pasti efektif. Hydra Serpent menggeliat kesakitan, dan dengan 6 kepala yang tersisa, itu melilit tubuh raksasa hitam dan menggigitnya dengan taring mereka.

Alih-alih darah, kegelapan pekat muncul dari luka-lukanya.

“...Sepertinya monstermu bukan masalah besar. Hydra Serpent-ku lebih baik.”

Coacervate mengatakan ini dengan nada lega.

“Jelas sekali. Produksi monster membutuhkan waktu dan usaha. Nova-san yang berpikiran sederhana itu membutuhkan waktu 10 tahun untuk menciptakan Phalaris si sapi api yang akan berfungsi sebagai wadahnya, dan membutuhkan waktu satu tahun lagi untuk menunggu pertumbuhannya. Hydra Serpent-ku juga sesuatu yang membutuhkan waktu cukup lama untuk dibuat, kau tahu?”

Aku paham apa yang dia katakan.

Raksasa hitam yang kubuat adalah pekerjaan yang dibuat terburu-buru dalam satu malam.

“Walau begitu, dalam waktu singkat ini, kau bisa menciptakan sesuatu selevel itu. Seperti yang diharapkan dari salah satu dari dua kutub yang berdiri di atas empat elemen dasar lainnya dalam enam Dewa. Tapi kau agak terburu-buru, mungkin? Sepertinya pekerjaanmu yang dadakan itu tidak mampu mengalahkan mahakaryaku.”

Seperti kata Coacervate, taring monster laut tenggelam makin dalam, dan kekuatan dewata yang gelap memancar keluar.

Kalau begini terus, mungkin terpecah.

“Terima kasih untuk perjuangan sia-sia yang menggelikan ini, Haine-san. Itu menyedihkan dan layak diperhatikan. Begitu ciptaanmu yang dadakan itu dikalahkan, aku akan membuat gadis-gadis itu menjadi—”

“Peran makhluk itu bukan untuk mengalahkan Hydra Serpent.”

Kata-kataku membuat nada khas Coacervate berhenti.

Aku sangat sadar bahwa aku tidak akan bisa mengalahkan Hydra Serpent itu dengan monster dadakanku. Tapi itu tidak masalah. Mahkluk itu tidak akan mengalahkan Hydra Serpent, itu seharusnya tidak mengalahkannya.

Alasannya karena pekerjaan itu sudah ditetapkan untuk orang lain.

***

Menghubungkan dengan indra Raksasa Hitam, aku bisa mendengar percakapan yang terjadi di pertarungan yang jauh.

“Oi, apa yang harus kita lakukan?!”

“Monster-monster itu bertarung? Putus cinta?”

Karen-san, Mirack, dan Celestis yang siap menghadapi monster itu tercengang oleh situasi yang tak terduga.

“Dasar, apa yang harus kita lakukan?! Aku belum pernah melihat atau mendengar tentang pertarungan antar monster! Bagaimana kita menangani ini?!”

“Haruskah kita menyerang keduanya sekaligus? Tidak, keduanya adalah monster raksasa. Bahkan melawan satu, siapa yang tahu kalau kita akan bisa mengalahkannya. Kalau kita memperlakukan ini dengan buruk, kita mungkin memprovokasi mereka berdua kepada kita. Dalam situasi ini, kita harus menunggu keduanya menjadi lelah dan...”

Semua orang bingung dan tidak dapat memutuskan tindakan selanjutnya, tapi...

“[Holy Light Blade]!”

Gelombang pedang cahaya langsung mengenai salah satu leher Hydra Serpent. Itu tidak memotongnya sekaligus, tapi kekuatan dewata air mengalir keluar dari lukanya.

“Tolong serang monster laut!!”

Karen-san mengatakan ini dengan pedang suci Saint-George di tangannya.

“Karen-chan?!”

“Serang Naga Laut Besar?! Lalu apa yang akan kita lakukan dengan raksasa hitam itu?! Apakah kita akan membiarkannya nanti?!”

“Yang hitam adalah sekutu!”

““Hah?!!””

Perkataan Karen-san mengagetkan keduanya.

“Apa katamu Karen?! Monster adalah sekutu?! Apa kau menerima semacam serangan kebingungan?!”

“Monster yang saling menyerang adalah sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya, tapi monster yang berpihak pada manusia adalah sesuatu yang tidak akan pernah terjadi!! Tenangkan dirimu, Pahlawan Cahaya! Benar saja, dalam situasi ini kita harus mundur dan—”

“Tidak!!”

Karen-san mengaum.

“Aku bisa tahu. Raksasa hitam itu mungkin adalah sesuatu yang tidak selaras dengan akal sehat yang kita tahu. Karena yang itu kemungkinan besar...monster elemen gelap!!”

“Elemen gelap?!”

“A, apaan itu?!”

Karen-san yang telah menebaknya dengan benar menerima dua reaksi berbeda.

Mirack yang sudah tahu tentang Dewa Pencipta yang tersembunyi, Entropy sang Dewa Kegelapan, dan yang tidak tahu, Celestis.

“...Begitu, itu menarik. Untuk menyelidikinya dengan benar, kita harus mengalahkan yang menggeliat itu dulu.”

“Bahkan Mirack?! Apa yang kalian berdua mengerti soal ini?! Tapi yah, sepertinya rencana itu akan mendapat sambutan yang baik dari penonton, jadi aku akan melakukannya juga!”

Itu benar, mengalahkan monster bukanlah pekerjaan monster; mengalahkan monster...adalah pekerjaan para pahlawan.
MARI KOMENTAR

Share: